
Hana kamu apa kabar?" Tanya tuan Hasta sembari menyodorkan tangannya.
"Ehm baik Mas, mas sendiri?"tanya Hana balik sembari menyambut jabatan tangan dari pria tersebut.
"Aku baik." Tuan Hasta.
Sejenak mereka terdiam, tuan Hasta dan Hana sama-sama terlihat sungkan.
"Bisa kita bicara sebentar Hana berbincang-bincang?itu pun kalau kau tak sibuk?"tanya tuan Hasta malu-malu.
Akhirnya kalimat tersebut lolos juga dari bibirnya.
"Ehm" Hana tersenyum," Bisa kok Mas, mau bicara dimana? di sini saja atau di ruangan saya?"Hana memberi pilihan.
"Ehm di sini juga boleh."
"Ehm kalau begitu bagaimana dengan meja nomor tiga belas di sana?"tunjuk Hana pada meja yang paling ujung tempat tuan Hasta dan Ali memesan tadi.
"Ehm boleh,"tuan Hasta.
"Ayo silahkan Mas."Hana mempersilahkan tuan Hasta untuk berjalan di depannya,rupanya ia tak ingin berjalan beriringan.
Tuan Hasta melangkah dengan mantap menuju meja yang di tunjuk oleh Hana.
Sesampainya di sana mereka pun duduk saling berhadapan.
"Ehm"tuan Hasta berdehem untuk mengurangi rasa groginya.
Sementara Hana tersenyum melihat wajah tuan Hasta yang merona yang menatapnya.
"Bagaimana dengan anak dan istrimu Mas? Aku dengar Andini melahirkan seorang putra untuk mu?"tanya Hana yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Ehm iya, begitulah keadaan mereka saat ini baik-baik saja, bagaimana dengan mu? apa kau sudah menikah dan punya anak?"tanya tuan Hasta.
"Iya, aku memiliki sepasang anak kembar, kini salah satu dari mereka bekerja di luar negri dan anak ku yang perempuan mengikuti suaminya."
Tuan Hasta menyimak kata-kata yang keluar dari mulut Hana.
"Ehm jadi sekarang kau hanya tinggal berdua saja dengan suamimu?"tanya tuan Hasta memperjelas.
"Ehm suami ku sudah meninggal beberapa tahun silam Mas akibat serangan jantung,"papar Hana.
Deg jantung tuan Hasta berdetak kencang penuh irama.
"Kau sendiri apa sudah memiliki menantu atau cucu?"Hana.
"Barley sudah menikah dan istrinya tengah mengandung,sementara Andini kini berada di penjara,"papar tuan Hasta sedih.
"Oh"
Hana tak terlalu kaget mendengar kabar Andini, karna ia sendiri tahu batapa liciknya wantita tersebut.
"Sabar saja mas setiap kejadian pasti ada hikmahnya,"Hana.
__ADS_1
Iya mungkin kau benar.
Salah satu hikmahnya adalah aku bisa bertemu dengan mu dan kebetulan saat ini kita sama-sama sendiri.
Tuan Hasta tersenyum penuh makna kepada Hana, hingga membuat Hana menjadi grogi.
***
Ali nencari cari keberadaan tuan Hasta hingga berkeliling di saung tersebut, karna tak mendapatinya ia pun bermaksud kembali ke meja pesanan mereka, namun ia kaget ketika melihat tuan Hasta sedang duduk bersama seorang wanita cantik.
"Aduh tuan, belum sehari di tinggal istri di penjara ini sudah menemukan pengganti lagi, ck ci ck "dengus Ali.
Tuan Hasta melirik Ali, ia pun memberi kode kepada Ali agar Ali tak mengganggunya.
Makanan yang mereka pesan pun tiba, pramu saji hendak meletakan makanan yang tuan Hasta pesan namun di cegah oleh tuan Hasta.
"Ehm pindahkan saja makanan ini pada meja yang di sebelah sana,"ucap tuan Hasta sambil menunjuk meja dimana Ali sedang duduk di sana.
Pramu saji pun memindahkan makanan tersebut ke meja yang di tunjuk.
Pak Ali sedang mengkutak atik handphonenya wajahnya sumringah ketika melihat makan yang ia pesan kini ada di hadapannya.
"Selamat menikmati pak,"ucap pramusaji tersebut.
"Terima kasih,"ucap pak Ali, pramusaji tersebut pun pergi setelah selesai dengan tugasnya.
Ehm, air liur pak Ali menetes melihat makanan enak yang menggugah selera tersebut.
"Aha kalau beginikan aku ngak akan bete nungguin tuan kencan, sikat habis!" ujarnya seraya langsung tancap gas menikmati makanan tersebut.
Barley merasa tidak nyaman di perutnya, perutnya terasa kembali bergejolak hingga ia harus berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perutnya,memang sudah dua hari ini setiap kali makan ia selalu memuntahkannya kembali.
Huek, huek hanya cairan yang keluar dari mulutnya.
Barley beberapa kali ia muntah
setelah merasa baikkan iya pun keluar dari kamar mandi dengan kepala yang terasa pusing.
