
Malam telah berganti pagi, kicauan burung menjadi lagu yang indah dipagi hari. Ini adalah hari pertama untuk James tinggal di Luar Negeri bersama Tuan dan Nyonya nya. Ia sudah terbiasa membuatkan sarapan untuk Mereka. Saat di dapur, Ia bertemu dengan Bi Inah. Ia Berusaha berbicara namun Bi Inah tidak mengerti. Akhirnya James melihat satu per satu tempat penyimpanan didalam dapur.
"Nak, Kamu mau apa?". Tanya Bi Inah.
James bingung Dia tidak mengerti perkataan Bi Inah. Hingga Dito muncul untuk mengambil air minum.
"Tuan, akhirnya Tuan datang". Ujar James merasa tertolong.
"Ada apa?". Tanya Dito.
"Tuan, Saya tidak bisa berkomunikasi dengan Ibu ini. Saya bertanya dimana ruang persediaan makanan Dia tidak mengerti". Ujar James.
"James, hari ini tidak perlu membuat sarapan. Kamu bisa istirahat dulu. Nanti Kamu bicara dengan Nyonya apa yang Dia butuhkan lalu Kamu bisa membelinya. Disini ada banyak ruangan Kamu bisa pilih salah satu untuk penyimpanan. Disini sangat jarang orang membeli begitu banyak persediaan makanan jadi jarang juga yang memiliki ruang khusus untuk menyimpan bahan makanan". Ujar Dito. "Ingat, disini Kamu hanya menjadi pengawal. Tidak perlu Kamu masak untuk kita. Kamu bisa masak jika hanya Nyonya yang meminta". Ujar Dito menepuk bahu James.
"Baiklah Tuan. Lalu Saya harus melakukan apa sekarang?". Tanya James.
"Kamu bisa berkeliling rumah untuk mengecek keadaan rumah". Ujar Dito. "Terserah Kamu deh mau berbuat apa. Kamu hanya akan bekerja saat Nyonya yang suruh".
Setelah mendapatkan air minum, Dito pun naik lagi keatas menuju kamar.
"Apa yang harus Aku lakukan jika begini?". Tanya James.
Tak lama Tita datang ke dapur untuk melihat Bi Inah sudah bikin sarapan.
"Hey James, apa yang Kamu lakukan disini?". Tanya Tita.
"Ah tadi saya ingin membuat sarapan untuk Nyonya, tapi Tuan bilang tidak perlu jadi saya bingung harus berbuat apa". Ujar James.
"Kamu sangat bersemangat ya untuk bekerja dengan Nyonya gahar itu". Ujar Tita.
"Siapa yang Anda maksud?". Tanya James.
"Nyonya Eriska siapa lagi? Kamu sangat nyaman sepertinya bekerja dengannya. Dia kan sangat kejam". Ujar Tita.
"Maaf Nona saya permisi. Saya tidak ada waktu untuk bergosip apalagi mengenai boss saya". Ujar James pergi ke halaman belakang.
"Ih sama saja dengan si Surya". Ujar Tita kesal.
"Bi... Bibi, bibi masak apa untuk sarapan?". Tanya Tita
"Bikin sandwich Nona". Ujar Bi Inah
"Yah Bi mana kenyang Aku makan sandwich. Bikin nasi goreng ya". Bujuk Tita.
"Iya nanti Bibi buat. Keluarga Tuan Dito juga kan tidak terbiasa makan Sandwich". Ujar Bi Inah.
"Asik. Makasih bibi". Ujar Tita.
Tita berjalan menuju kamar, terlihat Yarka sedang berjalan juga.
"Babe". Tita menghampiri Yarka lalu memeluk tangan Yarka.
"Tania, jangan seperti ini Aku tidak mau ada yang lihat". Ujar Yarka melepas pelukan Tita.
__ADS_1
"Kamu jahat ih". Ujar Tita cemberut.
"Banyak keluarga disini tidak enak". Ujar Yarka.
"Hey, pagi-pagi sudah pacaran kalian". Muncul Eriska dari atas tangga.
"Ah kakak ganggu deh". Gerutu Tita.
"Ih Kamu juga masih pagi sudah genit pada Yarka". Ujar Eriska.
"Siapa yang genit? Aku cuma menyapanya". Ujar Tita.
"Kamu lihat James tidak?". Tanya Eriska.
"Di halaman belakang". Ujar Tita ketus.
"Bicara tidak ada sopannya. Aku potong ya gaji kamu". Ancam Eriska lalu pergi.
"Pagi Non". Sapa Bi Inah.
