Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Unboxing


__ADS_3

❌Mengandung adegan dewasa. yang di bawah umur di skip aja ❌


Setelah akad nikah, Dalam beberapa jam kemudian Resepsi akan di langsungkan di sebuah gedung conventions center.


Alesha dan Raffa di persilahkan untuk beristirahat sejenak. Sebelum acara resepsi.


Resepi akan di gelar pada pukul empat sore nanti. Jadi ada beberapa jam sebelum mereka prepare untuk resepsi. Begitupun keluarga yang lain, kedua orang tua Raffa kembali ke rumah mereka kemudian pukul tiga sore mereka semua langsung menuju tempat berlangsung resepsi.


***


Kedua pengantin baru tersebut


tampak sungkan ketika mereka hanya berdua di kamar.


"Kak Raffa ganti baju dulu ya, biar Alesha siapkan. " Alesha.


"Ngak pakai baju juga ngak apa. " Ucap Raffa sambil tersenyum mesum.


"Ihs masih siang Kak, ngak boleh. " Alesha memukul dada Raffa dengan manja.


"Cicip dikit boleh kan. " Raffa tersenyum seraya menarik turunkan alisnya.


"Ih nanti... " Kata-kata Alesha terhenti ketika Raffa langsung menyambar bibir Alesha.


Alesha hanya bisa pasrah mengikuti permainan suaminya.


Tak hanya bercumbu, jemari Raffa merayap membuka kancing kebaya yang Alesha kenakan satu persatu.


Raffa kemudian melepaskan penutup tubuh sang istri.


"Kak jangan," cegah Alesha .


"Kenapa sih? kitakan sudah halal, ingat loh menolak ajakan suami itu dosa. " Raffa berdalil. Ia pun semakin memperdalam ciumannya, hingga Alesha kewalahan.


Dengan lembut Raffa melepaskan penutup tubuh bagian atas dari strinya dan meletakkan di atas kursi. Karena hasrat sudah berada di puncak. Raffa melepaskan pangutannya kemudian mengangkat tubuh Alesha ke atas tempat tidur.


Di atas tempat tidur Raffa semakin leluasa. Ia pun melepaskan satu persatu penutup bagian bawah tubuh sang istri.


Matanya membelalak dengan sempurna ketika melihat tubuh molek sang istri dengan kulit halus mulus tanpa cacat sedikit pun.


Raffa semakin tak bisa membendung hasratnya. Ia pun melepaskan pakaian yang ia kenakan.


"Sayang boleh ya, kita unboxing sekarang," pinta Raffa lirih dengan mata yang sendu karena menahan gejolak hasratnya.


Alesha melingkarkan lengannya pada leher Raffa." Alesha kan sudah jadi milik kak Raffa. " tuturnya dengan manja.


Mendengar Kata-kata tersebut. Raffa segera memulai serangannya Ia pun melepaskan segitiga pengamannya, tampak lah meriam sakti yang sudah menegang.


Alesha menelan salivanya ada perasaan takut ketika melihat senjata laras panjang suaminya. Alesha menutup mata ketika Raffa hendak menerobos pertahanannya.


Baru saja ingin mendorong senjatanya masuk kedalam lorong sempit dan gelap tersebut, pintu kamar sudah di ketuk dengan nyaring


Tok tok tok...


Seketika Raffa melompat dari tempat tidur untuk mencari penutup tubuh untuk dirinya dan sang istri yang sudah dalam keadaan bugil tanpa busana.


Pintu di gedor semakin kencang. Raffa langsung menarik dua handuk yang tergantung pada tempatnya.


"Sayang pakai handuk ini." Karena mereka tak sempat lagi mengenakan pakaian.


"Alesha ke kamar mandi Kak, beresin pakaian kita! " Alesha.


Dengan menggunakan handuk sepinggang Raffa memumungut pakaian mereka kemudian meletakannya di keranjang pakaian kotor.


Setelah beberes sebentar, barulah ia membuka pintu.


Kreak...


Pintu di buka.


Dan di luar kamar ada beberapa orang asing yang datang dengan membawa bungkusan besar, beberapa orang juga membawa, koper kecil.


"Raffa, suruh Alesha bersiap, karena sebentar lagi ia akan di rias oleh MUA. " Santi.

