Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Pulang


__ADS_3

"Apa masud mu Barley?!" tanya Andini gugup.


"Mommy! sebenarnya apa yang ter_" kata-kata Barley terhenti ketika ia melihat tuan Marco tersadar, Barley tak ingin membuat kekacauan.


"Mommy,!Mommy hutang penjelasan padaku! aku harap kali ini Mommy tak mengecewakan ku lagi, "ucap Barley tegas seraya menutup sambungan telponnya.


Barley menghampiri tuan Marco yang menggerak-gerakan tangannya.


"Daddy, " ucapnya lirih seraya menyentuh telapak tangan tuan Marco.


Tuan Marco perlahan membuka matanya kemudian menatap wajah Barley berembun.


"Apa? kau panggil aku daddy?"tanya-nya bahagia hampir saja ia menangis.


Barley tersenyum seraya mengusap rambut di kening Tuan Marco.


"Hiks, iya Daddy,aku memanggilmu Daddy, "ucap Barley seraya meraih tangan tuan Marco dan mencium punggung tangannya.


Kedua netra dengan iris ke coklatan tersebut bertemu saling menatap dengan teduh.


"Katakan sekali lagi Nak, aku begitu rindu mendengar panggilan tersebut, " ucap Tuan Marco seraya menangis.


Barley pun menangis melihat orang tua tersebut begitu merindukan dirinya.


Hiks hiks air mata tuan Marco tak dapat di bendung lagi tubuhnya berguncang menahan tangis.


"Hiks sudah lama aku ingin mendengarnya Barley!hiks hiks." Tuan Marco mengulangnya kembali.


Barley semakin sedih melihat bibir pucat Tuan Marco yang begetar karna menahan tangisannya.


"Iya Daddy, aku sudah tahu semuanya, hiks hiks, Daddy tenang saja aku akan menjaga Daddy," ucap Barley.


"Terima kasih Nak, terima kasih, hiks hiks," ucap tuan Marco seraya menangis.


Barley pun memeluk tuan Marco, keduanya pun menangis haru.


Setelah sekian lama merasa hidup sebatang kara, kini ada secercah harapan menanti tuan Marco, setidaknya ada seseorang yang memanggilnya Daddy, sebentar ia akan menjadi kakek dan akan ada bibir mungil yang akan memanggilnya dengan sebutan grand fa.


Ternyata pengorbanannya tak pernah sia-sia, kini dengan lapang dada Barley menerima kehadirannya.


Keduanya pun menatap dengan senyum, rasa sakit karna jahitan tak terasa lagi, yang ada hanya kebahagian yang menyelimuti perasaan tuan Marco.


***


Setelah dua minggu berpisah,kini Santi mulai terbiasa, meski setiap saat ia merindukan sang suami tercinta.


Santi berusaha sabar, bagaimana pun Tuan Marco adalah ayah biologis dari suaminya,, pasti ikatan batin keduanya sangat kuat, dan selain Barley, Tuan Marco tak memiliki siapa pun selain orang kepercayaannya.


Santi berusaha sabar melewati ujian rymah tangganya kali ini.

__ADS_1


***


Setelah dua minggu di rawat di rumah sakit,kesehatan tuan Marco pun perlahan membaik, luka jahitan di kepalanya pun sudah mengering, meski ia masih sering mengeluhkan rasa sakit pada bagian kepalanya sesekali.


Selama di rumah sakit, Barley dan Munirlah yang setia menjaga dan mengurusnya.


Keduanya pun semakin akrab, terkadang mereka berbincang tentang bisnis dan pengalaman mereka selama menjadi pebisnis.


Rasa rindu sudah begitu menggebu di hati Barley terhadap istrinya, namun ia terus berusaha menahan merinduan tersebut, karna saat ini tuan Marco lebih membutuhkannya, apalagi ia telah berkoban untuknya.


Setelah dua minggu menjalani perawatan, kini Tuan Marco di perbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan.


Munir membereskan barang-barang tuan Marco sementara Barley menuntunnya untuk naik di kursi roda, setelah selesai dengan administrasinya, mereka pun segera pulang.


Barley dan Munir bersiap untuk membawa tuan Marco pulang.


Setelah dua minggu berada di rumah sakit mengurus tuan Marco, rasa rindu menyelimuti hati Barley, ia begitu rindu dengan istrnya selama ini, mereka hanya berhubungan lewat telpon.


Barley mendorong kursi roda tuan Marco melewati koridor.


"Daddy, ada yang ingin ku tanyakan pada Daddy," ucap Barley.


"Apa itu Nak,katakan saja, ucap "tuan Marco.


"Apa sebenarnya yang terjadi antara Daddy dan mommy? kenapa mommy bisa menikah dengan Daddy ku?" tanya Barley.


Tuan Marco diam untuk beberapa saat, ia juga binggung harus memulai semuanya dari mana. semua itu terjadi karna penghianatan Barley,"


"Aku sangat mencintai Mommy mu Barley, tapi dia begitu tega mengkhianati ku," papar tuan Marco.


