Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Tamu Asing


__ADS_3

Barley mendatangi keluarga Asyia. Di sana juga sudah ada Arief dan keluarga.


Kedatangannya pun di sambut dengan antusias oleh keluarga Asyia.


Sebagai lamaran resmi, Barley juga membawa tuan Marco dan Nyonya Marco, serta putri kesayangannya, berikut beberapa hantaran yang juga ikut di bawa.


Pertemuan tersebut di lakukan di rumah keluarga Arief, karena tak memungkinkan mengadakan lamaran di ruko milik Aldo.


"Silakan masuk Tuan, dan Tuan besar," sambut Aldo.


Barley masuk kedalam rumah Arief. Seluruh keluarga berkumpul termasuk di sana, termasuk juga Raffa dan Nabila.


Nabila dan Alesha saling menyapa,Tuan putri itu tampak cantik dengan mini dress putihnya yang membuat Raffa tak berhenti untuk selalu mencuri pandang terhadapnya.


Sayang, Alesha terlalu belia untuk di jadikan gebetannya, lagi pula ia tak berani mendekati tuan putri keluarga Milano tersebut.


Setelah sedikit berbasa-basi,


Barley langsung mengutarakan niat baiknya untuk melamar Asyia.


"Kehadiran saya dan keluarga kemari bermaksud menyampaikan hajat kami sekeluarga untuk melamar Asyia, putri dari saudara Aldo. Seperti yang kita ketahui jika putra dan putri kita sudah menjalin cinta sejak lama. Karena itu, saya punya usul bagaimana jika pernikahan mereka di segerakan?"


Suasana hening, Aldo dan Arief menyimak penuturan Barley.


" Saya sudah melihat berapa bahagianya Asyia ketika bersama Andhra. Begitu pun Andhra yang begitu mencintai Asyia, sampai-sampai ia masih mengingat Asyia, meski pun ia mengalami amnesia yang cukup parah. Bagaimana menurut Anda saudara Aldo, bolehkah saya mempersunting putri anda untuk putra saya? " Barley.


Aldo, Arief dan keluarga yang lain tentunya menyambut baik, bukan karena keluarga Barley terpandang, tapi juga mereka yakin keluarga Andhra bisa menerima Asyia dengan baik.


Setelah Aldo beruding dan dengan abang dan juga istrinya,mereka pun menerima lamaran tersebut.


"Baiklah Tuan, saya dan keluarga dengan senang hati menerima lamaran dari Anda. " Aldo


"Alhamdulillah," mereka pun berjabat tangan.


Kedua keluarga merasa bahagia. Mereka pun melanjutkan perbincangan untuk menentukan hari.


Setelah berdiskusi, Kesepakatan pun di ambil, akad nikah putra putri mereka akan berlangsung dalam dua minggu kemudian.


Selama Andhra di rumah sakit, Asyia selalu menginap di rumah sakit. Ketika jam istirahat saat Dinas, Asyia juga menyempatkan diri untuk menjenguk Andhra.


Kadang-kadang Asyia juga membawa Andhra Jalan-jalan berkeliling sekitar rumah sakit sambil bercerita tentang kenangan mereka dahulu.


Asyia mendorong kursi roda Andhra melewati koridor dan lorong-lorong rumah sakit.


"Ndra kamu ingat ngak, waktu kita di New York, katanya kamu mau bangun rumah sakit untuk aku Ndra? " tanya Asyia.


Andhra hanya diam menyimak omongan Asyia.


Meski tak merespon, Asyia terus bercerita tentang masa-masa mereka sekolah. Semua kenangan indah mereka, Asyia ceritakan tak pernah bosan meski berulang-ulang.


Karena Asyia merasa,kisah cinta mereka tak akan pernah jemu untuk di kenang dan di ceritakan.

__ADS_1


Mereka pun terus berjalan sembari menikmati angin sore yang sepoi-sepoi yang menerpa wajah dan tubuh mereka.


Asyia berhenti sebentar untuk memakaikan sebuah syal ke leher Andhra agar Andhra tak kedinginan. Kemudian kembali berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit.


Setibanya Asyia di ujung sebuah lorong Asyia berhenti mendorong kursi roda Andhra.


"Ndra kita duduk di sini saja ya Ndra. "Asyia pun menghampiri Andhra dan berdiri di hadapannya.


Dengan sedikit berlutut Asyia coba mengajak Andhra bicara.


"Ndra kamu tahu Ngak? Dari semua cerita yang kamu pernah ceritakan pada ku, ada satu kisah yang sangat ...berkesan dan sampai sekarang itu jadi acuan kisah cinta kita Ndra. " Asyia.


Andhra terus menatap Asyia, sepertinya ia tertarik mendengarkan cerita dari Asyia.


"Kamu masih ingat dengan kisah suami istri yang sehidup semati Ndra? " tanya Asyia.Ia pun menatap manik mata Andhra yang terlihat serius menatapnya.


