
Tuan Demian bersiap untuk ke kantornya, kini ia sedang mengenakan pakaian dinasnya, setelan jas dan dasi, tak biasanya Cintya melayaninya dengan baik, tapi berbeda untuk hari ini.
Pagi pagi sekali ia membuat sarapa untuk tuan Demian, kemudian menyiapkan pakaian untuk lelaki tua itu.
Cintya berdiri mengancing satu persatu kemeja tuan Demian.
"Aa' jangan pulang malam-malam ya Aa, nanti aku kangen," ucapnya dengan nada manja.
Mendengar penuturan istrinya, tuan Demian seakan melayang tinggi di terbangkan angin,mungkin karna badannya yang kurus.
'Waduh mimpi aku semalam ya, biniku jadi so sweet gini, ' batin tuan Demian.Ia pun tersenyum.
"He he Asiap honey, kamu mau pakai jurus apa nanti malam honey? masih mau jurus kodok-kodokan atau mau jurus pedang tajam tembus hingga ke tenggorokan he he he? tanya sambil nyengir.
Cintya menyimpulkan senyumnya sembari menyimpulkan dasi tuan Demian.
"Ehm Aa jahat banget sih Aa', masak tembus sampai ke tengorokan sih. Apa Aa ngak sayang ama Eneng? " tanyanya dengan bibir mengkerucut.
"Cie ilah, Ngambek lagi nih ye! Aa paling seneneng kalau Eneng ngambek-ngambek gini, jadi makin cinta ama Eneng, "ucapnya dengan bahagia sambil menggoyangkan tubuhnya.
"Jadi Aa cinta ya ama Eneng?" tanya Cintya jengah dengan wajah rona memerah seperti remaja yang sedang di landa asmara.
"Eh itu mah ngak usah di tanya Eneng. Nih Aa punya pantun buat Eneng. "
"Buah pepaya di belah dua, di belah dua buang bijinya.
Kalau Enang tidak percaya, belah dada Aa dan lihat isinya. "
"Hanya Eneng yang Aa cinta, " sambungnya.
'Ea ea ea! " kata author loh ya!
"Hm, bearti dengan istri lain, Aa ngak cinta?" tanya Cintya dengan manja lagi, sambil mempelintir kumis tuan Demian yang seperti kumis ikan lele tersebut.
"Ehm, cinta tapi tapi tak sebesar cinta Aa pada Eneng Cintya," ucap tuan Demian sambil mencolet hidung Cintya.
"Ih Aa bisa aja," ucapnya dengan pipi merona, ia pun mencubit mesra perut tuan Demian.
"Aw tatit atuh Neng."cetus tuan Demian,pura-pura sakit.
"Ehm Aa sih ngegemesin," ucapnya sambil menarik kulit kendor dari wajah suaminya.
"Masa sih? tium tium dulu dong, "pinta nya sambil menunjuk pipinya.
Cintya tersipu malu, Cup-cup. Ia pun mencium pipi lelaki yang lebih pantas jadi engkongnya tersebut.
Keduanya saling melempar senyum jengah.
"Ih Aa. Neng ada pantun buat Aa nih. " Cintya.
"Apa itu Neng?" tanya tuan Demian dengan sumringah.
"Buah nangka, buah buah kedodong.
Biar tua bangka tetap tok cer dong," Cintya.
"Ea ea ea," cetus author lagi.
Cup satu kecupan mendapat di bibir Cintya.
Cintya tersenyum simpul. "Ih Aa Nakal, " ucapnya sambil menepuk nepuk dada tuan Demian.
"Sudah yuk Aa,' aku antar Aa ke depan pintu," ucap Cintya sambil menggandeng tangan tuan Demian.
Mereka pun berjalan menuruni anak tangga dengan menggandeng mesra.
***
Miranda tengah menyuapi Tuan Alex bubur, ketika melihat kemestraan putrinya tuan Alex sampai tersedak.
Uhuk uhuk uhuk. Melilat suaminya yang tersedak Miranda langsung menepuk tuan pundak Alex.
__ADS_1
"Sudah Papi, minum dulu, "ucap Miranda sambil menyodorkan segelas air.
Tuan Demian dan Cintya pun menghampiri tuan Alex.
"Papi kenapa Mami? " tanya Cintya.
"Tersedak, mungkin Mami yang terburu-buru menyuapinya. " Miranda.
"Ehm iya deh Mami, aku antar suami ku berangkat kerja dulu ya, "ucap Cintya.
