
Bebera hari berlalu kedatangan tuan Hasta juga karna ingin mendengar sidang putusan Andini.
Untuk sementara Barley belum memberi tahu kenyatanya siapa dirinya pada tuan Hasta.
Kini mereka bertemu di pengadilan pada sidang putusan kasus yang menyangkut Andini.
Barley dan Santi datang bersama tuan Hasta, sementara tuan Marco datang bersama Wati.
Tentu saja tuan Hasta kaget melihat Wati yang bergandeng mesra bersama saingan bisnisnya.
Tuan Hasta mengenal tuan Marco sebagai sahabat Alex, sedangkan Alex adalah rivalnya.
Tuan Hasta berbisik ke arah Barley.
"Barley lihatlah, bukannya yang bersama tuan Marco itu Wati? " tanya tuan Hasta binggung.
"Iya Daddy, Wati sudah menikah dengannya." Barley.
"Hah? kok bisa?"tanya tuan Hasta.
Panjang ceritanya Daddy, Setelah sidang akan ku beri tahu.
Tuan Hasta melirik heran kearah Barley seperti ada sesuatu yang di sembunyikan Barley.
Sidang pun di mulai.
Setelah melewati beberapa tahap kini tiba saatnya mendengar keputusan hakim.
Hakim membacakan hasil keputusan saat itu sidang berlangsung tertutup.
"Denga ini terdakwa atas nama Andini dinyatakan bersalah dan di jatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun." Hakim.
Tok tok tok
Keputusan sudah di ambil, sontak Andini syok dan menangis ia tak percaya jika dirinya akan berada selama itu di penjara.
Jujur saja Barley juga kecewa, tapi sebenar hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Hiks hiks Andini menangis tergugah di kursi pesakitan.
Tubuhnya terguncang menahan sedih.
Barley yang merasa iba pun menghampiri Andini, begitupun kuasa hukum mereka.
Maaf tuan kami telah ber upaya secara maksimal, namun nyonya Andini terlalu banyak tersangkut kasus hukum hingga ia di jerat pasal berlapis.
"Penipuan, pembunuhan berenca pencucian uang dan upaya kabur melarikan diri," papar Hilman pengacara mereka.
"Tak apa, saya yakin anda telah berusaha dalam upaya pembelaan Mommy saya." Barley.
Mereka pun berjabat tangan.
"Hiks hiks hiks, Barley mommy ngak mau di penjara selama itu Barley, tolong keluar kan mommy dari penjara hiks hiks." Andini memohon sambil menakupkan ringannya.
Ia pun kembali menangis.
__ADS_1
"Mommy, aku tak punya kuasa melepas kan Mommy dari penjara. Negara kita negara hukum siap yang bertindak jahat harus bisa menerima kosekuensinya." Barley.
?Tapi Barley kau bisa upayakan banding kan?"rengek Andini.
"Entalah Mommy , tapi kurasa mengajukan banding justru semakin menambah berat hukuman kita Mommy ."
Hiks hiks hiks, Andini pun kembali di bawa ke rutan, kini sudah ia sudah resmi jadi penghuni rutan tersebut.
Andini memberontak saat di bawa petugas.
Tuan Marco dan tuan Hasta begitu pun pasangan mereka.
Kedua pria tersebut sama-sama menghampiri Andini.
"Lepaskan! Aku mau bicara pada putra dan suamiku dulu," ucap nya seraya menepis tangan petugas yang membawanya.
Petugas mengalalah, memberi kesempatan pada Andini untuk bicara pada keluarganya.
Andini menatap sinis ke arah Hanna yang menggandeng mesra tangan tuan Hasta.
Andini merasa cemburu dengan kemestraan mereka.
Ia pun menghampiri tuan Hasta.
"Daddy,kenapa kau tak pernah membesuk ku? hiks hiks apa kau Sudah lupa pada diri ku hiks hiks ," rengek Andini.
Hm, tuan Hasta menyunggingkan senyumnya.
"Mana mungkin aku lupa semua perbuatan mu pada ku Mommy , Karna itu juga aku tak akan mungkin melupakanmu," cetus tuan Hasta.
Andini sedikit tersinggung dengan pernyataa tuan Hasta tersebut.
"Cuih kau jadikan pembantuku sebagai istri mu? apa kau tak laku lagi Marco?" cecar Andini.
