
Barley terbangun dari tidurnya karna mendengar suata smartphonenya yang berbunyi.
Matanya menerjab-nerjab seraya meraba di atas nakas mencari smartphone-nya.
Ia pun membuka aplikasi pesan chatnya yang dikirim oleh Chandra.
Barley tertawa renyah melihat wajah Cintya yang syok ketika melihat Munir yang tidur di sampingnya.
Ha ha ha
"Rasain kamu! beraninya bermain api dengan ku. Aku ingin lihat bagaimana reaksi tuan Alex melihat video ini. "
Barley menelpon Chandra.
"Hallo Tuan."Chandra.
"Bagus Chandra, kamu edit gambar Munir sedikit, kemudian kirim ke tuan Alex langsung.Aku ingin lihat bagaimana reaksi Alex. setelah itu kalian ambil bonusnya secara langsung di kantor." Barley.
"Baik Tuan. Terima kasih. " Chandra.
Barley menutup handphonenya, seraya tersenyum menyeringai.
***
Munir keluar dari pintu kamar dan segera menemui dua orang rekannya, Anggi dan juga Chandra.
Kedua orang itu rela menginap di hotel dan bangun pagi-pagi sekali demi mempersiapkan semuanya dengan matang.
Ha ha ha, Chandra keluar kamarnya masih dengan sisa tawanya.
"Pak Munir, bagaimana rasanya tidur seranjang dengan wanita cantik seperti putri tuan Alex? ha ha ha. "Chandra.
Munir menggaruk-garuk kepala-nya yang tak gatal.
"Seperti uji nyali Chan, jantung ku ngak berhenti berdetak, hampiri copot.Mana si junior bagun terus, "dengus pak Munir.
"Ada-ada saja ya tuan, pagi-pagi gue sudah di buat apes, lihat yang begituan. " Chandra.
"Iya nih, aku mau pulang ke rumah dulu, cari pelampiasan, udah dari tadi nahannya nih," ucap pak Munir seraya menunjuk bagian celana yang menonjol.
"He he, pak munir sih enak, ada tempat pelampiasan. Nah aku? " Chandra.
Chandra melirik ke arah Anggi dengan tatapan mesumnya.
"Ngi, loh mau ngak jadi tempat pelampiasan gue? "tanya Chandra seraya menatap Anggi, ia pun menaik turunkan alisnya.
Anggi mendelik. "Hah! yang bener saja?! loh pikir gue perempuan murahan?! gue jaga keperawanan gue khusus untuk CEO, Presdir ataupun pejabat teras tau! selain itu do not cross! Hm, maaf kata ya, loh emang ganteng Chan.Tapi loh bukan level gue," cecar Anggi seraya membuang wajahnya.
"Iya kali. Semoga loh dapatin apa yang loh mau, tapi kalau sampai ngak dapat, loh bakalan nyesal karna sudah menolak cinta gue Ngi," dengus Chandra.
Ehm, Anggi membuang wajahnya.
"Sudah kita pulang, sebentar lagi pak Arief pasti mencari gue." Anggi.
__ADS_1
"Ih kepedean, iya, gue antar loh. Gue juga kan mau kerja. sekalian ambil bonus kita saat ini. "Chandra.
***
Cintya masih merasa kesal atas peristiwa yang menimpanya.
"Kau berani mempermainkan aku,Barley! lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu nantinya, Akh! " Cintya.
Setelah puas melampiaskan kemarahannya Cintya langsung menuju kamar mandi.
Ia merasa jijik pada dirinya sendiri, karna telah melakukan hubungan dengan orang tua yang bahkan hampir seusia dengan ayahnya.
Apalagi bagian bawahnya terasa begitu kotor dan berlendir.
Hal itu karna Anggi menyemprotkan gel pada paha Cintya agar semakin meyakinkan.
Cintya menggosok tubuhnya sesekali ia merasa muntah dan jijik ketika membayangkan dirinya di gauli oleh lelaki tua seperti Munir.
"Sialan! kenapa aku terus membayangkan bagaimana pria tua itu menggauli ku. Hiks hiks hiks, lihatlah kotorannya saja begitu banyak dan sulit untuk di bersihkan. Akh! bagaimana kalau aku sampai hamil oleh pria tua itu?! " Cintya begitu frustasi, melihat kotoran yang menempel di sekitar bagian bawah tubuhnya.
***
Tuan Alex sengaja menunda keberangkatannya ke kantor untuk menunggu kedatangan Cintya.
Sudah pukul sepuluh pagi, Namun sang putri yang di tunggu kehadirannya belum pulang juga.
