Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Malam pertama


__ADS_3

Setelah resepsi Aldo membawa pengantinnya menuju rumah kediaman keluarga Arief.


Disana kamar Aldo sudah di persiapkan menjadi kamar pengantin.


Aldo dan Delia berada di dalam mobil pengantin, sementara Asyia duduk di antara mereka.


Ketiganya tampak bahagia. Sepanjang perjalanan Aldo merentangkan tanganya pada bahu Delia. memeluknya dari belakang.


"Ibu bearti nanti malam kita tidur bertiga ya? " tanya Asyia.


Aldo dan Delia saling melempar senyum.


"Iya, tapi setelah ini Asyia harus segera beristirahat. Biar besok pagi kita bisa main bersama. Besok Asyia sekolah kan?" Delia.


"Iya Bu, Asyia juga sudah ngantuk," ucapnya sambil menguap.


"Ehm setelah sampai di rumah, ganti baju dan langsung bobo ya. " Aldo.


"Ehm, emang kenapa? Asyia kan juga mau cerita-cerita sama ibu? "


"Ceritanya besok saja, ayah sama ibu mau sekesaikan misi dulu malam ini," ucap Aldo sambil merangkul pinggang Delia. ia pun mencium leher jenjang Delia.


"Ehm misi apa? " tanya Asyia.


"Misi bikin dedek untuk kamu dong. Bukannya kamu yang minta dede sama ayah dan ibu? " Aldo.


Delia tersenyum melirik kearah Aldo, Aldo pun mengedipkan matanya dengan mesra.


"Ehm, apa benar begitu Bu? " tanya Asyia.


"Iya Sayang," ucap Delia tersenyum jengah.


"Ehm kalau gitu iya deh, " jawab Asyia.


keduanya pun saling memandang dan melempar senyum.


***


Mobil Aldo perlahan masuk ke halaman parkir rumah mereka. Arief dan Dinar juga sudah sampai di rumah tersebut.


Aldo turun dengan menggendong Asyia yang sudah mengantuk, sementara Delia selalu setia menggandeng mesra tangan suaminya.


"Asyia kenapa Do? "tanya Arief.


"Ngak apa apa Bang.Sudah ngantuk katanya."


"Ya sudah, kalau gitukan semakin aman," ucap Arief sambil mengancungkan jempolnya.


Delia tersenyum simpul. Mereka pun membawa Asyia menuju kamar.


Asyia menguap dan mengucek ngucek matanya beberapa kali.


Matanya terasa berat.


Sesampainya di kamar Asyia membuka pakaiannya.Aldo menyiapkan air hangat untuk menyeka putrinya.


Sementara Delia yang menyeka tubuh Asyia.


Aldo salut dengan istrinya yang begitu telaten mengurusi putrinya tersebut.


Delia ikut berbaring menidurkan Asyia.

__ADS_1


"Dek, kamu ganti baju dulu. "Saran Aldo.


"Ngak lah Bang nanti saja, aku masih betah pakai gaun pengantin ini. Ini kan terjadi hanya sekali seumur hidup aku," ucap Delia.


"Ehm, Oh ya kamu takut kali ya. Abang apa-apain kamu," ucap Aldo sambil memeluk istrinya yang sedang mengusap punggung Asyia agar tertidur.


Delia menoleh kearah Aldo.


"Sabar Bang, Asyia belum tidur, "bisiknya ketelinga Aldo sambil tersenyum memberi kode.


Aldo langsung menyambar bibir Delia dan mengecup nya.


"Hus sabar , Asyia belum tidur. " sergah Delia.


Aldo tersenyum simpul, menahan hasratnya.


Ia pun mengusap punggung Asyia sambil bernyanyi untuk Asyia.


Lima belas menit berlalu Asyia tertidur lelap.


Aldo mulai memainkan perannya. Melihat putrinya yang terlelap dengan segera ia melepaskan resleting gaun pengantin Delia.


Delia hanya tersenyum dan membiarkan suaminya tersebut melakukan apa saja terhadap dirinya.


Dengan perlahan resleting gaun pengantin itu turun secara perlahan, tampaklah punggung putih milik Delia.


Aldo mendaratkan beberapa kecupan di punggu tersebut ,masih dengan menarik resleting hingga mentok pada bagian punggung Delia.


Seketika tubuh Delia mengelinjang merasakan hangatnya kecupan Aldo.


Aldo membalikkan tubuh Delia dengan pelan, keduanya pun saling melempar senyum penuh damba.


Beberapa saat kemudian Delia merasa ada yang mendaratkan ciuman di bibirnya


Delia memejamkan matanya menikmati kecupan mesra dari sang suami, ia pun membalasnya.


Bibir keduanya pun saling bertaut semakin lama ciuman tersebut semakin dalam.


Aldo menjajal bibir istrinya sampai ia benar benar puas merasakan manisnya bibir raum milik sang istri.


Tangan Aldo merayap berusaha melepaskan gaun yang di kenakan sang istri, wajahnya pun perlahan turun hingga pada leher jenjang milik sang istri.


