Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Siapa Ayah Kandung Barley


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusannya Arief memutuskan untuk pulang, ia sangat memahami jika Barley menyimpan kecemburuan terhadapnya.


Sementara Santi masih memelukĀ  Asti dengan manja.


Keluarga tersebut masih terlihat begitu sedih.


Beberapa saat terdiam suara hand phone Barley mengalihkan perhatian mereka.


Barley menatap layar handphonenya.


"Daddy?" gumannya.


"Iya Daddy, ada apa?" Tanya Barley.


"Barley kau dimana? sebentar lagi rapat pemegang saham akan di mulai," ucap tuan Hasta.


Barley melirik petunju waktu yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Iya Daddy sebentara lagi aku sampai."


Barely menutup panggilannya seraya menghela nafas panjang.


"Bu saya titip Santi karna ada hal penting, saya harus kembali ke kantor," ucap Barley.


Barely mendekati Santi yang duduk memeluk ibunya.


Barley berjongkok agar posisi mereka sejajar.


"Sayang aku pergi dulu," ucapnya mengecup kening dan pipi Santi.


Sementara Santi lebih memilih diam dan menyembunyikan tubuhnya dalam pelukan Asti.


Asti melihat ada ketidak beresan antara hubungan mereka.


Barely menatap Santi lekat ia pun kembali menyadari kesalahannya


Maafkan aku Santi yang tak bisa menjaga perasaan mu.


Setelah hening beberapa saat, "Saya Permisi, Pak-bu,"ucap Barley.


"Iya Nak," sahut Asti.


Barley pun keluar dari rumah tersebut menuju kantor.


Asti melepaskan pelukan Santi.


"Santi ada masalah apa lagi sih antara kau dan suami mu?"tanya Asti.


"Tidak ada masalah apa-apa Bu," ucap Santi.


"Oh Iya Bu, Santi merasa lelah, Santi masuk kamar dulu ya."


Santi menghindari pertanyaan ibunya.


"Iya, nanti ibu siapkan makan siang ke sukaan mu, " ucap Asti seraya menatap ke punggung putrinya.


Santi membuka pintu kamarnya, kamar yang terlihat bersih meski sudah lama tak ia tempati.


Karna merasa lelah, Santi memilih untuk tidur.


***


Barley datang menemui Daddynya, sebelum menuju ruang rapat.

__ADS_1


"Pagi Daddy! "ucap Barley ketika ia masuk ke ruangan tersebut dan duduk berhadapan langsung dengan Ayahnya.


"Ada apa memanggil ku Daddy?" tanya Barley santai.


Namun tak begitu dengan tuan Hasta, ia merasa berat mengatakan ini semua ini.


"Barley, Daddy sebenarnya berat untuk menggatakan semua ini, tapi inilah keputusan Daddy."


Barley menyeritkan dahinya.


"Ada apa Daddy? tak perlu sungkan, katakanlah," ucap Barley.


"Daddy sudah memutuskan sebagian harta dan aset Daddy serta sejumlah saham, akan Daddy berikan sebagian untuk yayasan sosial, panti asuhan dan panti jompo yang telah Daddy tunjuk, dan namun Daddy minta kamu yang mengelolahnya karna Daddy yakin kamu akan amah,"ucap tuan Hasta.


Barley menyeritkan dahi menyimak semua penuturan dari tuan Hasta.


"Dan lima puluh persen lagi, Daddy wariskan untuk kamu, istri mu dan anak mu kelak, semua sudah Daddy persiapkan dan sudah Daddy rinci, bagaimana menurut mu Barley?"tanya tuan Hasta.


"Ehm, maaf Daddy jika lima puluh persennya warisan itu jatuh pada tanggan ku, anak dan istri ku, lalu Mommy ?"tanya Barley.


Tuan Hasta menghempas nafas panjangnya.


"Mommy tidak dapat apa-apa, ia bisa nikmati gajinya sebagai direktur perusahan ini," ucap tuan Hasta tegas.


"Tapi kenapa Daddy?"tanya Barley.


"Suatu saat kamu akan mengetahuinya Nak,"ucap Tuan Hasta.


"Kenapa? apa kamu tak setuju?"tanya tuan Hasta.


Barley menyeritkan dahinya," Baik lah, aku terima apa pun keputusan Daddy, tapi kenapa Daddy menyiapkannya secepat ini, seolah Daddy_?" Barley tak sanggup melanjutkannya karna takut ayahnya akan tersinggung.


"Ha ha ha, seolah Daddy akan matikan?" tuan Hasta menerka.


"Daddy, apa Daddy mencurigai ku?" tanya Barley sedikit tersinggung.


Tuan Hasta mengunggingkan senyum tipis, "Barley jika Daddy tidak mempercayai mu untuk apa Daddy amanahkan semua ini kepada mu," ucap Tuan Hasta.


"Daddy akan menyerahkan kepemimpinan perusahan Hasta Raja Prawira corp kepada kamu Barley."


"Hah Tapi kenapa Daddy?" tanya Barley.


"Karna Daddy sudah lelah, Daddy ingin melakukan perjalanan spiritual, Daddy ingin umroh, naik haji dan bersafari ke kota-kota bersejarah, Daddy tak ingin bekerja lagi Daddy hanya ingin menikmati hasilnya, perusahaan ini Daddy bangun dari hasil keringat dan cucuran air mata dan sangat di sayangkan jika masa tua Daddy, Daddy habiskan untuk bekerja lagi, setelah rapat, Daddy akan umumkan pengunduran diri Daddy kepada para pemegang saham."


