
Arief berada di kantornya, sedang memeriksa file-file yang Barley kirim.
Suara dering smartphonenya seketika me.buyarkan konsentrasinya.
Hallo," sapa Arief.
"Selamat pagi Pak Arief kami dari runah sakit,kami ingin memberitahu hasil pemeriksaan keponakan anda."Suster.
Deg,
"Ada apa suster?"tanya Arief khawatir.
"Menurut hasil rotgen, keponakan anda memang menderita jantung bocor, untuk itu kami meminta anda menyiapkan prosedur untuk operasi secepatnya, karna keadaan bayi tersebut sangat rentan jika terlalu lama, operasi darurat akan di laksanakan secepatnya sambil menunggu tanda tangan anda," papar suster tersebut.
"Iya Suster, saya ingin yang terbaik bagi keponakan saya, lakukan apa saja, sebentar lagi saya akan sampai di rumah sakit," ujar Arief kemudian segera menutup telpinnya.
Arief menghempaskan napas kasarnya kemudian ia teringat sesuatu.
"Astafitullah, aku lupa memberi tahu Aldo jika anaknya menderita kelainan jantung," guman Arief.
"Apa yang harus ku lakukan? jika membesuk Aldo di penjara pasti memakan waktu sedangkan Asiya butuh penangan segera ...Huh," dengus Arief , ia langsung beranjak kemudian keluar dari ruanganya.
"Anggi! batalkan semua meeting hari ini, aku ada urusan," ucap Arief.
"Baik pak," sahut Anggi.
Ia harus mendahuli keselamatan Asiya di atas segalanya, karna panik Arief berlari kecil menuju lift dan langsung menuju mobilnya.
Sesampainya di rumah sakit, Arief segera menghubungi suster yang merawat Asyia.
"Bagaimana keadaan keponakan saya?" tanya Arief khawatir.
"Kemaren ia tersedak minumannya dan hampir kehilangan napasnya, pak beruntung kami segera melakukan tindakan, nampaknya keponakan Bapak tak bisa menunggu lama, dan harus menjalani operasi secepatnya." Suster.
"Baik Suster, biar saya tanda tangani surat persetujuan operasi." Arief.
Suster tersebut menyodorkan selembar kertas dengan melampirkan biaya operasi sebesar, 325 juta, tanpa berpikir Arief menanda tanganinya.
"Baik Pak, setelah ini silahkan anda menuju bagian kasir untuk melunasi biayanya, sementara kami akan membawa bayinya menuju kamar operasi."
"Baik Suster, ucap Arief ia pun membawa selembar kertas menuju Kasir.
Sesampainya di kasir Arief lamgsung membayar dengan kartu sakti miliknya.
Transaksi selesai pun selesai.
Setelah melunasi biaya operasi, Arief menunggu di depan kamar operasi dengan gelisah.
Ia tak tahu apa yang akan terjadi pada Asyia kecil.
Bulir bening menetes di pipi Arief.
Ya Allah selamatkan Asyia.
Arief berdoa dengan hati yang yulus berharap malaikat kecil nya tersebut bisa selamat dan sembuh.
***
Amora meringis karna buah da*danya terasa menerik dan sakit, cairan berwarna putih kekuningan pun menetes perlahan dan membasahi pakaian yang ia kenakan.
"Aduh, tubuh ku terasa sakit semua, perut ku terasa lapar tapi tak ada makanan apa pun, tak ada yang menjenguk atau pun menunggui ku di sini," gerutunya.
Tiba-tiba seseorang masuk ke kamarnya dan orang tersebut adalah Arief.
__ADS_1
"Mau apa kau?!"tanya Amora tak bersahabat.
"Aku hanya ingin memberitahu mu jika, putrimu sekarang sedang kritis berada di ruang operasi, jika kau tak mengiginkannya setidak kau doakan dia agar dia selamat," pinta Arief.
Amora membuang mukanya, "Baik aku doakan semoga dia tak selamat, agar dia tak lebih menderita lebih lama,"cetus Amora tanpa berdosa.
Bukan main syok nya Arief.
"Apa?! tega sekali kau Amora! aku menyesal datang ke sini, aku pikir kau akan kasihan terhadapnya kemudian mendoakannya, tapi ternyata kau malah mendoakan hal buruk tentangnya! Aku menyesal telah menemui mu, dasar tak punya hati," cecar Arief penuh emosi.
Arief keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan dongkol.
Semoga saja Tuhan tak mengabulkan doa orang zalim sepertinya.
Arief kembali ke ruang operasi guna menunggu Asyia.
***
Barley sudah menasuki kawasan proyeknya, ia pun mencari keberadaan tuan Marco.
Tempat proyek tersebut a berada di kawasan bukit di tepi pantai, sedangkan bangunan utama hotelnya sekitar lima ratus meter berada di bibir pantai.
Proyek tersebut mencakup sarana dan prasarana hoter, ada juga tempat bermain dan wahana yang di bagun sebagai tempat rekreasi pengunjung, pembangaunan yang menghabiskan dana triliunan tersebut lima puluh persen di dana oleh tuan Marco.
,Keduanya berjanji untuk bertemu di hotel, setelah memarkirkan mobilnya Barley turun dengan menggunakan kaca mata hitam membuat wajahnya semakin tampan.
Kedatangannya jadi pusat pengunjung hotel yang berpapasan dengannya ketika mereka hendak mengunjungi pantai.