__ADS_1


"Iya Mommy." Raffa membuka daun pintu kamarnya lebih lebar. Dan merasa kecewa, si buyung yang awalnya tegak berdiri kini menguncup seperti balon kempis


Beberapa wanita asli dan wanita jadi-jadian masuk ke kamar mereka, untuk meletakkan beberapa koper dan baju pengantin.


"Mana pengantin wanitanya , suruh Siap-siap saja ya. Karena untuk merias pengantin butuh waktu yang lama banget, eke dan tim tunggu di luar ya," ucap salah seorang dari mereka.


Mereka pun keluar sambil menutup pintu meninggal kan Raffa yang merasakan sesak karena belum sempat menuntaskan hasratnya.


***


Sudah dua jam Alesha duduk di meja riasnya, Raffa tersenyum melihat istrinya semakin cantik dengan model rambut ke kinian.


Alesha benar-benar terlihat cantik dengan gaun pengantin putih yang gemerlap.


'Aku beruntung sekali bisa menikahi wanita secantik Alesha,' batin Raffa.


Pukul tiga sore barulah kedua mempelai itu siap.


Raffa mengenakan jas hitam, sementara Alesha menggunakan gaun super mewanya.


Keduanya langsung menuju gedung tempat mereka akan menyelenggarakan resepsi.


Setibanya di tempat resepsi Raffa membantu Alesha keluar dari mobil, kemudian ada dua orang wanita yang membantu Alesha mengangkat ujung gaunya dengan panjang enam meter.


Bak Raja dan Ratu keduanya melenggang naik ke atas pelaminan yang megah dan mewah.


Nantinya selama tiga jam mereka akan menyambut kehadiran para tamu undangan yang di perkiraan berjumlah tiga ribu undang.


Tak terasa waktu berlalu, kini mereka telah berada di ujung pesta.


Para tamu undangan satu persatu meninggalkan gedung dengan perasaan bahagia, sama halnya dengan kedua mempelai.


***


Setelah pesta usai Raffa langsung membawa pengantinnya pulang.


Di dalam mobil keduanya tampak bahagia di mana Alesha terus memeluk lengan suaminya.


"Sayang kamu lelah ya? " tanya Raffa pada Alesha.


"Mau kak Raffa pijitin? " tanya Raffa.


"Ehm bayar ngak? " tanya Alesha seraya tersenyum manja.


"Mana ada yang gratis di dunia ini sayang,ucap Raffa dengan senyuman nakalnya.


"Ihs sama istri sendiri saja harus bayar. "


"Harus dong, tapi bayarannya kan ngak harus pakai uang," ucap Raffa.


Keduanya kemudian langsung melemparkan senyum karena Sama-sama mengerti.


***


Sesampainya di kamar, Raffa langsung mengunci pintu kamar mereka.


Kemudian ia menghampiri Alesha yang masih mengenakan gaun pengantinnya.


"Biar kak Raffa bantu melapas gaunnya," ucap Raffa sambil berbisik mesra di telinga Alesha.


"Hm, pasti modus kan. "


"Apalagi kalau bukan modus, Kali ini ngak ada yang bisa ganggu kita lagi. "


Raffa menarik resliting gaun tersebut dengan perlahan-lahan sambil mendaratkan kecupan pada pipi dan juga bibir Alesha.


Setelah resliting turun secara sempurna, dengan perlahan ia melorot kan gaun tersebut hingga jatuh ke atas lantai.


Raffa terus menciumi ceruk leher jenjang Alesha hingga Alesha bergidik merinding. Dengan lembut ia menyesap leher jenjang tersebut hingga meninggal jejak biru ke merahan di lehernya.


Raffa yang sudah menahan hasratnya sejak siang, langsung mengangkat tubuh Alesha menuju tempat tidur.


Kemudian secara perlahan ia meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang dan langsung mencumbiinya.

__ADS_1


Alesha hanya pasrah seraya menikmati setiap sentuhan Raffa yang membuat sukmanya bergelora.


Jemari Raffa melepaskan pengait dari kaca mata berenda hingga dua gumpalan kenyal terlihat dengan jelas.


Gleak... Raffa kembali menahan salivanya melihat gundukan putih mulus dan halus tersebut, ia pun segera mencicipi salah satunya dengan menyesap dan memainkan lidahnya pada puncak bukit yang masih perawan tersebut.


Akh! suara ******* lolos begitu saja dari mulut Alesha ketika Raffa secara bersamaan meremass dengan lembut salah satu bukit kenyalnya.


