Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Lalu Aku Ini Anak Siapa


__ADS_3

Sebelum menuju ke apartment keduanya singgah di sebuah supermarket dan berbelanja kepeluan untuk memasak makan malam.


Barley dan Santi berniat memasak untuk tuan Marco.


"Sayang kita masak apa?"tanya Barley seraya mendorong trolley.


Mereka pun melihat-lihat di rak bumbu dan makanan instan.


"Daddy itu orang Italia kan Sayang? kita mau masak apa? pasta atau pizza , spageti atau apa ?"tanya Santi binggung.


"Ehm, Sayang tapi Daddy juga terbiasa masakan indonesia, apalagi dengan yang ada santannya, seperti opor ayam atau rendang," papar Barley.


"Ya sudah kita beli ayam, daging sapi, pasta saus bolognese dan bahan-bahan lain," ucap Santi seraya memilih beberapa merk saus untuk pasta dan spageti.


Mereka pun berbelanja bahan-bahan segar seperti sayuran dan bumbu.


Puas berbelanja keperluan makan, Santi menuntun Barley menuju lantai atas.


"Sayang kita mau kemana lagi?" tanya Barley.


"Kita belanja pakaian bayi sebentar."


Santi terlihat begitu antusias melihat pakaian bayi.


"Sayang lihat lah pakaian bayi perempuan itu, menggemeskan," ucap Santi menggeram ketika melihat pakaian bayi perempuan yang lucu dan unik, warnanya pun cerah-cerah.


"Sayang aku mau beli yang ini," ucap Santi sambil memeluk pakaian bayi perempuan.


"Tapi untuk apa sayang, anak kita kan laki-laki?"tanya Barley.


"Eh bener juga, mau di simpan untuk anak kedua juga belum tentu perempuan kan anak kita?"gumanya dengan bibir cemberut.


"Ya sudah, kalau kamu pingin beli, ya beli saja, berikan pada Asyia,"usul Barley.


"Oh iya Sayang, berikan ini pada Asyia sebagai hadiah, sudah lama kita tak melihat keadaanya."Santi.


"Heem, iya pilih saja beberapa lagi," usul Barley.


Kedua pasangan tersebut begitu antusias menikmati waktu berbelanja untuk pakaian bayi mereka, karna rasanya lebih seru dari pada berbelanja online.


Barley memesan langsung produk-produk impor untuk pakaian dan perlengkapan bayi mereka, sebenarnya pakaian bayi mereka sudah banyak yang di beli melalui online, tapi Santi ingin merasakan langsung sensai berbelanja pakaian bayi mereka secara langsung.


Sekalian ia cuci mata, karna sejak jadi Nyonya, Santi justru tak perlah keluyuran meski berbelanja,Barley mengharuskan istri hanya boleh pergi bersama dirinya.


"Lihatlah sayang, pakaian anak perempuan ini, bagus-bagus aku jadi pingin beli lagi,"ucap Santi.


Entah kenapa Santi lebih tertarik dengan pakaian bayi perempuan dari pada laki-lakk

__ADS_1


Karna pakaian dan perlengkapan bayi mereka tergolong sudah lengkap, akhirnya mereka lebih banyak membeli pakaian untuk Asyia dari pada calon putra mereka.


Barley tersenyum melihat tingkah Santi, satu keranjang penuh semuanya berisi pakaian bayi perempuan, dan hanya beberapa potong pakaian bayi lelaki.


"Sepertinya setelah melahirkan calon putra kami, Santi akan ku buat hamil lagi, dia begitu terobsesi dengan anak perempuan," gumannya seraya tersenyum


Setelah berbelanja mereka langsung menuju apartment tuan Marco.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan mereka pun tiba di apartment tuan Marco.


Barley membawa tas mereka dan meminta Munir untuk membawa barang-barang belanjaan mereka.


Setelah menelpon Munir keduanya pun di masuk ke dalam apartment tersebut.


Santi mengedar pandanganya melihat design yang elegant dari tata ruang dan furnitur di rumah tersebut.


"Di mana Daddy?"tanya Barley.


"Ada sedang istirahat di kamarnya Tuan muda, " ucap Munir.


"Oh baiklah, biar ku lihat di kamar,"


"Pak Munir itu belanjaan untuk masak makan malam kita nanti, tolong di beresi" titah Barley lagi.


"Tapi pak saya tak pernah menginap di sini, karna saya juga punya keluarga, "papar Munir.