Beberapa kali ia melirik penunjuk waktu di arlogi-nya. Namun Cintya belum pulang juga.
"Apa aku harus telpon dia?" gumannya.Namun tak berapa lama kemudian mobil Cintya perlahan memasuki halaman rumah mewah mereka.
Cintya memakirkan mobilnya secara sembarangan, setelah mematikann mesin mobilnya. ia pun membuka dan menutup pintu mobil dengan cara yang kasar.
Bruk
Alex memperhatikan wajah putrinya yang terlihat kesal.
Cintya berjalan cepat menghampiri Alex.
"Bagaimana Cintya?"tanya Alex penasaran, meski ia sendiri tahu semua tak akan berjalan mulus.Karna melihat reaksi sang putri yang terlihat emosi.
Langkah Cintya tercekak oleh tuan Alex yang menghadangnya.
"Semua gagal Papi, tuan muda itu ternyata lebih licik dari yang ku bayangkan!" Cintya.
"Tapi bagaimana bisa gagal?! padahal kau begitu yakin?! " tanya Alex yang setengah emosi.
"Sudahlah aku tak mau bedebat, aku butuh ketenangan! "Cintya mencoba untuk menghindari pertanyaan dari Alex selanjutnya, ia pun melanjutkan langkahnya.Namun lengan di tarik oleh Alex.
"Tunggu Cintya! jelaskan dulu apa yang terjadi?! " tanya tuan Alex setengah memaksa.
"Papi! aku bilang aku tak ingin membahasnya!"Cintya.
Ia pun melepaskan cengraman tuan Alex dan berlari kecil menuju kamarnya.
__ADS_1
Alex mendengus kesal, ia tak tahu apa yang terjadi pada Cintya.
Tiba-tiba saja seseorang mengiriminya video melalui salah satu aplikasi chatnya.
Tuan Alex membelalakan mata ketika melihat Cintya yang sedang berdebat dengan Munir.
Wajah Munir di samarkan dalam video tersebut, namun sangat jelas terdengar jika Cintya memaki dan mengatai pria yang menidurinya dengan sebutan tua dan jelek.
Sontak saja, tuan Alex menjadi berang, ia pun berjalan cepat menghampiri Cintya.
Sesampainya di depan kamar Cintya, tuan Alex mengetuk pintu dengan kasar.
Tok...tok...tok.
"Cintya! Cintya ! buka pintunya Cintya!" teriak tuan Alex membuat gaduh satu rumahnya.
Miranda buru-buru menghampiri suaminya yang terlihat emosi.
"Ada apa sih Papi? pagi-pagi sudah bikin heboh saja. "Miranda.
Cintya membuka pintu kamarnya karna mendengar keributan.
Melihat pintu kamar Cintya yang hendak terbuka, Alex langsung menerjang pintu tersebut, hingga membuat kaget Miranda dan Cintya.
"Papi! " seru Miranda.
Plak satu tamparan mendarat di pipi Cintya tanpa permisi.
"Papi! kenapa kau pukul Cintya?!"tanya Miranda dengan nada protes.
Sementra Cintya menangis seraya menyentuh pipinya yang terkena tamparan dari tuan Alex.
"Bodoh! " cecar tuan Alex.
"Kenapa kau sampai terjebak dengan perangkap mu sendiri?! Aku sudah bilang hati-hati dengan Barley! Dia tak sebodoh yang kau pikir! " cecar tuan Alex.
Hiks hiks hiks, Cintya hanya menangis seraya menundukan wajahnya.
"Kau tahu apa jadinya, jika Barley sampai menyebarkan video tersebut?! "
"Hiks hiks hiks, tapi aku tak tahu kenapa ini bisa terjadi, hiks hiks. "
"Karna kau bodoh Cintya! percuma saja kau kuliah sampai ke luar negri!"
"Sekarang tak hanya perusahaan kita yang hancur, tapi juga nama baik keluarga kita. Dan semua kartu As kita ada di tangan Barley."
"Bagaimana jika foto tersebut tersebar? mau taroh dimana muka Papi?! pastinya juga Papi akan kesulitan mencarikan jodoh untuk mu dari kalangan pengusaha. "
Tuan Alex begitu kesal, hingga ia melempar semua barang-barang yang ada di kamar Cintya.
Sementara Cintya hanya bisa menangis memeluk Miranda.
Bersambung dulu ya reader. Terima kasih atas dukungan dan doanya, semoga saja besok Author bisa crazy up.
__ADS_1
Salam sayang selalu, jaga kesehatan.😘