Istri Cantikku Yang Angkuh

Istri Cantikku Yang Angkuh
ICYA S2 (58)


__ADS_3

Dua hari berlalu, saatnya semua bersiap untuk pergi ke Bali menghadiri acara pesta pernikahan Rara dan Niall. Semua sudah sampai di bandara. Dengan menggunakan Jet pribadi Eriska, Mereka berangkat menuju Bali.


"Akhirnya bisa berlibur juga. Meski hanya dua hari. Aku sudah pusing setiap hari berkutat dengan laptop dan dokumen". Ujar Jessica merasa bahagia.


"Baru satu bulan Jess, Aku sudah bertahun-tahun". Jawab Eriska.


"Kamu berbeda lah Ka workaholic". Ujar Jessica.


"Mama, apa itu workaholic?". Tanya Queena.


"Ya seperti Mamamu itu Queena, gila bekerja. Tahu tidak, sebelum Mamamu memiliki Kamu dan Papa, hari-harinya hanya dikantor saja. Bahkan sampai tengah malam Ia dikantor hanya bertatapan dengan laptop dan dokumen. Untung saja Opamu menikahkan Mama dengan Papamu itu jadi Dia bisa jadi wanita normal seperti sekarang". Ujar Jessica menjelaskan.


"Jess, Kamu menjelaskan pernikahan Queena mana faham. Sudahlah bicaramu ini tidak berguna". Ujar Eriska.


Mereka berbincang banyak hal dalam pesawat. Banyak tawa dalam pesawat mendengar cerita tentang Eriska dari Jessica.


"Jadi dulu Eriska belajar minum dariku. Ya Kalian tahu lah ya di Paris Dia itu Ratu bully hanya berteman dengan Stefanie dan Stefanie itu sok suci yang tidak pernah mau mengajak Eriska party atau ke club. Pulang dari Paris Kita bertemu karena dulu Eriska adalah kakak kelasku di sekolah. Aku ajak lah ke club. Awalnya Dia tidak mau tapi Aku yakinkan Dia untuk bersenang-senang. Setelah Ia mau, Kita pergi ke club. Aku beri Dia minuman yang kadar alkoholnya masih ringan. Ia fikir itu teh manis awalnya Ia teguk satu tegukan karena gugup pas merasakan rasanya Ia muntah mengeluarkan semua isi diperutnya lalu dia pingsan". Ujar Jessica tertawa.


Yang lain ikut tertawa mendengarnya. Ternyata seorang Eriska dulu adalah wanita baik-baik.


"Oh jadi Kamu yang mengajarkan Isteriku jadi anak nakal?". Ujar Dito.


"Hahahahahaha maafkan Aku Dito itu hanya masa-masa muda. Sekarang kan tidak". Ujar Jessica.


"Jess, Kamu menyebalkan ya membuka cerita lama. Mau cerita apa lagi?". Tanya Eriska kesal.


"Oh bagaimana kalau cerita saat Eriska dilamar Anak President?". Ujar Jessica.


"Jessica". Eriska mulai kesal.


"Coba ceritakan bagaimana pesona Isteriku dulu". Jawab Dito.


"Ih Sayang, kenapa Kamu bersemangat seperti itu". Eriska merengek pada Dito.


"Ya Aku ingin tahu kisah tentang Istriku. Kamu tidak pernah cerita jadi biar Jessica yang bercerita". Jawab Dito.


"Yasudahlah lagipula Aku tidak pernah aneh-aneh sejak dulu". Ujar Eriska pasrah.


"Jadi, dulu Eriska dan Dika si anak Presiden itu berjumpa di Bali. Eriska dan Aku sedang liburan sekalian Eriska mencari lokasi untuk pembangunan hotel nya. Saat di Ubud, Kita menemukan seorang anak remaja yang sedang menangis dipinggir jalan. Kita berhenti untuk melihatnya. Yang turun duluan Eriska. Ia menghampiri pemuda itu".