Barley sedikit kaget, "Untung saja kita memutuskan untuk menjaga Daddy, jika tidak, Daddy pasti sendirian di sini," papar Barley kepada Santi.


"Ehm, tapi kamu_?"


"Sayang ngak usah khawatir gitu dong, bukannya dia itu Daddy mu?!"


"Ehm iya tapi akan ku kirim beberapa asisten rumah tangga untuk membantu kamu di sini, lagi pula rumah kita sudah sepi, Daddy juga belum tahu kapan pulang."


Mereka pun membuka pintu kamar tuan Marco yang memang tak di kunci.


Tuan Marco membuka sedikit matanya menyadari kehadiran keduanya.


Iya pun menerjab-nerjabkan matanya membuatnya agar dirinya tersadar.


Saat itu tuan Marco memang sedang berada dalam pengaruh obat yang membuatnya untuk beristirahat.


"Barley, " ucapnya lirih seraya tersenyum kearah keduanya.


Tuan Marco begitu senang dengan hadirnya kedua orang tersebut. dengan demikian ia tak lagi merasa kesepian di apartment nya.


Tuan Marco mencoba bangkit tapi di cegah oleh Barley.

__ADS_1


"Tunggu Daddy, Jangan bangkit dulu, kami hanya ingin memberi tahu Daddy jika kami akan menginap di sini," papar Barley.


Bukan main senangnya hati tuan Marco, kini ia tak merasa kesepian lagi berada di rumah itu.


"Tentu saja Nak, bukannya ini rumah kamu, semua milik Daddy adalah milik kamu juga Barley," ucapnya lirih.


Ehm, Santi dan Barley saling memandang dan melempar senyum.


"Dan bukan hanya itu Daddy, rencananya kami akan masak makan malam untuk Daddy," ucap Barley berbinar.


Hiks hiks, tuan Marco begitu haru, ia pun merentangkan tanganya meminta Barley memeluknya.


Barley pun memeluk orang tua yang haus akan kasih sayang tersebut. punya banyak uang dan hidup bergelimang harta tak membuat tuan Marco mendapatkan cinta sejati, semua yang mendekatinya hanya menginginkan hartanya bukan cintanya, termasuk Andini, berkali-kali kecewa membuat tuan Marco enggan menikah lagi.


Keduanya merenggangkan pelukan mereka.


"Daddy, jika aku tanya sesuatu apakah Daddy akan akan merasa tersinggung?" tanya Barley sedikit tidak enak.


"Katakan lah Barley, kenapa harus sungkan Nak?"


Santi melirik kearah Barley, sebenarnya apa yang ingin di tanyakan suaminya tersebut.


Barley diam beberapa saat, menatap teduh pria yang ada di hadapannya.


"Maaf Daddy ada sesuatu yang mengganjal di hati ku," ucap Barley lirih.


"Apa Nak?"sahut tuan Marco langsung.


"Bagaimana status hukum pernikahan Daddy dan mommy ? apakah aku ini anak Ha_" kata-kata Barley terhenti.


Tuan Marco menghela napas panjang dan langsung menintrupsinya.


"Ketika menikahi mommy mu kami mengikuti syariat islam, dan sampai ia pergi meninggalkan ku status ku masih suaminya, meski aku menikah lagi.


"Di luar negri pernikahan beda agama itu sah, dan aku tetap mualaf saat menikahi istri kedua ku, tapi tidak dengan mommy, kami tak bisa menikah secara sah di KUA, karna jika sampai keluarga besar ku tahu mereka bisa memaksa ku untuk menceraikan mommy, aku tak ingin itu terjadi, jadi kami menyembunyikan pernikahan kami," papar tuan Marco.


Barley menangis.


"Tenanglah Barley kau adalah putra kandung ku! darah daging ku,"ucap tuan Marco.


"Dan ketika ia meninggalkan ku, kami belum bercerai, "papar tuan Hasta.


Hiks hiks hiks, Barley justru semakin sedih.


"Jika Nasab ku sudah jelas bernasab pada mu, kenapa mommy merusaknya dengan menikahi Daddy Hasta dan mengakui jika aku ini adalah putranya?!" tanya Barley.


"Lalu aku ini anak siapa? hiks hiks" Barley.

__ADS_1


Bersambung, ada yang mau kasi pendapatnya berbagi ilmu silahkan di kolom komentar ya reader tersayang.


Mari menebar kebaikan dan ilmu, semoga menjadi amal yang jariah Aamiin.


__ADS_2