
Amora berada di dalam sel tahanan wanita menatap hampa ke arah sekitarnya.
"Amora Felicia!"Seorang petugas sipir datang menghampirinya.
Amora melangkah dengan longkai menghampiri petugas sipir
"Ada apa?"Tanya Amora ketus.
"Selamat anda mendapatkan hak grasi tahun ini, dan dalam waktu tiga bulan kedepan anda akan bebas bersyarat."
Amora kaget tapi juga merasa senang.
"Benarkah?" tanya Amora.
"Iya Saya harap anda bisa bersikap lebih baik lagi," ucap petugas sipir tersebut, ia pun berlalu dari Amora.
Amora merasa begitu senang, hampir saja ia melonjak kegirangan.
"Huh. Tak lama lagi aku akan keluar dari penjara. Apa kabarnya Mami dan Papi." Amora pun tersenyum menyeringai.
❤❤❤
Sore ini keluarga Barley kedatangan tamu penting.
Mereka sekeluarga sudah menanti datangnya seseorang.
Tuan Marco dan Wati turun dari jet pribadi milik mereka.
Melihat Opanya yang baru saja turun.
Alesha pun buru-buru menghampiri sang Kakek tercinta.
"Opa! "Teriak Alesha.ia pun berlari menghampiri tuan Marco.
Tuan Marco pun menyambut Alesha.
"Cucu Opa sayang!" Tuan Marco berusaha menggendong Alesha.Namun tubuhnya tak lagi kuat.
"Aduh ..aduh cucu opa sekarang sudah gadis. Opa jadi ngak kuat untuk mengangkat tubuhnya, " keluh tuan Marco seraya menggusap pinggangnya.
"Daddy! Ingat encoknya.Ngak usah sok kuat gitu, "ucap.Wati dengan nada mengejek suaminya.
"Oma,@ seru Alesha seraya menghambur memeluk Wati.
"Cucu Oma makin cantik saja," ucap Wati sambil mencium pipi Alesha.
"Hm, Iya dong.Kan aku ingin seperti Mami yang tetap cantik sampai sekarang." Alesha.
Barley , Santi dan Andhra pun menghampiri mereka berdua.
"Daddy!" Seru Barley seraya memeluk tuan.Marco.Mereka pun berpelukan dengan perasaan haru dan rindu.
__ADS_1
Sudah dua tahun mereka tak bertemu.
"Barley Daddy kangen sama kamu Barley," ucap tuan Marco setengah menangis.
Tubuhnya pun terguncang memeluk sang putra.
"Aku juga rindu pada Daddy." Barley.
Mereka pun melarutkan rasa rindunya.
Setelah beberapa saat mereka pun merenggangkan pelukkannya.
"Mommy apa kabar?" tanya Santi pada Wati. Mereka pun saling memeluk.
"Baik Santi. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Wati.
"Baik mommy ." Santi.
Tuan Marco melihat pria muda yang tampan dan juga tinggi yang di hadapannya.
"Cucu Opa yang paling tampan, " ucap tuan Marco.
Andhra tersenyum dan memeluk kakeknya.
"Bagaimana kapar kamu Cu?" tanya tuan.Marco pada Andhra.
"Baik Opa. Aku senang akhirnya bisa bertemu Opa lagi. " Andhra pun tersenyum seraya mengurai pelukkannya.
Andhra hanya tersenyum.
"Pasti kamu jadi idola para cewek-cewek di sekolah ya?" tanya tuan Marco sambil menepuk pundak Andhra.
"Ngak kok. Biasa saja."
"Ayo Opa. Malam ini mommy sudah menyiapkan makan malam untuk kita sekeluarga. Ada Opa Harjo dan Oma Asti juga." Andhra.
"Wah Bahagianya bisa kumpul-kumpul sekeluarga." tuan Marco.
Mereka pun pulang ke rumah.Sepanjang perjalanan hanya terdengar celotehan dari mulut Alesha.
Alesha duduk di antara tuan Marco dan Wati, sementara Santi, Barley dan Andhra berada di mobil yang lainya.
Beberapa menit perjalanan mereka pun tiba di rumah.
Kehadiran mereka di sambut oleh para asisten rumah tanga mereka, terkecuali Andini yang mengunci dirinya di dalam kamar.
Ia merasa malu terhadap tuan Marco yang pernah ia khianati dan hampir ia celakai.Ia juga merasa malu kepada Wati yang kini jadi Nyonya besar pengusaha sukses.Ia pun malu untuk bertemu mereka dengan.keadaannya yang sekarang.
Kaki yang mengecil. Kulit yang mengkeriput tanpa bisa melakukan perawatan dengan uban yang memenuhi sebagian kepalanya, sangat berbeda dengan Andini yang dulu, yang selalu cantik dan selalu mendongkak kan.kepalanya karna kesombongannya.
Kini wanita tua tersebut hanya bisa menunduduk kan kepalanya, menangis dan meratapi nasibnya.
__ADS_1
Nasi sudah menjadi bubur, apa yang ia tebar kini ia menuainya sendiri. Beduntung saja ia punya keluarga yang selalu mendukung-nya.
❤❤❤
Makan malam tiba.
Tak hanya tuan Marco dan istri yang menjadi tamu istimewa.Tapi juga kedatangan kedua orang tua Santi.
"Assalammualaikum, "Ucap Harjo ketika mereka sampai di muka pintu.
"Waalaikum sallam, "ucap mereka serentak.
Alesha pun berlari menghampiri Omanya.
"Oma!" Seru Alesha.
"Cayang cucu Oma.Sekarang jarang sekali ke rumah Oma." Asti.
"Iya Oma, Esha sibuk," Cetusnya dengam.asal.
"Alah sibuk apanya?" Asti pun mencubit hidung mancung Alesha.
Santi menghampiri Asti. Begitu pun Barley yang langsung memeluk ayah mertuanya.
Mereka hampir setiap minggu bertemu tapi suasana malam ini terasa berbeda.
"Loh mommy mu mana Santi?" tanya Asti yang menanyakan keberadaan Andini.
"Ada kok Bu, sebentar lagi Santi jemput ia ke kamarnya." Santi.
Sebetulnya dari sejak siang Barley membujuk Andini agar ikut menyambut kedatangan tuan Marco dan istri.Namun Andini selalu menolak.
Tak hanya itu saja.Andini selalu menolak untuk bertemu orang lain, termasuk kedua orang tua Santi.Ia malu dengan keadaannya.
Keluarga hangat tersebut memuai obrolan mereka dengan cerita, canda tawa, membuat suasana terasa hangat dan penuh cinta.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Tuan makan malam sudah siap," ucap salah asisten rumah tangganya.
"Oh Iya. "
"Daddy-Mommy. Bapak dan Ibu. Ayo kita mulai saja makan malamnya." Barley.
"Ayo!" Seru mereka semangat.
"Sayang aku ke kamar mommy dulu ya.Aku coba untuk membujuknya lagi." Barley.
"Ehm bagaimana kalau aku saja yang coba membujuk mommy. Siapa tahu dia mau kita ajak kumpul." Santi.
"Ehm terserah kau saja Sayang." Barley.
__ADS_1
Bersambung. Satu episide lagi gens tunggu ya.😃