Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Benar kah itu


__ADS_3

Setelah beberapa hari menjalani rawat inap, Asyia kini bersiap untuk sekolah.


Delia menghampiri Asyia.


"Mbak, Mbak yakin sudah baik-kan? kenapa ngak istirahat di rumah dulu sih?" tanya Delia sambil menyisir rambut Asyia.


"Terlalu lama di rumah Asyia jadi mumet Bu, bosan. Asyia ingin kejar target agar semester ini bisa dapat juara satu," ucap Asyia.


"Ngak usah terlalu di porsir Nak, kesehatan kamu lebih penting dari apapun, " ucap Delia sambil mengenakan jaket pada tubuh Asyia.


"Sebenarnya Asyia ngak apa-apa hanya saja jantung Asyia berdetak kencang jika ..." Asyia tak melanjutkan kata-katanya.


"Karna apa Nak? " tanya Delia menunggu Asyia melanjutkan kata-katanya.


"Ngak bu, mungkin karna Asyia terlalu lelah. Tapi setelah beberapa lama di rawat di rumah sakit Asyia juga sudah mulai pulih dan merasa segar kembali. "


Aldo menghampiri Asyia di kamarnya. Anaknya tersebut tetap ngotot ingin ke sekolah, meski baru saja ia keluar dari rumah sakit.


"Mbak biar ayah antar jemput saja ya. Mbak ngak usah bawa motor sendiri. " Aldo.


"Iya Yah. "


"Asyia pergi dulu Bu."


"Iya Hati-hati ya mbak.Dan ini kotak makan kamu Nak, "ucap Delia sedih. Ia sendiri bosan melihat menu yang ia masak untuk Asyia. Karna Asyia hanya boleh makan sayur yang di tumis dengan minyak zaitun. tahu dan ayam yang di masak tanpa melalui proses penggorengan. Tapi ia tak pernah mendengar Asyia mengeluh.


"Terima kasih Bu." Asyia pun mencium punggung tangan Delia.


Setelah itu ia berangkat ke sekolah dengan di antar oleh Aldo menggunakan motor matic mereka.


Asyia turun dari motor, setelah mencium tangan Aldo ia pun segera memasuki gerbang.


"Mbak! " seru Aldo.


"Ada apa Yah? " tanya Asyia.


"Hati-hati ya Mbak. ingat jangan dekat-dekat lapangan olah raga lagi. " Aldo.


"Iya Yah. " Asyia. Ia pun kembali masuk ke gerbang sekolahnya.

__ADS_1


Baru beberapa langkah saja Asyia sudah di panggil oleh seseorang.


"Mbak! " seru Raffa.


Asyia menoleh ke arah Raffa yang berlari kecil menghampiri nya.


"Raffa kamu dari mana?" tanya Asyia.


"Aku berdiri di pos Satpam nunggu mbak Asyia." Raffa.


"Kenapa? " tanya Asyia seraya berjalan.


"Karna aku mau jagain mbak Asyia. Aku ngak mau terjadi sesuatu pada mbak lagi. " Raffa.


Asyia tersenyum. "Mbak ngak apa kok,Nabila mana? " tanya Asyia.


"Ada mbak, tadi aku sudah antar dia ke kelasnya. " Raffa.


"Ehm, mbak kangen sama Nabila, mbak punya sesuatu untuk Nabila. "


"Apaan? " tanya Raffa.


"Siapa? pacar mbak ya? " tanya Raffa dengan nada cemburu.


Asyia tersenyum, "Ngak ada pengirimnya. Karna terlalu banyak, Mbak ingin kasih ke Nabila, pasti dia senang. Mbak juga ngak boleh terlalu banyak mengkomsumsi coklat, sedangkan Raihan juga ngak terlalu suka."


"Hm, kamu mau? "tanya Asyia.


"Aku ngak suka coklat karna manis, suka Neg. Tapi ada yang lebih manis tapi ngak bikin Neg. "Raffa.


"Apa itu? " tanya Asyia seraya menoleh ke arah Raffa.


"Hm, senyum mbak Asyia," cetus Raffa seraya menarik turunkan alisnya.


"Ih kamu ini masih bocil aja sudah pandai menggoda mbak Asyia.Ngak takut kualat kamu? "


"He he. Kualat. Aku kan ngak buat jahat. " Raffa.


Mereka pun sampai di ruang kelas Nabila, tapi Asyia menahan langkahnya karna melihat Andhra ada di sana, sedang ngobrol bersama Alesha.

__ADS_1


Asyia merasakan detak jantung yang berdebar kencang. Tak ingin terjadi ia pun menarik tangan Raffa untuk menjauh dari tempat itu.


"Mbak kenapa? " tanya Raffa ketika Asyia menariknya untuk menjauh.


Setelah beberapa langkah Asyia kembali bersandar pada dinding. Ia meraba dadanya yang terasa sakit.


"Mbak Kenapa jantungnya berdetak kencang lagi ya? " tanya Raffa.


Sebagai anak yang cerdas Raffa bisa menarik kesimpulan dari sesuatu yang baru saja lihat meski hanya sekedar kecurigaannya saja.


"Iya Raffa, " Jawab Asyia sambil mengatur napasnya.


"Apa orang yang mbak maksud kemarin itu tuan muda Andhra?" tanya Raffa seraya menatap ke arah Asyia.


Asyia menarik tangan Raffa kembali, karna melihat Andhra yang baru keluar dari sebuah lorong yang menuju kelas Nabila.


Raffa pun melihat Asyia yang sepertinya menghindar dari Andhra.


"Benarkan mbak? apa yang aku katakan? " tanya Raffa seraya mengikuti ke mana Asyia menariknya.


Asyia melepaskan tanganya yang menarik Raffa.


"Iya benar Raffa. Tapi mbak yakin teori kamu itu salah besar. Mbak ngak suka sama tuan muda Andhra, tapi mbak juga ngak benci dia. Mungkin ini karna penyakit mbak saja, " tutur Asyia.


"Ngak punya perasaan, atau punya perasaan tapi mbak coba tutupi? " tanya Raffa menyelidik.


"Maksud kamu Raffa?! " Asyia.


Raffa menyilangkan tangan ke dada.


"Mbak! aku punya mata dan punya telinga, gadis mana sih yang tak suka melihat tuan muda Andhra.Seluruh gadis di sini itu mengidolakan Kak Andhra, Pasti mbak juga mengaguminya kan ? Dan mbak berusaha menahan perasaan itu, sampai jantung mbak Asyia berdetak kencang?! " tanya Raffa.


Asyia membulatkan bola matanya, Mendengar ucapan Raffa.


'Apa benar yang di katakan oleh Raffa?' batin Asyia.


Bersambung dulu gengs.


Ehm, episode selanjutnya in sya Allah lebih menarik, so tetap nantikan ya.

__ADS_1


__ADS_2