
Asyia ingin membuktikan jika apa yang dikatakan oleh Raffa itu tidak benar bahwa ia punya perasaan terhadap Andhra. Ia pun mencoba untuk mengujinya kembali.
Asyia menghampiri beberapa laki-laki dan mencoba untuk berada di dekat mereka beberapa saat lamanya.Namun jantungnya tak bereaksi apapun.
"Hm mungkin saat itu kondisi kurang fit, hingga saat bertemu denganya jantung ku berdebar kencang." guman Asyia, ia pun bermaksud untuk mencobanya lagi.
Asyia pun berjalan menuju kelas Andhra kebetulan saat itu kelas belum di mulai.
Beberapa anak sudah menempati kursi dan bangku di kelas mereka, setelah melihat-lihat kedalam kelas ternyata hanya Andhra yang belum ada di kelas.
"Ehm, kenapa dia belum ada di kelasnya ya.Padahal aku lihat tadi dia berada di kelas Nabila dan langsung menuju kelasnya," guman Asyia.
Namun, tiba-tiba saja ia merasakan jantungnya kembali berdebar kencang.Asyia menyentuh bagian dadanya.
"Kamu cari siapa?" tanya seseorang yang berada di belakangnya, suaranya itu tak lagi asing di telinga Asyia.
Asyia pun menoleh, seraya menahan debaran jantungnya yang kuat.
"Kau mencari ku?" tanya Andhra.
Asyia mendongkakkan kepalanya melihat ke arah wajah tampan Andhra.
Asyia juga tak mungkin berbohong karna bangku kelas Andhra sudah penuh di duduki oleh siswa-siswi yang lain.Hanya ada satu bangku kosong dan dapat di pastikan hanya Andhra yang tak ada di sana.
Ehm, Asyia mengangguk dengan kepala tertunduk.
"Kenapa mencari ku?" tanya Andhra.
"Aku- Aku A-ku hanya ingin berterima kasih karna kau udah menolongku kemarin.Dan aku bawa coklat ini sebagai ucapan terima kasih ku," ucap Asyia sambil menyodorkan sebatang coklat import kepada Andhra.
Andhra meraih dan mengamati coklat tersebut.
"Permisi, "ucap Asyia lirih.
Asyia pun berlalu seraya mengusap dadanya. Ia bisa kembali pingsan jika terlalu lama berada di dekat Andhra.
Andhra mengamati coklat pemberian Asyia, kemudian melirik ke arah Asyia yang perlahan menjauh.
__ADS_1
"Bukannya ini coklat pemberian ku kemarin. Dasar ngak bermodal! Coklat pemberian ku malah di kembalikan pada ku sebagai ucapan terima kasih. Padahal maksud ku mengirimi coklat ini sebagai permintaan maaf ku karna selama ini aku mengejeknya gadis vampire karna penyakitnya," guman Andhra, ia pun mengusap bagian dadanya karna saat bertemu Asyia jantungnga juga berdebar kencang.
Andhra masuk ke kelas, pertemuannya bersama Asyia di depan kelas di saksikan oleh seluruh siswa yang ada di kelas tersebut.
Mereka menduga ada hubungan khusus antara Andhra dan Asyia.Namun, sekali lagi mereka tak berani bersuara.
Andhra type yang pendiam, tak mudah bergaul meski hanya dengan teman.sekelasnya.
Mereka hanya melirik Andhra ketika pria tampan tersebut memasuki kelas dengan langkah mantap tanpa menoleh kanan-kiri.
Ada juga yang merasa iri terhadap Asyia yang sudah dua kali di tolong oleh Andhra
💛💛💛
Asyia berjalan longkai sembari menahan.rasa sakit pada dadanya.
"Hm, ternyata benar. Setiap kali berhadapan dengannya jantungku selalu berdetak dengan kencang, lalu apa yang di katakan Andhra itu benar?"guman Asiya.
'Jika begitu aku harus selalu menghindarinya,' batin Asyia.