Hm, Emangnya kenapa? Bukannya kau juga seorang pembantu, aku angkat kau jadi ratu, tapi apa balasan mu Andini?! kau bawa kabur uang perusahaan ku, kau bawa putra ku yang ada di dalam kandungan mu, kemudian kau menikah lagi padahal saat itu kau masih berstatus istriku dan tengah mengandung anak ku! "
Mendengar pertanyaan tuan Marco tak hanya Andini, tuan Hasta dan Hana pun juga ikut kaget.
Seketika mereka membelalakan matanya, membulat sempurna.
Detik itu juga tatapan sinis mengarah ke Andini yang tertunduk malu.
"Setidaknya istri ku lebih mulia, dari pada dirimu, dia bukan seorang pengkhianat seperti mu!" kini giliran tuan Marco yang mencecar Andini.
"Apa? jadi tuan Marco ini suami mu sebelumnya?" tanya tuan Hasta kaget.
Barley menitikan air matanya ia sendiri malu mendengar pertanyaan tersebut.
"Kalau begitu dia adalah ayah kandung Barley?! " tanya tuan Hasta dengan membentak.
Air mata Barley perlahan menetes kembali meski susah payah ia tahan.
Santi memeluk suaminya kemudian mengusap punggungnya.
Andini hanya terdiam, ia tak mampu menjelas kan.
__ADS_1
Andini mendekati petugas, kali ini ia yang meminta petugas tersebut untuk segera membawanya dari mereka.
Barley mendekat kearah tuan Hasta.
'Iya Daddy, tuan Marco adalah ayahku hiks hiks hiks, maaf kan aku, aku tak bermaksud untuk membohongi mu."
Tuan Hasta melongo mendengar penuturan Barley,ia pun terdiam beberapa saat.
Barley melanjutkan kata-katanya.
"Aku juga baru tahu beberapa waktu yang lalu, hiks hiks. Maaf aku tak memberi tahu mu, karna aku takut kau jadi membenci ku, hiks hiks, "Barley begitu sedih air matanya mengalir semakin deras.
Begitupun Santi yang melihat suaminya yang terlihat begitu sedih.
Tuan Hasta menghampiri Barley, mana mungkin aku membenci orang yang sudah ku besar kan dengan cinta dan kasih sayang sejak kau masih merah Barley, kasih ku ini tak pernah surut meski sudah lama aku mengetahui jika kau bukan darah daging ku. Lalu memangnya kenapa jika kau darah daging tuan Marco. Bukannya kau tetap akan jadi putra selamanya hiks hiks hiks," tuan Hasta menangis tergugu.Ia pun memeluk Barley yang tercengang mendengar penuturannya.
"Jadi Daddy sudah tahu dari dulu jika aku bukan darah dagingmu? hiks hiks " tanya Barley sambil menangis haru.
"Iya Nak, tapi aku mencintai mu , menyayangi mu lebih dari siapa pun di dunia ini hiks hiks ," ucap tuan Hasta dengan tangisan kerapuhannya.
"Iya daddy kau adalah Daddy ku, Emangnya kenapa kalau aku punya dua Daddy ," ucap nya bahagia.
Mereka pun mengurai peluknya,Kemudian saling melempar senyum dan menyapu air mata.
Baik Barley atau pun tuan Hasta merasa lega, karna apa yang mereka takuti tak terjadi.
Nyatanya mereka tetap saling menyayangi dan mencintai meski mereka tak punya hubungan darah.
Tuan Marco ikut haru menyaksikan mereka Bedua, ayah dan anak yang saling mencintai.
Ia pun mendekat kearah keduanya.
"Benar tuan Hasta, Barley itu putra mu meski dia adalah putraku.Dia adalah kebanggaan mu tapi juga kebanggaan ku. kita bisa memiliki bersama-sama, karna dia memang milik kita berdua,"ucap tuan Marco.
Barley tersenyum kearah keduanya, kemudian memeluk tuan Hasta dan tuan Marco secara bersamaan.
Aku anak yang paling beruntung karna memiliki dua Daddy hebat seperti kalian, ucapnya dengan bahagia.
Kedua Daddy tersebut membalas pelukannya.
Suasana berubah dari haru jadi suka cita.
Santi Hana dan Wati saling melempar senyum melihat hangat ketiga orang pria tersebut.
Bersambu, hai reader yang baik.
Terima kasih atas dukungan kalian yang membuat aku semakin semangat menulisnya.
Nanti kan episodes selanjut nya, sambil nunggu author up yuk mampir ke novel author yang lainya yang lebih seru dengan cerita yang mengharu biru.
dengan judul:
Kenapa Harus Menikah dengan mu, di tunggu ya.
tinggal Klik profile author
__ADS_1
.