
Setelah memandikan Andhra, Santi membawa bayi-nya turun menemui Opa dan Omanya.
"Hay, cucu Opa yang ganteng! sini sama Opa! " seru tuan Hasta sambil menyodorkan tangannya pada Santi.
"Iya Opa. Santi mau mandi dulu. Bentar lagi Daddy Andhra pulang," ucap Santi sambil menyodorkan putranya tersebut.
Eak... Eakk Andhra menangis, tak mau lepas dari gendongan Santi.
"Eh eh, yuk kita naik mobil yuk! Jalan-jalan." tuan Hasta.
Ehm, Andhra berhenti menangis, ia pun menatap tuan Hasta.
Mendengar di ajak jalan oleh tuan Hasta, Baby Andhra langsung mengulurkan tangannya meminta gendong.
"Haya! kamu ini! giliran di bawa jalan mau saja!"
Tuan Hasta menggendong Baby Andhra , ia pun mamanggil supir pribadinya untuk menyiapkan mobil.
"Ayo Mommy ! kita bawa cucu jalan-jalan," ucap tuan Hasta.
"Ayo!"Hana meraih bayi lucu tersebut dan menggendongnya.
Tak lama kemudian mobil Barley perlahan memasuki kawasan rumah mereka.
Barley turun dari mobil dan memarkirkan.
Ia pun menghampiri tuan Hasta yang hendak masuk kedalam mobilnya.
"Daddy! Andhra mau di bawa kemana? " tanya Barley.
"Santi. Katanya mau mandi, putramu ini kan ngak mau di gendong sama orang lain, jadi Daddy bawa di jalan-jalan dulu." Tuan Hasta.
Barley tersenyum menyeringai. 'Hah kesempatan nih, 'gumannya.
"Ya sudah Daddy. Bawa saja Andhra mutar-mutar sampai tidur. Aku ada urusan sama Santi."
Mendengar nama mommy di sebut Andhra menoleh kearah Barley dan kembali nangis, ia pun meminta gendong pada Barley.
Ehek..he he, rengek Andhra sambil menyodorkan tangan mungilnya ke arah Barley.
Barley menutup mulutnya, tanpa sengaja terceplos dengan ucapanya. Andhra memang sensitiv jika nama Santi di sebut, apalagi niat Barley yang ingin bersenang-senang dengan istrinya.
"Cup.cup. cup ngak usah nangis Cu. Yuk kita jalan naik mobil, " ucap tuan Hasta mencoba untuk membujuk.
Andhra masih tak mau, ia masih mengulurkan tangannya meminta di gendong oleh Barley.
"Nanti ya Daddy gendongnya. Sekarang Andhra jalan-jalan sama Opa dan Oma saja dulu. "
Ehek ehek hek. Andhra semakin nangis. Tapi begitu dengar mesin mobilnya hidup, seketika tangisnya berhenti, ia pun menunjuk ke arah mobil dengan menggoyang kakinya.
Ah ah,
"Tuh kan, kalau sudah dengar suara mobil saja diam. Ayo kita jalan" Hana.
Mereka pun membawa baby Andhra jalan-jalan.
Barley merasa mendapatkan kesempatan emas. Ia pun segera menghampiri Santi di kamarnya.
Kebetulan saat itu Santi baru saja melepas pakaiaannya.
Melihat pemandangan tersebut, Barley langsung berlari dan menghampiri Santi. Dan memeluk istrinya.
__ADS_1
Tanpa permisi Barley langsung mendaratkan kecupan pada leher jenjang istrinya.
"Sayang kau mengagetkan ku! "Santi.
"Ehm, Sayang baru kali ini aku bebas memelukmu," ucap Barley sambil menghujami kecupan pada bagian wajah istrinya.
"Sayang, aku ingin main sampai puas hari ini.Mumpung putra kita sedang bersama Opa-nya." Barley langsung mengangkat tubuh Santi dan membawanya ke atas ranjang.
Dengan segera ia melepas kancing kemeja dan celana yang ia kenakan saat itu.
Tubuh Santi terlentang tanpa selehai benang pun yang menutupinya.
Setelah membuat tubuhnya bugil.
Barley langsung menindih tubuh Santi dan mencumbunya secara brutal.
Dua bukit kembar pun tak luput dari sasarannya. Sementara tanyanya merayap menyentuh bagian bawah tubuh istrinya.
Dengan nakal tanganya bergeleria menggetarkan biji kecambah milik istrinya.
Tubuh Santi mengelinjang hebat, karna hasratnya yang mulai terbakar.
Barley kembali mengukung tubuh Santi kemudian memasukan senjata tempurnya pada gua yang telah licin tersebut.
Gerakannya semakin cepat memompa dan berayun dengan gerakan yang teratur.
Suara lengkuhan terdengar silih berganti sepanjang permainan mereka.
Baru kali ini ia merasa bebas bermain bersama istrinya tanpa takut di ganggu oleh putranya.