Ia pun berjalan menghampiri kelasnya di sana sudah ada Zahra yang tersenyum ke arahnya.
"Ehm Pacar? Siapa?"tanya Asyia binggung.
"Kau masih memungkirinya Asyia, bahkan satu sekolah tahu tentang hubungan mu dengan Andhra tersebut," papar Zahra.
"Hubungan? Aku tak punya hubungan apa pun terhadapnya." Asyia.
"Duh Asyia kenapa kau masih menyangkalnya?" Zahra.
"Ehm, kau beruntung sekali Asyia bisa dekat dengan Andhra, padahal banyak gadis yang ingin dekat dengannya. Bahkan dua kali sudah ia membantu mu dan mengangkat tubuhnya saat pingsan. Apa itu hanya sandiwara mu atau trik mu untuk mendapatkan simpati dari Andhra?" Zahra.
Asyia tersenyum. Mereka pun bersandar pada pagar pengaman di depan kelas mereka.
"Kau tahu Zahra, ternyata definisi orang beruntung pada setiap orang itu berbeda-beda. Kau bilang aku beruntung,karna saat aku pingsan dan Andhra bersedia menggangkat tubuh ku. Tapi menurutku kalian jauh lebih beruntung karna tak menderita penyakit seperti ku," Ucap Asyia lirih.
Zahra tersenyum."Iya kau benar Asyia."
__ADS_1
"Tapi aku juga benar. Bisa dekat dengan-nya itu suatu keberntungan, apalagi jika kau bisa membuatnya jatuh cinta padamu. Bukankah itu impian dari sebagian gadis-gadis di sini,"ucap Zahra bersemangat.
"Ehm, tak juga. Kau tahu apa yang paling ku inginkan dan paling tak ku inginkan di hidup ini Zahra?" tanya Asyia.
Hm, Zahra mengangkat bahunya.
"Yang paling aku inginkan adalah bisa membalas kebaikan dari orang-orang yang telah berbuat baik dengan ku, seperti ayah, ibu, paman dan bibi ku. Aku ingin mereka bangga terhadap prestasi ku. Karna hanya itu yang bisa aku lakukan."
"Itu saja?" tanya Zahra.
"Sebenarnya ada hal lain.Namun sepertinya itu tak mungkin, "sahut Asyia lirih.
" Kenapa tak mungkin ?" tanya Zahra seraya melirik ke arah Asyia.
"Sebenarnya aku ingin sekali menjadi okter spesialis jantung. Tapi rasanya itu tak mungkin, karna aku merasa sisa hidup ku sepertinya tak akan lama lagi. Jadi percuma saja jika cita-cita itu aku gantung setinggi langit," papar Asyia lirih.
"Jangan putus asa Asyia. Tak ada yang abadi di dunia ini, kematian adalah suatu yang pasti dalam hidup ini. Kau, aku dan mereka pasti akan mati. Hanya saja kita tahu siapa terlebih dahulu yang di panggil oleh-Nya."
Asyia tersenyum.
"Lalu apa yang tak kau inginkan terjadi di hidupmu?" tanya Zahra.
"Aku tak ingin merasakan jatuh cinta. Tak ingin membuang-buang waktu untuk hal seperti itu. Tak ingin terlalu berharap pada seseorang. Aku sudah merasa bahagia berada di tengah-tengah keluarga ku dan merasakan cinta dari mereka." Asyia.
"Tapi biasanya cinta itu hadir tanpa di minta Asyia." Zahra.
Asyia tersenyum. "Iya aku tahu. Tapi semoga saja perasaan itu tak pernah menghampiri hati ku." Asyia.
Bel pun berbunyi.
"Masuk kelas yuk Zahra." Asyia.
Bersambung dulu gengs. author usahakan up lagi ya. Terima kasih.
Ada rekomendasi novel keren untuk kalian Dengan judul :Dendam dan hasrat sang mafia, karya pinkanmiliar.Cus intip yuk siapa tahu suka
__ADS_1