"Iya Mami mertua dan papi mertua, saya pamit kerja dulu ya, "ucap tuan Demian sambil tersenyum bahagia.
Miranda hanya mengukir seulas senyum, ia kaget melihat Cintya yang berlaku manis terhadap suaminya.
"Kenapa dalam satu malam saja bisa terjadi seperti itu," guman Miranda.
Cintya berjalan menuju pintu keluar, ia pun ikut mengantar tuan Demian menuju mobilnya.
"Dah Aa', ingat ya jangan sampek pulang terlambat ya " ucap Cintya sambil melambaikan tangannya.
"Iya Neng, nanti malam Aa minum jamu kalau biasa telornya dua, Nanti malam Aa mau minum jamu kuat dengan lima biji telor he he he," ucap tuan Demian sambil nyengir.
"Ih jangan kebayakan Aa, nanti Over dosis, kasihan Eneng jadi janda."Cintya.
"Dah keja dulu ya. Nanti pulang kerja mau di bawain apa? " tuan Demian.
"Ehm, yang penting botol Aa aja di bawa pulang , "sahutnya sambil menggigit bibir bagian bawahnya.
"Asek, cihuy." tuan Demian pun masuk dalam mobil.
Cintya menunggu sampai tuan Demian berlalu dan meninggalkan halaman rumah mereka.
"Ehm,Dada Aa! " seru Cintya sambil kissbay. Ia pun mengusap perutnya.
***
Barley dan Santi ikut mengantar tuan Marco dan Wati menuju bandara.
Dengan jet pribadinya, tuan Marco akan bertolak menuju bandara internasional di Milan.
"Daddy, apa nanti kau tak malu memperkenalkan aku dengan keluarga mu? " tanya Wati yang merasa resah.
Maklum saja ia begitu khawatir, bagaimana jika tuan Marco menyia-nyia kan dirinya, Maklum saja ia belum pernah sama sekali melakukan perjalanan ke luar negri
Apalagi, ia tak tahu bagaimana kehidupnya kelak di Milan, mengingat tuan Marco bukan orang sembarangan.
"Tenang saja mommy , kau hanya perlu belajar bahasa di sana, kita hanya akan tinggal di mansion ku berdua saja, di sana aku adalah raja dan kau adalah ratunya. " ujar tuan Marco.
Wati tersenyum melirik ke arah tuan Marco.
"Ehm iya aku percaya pada mu Daddy," ucap Wati sambil menyandarkan kepalanya pada bahu tuan Marco.
Santi dan Barley juga ikut mengantar tuan Marco dan Wati, mereka juga membawa baby Andhra.
"Ehm, Sayang kamu mau kemani nih, ngantarin Opa ya?"tanya Santi sambil menimang baby Andhra.
Eak, eak, tiba-tiba baby Andhra menangis.
"Ehm, di tinggal Opa pulang sedih ya Nak?" tanya Santi sambil mencium pipi baby Andhra.
Eak, eak,.Andhra masih menangis.
Barley melirik ke arah putranya tersebut.
"Cup cup Sayang, kalau kamu sudah besar dan bisa naik pesawat, kita nanti susul Opa ke Milan ya? Daddy juga sedih Kok, padahal baru saja kita bahagia berkumpul bersama, eh sekarang Opa malah harus pulang, "ucap Barley sambil mengelus kepala baby Andhra.
Santi pun menitikan air matanya." Iya Sayang, aku pasti kangen sama Daddy.Kangen tawanya, celetukan, Daddy memang sosok yang hangat. Aku beruntung dapat dua mertua yang menyayangi kita." Santi.
"Ehm, semoga suatu saat kita bisa berkumpul bersama lagi. Keluarga kita semua." Barley.
Mereka pun sampai di bandara.
__ADS_1
Isak tangis mengiringi kepulangan tuan Marco.
Tuan Marco dan Wati menghampiri Barley yang sudah menitikan air matanya.
"Daddy pulang Nak, jaga keluarga mu baik-baik, jagan lupa hunbungi Daddy ya, hiks hiks, ucap tuan Marco sambil memeluk Barley, ia begitu sedih meninggalkan putra semata wayang tersebut.
"Iya Daddy . Daddy harus berhati-hati ya, jaga kesehan Daddy, kami semua menyayangi Daddy, hiks. " Barley begitu sedih.
