Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Rindu ibu


__ADS_3

Asyia menatap langit-langit kamarnya. Ia merasakan perasaan yang tak enak pada dirinya, tapi entah perasaan apa itu, rasanya ia ingin cepat pulang untuk menemui sang ibunda, Karena selama Asyia koma, ia selalu bermimpi tentang Amora, Dan itu membuatnya merasakan semakin rindu ingin bertemu dengan ibu kandungnya.


Setelah keadaan Asyia membaik, ia pun di pindahkan ke ruang perawatan. Namun, tetap dengan pengawasan dari ahli medis profesional.


Selama dua minggu kedepan Asyia akan menjalani masa observasi jantung barunya, setiap harinya Asyia akan menjalani pemeriksaan secara rutin dan berkala.


Meski keadaannya membaik, beberapa alat masih harus terpasang pada tubuhnya untuk mendeteksi irama jantung barunya hingga kemungkinan terjadinya penyumbatan arteri pada pembuluh darah yang ada di jantung barunya tersebut, hingga bisa langsung di tangani, dan bisa meminimalisir resiko pasca operasi yang biasa terjadi pada kasus serupa.


Selain itu, luka sayatan pada dada Asyia juga butuh penangan khusus. Dan selama hal itu berlangsung, Asyia harus tetap bedrest sampai waktu yang telah di tentukan.


Meski hanya bisa berbaring, Asyia tak pernah merasa bosan karena selalu di dampingi kedua orang tuanya dan juga Andhra yang selalu menemaninya ngobrol.


Waktu pun tak terasa berlalu, Hari-hari sulit bagi Asyia kini sudah berlalu, luka sayatan pada dadanya juga tak terasa sakit lagi.


Hanya saja ia butuh istirahat yang cukup untuk pemilihan, dan Asyia lebih banyak tidur.


Andhra membawa laptopnya di atas tempat tidur Asyia untuk berbagi bersamanya. Ketika sedang belajar Daring Andhra juga selalu mengajak Asyia untuk ikut memperhatikan penjelasan guru.Agar Asyia tak bosan selama masa pemulihannya, tak hanya belajar bersama, mereka juga sering menghabiskan waktu bersama dengan menonton film kartun yang lucu dan menghibur. Tak jarang mereka tertawa bersama karena tingkah kocak dan lucu dari karakter kartun tersebut.


Asyia benar-benar merasa bahagia, rasa sakit pun tak begitu ia rasakan, kehadiran Andra seolah jadi pelipur lara baginya. ia pun semakin semangat untuk segera pulih dan kembali beraktifitas seperti biasanya.


Aldo dan Delia juga senang melihat keabraban yang terjadi di antara keduanya, Meski begitu, Andhra dan Asyia tak pernah bertindak di luar batas.


Mereka tetap menjaga etika dan sopan santun, justru Andhra yang selalu memberi support dan semangat kepada Asyia, Andhra juga yang selalu menghiburnya.


Waktu pun berlalu,

__ADS_1


Setelah sekian lamanya berada di atas tempat tidur dengan sejumlah alat medis yang terpasang di seluruh tubuhnya, Hari ini alat-alat tersebut sudah bisa di lepas. Dan Asyia di nyatakan sembu meski harus kontrol setiap bulannya.


Suster menghampiri Aldo dan Delia ketika selesai melepaskan beberapa alat medis tersebut pada tubuh Asyia.


"Bagaimana keadaan anak saya? " tanya Aldo.


"Karena keadaan pasien membaik, Pasien boleh melakukan kegiatan nya sendiri, seperti jalan ke kamar mandi, makan dan minum sendiri dan sebagainya meski harus selalu dalam pengawasan. Pasien juga di anjurkan untuk selalu melakukan olahraga ringan dan rutin selama beberapa menit setiap pagi " Suster.


Bola mata mereka memerah kemudian berembun mendengar berita bahagia tersebut


"Alhamdulillah, terima kasih atas penjelasan nya suster," ucap Aldo.


Hm, Suster tersebut pun tersenyum seraya berlalu dari mereka.


Seperti lepas dari beban berat, Aldo dan Delia merasa tenang karena sekarang Asyia sudah seperti anak normal lainya setelah delapan belas tahun terkukung oleh penyakit bawaan sejak ia lahir.


"Akhirnya Asyia sembuh Nak, ibu percaya tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Berkat doa dan usaha, kini kamu bisa wujudkan impian kamu,"tutur Delia.


Asyia tersenyum seraya menyapu air mata ibunya. Kemudian Asyia memeluk Delia kembali.


"Ibu, Asyia jadi kangen masakan ibu. Setelah pulang nanti Asyia mau ibu masak untuk Asyia,makan yang enak-enak, Bolehkan Bu? "tanya Asyia dengan manja.


"Boleh Nak, kamu boleh makan apa saja sekarang, asal tak berlebihan dan rutin berolahraga. " Delia.


Aldo ikut mendaratkan bokongnya di samping Asyia.

__ADS_1


"Kalau begitu cepat sembuh Nak, biar kita segera pulang," Aldo.


"Iya Yah ,Asyia sudah tak sabar ingin segera pulang, Asyia sudah rindu untuk sekolah lagi, Asyia juga sudah tak sabar untuk bisa ikut pelajaran praktek olahraga. Dan..., " Awalnya Asyia begitu semangat. Namun, ketika teringat dengan sesuatu yang di rindukan, ia pun menjadi sedih hingga menjeda Kata-kata nya.


"Dan apa Nak? " tanya Delia penasaran.


Asyia mengangkat wajahnya menatap Delia.


"Dan Asyia kangen sama ibu kandung Asyia. Selama Asyia tidak sadar, Asyia selalu bermimpi tentang ibu. Ibu bilang jika ia begitu rindu pada Asyia dan hanya bisa bertemu Asyia lewat mimpi. "


Aldo dan Delia saling menatap. Mereka sebenarnya keberatan jika Asyia dekat dengan Amora, tapi mau apalagi, Asyia dan Amora adalah ibu dan anak mereka pasti punya ikatan batin yang kuat.


Sejak semua hening.


"Ayah. ibu, boleh kah ketika pulang nanti Asyia langsung menemui ibu, Asyia kangen sekali, karena Asyia tak sempat pamit pada ibu ketika akan berangkat ke Bangkok. " ucap Asyia dengan bulir bening menetes di pipinya.


Aldo dan Delia saling memandang, mereka pun menggangguk lirih.


"Ia Nak, pulang nanti, kita langsung temui ibumu. " Delia.


Asyia pun tersenyum bahagia seraya memeluk keduanya.


"Terima Ayah, Terima kasih ibu. " Asyia.


Bersambung dulu ya reader. Kira-kira bagaimana jika Asyia tahu jika ibunya sudah tiada ya. Episode berikutnya ya.

__ADS_1


Assalamu'alaikum wr. wb. Terima kasih 😘😍


__ADS_2