Flashback


"Hey, Kamu kenapa?". Tanya Eriska pada pemuda itu.


"Kak, Aku dirampok. Mobil dan semua barangku dirampas". Ujar anak remaja yang menangis itu.


"Dirampok? Kamu tinggal dimana?". Tanya Eriska.


"Di Jakarta Kak". Jawab anak itu.


"Maksudku di Bali sini Kamu tinggal dimana? Di hotel apa di Cottage". Tanya Eriska.


"Di hotel xxxxx di Kuta Kak". Jawabnya.


"Yasudah ayo Aku antar Kamu kembali kesana". Ujar Eriska.


"Kakak mau antar Aku?". Tanya remaja itu gembira.


"Iya, ayo masuk mobil". Eriska menarik tangannya lalu membawa masuk kedalam mobil.


"Ka, ngapain bocah ini dibawa masuk?". Tanya Jessica.

__ADS_1


"Kasihan Dia habis dirampok. Dia tinggal dekat dengan hotel Kita jadi sekalian saja". Ujar Eriska.


"Tumben sekali Kamu baik". Ujar Jessica.


"Kasihan ditempat sepi ini Dia sendirian. Sudah jalankan mobilnya". Ujar Eriska pada Jessica.


Merekapun pergi dari tempat itu.


"Namamu siapa?". Tanya Eriska pada pemuda itu.


"Tomy kak". Jawab pemuda itu.


"Apa Kamu lapar? Aku punya beberapa roti". Eriska memberikan satu kotak roti dengan air mineral botol pada Tomy.


"Terimakasih Kak". Tomy menerimanya.


Menempuh perjalanan satu jam, Mereka sampai dihotel anak remaja itu menginap.


"Terimakasih Kak atas tumpangan dan makanannya". Ujar remaja itu sopan.


"Lain kali Kamu hati-hati ya". Eriska mengusap kepala anak itu.


"Nama Kakak siapa?". Tanya Tomy


"Hey Anak kecil, Kamu tidak tahu siapa Dia? Dia Eriska Putri pemilik hotel D'Cozy". Ujar Jessica.


"Sudahlah Jess tidak perlu beriklan soal diriku". Ujar Eriska. "Nama Kakak Eriska". Ujar Eriska pada Tomy.


"Baiklah Kak Eriska. Kakak tinggal dihotel mana?". Tanya Tomy.


"Itu disebelah hotelmu". Jawab Eriska.


"Yasudah Aku masuk dulu ya Kak. Sampai berjumpa kembali". Tomy melambaikan tangannya.


Sejak saat itu, Eriska selalu mendapat kiriman bucket bunga dengan kata-kata romantis dari Tomy. Entah saat di Bali atau di Jakarta.


"Astaga anak ini". Eriska menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya sambil memijat kepalanya melihat banyak bucket bunga diruangannya.


"Hahahahahaha Ka, Ka pesonamu memang luar biasa sampai dikejar anak remaja". Jessica tertawa melihat Eriska.


Tak lama Surya mengetuk pintu. "Nona, ada seorang remaja menunggu Nyonya didepan hotel". Ujar Surya.


"Siapa?". Tanya Eriska.


"Dia bilang namanya Tomy Nona". Jawab Surya.


"Astaga anak itu lagi! Mau apa Dia sekarang?". Eriska beranjak dari kursi nya menuju keluar diikuti Jessica dan Surya.


Sampai dilobby, Ia melihat sosok Tomy yang berdiri menggunakan Jas lengkap dengan membawa bucket bunga mawar merah yang cukup besar.


"Kak Eriska, ayo ikut Aku". Tomy menarik tangan Eriska menuju mobil yang sudah siap didepan lobby.


"Hey Kamu mau bawa Aku kemana?". Tanya Eriska.


"Istana Negara". Jawab Tomy.


