Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Lapang Dada


__ADS_3

Barley menuntun orang tuanya menuju meja makan.


Silahkan Daddy mommy. Bapak dan Ibu, ucap Barley seraya menarik ke empat kursi untuk kedua orang tua dan mertuanya.


Alesha menarik kursi di antara kedua Omanya.


"Asik Esha duduk bersama dua Oma yang cantik, "ucap Alesha.


"Ehm kamu ini paling pintar memuji, "ucap Asti.


"Loh, Santi kemana Barley?" tanya Harjo yang tak menyadari ketidak hadiran Santi.


"Santi sedang membujuk mommy agar mau ikut makan malam bersama kita, "papar Barley.


"Ya sudah kita tunggu saja. Kita makan bersama." Tuan.Marco.


"Iya kita tunggu nyonya Andini." Harjo.


***


Santi melewati koridor rumahnya untuk menuju kamar Andini.


Setibanya di depan kamar Andini, ia pun mengetuk pintu.


Tok tok tok.


"Masuk saja !" Seru Andini seraya menghapus air matanya.


Santi pun masuk dan melihat Andini yang tampak terlihat sedih.


"Mommy ayo kita makan malam bersama," ajak Santi seraya berjalan menghampiri Santi.


"Tidak Santi. Mommy tak pantas berada di antara mereka Santi hiks. Kalian orang-orang baik, sementara Mommy_" Andini tak melanjuytkan kata-katanya.Ia pun kembali sedih.

__ADS_1


"Mommy, jangan seperti itu. Kami semua menanti kehadiran mommy. Bapak dan.Ibu ku juga ingin sekali bertemu dengan mommy. Begitu pun dengan daddy dan mommy Wati.Apa salahnya kita bersilahturahmi bersama setelah lama tak bertemu." Santi.


"Tapi Santi Mommy merasa malu hiks hiks. Mommy pernah bersikap angkuh terhadap mereka. Mommy juga pernah bersikap zalim dan hampir mencelakai mereka hiks hiks hiks, "sesal Andini.


"Mommy, setiap manusia pasti melakukan.kesalahan tapi sebaik-baiknya manusia ketika ia merasa bersalah ia meminta maaf secara langsung.Lagi pula kita tak boleh menolak silahturahmi orang yang ingin bersilahturahmi kepada kita." Santi.


Hiks hiks hiks. Andini masih menangis.


"Ayolah mommy sudah saatnya mommy membuka diri.kita ini satu keluarga dan keluarga itu harus saling memaafkan dan berlapang dada." Santi.


Andini merenungi kata-kata dari Santi. Ia pun mengangguk lirih.


Santi tersenyum. "Ayo mommy kita makan malam bersama."


Santi mendorong kursi roda Andini membawanya menuju meja makan di mana sudah berkumpul orang-orang.


Jantung Andini berdetak kencang, ia pun menerka-nerka apa yang akan di katakan oleh orang-orang terhadap dirinya.


Tatapan mereka adalah tatapan lembut. Bahkan orang-orang tersebut menatap Andini dengan tatapan berbinar. Mereka begitu syok bercampur iba melihat kondisi Andini yang memprihatinkan.


Mereka pun saling memandang satu sama lain.


Mereka tak percaya karna melihat Andini berubah drastis seperti itu.Rasa iba pun muncul di hati tuan Marco. Hampir saja ia menangis.


Andini sudah berada di hadapan mereka.


Tuan Marco menghampiri Andini.


"Apa kabar Andini?" tanya Marco ramah, seolah tak ada lagi perasaan dendam atau pun sakit hati terhadap wanita yang pernah mengisi hatinya tersebut.


Hiks hiks hiks Andini menangis tergugu. Antara malu dan menyesal, hingga tubuhnya pun berguncang.


"Maafkan aku Marco hiks hiks hiks. Andini tak dapat berkata-kata lagi," ia pun menangis memeluk tuan Marco.

__ADS_1


Tuan Marco mengusap punggung Andini.


"Sudahlah. Tenang saja aku sudah melupakannya.Sekarang kita satu keluarga karna kita memiliki seorang putra." Andinj mengurai pelukan mereka, hatunya lebih tenang setelah meminta maaf, apalagi tuan Marco sudah memaafkannya.


Asti menghampiri Andini, mereka pun saling berujar kata maaf dan memaafkan.


Mendadak susana suka cita berubah jadi haru.Setelah beberapa saat bernincang ringan mereka pun menikmati santapan makan malam mereka.


Di tengah-tengah kehangatan keluarga yang sedang menikmati makan malam, tiba-tiba saja Marco teringat dengan mendiang tuan Hasta dan Hana.


"Kalau begini Daddy jadi ingat dengan mendiang daddy mu Barley, begitupun dengan istrinya." tuan Marco.


"Iya Daddy. Tak lama setelah Daddy hasta meninggal karna komplikasi paru-parunya.Mommy pun menyusul. Mommy meninggal setelah empat puluh hari Daddy. Beliau meninggal karna setangan jantung ketika hendak melakukan sholat subuh."


"Tuan Marco tersenyum, Itu namanya cinta yang di bawa mati. Mommy mu itu tak ingin terlalu lama berpisah dengan Daddy mu makanya ia segera menyusul." Marco.


Andini sedikit tersinggung dengan ucapan tuan Marco walau sebenarnya tuan Marco tak bermaksud menyindir.


"Iya Daddy. Aku juga ingin cinta yang seperti itu. Bersama sampai akhir hayat yang memisahkan." Barley.


Sayang jika aku mati, kau mau kan menyusul ku secepatnya, ucap sambil mencium punggung tangan Santi.


Iya Sayang ku.Mana bisa aku berlama-lama hidup di dunia ini tanpa mu, ucap Santi membalas. Ia pun mencium punggung tangan suaminya.


Mereka semua tersenyum. Betapa indahnya memiliki pasangan yang setia.


Baik Harjo dan Asti, ataupun Marco dan Wati, mereka menikmati bahagianya mengarungi rumah yang mereka.


Sementara Andini kembali menyesal atas pengkhiatannya terhadap kedua laki-laki yang menyayanginya.Masa tuanya pun di lalui tanpa pendamping hidup dan dalam keadaan lumpuh, sungguh dirinya merasa menyesal apa yang di lakukannya selagi muda.


Bersambung dulu gens. Terima kasih atas dukungan.ya.


Asslamualaikum wr.wb

__ADS_1


__ADS_2