
Matahari bersinar cerah pagi ini.
Pagi-pagi sekali Barley dan Santi joging meski Santi tak bisa lari, tapi ia mengikuti suaminya berkeliling kampung.
Suasana segar di pedasaan membuat mereka sedikit rilex, berbeda jauh dari dari keseharian mereka yang selalu sibuk.
Barley berjalan sambil merangkul istrinya, sesekali ia mencium pipi istrinya mengungkap kan perasaan cintanya.
Keduanya berjalan mesra melewati sawah-sawah penduduk.
Santi berhenti seraya menghirup udara pedesaan yang segar.
"Ehm, Suasana di sini memang segar sayang .Sudah lama aku ngak pulang kampung, "ucap Santi.
"Sebenarnya aku berencana tinggal di villa kita untuk beberapa lama, tapi seperti itu tak mungkin terjadi dalam waktu dekat ini, semakin hari aku semakin sibuk saja." Barley.
"Sudahlah sayang, mungkin setelah anak-anak kita besar nanti dan bisa mengganti kan kamu, baru gantian,kita yang menikmati masa tua kita. Biar saja Daddy-Daddy kita menikmati masa tua mereka."Santi
"Aku begitu bahagia melihat Daddy semalam, Daddy seperti bersemangat sekali, wajahnya selalu tersenyum."
"Ehm, aku jadi penasaran bagaimana Daddy setelah melewati malam pertama mereka," ucap Barley.
"Ha ha, mending kita pulang lihat Daddy sekarang.Aku takut terjadi sesuatu pada Daddy, ha ha," cetus Santi.
"Ayo kita pulang," ajak Barley.
"Ayo." Santi.
Mereka pulang dengan bergandeng mesra. Pasangan muda tersebut membuat cemburu orang-orang yang melihat mereka.
***
Anggi dan Chandra pagi-pagi sekali sudah pulang, mereka harus mengejar waktu untuk sampai di kantor meski akan terlambat.
kehadiran mereka memang penting, dimana semua rencana kerja dan laporan masuk pada mereka terlebih dahulu sebelum sampai pada atasannya.
"Aduh gue mabuk Yang, gara-gara semalam joget-jogetan berputar-putar sampai sekarang pusingnya, mana harus ngejar ke kantor lagi," dengus Anggi.
"Duh Ayang beb, kamu jangan ngeluh terus dong. Kita beruntung dapat bos yang royal sama kita.Mereka memberi tugas ini itu karna mereka hanya percaya sama kita, "ucap Chandra.
"Iya Ayang beb tapi akukan masih ngantuk ,uah, "Sahut Anggi sambil menguap.
"Sini kamu boleh tidur di bahu ku," ucap Chandra seraya merentangkan tangannya untuk memeluk Anggi.
"Em, makasih ayang beb, kamu baik banget", ucap Anggi lirih, ia pun merebahkan kepalanya pada dada bidang Chandra.
"Kamu jangan sampai ngileran ya Beb."cetus Chandra.
"Iya Ayang beb, aku tahu baju kamu kan mau kamu pakai ke kantor, kan ngak lucu kalau baju kamu bau jigong," cetus Anggi.
"Ehm, bukan gitu Ayang Beb , kalau kamu ileran kan aku jadi ilfil," Chandra.
"Kamu gimana sih Beb, katanya cinta itu tanpa syarat dan ketentuan,baru lihat aku ileran sudah ilfil," sahutnya.
__ADS_1
"Cinta sih cinta tapi harus jaga imez dong." Chandra.
"Ehm, iya deh.Aku tidur dulu ya Beb, "ucap Anggi seraya memejamkan matanya.
Chandra mengusap rambut panjang Anggi, sesekali ia pun mengecup pucuk kepala Anggi mengungkapkan perasaannya.
***
Tuan Marco masih merasakan sakit pada pinggangnya.
Setelah mandi pagi, Wati menghampiri suaminya yang bersandar pada headboard.
"Daddy, bagaimana keadaan mu? " tanya Wati.
"Masih sakit Mommy, sekarang kau bantu aku berdiri," pinta tuan Marco sambil menyodorkan tangannya.
Wati menarik pelan tangan suaminya dan menuntunnya menuju kamar mandi.
Tiba-tiba saja tuan Marco berhenti, "Tunggu Mommy, kamar mandinya dimana? " tanya tuan Marco.
"Di luar kamar Daddy, di rumah ini ngak ada kamar yang memiliki kamar mandi pribadi, karna satu rumah hanya memiliki satu kamar mandi." Wati.