Akh..Ehm... Lidahnya menari menyesap dan mengitari puncak bukit tersebut kemudian tanganya merayap seraya mengelus kulit putih mulus sang istri, hingga tangan Raffa sampai di sebuah titik persimpangan segitiga.


Raffa menarik sutra halus yang menutupi kawasan semak yang di tutupi dengan rumput hitam yang halus sementara di bawahnya ia merasakan menyentuh sesuatu yang basah. Sentuhan Raffa begitu lembut pada area sensitifnya hingga Alesha berkali-kali menggelinjang.


Napas keduanya pun saling memburu dengan tatapan penuh damba.


Tanpa menunggu lama, Raffa segera melepaskan penutup tubuhnya dan meletakkannya sembarangan.


Kini kedua tubuh insan tersebut sudah bugil, Raffa naik ke atas tubuh sang istri kemudian mengukungnya.Pertarungan perdana pun dimilulai.


Alesha menutup matanya ketika merasakan benda tumpul yang mendesak coba menerobos goa sempit miliknya.


Akkhh! Ia menjerit tertahan ketika benda tumpul tersebut berusaha mendobrak dinding suci miliknya.


Akh! Esh. Alesha mengerang kesakitan, air matanya tak terasa menetes.


Raffa menghentikan gerakannya seseat, dengan lembut ia kembali mencumbui bibir sensual istrinya sementara tangannya meremas salah satu bukit indah tersebut.


Akh! Napas Alesha turun naik, meski sakit Namun, ia juga tak tahan menahan gejolak hasratnya yang telah di bakar oleh Raffa.


Pelan tapi pasti, Raffa mendorong semakin kuat dan dengan satu sentakan saja. Alesha memekik tertahan kemudian menggigit bibir Raffa hingga berdarah.


Raffa menarik wajahnya.


"Maaf Kak, Alesha ngak sengaja, "ucap Alesha lirih sambil menahan sensasi berdenyut bada bagian bawahnya.


Raffa tersenyum.


"Tak apa sayang, terima kasih kau telah menjaganya, " ucap Raffa sambil mengecup mesra kening sang istri.


Raffa kembali memacu gerakannya di area yang telah basah tersebut. Sesekali ia menghentak-hentak hingga tubuh Alesha berguncang pelan, suara desaahan dan lengkuhahan terdengar sepanjang Raffa mengayuh gerakannya.


Alesha menggigit bibir bagian bawahnya karena merasakan sensasi nikmat yang belum pernah ia rasakan.


Beberapa saat ia bermain dengan slownya, kemudian Raffa mempercepat gerakan beraayun diatas tubuh sang istri semakin cepat. Alesha menahan napas serta guncang akibat serangan suaminya yang membabi buta, Satu hentakan terakhirnya membuat Alesha mengerang.


"Akh! "


Tubuh Raffa pun ambruk di atas tubuh sang istri. Alesha meringis menahan perih ketika ia merasakan sensasi berdenyut dengan aliran larva merah mengalir pada lembahnya.


Raffa menjatuhkan tubuhnya di samping Alesha. Kedua tubuh tersebut sudah bermandikan peluh dengan napas yang masih memburu.


Raffa memeluk tubuh Alesha seraya mendaratkan kecupan pada pucuk kepala Alesha.


"Terima kasih sayang, kau telah menerima cinta Kak Raffa, Kak Raffa janji, akan selalu setia bersamamu sampai akhir hidup ini. "


"Alesha pegang janji kak Raffa. "


Keduanya pun saling melemparkan senyum.


Bersambung. He he masih ada satu part lagi ya sayang-sayang author sebelum novel ini tamat.


Maaf sepagi ini sudah menyuguhi yang hangat-hangat ya.


Selamat pagi dan selamat beraktivitas, semoga kita semua selalu di lindungi oleh Tuhan yang maha esa, terhindar dari bahaya dan mendapatkan rejeki yang melimpah. Aamiin.


Assalamu'alaikum wr. wb


Sebelum menutup bab ini, author merekomendasikan karya terbaru sahabat author Resmi Muchu Kissy dengan judul kau pasti menyesal. So silakan mampir biar ngak penasaran ya.


Assalamu'alaikum wr. wb.


Sebelum di tutup author mau merekomendasikan novel sahabat author


Dengan judul :

__ADS_1




__ADS_2