"Bang," seru Delia.


Ehm, sahut Aldo dengan berguman, ia masih sibuk menyesap ceruk leher Delia.


"Bang, apa tak sebaiknya aku mandi dulu? " tanya Delia.


"Ehm, memangnya kenapa?" tanya Aldo sambil menatap Delia.


"Biar segar saja. Sehariankan aku belum mandi. Takut bau acem," ucap Delia sambil tersenyum.


Ha ha Aldo tertawa kecil. "Rujak juga bau acem, tapi tetap nikmat kok," balas Aldo.


"Ah Abang. Masa aku di samain dengan rujak sih," dengus Delia dengan manja. ia pun memukul pelan dada Aldo.


"Abisnya dari tadi kamu ngindar terus, banyak alasan aja."


"Bukan gitu Bang. Aku malu, "sahut Delia jengah.


"Ehm, sini biar malu nya hilang. "Aldo langsung menarik tangan Delia lembut, agar bisa melepas seluruh pakaiannya.

__ADS_1


Dengan hati-hati ia melepaskan pakaian gaun pengantin istrinya dan membiarkanya tergeletak begitu saja di lantai.


Kini tubuh Delia hanya terbungkus kaca mata berenda dan segitiga pengaman.


Tubuh Aldo bergetar melihat kemolekan tubuh istrinya.


Dengan segera ia melepas penutup tubuhnya dan hanya menyisakan celana cawatnya.


jantung Delia berdetak kencang, ketika perlahan Aldo bergerak merayap di atas tubuhnya.


Kini kulit keduanya menyatu, Delia mulai merasakan gairahnya ketika tangan Aldo meremas salah satu bukit kembarnya sementara tangan Aldo yang lainnya berusaha melepaskan pengait dari kacamata berenda.


Sret terlepas sudah pengaman tersebut.


Dihadapan Aldo kini terdapat dua bukit kembar yang semakin menantang adrenaline nya.


Aldo pun mengikmati puncak bukit tersebut secara bergantian.


Sementara Delia meremas rambut Aldo karna menahan getaran hasrat yang mengguncang tubuhnya.


Jemari Aldo pun menarik penutup akhir dari tubuh sang istri.


Hah, Delia menghempas napas beratnya. Ia sudah tak lagi bisa menahan hasrarnya. matanya berembun menatap Aldo penuh damba.


Aldo memposisikan dirinya berada di atas tubuh istrinya setelah melepas penutup akhir tubuh istrinya.


Keduanya kini sama-sama bugil dan siap memulai pertempuran perdana mereka.


Delia, memejamkan mata, saat senjata Aldo mulai masuk kedalam gua sempit miliknya.


"Akh! " teriak Delia tertahan, seketika mulutnya di bungkam Aldo dengan bibirnya.


Aldo mengulum bibir istrnya sambil menghentak hentak-kan senjatanya.


Tubuh Delia tergunjang pelan, dengan air mata yang menetes perlahan. Bagian bawah tubuhnya terasa sakit saat Aldo menerobos dinding suci miliknya.Namun, ada juga perasaan bangga pada dirinya, karna ia bisa mempersembahkan miliknya paling berharga pada seseorang pria yang telah resmi mempersyuntingnya.


Kedua tangan mereka saling menggenggam erat, lengkuhan dan desaahan terdengar lirih dari keduanya.Rasa sakit yang di rasakan Delia pada awalnya kini berganti dengan rasa nikmat tiada tara.


Delia memeluk tubuh Aldo, ketika hentakan terakhir Aldo berhasil menembakan benih-benih baru di rahim Delia.


Aldo menumbangkan tubuhnya di atas tubuh sang istri, sementara Delia mengusap keringat yang membasahi tubuh suaminya.


Setelah beberapa kali menarik napas panjang, Aldo mendaratkan kecupan pada kening Delia yang juga di banjiri keringat.


"Terima kasih sayang," ucap Aldo di iringi senyum kepuasan.


Delia membalas senyuman suaminya tersebut.


"Sama-sama Bang," ucap Delia seraya menyentuh wajah tampan suaminya yang basah oleh keringat.


Keduanya kembali melempar senyum kepuasan dan kebahagian.


Aldo meraih tangan Delia, kemudian mengecupnya." I Love You."


"Delia tersenyum bahagi, I love you too, Bang."


Keduanya pun saling memeluk penuh haru dan bahagia, hingga secara bersama mereka menitikan air secara bersama karna merasakan kebahagian yang tak terhingga.


Bersambung dulu reader. ada cabe ada kedondong. Votenya dong! Terima kasih ya tetap setia membaca karya ini. kalian bisa kasi saran dan komentar kalian melalui kolom komentar ya..mohon maaf segala kekurangan dan kelebihannya dalam penulisan author ya.


Semoga kita semua di beri kesehatan dan keselamatan untuk diri dan orang-orang yang kita sayangi.Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2