"Pagi Bi". Jawab Eriska lalu pergi ke halaman belakang.
"James". Eriska memanggil James.
"Oh iya Nyonya. Ada apa?". Tanya James.
"Buatkan waffle untukku". Ujar Eriska.
James terlihat bingung. Ia sudah mencoba mencari bahan makanan dan alat masak didapur tapi Ia tidak menjumpainya.
"Nyonya, Saya bingung letak persediaan bahan makanan dan alat masak". Ujar James.
"Oh iya, beberapa alat memang tidak ada dirumah ini karena saya dan Papa terbiasa sarapan dengan sandwich. Baiklah hari ini tidak perlu Kamu memasak. Biar Bi Inah saja. Nanti siang Kamu pergi ke mall untuk membeli alat masak sesuai kebutuhanmu". Ujar Eriska.
"Tapi Nyonya Saya tidak tahu mall nya dimana". Ujar James.
" oh Iya ya Dia kan baru sehari disini". Ujar Eriska. "Ahhhh si Jessica bisa diandalkan". Ujar Eriska tertawa kecil.
"Tenang saja James, nanti akan ada yang mengantarmu". Ujar Eriska. "Yasudah Saya masuk dulu". Eriska pergi meninggalkan James.
Eriska dan Dito duduk bersama keluarga nya diruang keluarga. Vita pun telah datang bersama Nina dan Tian.
"Pah sepertinya kita akan mengatakan acara pernikahan nih". Ujar Eriska.
"Pernikahan? Memang siapa yang akan menikah?". Tanya Birowo.
"Itu pasangan yang sedang dimabuk cinta Tita dan Yarka". Ujar Eriska.
Tita yang sedang minum tersedak mendengarnya. "Uhuk uhuk! Kak kalau bicara jangan sembarangan". Ujar Tita.
"Iyanih kakak Ipar, kita hanya berteman kok". Ujar Yarka canggung.
"Ah Yarka payah tak se gentle Kakaknya". Ujar Raisa.
__ADS_1
"Ih Tante kenapa ikut-ikutan". Ujar Yarka.
"Sudah sudah. Yarka kan belum selesai kuliah, lagipula masih merintis karier nya di pabrik belum lagi Tita juga masih merintis karier nya di hotel. Biarkanlah mereka menikmati masa muda nya dulu". Ujar Aditya. "Tapi ingat. Berpacaran juga tidak boleh diluar batas kalian sudah dewasa tahu mana yang benar dan salah". Tambah nya.
"Tuh dengar Tita". Ledek Eriska.
Tita hanya menjulurkan lidahnya meledek Eriska.
"Oh ya, bagaimana dengan acara pengajian empat bulan kehamilan Eriska? Kapan akan dilaksanakan?". Tanya vita.
"Aku kurang faham soal ini, Kak Vita deh yang mengatur nya. Bagaimana?". Tanya Eriska
"Bagaimana jika 2 hari lagi? Kita bisa undang ibu-ibu pengajian komplek rumah ini dan para santri dimana Om Birowo mondok". Ujar Vita.
"Ide gang bagus itu". Ujar Birowo.
"Iya begitu juga bagus". Jawab Raisa.
"Yasudah nanti Papa akan telepon penanggung jawab pesantren untuk datang 2 hari lagi. Vita. Kamu bisa kan kerumah pak RT minta untuk ibu-ibu datang". Ujar Birowo.
"Siap Om jangan khawatir". Ujar Vita.
Tak lama Bi Inah datang untuk mengatakan sarapan telah siap.
Mereka pun pergi menuju ruang makan.
"Hati-hati sayang". Dito membantu Eriska berdiri.
"Tenanglah sayang Aku masih bisa jalan sendiri". ujar Eriska.
semua sudah ada dimeja makan.
"James mana? Dia tidak ikut sarapan?". tanya Birowo.
"James". Eriska memanggil James.
"Iya Nyonya ada apa?". tanya James.
"Ayo kita sarapan dulu". ujar Eriska.
"Terimakasih Nyonya. Saya akan sarapan nanti". ujar James.
"James ayo kita makan sama-sama. anggap saja rumah sendiri". ujar Birowo.
"Terimakasih Tuan". ujar James tersenyum
"James duduk cepat ini perintah". Ujar Eriska.
mendengar kata perintah akhirnya James duduk dan makan bersama semua keluarga Dito dan Eriska.
*Assalamualaikum Reader. Kali ini author ingin memperlihatkan visualisasi Surya. semoga suka
Surya*
__ADS_1