Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Melahirkan


__ADS_3

Asyia meletakkan tubuhnya dengan perlahan. Seketika tubuhnya terasa lemas. Perjuangan hidup dan matinya telah berubah manis dengan hadirnya seorang malaikat kecil.


Oek oek suara tangisan tersebut terdengar nyaring, seketika Asyia seperti di beri kekuatan lagi ia pun kembali semangat.


"Sayang suaranya nyaring sekali," ucap Asyia sambil menitikan air mata bahagia.


"Alhamdulillah sayang, kamu dan bayi kita selamat.," ucap Andhra seraya mengecup kening Asyia.


"Selamat ya, Tuan dan Nyonya. Anda telah melahirkan putra yang sehat dan tampan. "


"Alhamdulillah," Asyia kembali menangis haru, ia begitu bahagia dan bangga, . Rasa sakit yang ia alami sebelum dan sesudah melahirkan seolah tak ada artinya di banding dengan kebahagiaan saat ini.


Dokter menyerahkan bayi tersebut ke salah satu perawat setelah memotong tali pusatnya untuk kemudian di bersihkan. Sementara perawatan yang lain membersihkan Asyia.


***


Barley dan Aldo terlihat gelisah, mereka sudah tak sabar ingin mengetahui jenis kelamin dari cucu mereka.


Oek oek.. suara tersebut masih terdengar hingga keluar ruangan.


"Daddy dengar ngak suara tangisan cucu mu. Mommy yakin anak mereka laki-laki. "


"Daddy juga, Tapi seandainya perempuan pun sama sajalah menurut Daddy, yang penting menantu dan cucu kita selamat. "


"Hm, Kita beri nama siapa nanti Daddy? "


"Yang penting ada nama Daddy, nama Almarhum daddy Hasta dan Daddy Marco."


'Wah sepertinya nama cucu kita akan semakin panjang dari Andhra.! ha ha" Santi.


"Biar saja, biar semua orang tahu jika keluarga kita keluarga yang besar. "Barley.


Saat itu Arief, Raffa dan Dinar baru saja tiba.


Raffa melihat-lihat mencari keberadaan Alesha, yang sudah dua minggu ini mereka tak bertemunya karena harus di pingit sebagai calon pengantin wanita.


"Ya Alesha ngak datang. Padahal sudah kangen. "Raffa.


Arief menghampiri Barley.


"Bagaimana keadaan Asyia Tuan? apakah Asyia sudah melahirkan? "tanya Arief.


"Baru saja terdengar suara tangisan bayinya Rif. "


"Alhamdulillah. " Arief.


Ibu-ibu yang terdiri dari Santi Delia dan Dinar, mereka langsung berkumpul membicarakan proses persalinan Asyia. Dilanjutkan dengan pembicaraan tentang pernikahan putra-putri mereka.


Begitu pun para ayah yang juga membentuk satu kumpulan sendiri.


Mereka semua rela berdiri dan menunggu di depan pintu karena sudah tak sabar untuk melihat cucu mereka.


***


Bayi Asyia masih saja menangis sampai di mandikan.Setelah di bersihkan dan di bedong oleh salah seorang suster barulah bayi tersebut diam. setelah bersih suster tersebut menyodorkan bayi itu ke Andhra.

__ADS_1


"Silakan di azankan dulu Pak putranya. "


"Baik suster Terima kasih." Andhra.


Andhra langsung menyambut bayi mungilnya, yang terlahir dengan berat 3500 gram.


"Selamat datang ke dunia ini Nak. Semoga kesejahteraan terlimpah atas dirimu, dan semoga engkau jadi anak yang soleh dan berbakti pada kedua orang tuamu. Aamiin. "


Andhra mencium bayinya, ia kembali menitikan air mata ketika mencium buah cinta bersama sang istri.


"Lihatlah mommy ini putramu, "ucap Andhra seraya menyodorkan bayi tersebut kepada Asyia.


Asyia tersenyum dengan bola mata yang berkaca-kaca menyambut bayi tersebut.


"Sayang, anak Ibu. " Ia pun mencium pipi bayi mungilnya yang mengeliat di dalam bedongan.


Asyia mengelus pipi bayi tersebut. Kemudian berkali menciumi nya.


