Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Trauma Mendalam


__ADS_3

Cyntia dan Nayla berjalan cepat melewati koridor rumah sakit, "Setibanya di sebuah bangsal, ia melihat Naya yang kembali memberontak, dua orang perawat pria tengah memegangi tangannya..


"Lepaskan! Lepaskan! aku mau pulang Mami ! Mereka jahat! " teriak Naya.


"Naya, hiks hiks kenapa kamu jadi seperti ini sih Nak." Cintya menangis pilu melihat keadaan Naya yang semakin tak terkendali.


"Lepaskan! lepaskan! Aku mau pergi! Mami aku mau pulang Mami! Aku mau ikut Papi saja! " Naya berteriak-teriak sambil menendang-nendang. Wajah dan pergelangan tangannya di penuhi dengan darah yang menetes.


"Naya Hiks,hiks." tangis Cintya lirih. Ia semakin tak berdaya melihat putri tercinta terbelenggu dibatas tempat tidur.


"Anak anda tiba-tiba saja hendak melakukan percobaan bunuh diri Nyonya, Jadi kami terpaksa mengikat tangan dan kakinya agar kejadian tersebut tak terulang lagi. "


Cintya tak terlalu kaget karena ini bukan pertama kalinya ia melakukannya


"Dengan apa dia melakukannya pak hiks? "tanya Cynthia.


"Dengan memecahkan kaca jendela, kemudian ia menyayat pergelangan tangannya sendiri. "


"Oh my god! Cynthia menangis sambil menutup mulutnya.


Ia pun mempercepat langkahnya melihat Naya yang terus memberontak -rontak ketika tangan dan kakinya di ikat.


"Mami! Aku ngak mau di ikat Mami! Aku mau tinggal bersama Mami hikss Hikss. "


Beberapa saat kemudian Naya kembali lemah karena mendapatkan suntikan obat penenang.

__ADS_1


"Naya hiks," Cynthia menangis seraya berlutut melihat sang putri dalam keadaan mengenaskan.


Wajah dan sekujur tubuhnya penuh luka.


Nayla tak mampu membendung air matanya,melihat saudaranya begitu tersiksa.


Mereka hanya di perbolehkan melihat Naya dari jarak jauh.


***


Setelah keadaan Naya menjadi tenang, barulah mereka di perkenankan menghampiri Naya.


"Sayang kenapa kamu jadi seperti ini Nak? "hiks hiks hiks. "


"Mami,aku mau tinggal dengan Mami. Aku mau tinggal dengan Mami. " Racau Naya dalam tidurnya.


Keduanya meninggalkan kamar perawatan Naya membiarkan Naya beristirahat.Cintya dan Nayla menemui phisikiater yang merawat Naya.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter. Apa penyebab Naya hingga ia mengalami gangguan mental yang parah sepeeti ini ? " tanya Cynthia dengan nada sedih.


Saya hanya mengambil kesimpulan untuk sementara.Berdasarkan pengamatan saya ketika mendiagnosis pasien,


Naya mengalami fear of abandonment.Ada beberapa pengolongan dari trauma tersebut yakni dan Pasien masuk dalam kategori.


Borderline personality disorder. Kondisi ini ditandai dengan menjalin hubungan yang tidak stabil, perilaku impulsif, mudah marah, dan tidak bisa merasa kesepian. Faktor penyebabnya sendiri kemungkinan karena ia pernah di tinggal oleh orang-orang yang ia sayangi, Baik itu karena meninggal dunia, di tinggal hidup sendiri tanpa kasih sayang orang tua. Atau mungkin pernah di tinggal ataupun di kecewakankan oleh sang kekasih, hingga mengganggu ke stabilan emosinya. Apakah dari faktor yang baru saja saya sebutkan pernah terjadi di hidup pasien? " tanya dokter terus.

__ADS_1


Cintya tertunduk dan menangis. Semua yang di sebutan oleh dokter, Nyatanya memang pernah dialami dalam hidup Naya.


"Benar dokter. Awalnya Naya kehilangan Papinya saat dia masih SD, kemudian ia kembali kehilangan kakeknya beberapa tahun berikutnya.ia juga kembali kehilangan Omanya yang menjaganya selama ini. Sementara saya tinggal saat itu tinggal di luar negeri. Dan beberapa bulan yang lalu ia juga ditinggal oleh sang kekasih yang memutuskan hubungan terhadapnya.


"Nah mungkin itu faktor terjadi trauma fear of abandonment. Harusnya sejak dari awal pasien mendapatkan perhatian khusus dari orang-orang terdekat, di beri pengarahan, di beri dukungan moril dan semangat serta motivasi untuk bisa keluar dari tekanan demi tekanan dalam hidup nya, hingga pasien tak sampai terpuruk seperti ini. "


Cintya mendengarkan penuturan phisikiater tersebut dengan berurai air mata. Betapa ia menyesal karena tak memperhatikan putri, selama ini ia hanya memberikan semua kewahan yang Naya butuhkan, tanpa bimbingan ataupun kasih sayang, hingga Naya begitu rapuh.


"Jadi bagaimana saya bisa mengatasinya dokter, apakah putri saya bisa sembuh total? " tanya Cintya dengan rasa sesal yang menyeliputinya.


"Saya tidak bisa memastikan Nyonya semua bergantung dari phisikogi pasien sendiri, mungkin saja dengan dukungan orang-orang yang ia sayangi Naya bisa kembali percaya diri dan hidup dengan normal kembali. Kami hanya berusaha melakukan yang terbaik, dan kami juga butuh kerja sama anda dalam menangani pasien. Semoga Pasien segera sembuh dari traumanya.


"Iya dokter apa pun akan saya lakukan demi putri saya. Kalau begitu saya permisi. " Cintya keluar dari ruangan tersebut kemudian kembali menangis.


"Hiks hiks. Maafkan Mami Naya tak seharusnya Mami jadi egois seperti ini. Harusnya Mami selalu ada untuk kalian berdua. Mami memang orang tua tak berguna hiks hiks. "


Nayla memeluk Cynthia." Sudah Mami, tak ada gunanya menyesal. Sekarang kita pikiran bagaimana caranya agar Naya bisa, sembuh dan kembali seperti semula. "


"Iya kamu benar Nay. Tetap saja Mami menyesal karena telah meninggalkan kalian. Harusnya Mami sadar betapa berharganya kalian. "


Keduanya pun saling memeluk bahagia.


"Semoga kita bisa berkumpul lagi Mami. " Nayla.


"Iya Nak. Hiks. "

__ADS_1


Bersambung dulu readers. Karena bab akhir panjang autor harus bagi dua bab. Terima kasih atas dukungan para readers semua. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT agar kita selamat dunia dan akhit Aamiin ya rabbal Alamin.


__ADS_2