"Jadi aku aku harus keluar dalam keadaan seperti ini? " tanya tuan Marco.
Tuan Marco berjalan sedikit membungkuk, karna pinggangnya yang masih terasa sakit.
"Eh, emang Kenapa Daddy? "tanya Wati.
"Aduh Mommy , apa kata dunia jika mereka melihat keadaanku seperti ini setelah malam pertama. Aku bisa jadi bahan tertawaan orang-orang." Tuan Marco.
Orang orang pasti mentertawa kan tuan Marco jika melihat keadaan tuan Marco seperti ini Setelah malam pertama mereka, apalagi di luar masih banyak orang.
"Aku di sini saja, setelah tamu pulang baru aku keluar Mommy ," usul tuan Marco.
"Ya sudah aku ambil sarapan untuk mu, untuk sementara Daddy duduk di tempat tidur dulu ya." Wati.
"Sebaiknya begitu Mommy ."Tuan Marco.
Wati kembali menuntun tuan Marco kembali menuju tempat tidur mereka.
Setelah itu ia pun keluar dari kamar.
Santi dan Barley baru tiba di rumah mertua tuan Marco.
Saat itu kebetulan Keduanya melihat Wati keluar dari kamarnya
"Mommy! "seru Barley memanggil Wati, alangkah senangnya hati Wati.Dulu ia yang hormat pada Barley, sekarang justru Barley yang menaruh hormat terhadapnya. Bahkan tanpa sungkan Barley manggilnya dengan panggilan mommy .
Status sosialnya berubah dalam satu malam saja.
Wati berhenti menunggu anak sambungnya tersebut menghampirinya.
"Ada apa?"tanya Wati yang sedikit sungkan memanggil Barley dan Santi dengan panggilan nama mereka.
__ADS_1
"Dimana Daddy? "tanya Barley.
"Ehm, Daddy ada di kamar sedang istirahat," ucap Wati memberi alasan yang logis.
"Ehm istirahat?" tanya Barley sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Wati tersipu mendengar pertanyaan Barley yang seperti menyinggungnya.
"Emangnya berapa ronde semalam? sampai Daddy masih beristirahat sampai jam segini? " tanya Barley lagi, membuat Wati menyimpul kan senyumnya.
"Sayang, jangan goda mommy seperti itu dong, lihatlah mommy jadi tersipu," ucap Santi.
Wati semakin malu.
"Saya mau menyiapkan sarapan untuk Daddy, kalian mau? " tawar Wati.
"Kami sudah sarapan di pasar," sahut Santi.
"Apa aku boleh bertemu Daddy, ada urusan penting." Barley.
"Ehm, Daddy ada di kamar masuk saja," ujar Wati.
Barley pun mengangguk, kemudian ia merangkul istrinya berjalan dengan mesra menuju kamar tuan Marco.
Barley dan Santi langsung masuk ke kamar setelah mengucap kata permisi.
Tuan Marco kaget dengan kehadiran Barley dan Santi yang masuk ke kamarnya.
"Ada apa Barley?" tanya tuan Marco.
"Daddy, kami harus segera pulang, Daddy bagaimana? mau pulang bersama kami atau masih mau tinggal di sini beberapa hari lagi," tanya Barley memberikan pilihan.
Tuan Marco tanpa sengaja bergerak reflek hingga pinggangnya terasa sakit kembali.
"Aduh, " ringisnya sambil menyentuh pinggangnya.
Barley heran, ia pun menghampiri tuan Marco.
"Daddy Kenapa? "tanya Barley khawatir.
"Aduh pinggang Daddy encoknya kumat lagi Barley," keluh tuan Marco seraya mengusap pinggangnya.
Bukannya khawatir Santi dan Barley malah tertawa bersama.
"Ha haha, ini pasti karna Daddy main seruduk aja kan?ngak perenganggan dulu ha ha ha."
Barley tertawa renyah begitu pun Santi yang tersenyum simpul menahan tawanya.
Ingin tertawa tapi rasanya tidak sopan.
Ha ha ha, Tawa Barley semakin besar ketika melihat wajah Daddy nya yang cemberut.
"Sayang, sudahlah!" Santi mengusap dada Barley agar ia berhenti menertawakan Daddynya
__ADS_1
Bukannya berhenti tertawa Barley justru makin tertawa melihat wajah tuan Marco yang terlihat kesal karna merasa di ejek oleh Barley.
Bersambung dulu ya reader, buat kalian reader baru, apabila episode terputus itu tandanya author belum up ya, di tunggu saja upnya, karna cerita ini masih panjang. tekan ikon love untuk favorite.Terima kasih,