Air mata tuan Marco metetes, baru saja ia merasakan indahnya sebuah keluarga yang utuh kini ia terpaksa pulang meninggalkan keluarganya yang memberinya cinta dan kasih sayang yang selama puluhan tahun ia rindukan.
"Mommy, aku titip Daddy ku. Aku percaya kau bisa menjaganya. Dia adalah orang yang ku Sayang, hiks." tutur Barley pada Wati.
"Iya, dia suami ku, aku pasti menjaganya." Wati.
Belum menghampiri Tuan Marco Santi sudah berlinang air mata.
"Hiks hiks hiks, Daddy! " seru Santi sambil memeluk tuan Marco.
Tuan Marco pun menangis ia begitu tersentuh dengan kasih sayang yang di berikan oleh Santi terhadapnya. Ia seperti merasakan putrinya yang sudah meninggal hadir dalam diri Santi.
"Santi, jangan sedih Nak, Daddy hanya pulang. Kalau kalian rindu, kalian bisa mengunjungi Daddy, Daddy tak berada jauh karna Daddy selalu ada di hati kalian kan hiks hiks, " pria parohbaya tersebut menangis haru hingga tubuhnya terguncang.
"Iya Daddy, Setelah umur Andhra lebih setahun kami akan mengunjungi Daddy. hiks hiks," ucap Santi dengan bibir bergetar menangis haru.
Mereka pun mengurai pelukannya.
Tuan Marco mencium baby Andhra.
"Cu!Opa pamit pulang.Apa yang Opa lakukan saat ini adalah untuk menjaga Aset Opa yang nantinya akan kamu warisi untuk masa depan kamu Cup," ucap tuan Marco pada baby Andhra.
Eak...Eak'.. tiba-tiba Andhra menangis kencang.
"Cup, cup.. cup, Jangan nangis ya! beberapa bulan lagi Opa akan datang untuk melihat keadaan kamu lagi, " ucap tuan Marco sambil menggendong cucu semata wayangnya.
"Nang ning nang ning nung, jangan nagis ya, kalau Opa ngak ada. Nanti opa jenguk kamu lagi,"tutur tuan Marco menimang baby Andhra.
Andhra pun berhenti menangis. Maklum saja setiap hari tuan Marco menyempatkan diri untuk nenimang Andhra.
Tentunya Andhra akan merasa kehilangan dari sosok tuan Marco.
Santi kembali meraih baby Andhra dari tangan tuan Marco.
Tak kalah sedih adalah tuan Hasta. Baginya tuan Marco adalah saudaranya, mereka adalah anak tunggal yang sama-sama tak memiliki saudara. Namun sama-sama memiliki satu putra yaitu Barley.
Mereka tak hanya menjalin persahabatan tapi juga persaudaraan.
"Aku pamit saudara ku, Aku titip keluarga ku, anak cucu dan menantu ku,"ucap tua Marco dengan sedih. ia pun memeluk tuan Hasta.
"Hiks, apa yang kau katakan Saudaraku, bukannya mereka juga anak cucu dan menantu ku. Kau tak perlu khawatir. Jaga saja kesehatanmu supaya nanti suatu saat kita bisa berkumpul lagi." tuan Hasta.
"Ehm kau benar. Kau juga jaga kesehatan mu. Biar kita bisa melihat cucu-cucu dan cicit-cicit kita kelak," sahut tuan Marco.
Mereka pun mengurai pelukannya dan tertawa
"Ha ha ha, Semoga saja Ya,Tuhan memberi kita umur panjang agar bisa melihat kelahiran cucu dan cucit kita ha ha." tuan Hasta.
"Iya. Kalau bisa aku mau hidup seribu tahun lagi ha ha ha." tuan Marco.
Santi dan Barley pun saling menoleh dan melepar senyum.
Barley menghampiri kedua Daddynya tersebut dan memeluknya.
"Daddy, Daddy ku semoga selalu di karunia kesehatan dan umur panjang,"ucap Barley sambil mencium kedua pipi Daddynya.
"Aamiin!"
Mereka pun saling memeluk haru.
Beberapa saat kemudian tibalah saatnya untuk tuan Marco berangkat. Keluaganya melambaikan tangannya mengiringi kepulangan tuan Marco ke tanah airnya.
Bersambung. guys. Terima kasih atas saran dan dukungannya, author terharu. lope u All. Nantikan episode berikutnya ya.
__ADS_1
Ada rekomendasi novel untuk kalian,cus mampir Siapa tahu suka. My killer lecturer karya restviani