
Santi berada di depan cermin besar di kamarnya, ia memutar-mutar tubuhnya di depan cermin melihat perutnya yang semakin buncit.
Barley tersenyum melihat istrinya yang semakin cantik ketika hamil tersebut, ia pun menghampirinya.
"Nyonya, sampai kapan mau berputar-putar di depan cermin,"ucap Barley seraya memeluk Santi dari belakang dan mencium-ciumnya.
"Kamu semakin cantik saja saat hamil, bikin aku makin betah di rumah,"ucap Barley.
Santi tersenyum," Aku hanya merasa bangga saja mengandung pewaris dari keluarga Raja Prawira, ngak sabar lihat anak kita lahir nanti," ucapnya sambil menakup pipi Barley.
"Ayo Nyonya aku sudah ngak sabar melihat jenis kelamin anak kita," Barley.
"Iya Tuan, sebentar aku rapikan riasan ku yang berantakan karna di cium oleh mu." Santi.
Barley melepas pelukkannya, dan sedikit menjauh dari Santi, ia penasaran dengan keadaan Amora, untuk itulah ia menelpon Arief.
"Hallo Arief, bagaimana keadaan Amora dan anaknya?"tanya Barley.
Santi melirik ke arah Barley, akhir-akhir ini ia selalu merasa cemburu jika suaminya tersebut membicarakan wanita lain.
"Keduanya selamat Tuan, hanya saja putri Amora menderita bocor jantung hingga keadaannya begitu lemah,"papar Arief.
"Innalilah, yang sabar ya Rif,"Barley.
"Terima kasih Tuan!" Arief.
"Oke Rif, sebentar lagi aku akan ke klinik guna memeriksakan kandungan istriku, nanti kami sempatkan untuk menjenguk keponakan mu itu,sekali lagi kamu yang sabar ya Rif. "Barley.
"Iya Tuan terima kasih."Arief.
Santi sudah siap berangkat, dengan outfit terusan berwarna cream dan celana legging hitam serta rambut di biarkan tergerai serta menggunakan bandana model simpul berwarna senada, tak lupa tas slempang hitam branded yang ia kenakan semakin menambah anggun dan berkelas, sangat serasi dengan Barley yang selalu necis ketika mengenakan pakaian apa pun.
Tuan dan nyonya muda tersebut selalu tampak mesra dan serasi pada setiap kesempatan
Mereka pun menuju sebuah klinik dokter obgin, untuk memeriksa kan kandungan Santi.
Santi selalu bersikaf manja terhadap suaminya jika mereka sedang berdua, namun begitu mereka tak pernah pamer kemesraan secara berlebihan di depan khalayak umum.
Kepalanya ia sandar kan pada bahu Barley yang sedang menyetir, sesekali Barley mendaratkan kecupan pada pucuk kepala sang istri, sembari mengelus perut buncit Santi.
Kehamilan yang begitu menyenangkan bagi Santi, karna ia selalu menjadi priorotas bagi Barley dan keluarganya.
Terutama hari ini, Barley sengaja tak bekerja hanya untuk mengantar sang istri periksa kehamilan
"Sayang, kalau anak kita laki-laki kamu mau beri nama siapa, dan kalau perempuan kamu mau beri nama apa?" tanya Santi dengan nada manjanya.
"Aku belum terpikir Sayang, aku ingin Daddy dan Mommy juga ikut ambil andil dalam pemberian nama anak kita, tak apa kan?"Barley.
"Ehm, tentu saja sayang, pasti ada nama Radja Prwira di belakang namanya kan?"tanya Santi.
"Ehm, harus itu."
"Tapi Sayang kenapa nama kamu sendiri ngak ada nama Radja Prawira?" tanya Santi.
"Ehm, aku juga ngak tahu ngak pernah nanya sama Mommy."Barley.
Ehm, Santi menoleh ke arah Barley.
"Oh Ya sayang, tadi aku dapat informasi dari Arief, jika bayi yang Amora lahirkan menderita jantung bocor," papar Barley.
__ADS_1
Deg,
Santi syok, ia pun mengelus perutnya.
Astafirullah, semoga janin yang ku kandung senantiasa sehat dan selamat.
Barley melirik ke arah Santi yang terdiam.
"Kamu kenapa Sayang?"tanya Barley seraya mengelus pipi mulus Santi.
"Ehm ngak, aku nervous saja," jawab Santi berkilah.
Mereka pun sampai di klinik praktek dokter obgin.
Setelah mengkomfirmasi pendaftaran pada petugas, keduanya di perlisahkan untuk masuk ke ruang periksa.
"Selamat sore dokter,"sapa Santi ramah.
"Selamat sore juga nyonya," sahut dokter wanita tersebut lebih ramah, ia pun tersenyum kearah Santi dan Barley.
Santi dan Barley duduk di hadapan dokter.
"Ada keluhan Nyonya?"tanya dokter.
"Ngak ada dokter, hanya ingin periksa saja." Santi.
"Baik silahkan berbaring Nyonya kita akan lakukan pemeriksaan USG, biar hasilnya lebih akurat." dokter
Barley menuntun Santi untuk berbaring di sebuah tempat tidur yang di sediakan.
"Sayang, aku deg-degan," ucap Santi seraya menggenggam erat tangan Barley.