Sesampainya di lobby kehadirannya justru sudah di tunggu oleh tuan Marco yang duduk di sebuh kursi santai yang sengaja di pasang di area depan hotel.
Barley langsung menemui tuan Marco.
"Maaf terlambat," ucap Barley.
"Silahkan duduk tuan Barley."
"Terima kasih,"Barley.
"Bagaimana tuan anda sudah melihat lokasi proyeknya?"tanya Barley.
"Belum, kami juga baru sampai." tuan Marco
Tuan Marco berserta empat orang lainya berada di belakangnya sebagai body guard.
"Ehm, bagaimana jika kita langsung saja menuju lokasi proyek Tuan, mumpung matahari belum terlalu terik."Barley
"Baiklah, semakin cepat semakin bagus." tuan Marco
"Sebentar saya panggil seseorang untuk membawa kendaraan khusus bagi kita, karna lokasi yang dituju lumayan jauh," papar Barley.
Barley pun menelpon seseorang untuk membawa kendaraan khusus yang bisa melewati segala medan, baik medan pasir maupun medan berlumpur dan menanjak.
Beberapa saat kemudian kendaraan yang mirip jeep namun di modifikasi kembali tiba.
Mereka pun segera naik kendaraan tersebut menuju tempat proyek.
mereka menuju Proyek pembangunan jalan menuju rumah-rumah kecil yang ada di bibir pantai.
Rumah tersebut di buat persegi empat dan terbuat dari kaca tebal berkualitas tinggi dan hanya di tutupi tirai yang berada di dalam ruangan, dengan demikian pengunjung dapat seharian menikmati suasana pantai sepanjang hari dengan bersantai sambil tidur-tiduran, lantai dasar di rancang untuk duduk dan bersantai, sedangkan lantai atasnya terdapat tempat tidur, pengunjung bisa menginap di pantai dan menikmati suasana malam yang tenang karna bagian atas bagunan tersebut terbuat dari benda tembus pandang.
Barley turun dan mengajak tuan Marco untuk melihat bangunan kaca tersebut.
" Ini salah satu proyek yang sedang kita bangun Tuan, nantinya akan ada sekitar lima puluh kamar yang seperti ini, dua puluh di bibir pantai dan lainya di buat di tepi-tepi bukit sekitar sini," papar Barley.
__ADS_1
Tuan Marco memeriksa kamar tersebut.
"Ehm, saya suka konsepnya," ucap tuan Marco tersenyum puas.
"Kalau begitu kita ke lokasi proyek berikutnya."Barley.
Mereka pun menuju lokasi yang akan di gunakan untuk membangun beberapa wahana permainan.
Salah satunya pembuatan wahana bianglala.
Mereka pun menedekati lokasi tersebut.
Beberapa tiang penyangga dari besi sudah terpasang menjulang tinggi, wahana permainan tersebut hampir rampung 90 persen.
Mereka pun menghampiri lokasi tersebut.
"Tuan Marco ini salah satu wahana permainan yang sebentar lagi juga akan rampung," papar Barley.
Munir mendekat ke proyek bianglala tersebut dan mengetuk-ngetuk besi penopang tempatnya berdiri, namuun tiba-tiba saja sebuah besi jatuh tepat di atas Barley.
Karna peristiwa tersebut berlangsung cepat, tuan Marco syok, ia pun mendorong tubuh Barley agar jatuh hinga terhindar dari hantaman besi ,sementara tuan Marco menindih tubuh Barley untuk melindunginya.
Bruk... prank
Besi panjang seberat lima puluh kilo tersebut sempat menghantam kepala tuan Marco pada bagian kiri kepalanya.
Akh!teriak tuan Marco seketika kepala tuan Marco bercucuran darah.
Barley syok, dengan kejadian tersebut, namun ia segera sadar saat darah segar yang mengucur di kepala tuan Marco menetes mengenai tubuhnya.
"Tuan!"seru Barley panik.
ia pun bangkit, sambil menahan tubuh tuan Marco.
Munir yang kaget terdiam beberapa saat.
"Tuan!"Munir
Barley melepas kemeja nya untuk mengikat kepala tuan Marco.
"Tuan! sadar Tuan!"ucap Barley sambil mengikat kepala tuan Marco untuk memberhentikan pendarahannya.
Munir siapkan mobil, evakuasi tuan Marco."titah Barley.
Munir menuju mobil jeep dan mendekatkan kearah mereka.
Barley panik melihat tuan Marco yang menerjab nerjabkan matanya.
"Tuan, sadar Tuan, kenapa Tuan berkorban seperti ini! dengan membahaya kan diri tuan sendiri?"tanya Barley.
Jika saja tuan Marco tak mendorong tubuhnya pasti besi tersebut langsung menghantam kepala Barley.
Tuan Marco masih setengah tersadar, ia pun meraih tangan Barley.
"Karna sudah menjadi tugas seorang ayah untuk melindungi putranya, Barley." ucap tuan Marco di sela-sela ringisannya menahan sakit.
Barley terdiam dan merasa syok.
"Apa maksudnya tuan?"!tanya Barley panik.
Tuan Marco mencoba berbicara, "Kau a-ada-lah put_,"seketika mata tuan tertutup.
"Tuan!"teriak Barley.
__ADS_1
Bersambung Ya reader, mana dukungannya untuk karya author yang receh ini hiks hiks.