"Karna sifat tamak dan serakahnya ia tak segan berbuat kecurangan dan mengkhianati kepercayaan orang-orang terdekatnya, bahkan karna perbuatannya tersebut aku pernah mendekam di penjara selama lima tahun."


"Dan aku juga tak tahu ternyata ia malah menikah pria lain ketika ia mengandung dari benih ku."imbuh Tuan Marco yang semakin menyudutkan Andini.


Barley terntuduk, rasanya ia menangis mendengar semua penuturan tuannm Marco, wanita yang dulu sering ia banggakan ternyata seorang pengkhianat dan penipu ulung.


Barley menjadi semakin dilema menyikapi sikaf Andini, jika saja Andini bukan ibu kandungnya mungki ia akan memperkakukan-nya sama seperti ia memperlakukan Veronica.


Barley menghapus bulir bening di pipinya, menagan rasa kekecewaan yang begitu dalam.


"Aku benar-benar tak menyangka Daddy, Mommy tega melakukan itu, bahkan rumah tangga ku hampir berantakan karna istri ku di fitnah berselingkuh, dengan asisten ku sendiri, ia mengusir istriku dan meminta Santi untuk melayangkan surat cerai, aku tak mengerti sebenarnya apa tujuan mommy ,padahal dia sudah memiliki segalanya" sesalnya dengan nada yang begitu kecewa.


Ehm, Tuan Marco tersenyum menyeringai " Sulit mengubah watak seseorang ketika sifat tersebut sudah mendarah daging dalam dirinya, manusia sepertinya tidak akan merasa puas Barley, semoga penjara bisa membuatnya bertobat," papar Tuan Marco.


"Semoga saja Daddy, jujur saja aku terlalu kecewa pada Mommy, rasanya aku ingin ia mendapat hukuman yang lebih berat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tapi satu sisi, aku tak tega membiarkannya menderita di penjara," keluh Barley ia pun menghempas napas panjang.


Asik ngobrol mereka pun tiba di halaman parkir rumah sakit


Di lobi Munir sudah mempersiapkan mobil milik tuan Marco.

__ADS_1


"Ayo Tuan, biar saja saya yang mengantar tuan Marco," ucap Munir.


"Tidak Pak Munir, biar Daddy bersama ku saja,"ucap Barley.


Ehm kalau begitu seterah tuan Marco sendiri saja.


Tuan Marco begitu tersanjung dengan perlakuan Barley terhadapnya, sudah lama ia menginginkan keluarga yang hangat.


"Biar saja aku diantar putraku Munir, kami masih ingin berbincang bersama," ucap tuan Marco dengan berbinar.


"Baiklah jika itu yang tuan inginkan," sahut Munir, ia pun membantu Barley menuntun tuan Marco untuk masuk ke mobil Barley.


Setelah memasang seatbelt pada tuan Marco, Barley pun membawa mobilnya perlahan meninggalkan rumah sakit.


Senyum terkembang di wajah Barley.


Sayang tunggulah sebentar lagi aku akan pulang, aku benar-benar merindukan mu.


***


Sudah dua minggu pasca operasi kini keadaan Asyia sudah semakin membaik, dan hari ini, Asyia bisa di bawa pulang kerumah.


Arief begitu bahagia, ia pun sudah menyiapkan babysitter terpecaya untuk mengasuh malaikat keciknya tersebut.


Setelah melunasi biaya perawatan Asyia Arief menuju ruang perawatan Asyia.


Rasanya ia sudah tak sabar untuk membawa Asyia pulang serta bernain denganya.


Suster telah menyiapkan Asyia sebelum pulang, setelah di bedong mereka pun memakaikan topi khusus bayi.


Asyia terlihat sehat dan menggemaskan, tubuhnya kini semakin berisi.


Arief menghampiri Asyia.


"Hallo sayang, sudah siap?"tanya Arief pada Asyia yang berada di dalam gendongan seorang suster.


Suster tersebut pun menyerahkan Asyia pada Arief.


Dengan senang hati Arief menerimanya, ia pun menggendong Asyia.


Asyia sayang, timang Arief seraya menyentuh telapak tangan mungil Asyia.


Asyia pun menggenggam erat tangan Arief meski ia menggunakan sarung tangan bayi.


Asyia panggil Arief lagi, bayi tersebut pun menoleh dan mengeliat.


"Hm, kamu suka ya paman beri nama Asyia?"tanya Arief sambil menciumnya penuh kasih sayang.


Sekarang Asyia tinggal sama paman ya? Asyia tak akan kesepian lagi sayang," ucapnya seraya mencium pipi lembut Asyia.

__ADS_1


Asyia terlihat anteng berada di dalam dekapan hangat Arief yang membawanya pulang kerumah mereka.


Bersambung


__ADS_2