"Apa? Istana Negara? Mau apa kita disana?". Tanya Eriska.


"Bertemu Papa dan Mama". Jawab Tomy.


Mereka masuk mobil.

__ADS_1


"Surya gawat ini, ayo kita susul". Ujar Jessica.


Suryapun mengambil mobilnya lalu pergi mengikuti Eriska bersama Jessica.


Sampailah Mereka di Istana Negara. Tomy membawa Eriska masuk kedalam.


"Mama, Papa". Tomy memanggil kedua orangtua nya.


Berapa terkejutnya Eriska siapa yang keluar. Ternyata Bapak dan Ibu Negara.


"Loh Nak Eriska". Ujar Bapak nomer satu itu.


"Bapak". Eriska mencium tangan kedua orang penting itu.


"Mama Papa Aku ingin menikahi Kak Eriska". Ujar Tomy.


"Apa?". Sahut Eriska dan kedua orangtua Tomy bersamaan.


"Aku mencintai Kak Eriska, Aku mau menikahinya". Ujar Tomy.


"Aduh Nak Eriska maafkan Tomy ya. Entah Dia makan apa pagi tadi". Ujar Mama Tomy.


"Iya Ibu Bapak tidak apa-apa namanya masih remaja tingkahnya ada saja". Ujar Eriska tersenyum bingung.


"Kak Aku serius mau menikahi Kakak". Tomy menggenggam tangan Eriska.


"Tomy, Aku hanya menganggapmu Adik. Jadi, Kamu tahu kan jawabannya". Ujar Eriska berusaha tersenyum meski Dia sangat ingin marah.


"Tapi Kak Aku janji akan membahagiakan Kakak". Ujar Tomy keukeuh dengan pendiriannya.


"Tomy, Kamu masih muda. Baru lulus SMU kan? Kejarlah mimpimu dulu baru Kamu bisa mengatakan akan membahagiakan seorang wanita". Eriska melepas pelan genggaman Tomy.


"Bapak, Ibu, Saya pamit kembali ke Hotel ya. Permisi". Eriska pamit dengan perasaan campur aduk.


Saat Ia berjalan keluar, sudah banyak wartawan menunggunya.


"Nona Eriska, apa betul akan menikah dengan Tomy anak Bapak Presiden? Bukannya Tomy baru saja lulus SMU?". Wartawan bertanya.


"Apakah usia Kalian tak menjadi penghalang untuk melangkah ke jenjang pernikahan?". Tanya yang lain.


Sialan! Gara-gara bocah itu!!. Gerutu Eriska dalam hati.


Tak lama Surya datang menghalangi Mereka semua. Eriska buru-buru masuk kedalam mobil dengan perasaan yang sangat kesal.


-------


"Hahahahahahaha. Jadi yang melamar Eriska si Tomy?". Ujar Dito tertawa terbahak-bahak.


"Iya yang usianya terpaut 11 tahun dengan Eriska". Ujar Jessica ikut tertawa mengingat kejadian itu.


"Astaga Sayang, pesonamu luar biasa". Dito masih terus tertawa.


"Kalian jika ingin tertawa lepaskan saja". Ujar Eriska kepada John, Eimear dan James yang daritadi menahan tawa.


"Bayangkan saja, Eriska yang terkenal Angkuh, sombong dan kasar dilamar anak remaja yang masih imut". Jessica terus meledek Eriska.


"Puas ya menertawakanku?". Eriska menjewer telinga Jessica.


"Aku kira yang melamar Eriska itu Dirga. Ternyata Tomy". Dito masih tertawa.


"Sayang". Eriska memukul bahu Dito dengan rengekannya.

__ADS_1


Mereka saling tertawa mendengar kisah Eriska dulu sebelum menikah. Meski kesal tapi Eriska pun bahagia mengingat kejadian dulu. Betapa banyak kisah bodoh sebelum Ia dipertemukan kembali dengan Dito.


__ADS_2