Setengah jam berayun di atas tubuh Santi. Barley ingin menyudahi permainannya.
Ia pun mempercepat gerakannya.Hentakan-hentakan terakhirnya mampu membuat keduanya melengkuh panjang.
Santi meremas lembut rambut suaminya
ketika Barley menumbangkan diri diatas tubuhnya.
Keduanya pun saling melemparkan senyum kepuasan.
Barley menatap istrinya dengan tatapan berbinar.
"Kenapa sayang? "tanya Santi.
"Sayang boleh aku minta lagi? " tanya Barley dengan tatapan berembunnya.
"Tentu Sayang ku," ucap Santi sambil menyapu keringat pada wajah tampan suaminya tersebut.
Barley kembali bangkit dengan senjata perang dan peluru yang telah terisi penuh.
Pertarungan kedua berlangsung lebih sengit hingga medan tempur tersebut berguncang hebat.
Keduanya pun benar-benar merasa puas setelah beberapa bulan lamanya, keasikan mereka selalu terganggu akibat ulah putra mereka sendiri.
Untuk kesekian kalinya tubuh Barley tumbang di sisi istrinya, dengan keadaan lemas.
Tubuh mereka di banjiri keringat dengan napas masih terengah-engah.
Santi memiringkan tubuhnya menghadap suaminya.
Dengan lembut ia mengusap rambut Barley yang tengah tersenyum puas kepadanya.
__ADS_1
"Sayang, terima kasih ya atas pengertian mu selama ini, meski Andhra sering mengganggu kita, dan membuat mu kurang puas,Tapi kau tak pernah coba berpaling dari ku ,"ucap Santi sambil mengecup punggung tangan suaminya.
Barley tersenyum kemudian menarik Santi ke dalam pelukannya dan mengecup pucuk kepalanya.
"Aku tahu sekarang Sayang. Kita minta tolong Daddy saja setiap sore membawa baby Andhra jalan-jalan, dengan begitu kita bisa bermain sepuasnya. " Barley.
Santi tertawa kecil."Sayang kau mau menyusahkan Daddy seterusnya? " tanya Santi sambil memukul dada bidang suaminya.
"Tapi hanya itu cara satu-satu nya." Barley.
Ehek..ehek tiba-tiba terdengar suara tangis baby Andhra di depan pintu.
"Tuh kan. Untung saja kita sudah selesai, pulang -pulang nangis tuh anak, bahkan mengatur napas saja ngak sempat " dengus Barley.
"Ya sudah Sayang aku mandi dulu. Kau gendong dan bujuk saja dia. " Santi.
Santi berlari kecil menuju kamar mandi. Sementara Barley mengenakan Bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya.
****
Setelah keadaannya membaik Cintya pulang membawa baby twin-nya.
Sepasang bayi kembar yang lucu dan menggemaskan.
"Aa Beb, lihatlah baby twins kita menggemaskan ya? Nanti kita bikin lagi ya Aa Beb," ucap Cintya sambil menimang salah satu bayinya
Sementara tuan Demian mengelus dada. 'Uh untung sedang masa Nifas, kalau ngak terlepaslah engesel ku.Baru saja dua hari yang lalu di las, plus di bawa kebengkel untuk ketok magic. Hedeh aku pikir aku yang hyper ternyata istrinya lebih hyper,' batin tuan Demian sambil nyengir.
"Iya Neng masa nifaskan empat puluh hari," ucap tuan Demian sambil mengusap pinggangnya.
"Iya Aa. Mulai sekarang Aa minum tuh nutrisi tulang. Minum susu juga. biar tulang Aa ngak keropos saat kita main genjot-genjotan nanti," ucap Cintya sambil tersenyum mesum.
Gleg.
Seketika bulu kuduk tuan Demian berdiri meremang, dari bulu tengkuk sampai serabut yang mulai rontok pada bagian bawah tubuhnya juga ikut meremang.
Cintya sekarang lebih menyeramkan dari pada pisikopat, menurut tuan Demian.
"Iya Neng, seperti Aa mesti pasang suspensi atau ngak shockbeker ya biar bisa genjot-genjotan lagi," ujar tuan Demian bergidik setengah ngeri.
"Ehm gitu dong Aa, "ucap Cintya sambil menyentuh dagu tuan Demian.
Sekarang justru tuan Demian menjadi trauma.
***
Setelah membereskan kan barang-barang Cintya dan baynya,i mereka pun pulang menuju rumah mereka.
Tuan Demian masih tertatih-tatih berjalan dengan menggunakan tongkatnya.
Di balik itu semua tuan Demian merasa bahagia di usia senjanya ia masih di karunia bayi kembar yang lucu dan menggemaskan.
Mereka pun pulang meninggalkan rumah sakit.
Bersambung. Oh iya visual Santi udah ku ganti loh. yuk tengok lagi pada bab visual.Pasti kalian suka. Terima kasih dukung author terusya.
Dengan
🍎Like
🍎vote
__ADS_1
🍎hadiah
🍎saran dan komentarnya.