Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Pilihan


__ADS_3

Setelah melakukan olah raga untuk ibu hamil di balkon apartemen, Santi kembali ke kamarnya. Namun tak menemui suami sang suami.


"Sayang!"


Santi mencari hingga ke luar kamar.Namun segera mendapati Barley yang membawakannya segelas susu dan beberapa potong roti.


Santi tersenyum ke arah suaminya.


"Sayang kenapa kau yang repot membuatkan ku susu. Aku bisa melakukannya sendiri," ucapnya ketika Barley berada di hadapannya.


"Ayo sayang sarapannya di kamar saja.Aku tahu kau pasti lelah setelah berolah raga. Jadi aku putuskan untuk membuatkan mu sarapan. " Barley.


Ia pun meletakan nampannya di atas nakas.


Santi duduk berselonjor di atas tempat tidur untuk merenggangkan otot-otot kakinya setelah melakukan senam.


Barley berada di ujung kakinya, memijat telapak kalinya dengan lembut.


Santi pun tersenyum melihat ke arah suaminya


"Sayang, kadang aku merasa bersalah terhadap mu,"ucap Barley seraya memijit lembut telapak kaki Santi.


"Memangnya kenapa Sayang? " tanya Santi menyeritkan dahi.


"Kau pasti merasa bosan di rumah, sementara aku selalu sibuk dengan urusan ku. Selama berbulan-bulan ini kau jarang sekali keluar rumah. Aku yakin kau pasti merasa bosan kan? " tanya Barley.


Santi tersenyum, "Ya aku merasa bosan terus berada di rumah ini saja seraya menunggu mu pulang. Tapi setelah kau pulang semua kejenuhan ku terasa terobati dengan kehadiran mu, Sayang." Santi.


"Ehm Bagaimana jika nanti sore kita jalan-jalan. Aku sekalian mau ajak Daddy. Kasihan dia, semenjak kecelakaan tersebut terjadi Daddy tak pernah keluar dari apartemen-nya. "Barley


"Ehm benar juga, tapi kita ke mana? "tanya Santi.


"Terserah menurutmu kemana. Kalau mau liburan ke villa kita juga boleh." Barley.


"Kau tahu Sayang, sebenarnya aku ingin membawa mu liburan serta berbulan madu. Tapi kau lihat sendiri kan? semakin hari tugas ku semakin banyak saja. Kini Daddy menyerahkan urusan bisnisnya ke pada ku dan aku tak bisa menolak." Barley.


"Iya Sayang aku mengerti. Bagaimana kalau nanti sore kita menemui Asyia, sekalian kita bawa hadiah yang sudah kita belanja kan kemarin, Bagaimana menurut mu Sayang?" Santi.


"Ehm, boleh saja. Kemana saja boleh, asal itu membuat mu senang." Barley.


Barley masih memijat lembut telapak kaki Santi.


"Lagi pula Sayang. Aku sudah kangen pada Asyia, dia bayi perempuan yang menggemeskan," papar Santi dengan mata yang berbinar.


"Iya Sayang, Kalau gitu sekarang kita sarapan dulu." Barley.


Barley menuju wastafel untuk mencuci tangannya, kemudian menghampiri Santi.


"Sayang, bagaimana kalau Inem saja yang menjadi asisten mu? "tanya Barley seraya meraih roti isinya.


"Sayang untuk sementara aku belum butuh asisten, nanti saja jika sudah melahirkan, lagi pula bukannya ada kau yang selalu membantu ku. " Santi


"Terserah kau saja, Sayang," sahut Barley seraya mencium pipi istrinya.


Setelah selesai sarapan giliran Santi yang melayani suaminya, membantunya mengenakan pakaian kerjanya.


Setelah itu ia mengantar suaminya di depan pintu.


"Aku pergi dulu. Hati-hati di rumah, jaga dirimu dan calon putra kita, I love you. "

__ADS_1


Barley mengecup kening Santi, kemudian mencium perut buncit sang istri.


"Hati-hati Sayang, Aku selalu menungguu pulang," ucap Santi seraya mencium punggung tangan suaminya.


Mata Santi mengekori ke arah suaminya yang perlahan meninggalkannya.


Doa selalu ia panjatkan, agar suaminya terhindar dari segala marabahaya, mengingat banyak sekali orang yang ingin mencelakai suami-nya.


'Ya Tuhan tolong selamatkan suami ku dari segala macam marabahaya dan fitnah, berikan kemudahan dalam segala urusannya, Aamiin," batin Santi.


***


Tuan Alex berada di dalam ruang kerjanya dalam keadaan yang hampir putus asa.


Surat tagihan dari bank tergeletak di atas meja. Ini merupakan surat peringatan yang kedua kalinya bagi tuan Alex, jika dalam tempo yang sudah di tentukan ia juga tak mampu membayar tunggakan Bank, maka rumah dan segala aset miliknya akan disita.


Setelah memikirkan jalan keluar dari masalah yang tengah ia hadapi, ia semakin tak bisa menghindar. Sesegera mungkin ia haru menemui Barley.


"Si*l!" umpat tuan Alex.


"Mau tak mau aku harus menemui Barley, dan memberi apa yang ia minta. Jika tidak, tak hanya perusahaan ku yang hancur dan bangkrut! tapi juga seluruh aset yang aku miliki akan di sita oleh Bank! "dengus tuan Alex.


"Lagi pula ia punya video yang bisa membuat malu aku dan putri ku.Aku Harus memintanya untuk tidak menyebar foto tersebut." dengus tuan Alex.


Ia pun memukul apa saja yang ada di hadapannya.


"Akh! bangsat! lihat saja pembalasan ku Barley, hari ini aku terpaksa merendah di hadapan mu,tapi lihat saja nanti!