Barley menyimak setiap penuturan Daddy nya tersebut, dan hatinya juga membenarkan keputusan tuan Hasta.


Setelah perbincang tersebut mereka pun menuju ruang rapat, Andini juga hadir dalam rapat saat itu.


***


"Jadi seperti itulah keuntungan perusahan mita bulan ini naik sekitar dua puluh persen," ucap seorang manager keuangan.


Tepuk tangan bergema di ruangan itu, mereka semua berbahagia atas pencapaian hasil perusahan yang melebihi target.


Tuan Hasta berdiri, mengambil alih perhatian mereka.


"Permisi tuan-tuan, ijinkan saya menyampaikan informasi penting perusahaan ini." tuan Hasta.


"Saya sebagai CEO dari perusahan ini, ingin menyatakan jika saat ini saya akan meletakan jabatan tersebut dan menggantikannya kepada putra saya."


"Begitu pun saham yang saya miliki, sudah saya bagi lima puluh persen akan saya sumbangkan untuk panti sosial dan lima puluh persen sepenuhnya akan menjadi milik putra saya, Barley Milano, demikianlah secara resmi saya umumkan Barle adalah CEO baru dari perusahaan ini," ucap Tuan Hasta.


Tepuk tangan kembali menggema di ruangan tersebut, seluruh peserta rapat menyalami dan memberi selamat pada CEO muda mereka yang baru.

__ADS_1


Barley menarik nafas panjangnya, merasakan bebannya yang semakin berat, namun sebagai anak yang berbakti ia harus bisa mengemban amanah yang telah di berikan oleh daddynya.


Bola mata Andini membulat secara sempurna mendengar penuturan tuan Hasta yang terkesan mendadak.


Apa?.kenapa saham milik daddy hanya di bagi dua, lalu bagian ku?apa maksud semuanya ini.


Andini menggepal erat tangannya.


Setelah peserta rapat semuanya keluar dari ruangan tersebut, Andini menghampiri tuan Hasta.


"Daddy,.Apa maksudnya semua ini, kemaren Daddy bilang jika saham perusahaan ini akan menjadi miliki ku sebanyak 25% sekarang justru aku tidak mendapatkannya satu persen pun?!"tanya Andini dengan emosi.


Tuan Hasta melirik ke arah Barley.


"Barley bisa tinggalkan ruangan ini?"pinta tuan Hasta.


"Baik Daddy," ucap Barley ia pun meninggalkan ruang rapat tersebut kemudian kembali menutup ruang tersebut.


Andini masih menatap lekat suaminya sambil menyilangkan kedua tangannya ke dada, sifat angkuh dan egois masih mendominasi perempun yang berusia paroh baya tersebut.


"Jawab pertanyaan ku Daddy?!" tanyanya membentak.


"Silah kan duduk Mommy, sebaiknya kau tenangkan diri mu," ucap tuan Hasta santai.


Bola mata Andini berpendar menatap suaminya.


"Tidak Daddy! mana bisa aku tenang! kau berbuat tidak adil pada ku! kau tak menyisakan satu persen saham pun untuk ku dari perusahaan ini!" teriak Andini.


"Oh, aku lupa memberi tahu mu Mommy, bahkan aku mencoret nama mu daftar penerima warisan ku, dan menggantinya dengan Santi dan anak yang ada di dalam kandungannya," ucap tuan Hasta santai.


"Apa?!" tapi kenapa Daddy?!" tanya Andini semakin emosi.


Jantungnya berdetak dengan kencang serasa ingin meledak.


Hasta menyimpulkan senyum menyeringai.


"Kau tanya kenapa? tanyakan saja pada diri mu kenapa aku bisa berbuat seperti itu?" ucap tuan hasta santai sambil menghidupkan cerutunya.


Adini semakin penasaran.


Apa? apa kesalahan ku padanya? apa dia sudah tahu jika selama ini aku membohonginya?


Andini semakin resah, ia tak tahu kesalahan apa yang suaminya maksudkan.


"Mommy dua puluh enam tahun aku menunggu mu untuk mengakui semuanya, tapi kau tak pernah jujur dan selalu menutupinya dari ku, dan sekarang aku rasa sudah waktunya untuk menggungkap semua ini,"ucap tuan Hasta seraya menatap lekat Andini.


Andini menelan ludahnya, tiba-tiba saja dadanya bergemuruh ketika tuan Hasta menatapnya dingin.


"A-apa maksud Daddy?"tanya Andini gugup.


Tuan Hasta semakin memperdalam tatapanya, membuat Andini semakin kikuk, hingga beberapa kali ia menelan ludahnya untuk membasahi kerongkonganya yang perlahan mengering.


"Katakan siapa ayah kandung Barley?"tanya tuan Hasta.


deg deg deg deg, jantungnya memompa lebih kencang, ketika pertanyaan tersebut keluar dari bibir tuan Hasta.


Andini seperti kehilangan keseimbangan, bola matanya membulat secara sempurna.


Apa ?jadi selama ini dia telah mengetahuinya?


Deg deg deg.


Bersambung guys, author mohon maaf ya karna kesehatan author sedang terganggu sehingga tak bisa up yang banyak, maaf atas ketidak nyamanannya, semoga kalian tetap sabar menunggu episode selanjutnya, i love u all.

__ADS_1


__ADS_2