Andhra mengangguk.Asyia tersenyum mendapat respon dari Andhra.


Iya pun merentangkan tangannya menyentuh dada Asyia dengan telapak tangan kanannya, dan dengan telapak tangan kiri Andhra menyentuh dadanya.


Deg deg deg , debaran jantung mereka tetap sama, dengan frekuensi getaran yang sama pula.


Asyia menatap Andhra berbinar, begitupun Andhra yang menatapnya lekat." Iya Ndra kamu ingat janji kita."


"Selama jantung aku berdetak... " Asyia berhenti sejenak karena ternyata Andhra mengikuti Kata-katanya.


" Maka jantung kamu juga akan tetap berdetak," sambung Andhra sambil mengingat-ingat.


"Alhamdulillah Ndra, akhirnya kamu ingat juga," ucap Asyia, ia pun kembali meneteskan air matanya.


Mereka pun saling melempar senyum bahagia dan haru, Asyia semakin yakin jika lambat laun ingatan Andhra kembali pulih.


Setelah hal yang mengharukan tersebut Asyia membawa Andhra kembali pulang ke kamar perawatan Andhra.


Sepanjang perjalanan Asyia terus menceritakan kenangan mereka, baik itu di sekolah, Bangkok, maupun di New York


Dan Andhra sangat antusias mendengarkan nya. Sedikit demi sedikit Andhra sudah bisa bicara secara fasih dalam berbahasa Indonesia.


***


Waktu terus berlalu, Kini Asyia dan Andhra akan melangsungkan ijab qabul di rumah Arief.


Selama seminggu Santi mengajari dan meminta Andhra untuk menghapal ijab qabul yang akan di ucapannya.


Santi melihat Andhra yang duduk di kursi rodanya dengan tatapan kosong, mungkin ia coba mengingat-ingat sesuatu dari masa lalunya.


Andhra tampak tampan dengan jas hitam dan kemeja, hanya pakaian resmi. Pernikahan mereka juga tak mengundang banyak orang mengingat keadaan Andhra dan Asyia.


Hanya keluarga inti mereka.


Santi duduk di hadapan putranya.

__ADS_1


"Andhra," sapa Santi.


"Iya mommy," Andhra merespon dengan baik.


Santi meraba wajah putranya dengan tatapan berembun.


"Andhra, hari ini adalah hari pernikahan kamu Nak, meski pernikahan tak sesuai dengan impian dan mimpi kalian berdua, setidaknya, hari ini kamu dan Asyia mengikat janji suci kalian berdua, seperti yang pernah kalian impikan. Mommy selalu berdoa, semoga kamu dan Asyia berbahagia untuk selamanya , di karunia keturunan yang soleh dan soleha," ucap Santi dengan haru. Ia pun memeluk putra kesayangannya.


"Aamiin Mommy, Terima kasih. " Andhra.


Santi menitikan air mata bahagianya, mendengar Andhra yang sudah bisa merespon.


Sejak keduanya terlarut dalam haru.


Barley memasuki kamar Andhra kemudian menghampiri Santi dan Andhra.


"Calon mempelai sudah siap? " tanya Barley.


"Sudah Daddy, "sahut Andhra sambil tersenyum.


Barley tersenyum seraya memeluk putranya dengan haru . Akhirnya ia bisa melihat sang putra mahkota melepas masa lajangnya sebentar lagi.


Setelah persiapan selesai , rombongan mereka pun langsung menuju menuju rumah mempelai wanita.Sepanjang perjalanan Barley dan Santi terus membantu Andhra menghapal ikrar ijab qabulnya.


***


Di rumah Arief, persiapan sudah seratus persen, mereka sudah sangat siap menyambut kedatangan calon menantu dan besan mereka.


Asyia berada di depan meja rias, tersenyum menatap wajahnya yang tampak begitu cantik dengan sanggul modern dan kebaya berbahan sutra.


Pipinya merona, dengan debaran jantung yang tak menentu karena sudah tak sabar untuk di persatukan dalam ikatan pernikahan yang sakral dan suci, se-suci cinta mereka.


Delia menghampiri Asyia.


"Aduh anak ibu cantik sekali," ucap Delia seraya memeluk Asyia dari belakang.


"Terima kasih ibu," ucap dengan pipi yang semakin merona.


"Asyia ada yang ingin bertemu dengan kamu Nak," ucap Delia seraya melepaskan pelukannya.


"Siapa Bu? "tanya Asyia.


"Asyia hiks hiks hiks ,"suara seseorang memanggilnya dari arah belakang pintu. Orang tersebut pun masuk ke dalam kamar Asyia.


Asyia menatap heran, karena ia tak mengenali tamu Asing tersebut.


Bersambung dulu, Kira-kira siapa ya.


InsyaAllah besok lagi ya upnya.


Assalamu'alaikum wr. wb

__ADS_1


__ADS_2