Tuan Alex mencoba menenangkan dirinya.


Setelah cukup tenang, ia pun menghubungi asisten Barley.


Setelah membuat janji dengan assiten Barley, ia langsung meluncur menemui Barley tanpa menunggu waktu.


Barley tiba di kantornya, dan hendak memasuki ruangannya.


"Selamat pagi Pak, "sapa Chandra.


Selain sebagai asisten Chandra juga merangkap jadi sekertaris Barley.


Iya sengaja tak memilih sekertaris wanita, untuk menghindari fitnah serta hal yang tak di inginkan.


"Pagi Chandra, apa skedul untuk hari ini? "tanya Barley.


"Tuan Alex rencananya beliau meminta waktu untuk menemui anda Tuan pagi ini Tuan."Chandra.


Ehm, Barley tersenyum menyeringai.


"Suruh saja dia masuk ke ruangan ku jika dia sudah tiba ." Barley.


"Baik Tuan." Chandra.


Barley masuk keruangannya baru beberapa saat ia duduk, Chandra sudah datang menemuinya.


"Permisi Tuan! tuan Alex sudah tiba." Chandra.


"Ehm kalau begitu silahkan masuk. " Barley.


Tuan Alex masuk ke dalam ruangan Barley, tak biasanya ia datang sendiri ke markas bebuyutannya.

__ADS_1


Barley tersenyum menyeringai melihat tuan Alex yang datang dengan wajah yang tertunduk lesu.


"Selamat pagi Tuan Alex!"sapa Barley dengan senyuman menyeringai.


"Selamat pagi, Tuan." tuan Alex.


Mereka pun berjabat tangan.


" Silahkan duduk Tuan! "Barley.


Tuan Alex pun duduk di kursi single yang ada di hadapan Barley.


"Ada apa gerangan, kenapa seorang CEO seperti anda menemui saya secara pribadi seperti ini? " tanya Barley.


"Ehm begini Tuan, kedatangan saya kemari sekedar menginformasikan jika saya setuju dengan tawaran anda kemaren, anda bisa memiliki saham di perusahaan saya sebanyak 60%."tuan Alex.


Ha ha ha, Barley tertawa pecah, di buat sedikit mengada-ada.


"Maaf Tuan, saya tak lagi berminat untuk membeli saham di perusahaan Tuan," ucap Barley sambil menatap lekat ke arah tuan Alex.


Bukan main syoknya tuan Alex saat itu, pasalnya hanya Barley harapan satu-satunya yang bisa membantu.


Karna tak ada lagi pengusaha yang ingin membantu Alex, di karenakan sipatnya yang congkak ketika perusahaannya tengah berjaya.


"Tapi bukannya anda sendiri yang memberi saya waktu untuk berfikir dan sekarang anda malah memutuskannya secara sepihak, ada apa ini? " tanya Alex yang pura-pura tak mengerti.


Barley tersenyum sinis ke arah tuan Alex.


"Saya tidak suka bermitra dengan seorang yang licik dan menghalalkan segala cara demi mendapatkan tujuannya." Barley.


Tuan Alex terdiam.


"Apa harus saya cerita kan kembali bagaimana putri anda coba merayu saya? atau saya upload videonya dan sebarkan di dunia maya? " tanya Barley dengan nada mengancam.


Tuan Alex gelagapan, wajahnya semakin tertunduk.


"Jangan Tuan! saya mohon jangan sebarkan video itu, nama baik serta reputasi saya akan hancur, "pintanya memelas.


Barley tersenyum menyeringai.


"Ada apa tuan Alex? kenapa anda seperti nya ketakutan sekali? saya tak pernah melihat wajah tuan Alex Subarja yang terhormat memohon pada siapa pun sebelum ini, bahkan selama ini saya hanya mendengar sepak terjang anda yang begitu hebat dan tak terkalahkan." Barley.


Tuan Alex semakin tertunduk, ia tahu jika Barley menyindirnya. Karna ia pernah melakukan hal yang sama terhadap tuan Hasta, ketika tuan Hasta datang meminta pertolongan kepadanya.


Dengan segala keberaniannya ia mendongkak kan kepala kemudian mentap lurus ke arah Barley.


"Iya saya pernah salah terhadap tuan Hasta, tapi saya mohon kali ini jangan sebarkan video tersebut Tuan, saya mohon, reputasi saya akan hancur begitu pun nama baik putri saya. " pinta tuan Alex sedikit memelas.


"Ehm itu tergantung Tuan, jika anda nekad berbuat macam macam, saya tak akan segan menyebar luaskan video itu! jadi jika anda sudah tak punya kepentingan silahkan keluar dari ruangan saya! " perintah Barley dengan cara mengusirnya.


Tuan Alex terdiam, ia tak tahu harus bagaimana lagi untuk menyelamatkan perusahaannya. Hanya tinggal satu cara, yaitu menikahkan putrinya yang cantik dengan seorang pengusaha bernama Demian, lelaki yang lebih tua umurnya di banding dengan tuan


Tuan Demian sendiri bersedia membantu tuan Alex dengan syarat putrinya harus mau menikahi dengannya dan menjadi istri simpanan sang crazy rich man tersebut.


Alex keluar dari ruangan tersebut seperti pecundang.


Lalu akan kah ia menikahkan putrinya dan menjadi istri simpanan seorang pria kaya yang umurnya bahkan lebih tua dari dirinya.


Bersambung, hay reader yang baik hati, terima kasih atas dukungannya, karna rencananya hari ini crazy up bagi vote nua dong, mawar dan kopi juga boleh, terima kasih.

__ADS_1


Semoga kita dalam keadaan sehat dan bahagia selalu Aamiin, lope u All


__ADS_2