"Dia mirip kamu sayang, "ucap Asyia seraya tersenyum ke arah Andhra.


"Iya dong, tapi aku lihat dia lebih mirip dengan mu, " ucap Andhra seraya meraih kembali bayinya.


"Aku azankan dia terlebih dahulu. "Andhra.


"Iya Sayang. "


Andhra membawa bayinya ke sudut ruangan tersebut, dengan menghadap kiblat, kemudian meng azankannya.


Sementara Asyia kembali di periksa tekanan darahnya.


***


Asyia memeluk putranya ketika tempat tidurnya di dorong oleh suster. Sementara Andhra membawa pakaian kotor Asyia setelah persalinannya.


Suka cita menyambut Asyia di mana keluarganya sudah menunggu dengan bahagia di luar ruangan.


Krek ...pintu terbuka, dan tampak lah para keluarga menunggunya di depan pintu


"Hallo baby! cucu oma Sayang. "


Saat itu mereka belum tahu jenis kelamin anaknya.


"Asyia biar mommy gendong. Baby girl or baby boy? . "


"Alhamdulillah, baby boy mommy. "


"Alhamdulillah, putra mahkota lagi yang lahir. "Arief.


"Iya Rif. Akhirnya sang ayah dapat pewaris." Barley.


"Ehm, sepertinya yang dapat pewaris itu kakeknya. " cetus Arief.


"Iya Rif, aku butuh beberapa orang pewaris lagi untuk mewarisi perusahaan ku. Aku sudah ingin pensiun, menikmati masa tua ku. " Barley.


"Ha ha sudah ku duga. Kalau Tuan pensiun aku juga mau pensiun. "

__ADS_1


"Ah jangan lah Rif! aku masih membutuhkan mu. "


"Lalu kapan kau akan mengijinkan aku untuk pensiun tuan?! "


"Tunggulah putramu yang memimpin perusahaan ku, barulah aku ijinkan kau pensiun. Dan kembali bekerja di perusahaan daddy ku. ha ha" Barley.


"Ah sepertinya aku tak bisa lepas dari mu


" canda Arief.


"Kau harus bekerja dengan ku sampai mati Rif! ha ha. " Barley.


Arief tersenyum kecut.


"Tenang saja Rif, semua ada masanya. " Barley.


Mereka pun sampai di ruang perawatan Asyia.


Langsung saja bayi tersebut jadi rebutan para oma dan opanya. Mereka bergantian menimang dan mencium bayi mereka.


Andhra dan Asyia saling memandang, melihat putranya yang menjadi rebutan.


"Aduh sepertinya kita harus bikin anak lagi sayang. biar mereka ngak rebutan lagi. " Andhra.


"Aduh perutku jadi ngilu dengarnya Sayang. "


"Kan ngak sekarang. "


"Ehm, harus sabar nunggu empat bulan ya Sayang. "


"Hah. Empat bulan?! " Andhra.


Asyia tersenyum. "Cuma empat puluh hari kok Sayang. "


"Empat puluh hari juga lama sayang, Ngak ada paket ekspressnya apa? biar bisa langsung COD gitu. " Andhra.


"Huh ngawur, kamu pikir belanja online


" Asyia.


Haha Andhra tertawa kecil." Iya Sayang aku sabar kok nunggu kamu.Jangan kan empat puluh hari, empat puluh tahun juga sanggup. "


"Hm, yang bener? sanggup nunggu aku sampai empat puluh ?"


"Bener lah,Bener-bener ngak sanggup maksudnya. "


Asyia tersenyum kecut, ehm empat puluh tahun, dua hati saja ngak di kasih jatah sudah uring-uringa. "


"Es, itu tandanya aku tak bisa jauh dari kamu, " ucap Andhra sambil mencolek hidung Asyia.


"Iya Sayang, aku juga ngak sanggup kalau Lama-lama jauh dari kamu. "


Keduanya pun saling melemparkan senyum mesra, sementara Anak mereka terus berpindah tangan' Karena tak ada yang bosan mencium dan menggendongnya.


Bersambung dulu ya gengs.

__ADS_1


Assalamu'alaikum wr. wb


__ADS_2