Barley kembali ke ruangannya dengan wajah yang pucat pasi.
Barley mendaratkan bokongnya pada sofa dan menyandarkan tubuhnya.
"Anda tak apa-apa tuan?"tanya Arief yang melirik ke arah Barley.
Barley menghempaskan napas kasarnya, "Sebaiknya aku pulang saja, kepala ku terasa pusinng," ucap Barley seraya memijit pelipisnya.
"Ya kurasa memang seperti itu, sebaiknya kau istirahat Tuan, aku rasa kau sedang stress." Arief
"Hm, kalau begitu aku untuk hari kau yang handle pekerjaan ku, karna aku tak begitu yakin dengan Chandra," ucapnya seraya beranjak meninggalkan Arief.
Arief menoleh ke arah Barley keluar,
"Sepertinya aku juga bisa stress kalau semia pekerjaannya aku yang handle," guman Arief seraya memutar bola malasnya.
__ADS_1
Barley memutuskan untuk pulang kerumah setelah apa yang menimpa Andini, ia benar-benar merasa seperti tertekan karna berada dalam dilema.
Bagaimana pun Andini adalah hidupnya, dan kasus yang menimpa Andini tidaklah main-main Andini bisa terkena ancamam pasal berlapis.
"Huh, aku tak percaya Mommy sanggup melakukan perbuatan itu, andai saja aku tak melihat dengan mata kepala ku sendiri, mungkin aku tak akan percaya," dengus Barley.
***
Sudah menjadi kebiasaan bagi Santi sejak dia hamil, memang waktunya lebih banyak di habiskan dengan tidur, mungkin karna bawaan janinnya.
Santi menerjab-nerjabkan matanya ketika merasakan tangan kekar memeluknya dengan erat.
Ehm, Ia pun meliuk-liukkan tubuhnya sembari membalikan badan.
Sebuah senyum manis terukir di wajah pria tampan yang berbaring di sampingnya, membuat Santi merasa tenang.
"Ehm sayang, kau sudah pulang?"tanyanya seraya meraba wajah suaminya dengan lembut.
"Ia Sayang, hati ku sedang gelisah mau kerja tapi tak bisa konsentrasi," ungkap Barley.
"Ehm kalau gitu biar aku peluk saja," ucap Santi sambil mengusap punggung pria bertubuh gagah tersebut.
Ehm, Barley mengguman, merasa tenang dan damai ketika jari lentik sang istrinya menyapu lembut pundaknya.
Barley membenamkan kepalanya pada ceruk leher Santi, menikmati aroma khas yang keluar dari tubuh sang istri, bahkan ia sering merindukan aroma tersebut, hingga ia menggunakan parfum milik istrinya, sesekali ia Barley mencumbunya hingga membuat keduanya terbakar gelora.
Barley menarik tubuhnya agar leluasa untuk bergerak, dalam beberap saat saja, tubuh Santi tenggelam di atas tubuhnya.
Satu persatu Santi melepaskan kancing kemeja sang suami, karna ia tahu apa yang di butuhkan suaminya tersebut.
Kemeja terlepas dan di buang sembarangan oleh Santi, keduanya pun memulai pertempuran hangat di siang hari tersebut.
Tubuh Barley mengayun lembut di atas tubuh Santi, keduanya saling mengecup dan mencumbu mengungkapkan perasaan dan kasih sayang.
Santi mengelap setiap tetes keringat di tubuh suaminya yang kini mengukung tubuhnya.
Suara lengkuhan dan ******* yang keluar dari bibir Barley membuat Santi merasa bahagia.
Permainan tersebut berlangsung dengan durasi yang cukup lama, keduanya sama-sama menikmati penyatuan mereka, yang di lakukan dengan penuh cinta.
Suara decapan dan kecupan silih berganti terdengar sepanjang permainan mereka yang berlangsung hampir satu jam tersebut.
Satu hentakan terakhir membuat keduanya melengkuh panjang, satu kecupan lekat di kening Santi sebagai penanda ungkapan terima kasih dari Barley ,terhadap istrinya atas pelayanan Santi yang sangat memuaskan.
"Terima kasih sayang,"ucap seraya tersenyum puas.
Ehm, Santi tersenyum seraya menghapus keringat yang membasahi wajah Barley.
Tubuh Barley yang bersimbah peluh pun tumbang di samping Santi, sejenak ia bisa melupakan beban berat yang memenuhi pikirannya.
Santi memiringkan tubuhnya mengusap sisa-sisa keringat yang menempel di tubuh Barley, membuat mata Barley menjadi sayup-sayup, tak berapa lama kemudian ia pun terlelap karna terapy yang di berikan oleh Santi.
Santi tersenyum ketika melihat wajah lelah sang suami yang terlelap dalam buainnya, setelah menidurkan suaminya, Santi kembali melanjutkan tidur siangnya yang sempat terganggu.
__ADS_1
Keduanya pun sama-sama tidur lelap di siang menjelang sore itu.
Bersambung guy, please berikan kritik saran komentar dan dukungan kalian ya, tanpa kalian apalah otor ini i love you.