"Meski hanya periksa aku takut terjadi terjadi sesuatu pada janin kita," bisik Santi.
Dokter tersebut tersenyum," Tenang saja Bu, perasaan tersebut biasanya timbul pada wanita hamil yang baru mendengar hal-hal buruk tentang penyakit pada bayi baru lahir hingga timbul perasaan was-was akan terjadi hal yang sama pada janin nya," papar dokter
Barley pun mengerti, "Harusnya aku tak mengabari mu keadaan bayi Amora, kau pasti khawatir kan sayang? tanya Barley seraya menggenggam erat tangan Santi.
"Mungkin karna itu juga sayang, aku khawatir saja," ucap Santi.
"Sekarang kita periksa saja ya Bu, biar ibu jadi tenang lagi,"ucap dokter tersebut sambil memberi gel pada transducer dan menempel serta menggerakannya secapa perlahan pada permukaan kulit Santi.
"Nih Bu penampakan bayinya layar monitor," ucap dokter tersebut, ia pun men-zoom gambar hingga tampak lah wajah bayi mereka di layar monitor.
Santi tersenyum bahagia, "Sayang lihatlah itu gambar bayi kita menggemaskan sekali," ucap Santi bahagia sambil melirik ke arah Barley dengan mata yang berbinar.
Begitupun Barley, " Iya sayang di mirip seperti mu," ucap Barley seraya mencium pipi Santi dengan gemes.
Suster dan dokter tersebut tersenyum melihat kehangatan sepasang suami istri tersebut.
"Ehm, air ketubannya juga baik Bu", ucap dokter tersebut sambil mengarahkan tranducer ke arah yang berbeda.
"Semua sehat dan aman, janin anda berjenis kelamin laki-laki ya Bu," ucap dokter Anna ia pun meraih tissue guna mengelap sisa gel yang tersisa.
Santi dan Barley saling memandang," Laki-laki," ucap keduanya secara serempak.
"Calon bayi kita laki-laki sayang," ucap Barley, seraya mengecup kening sang istri.
"Iya, sayang. Daddy pasti senang mendengar berita ini?"Santi.
__ADS_1
"Orang tuamu juga pasti senangkan sayang?"Barley.
"Tentu saja ini cucu pertama mereka."
"Ayo aku bantu kau untuk bangkit," ucap Barley, seraya menarik tangan Santi pelan.
Setelah melakukan pemeriksaan mereka pun memutuskan untuk menemui Arief.
"Sayang setelah dari kilinik kita kerumah sakit ya?"
"Mau ngapain sayang, kamu mau jenguk mantan kamu itu ya?"dengus Santi dengan mata yang melotot.
Barley tersenyum, "Jealous Ya?" tanya Barley sambil mencolet dagu Barley.
Santi tetap cemberut, seraya membuang wajahnya.
"Iya aku mau jenguk Amora, sekalian memastikan jika kali ini dia tak akan kabur lagi."
Santi tetap cemberut.
"Sayang, apa yang kau pikirkan? kau cemburu pada wanita itu ha ha ha," cetus Barley sambil tertawa kecil.
Santi masih bersungut.
"Sudahlah Sayang, jangan rusak hari bahagia kita, saat kita sedang berbahagia karna sebentar lagi kamu akan melahirkan putra mahkota dari Radja Prawira," ucap Barley ia pun menarik tubuh Santi kembali ke pelukkannya, memeluknya dan mencium pucuk kepalanya.
"Apa yang kau pikirkan Sayang, kau lebih baik segala-galanya dari perempuan ular tersebut." Barley.
"Lagi pula aku ingin melihat keadaan bayinya," imbuhnya.
Santi mengkerucutkan bibirnya melirik ke arah Barley.
"Benarkah? katakan pada ku dulu, kalau aku ini wanita paling di dunia, pinta Santi manja.
Barley tersenyum melirik ke arah istrinya tersebut.
"Iya Nyonya, kau wanita tercantik di dunia ini_"Barley.
"Ehm terima kasih," ucapnya seraya tersenyum simpul.
"Tentu saja setelah Amora ha ha," sambung Barley lagi.
Santi kembali menkerucutkan bibirnya," Ah kau jahat!" serunya sambil memukul- memukul bahu Barley.
Santi menegakkan tubuhnya sambil menyilangkan kedua lengan di dada.
Hm.
Barley tertawa kecil, ia pun menarik kembali tubuh Santi dalam rangkulannya.
"Aku bercanda sayang, Kau lah wanita paling cantik di dunia bagi ku, meski tak semua orang berkata begitu," ucap Barley sambil tersenyum melirik Santi.
"Ehm, kalau begitu aku setuju, sini ku neri hadiah," ucap Santi seraya mencium pipi Barley.
"Makasih sayang,"ucap Barley, keduanya pun saling melempar senyum.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Sabar ya Barley, ibu hamil emang begitu.
__ADS_1
Bersambung, guys. oh mana dukungan dan komentarnya reader kesangan otor, kenapa jarang sekali memberi komentar, padahal, author sudah crazy up hiks hiks, mohon masukan nya dengan saran kritik, like vote dan hadiah, maaf otor receh ini butuh dukungan yang banyak biar sukses, love love semua deh, semoga sehat dan berbahagia selalu 😚😚😚😚