
Hal yang sangat mendebarkan saat ini.
Tertinggal sepuluh peserta. Hari ini adalah penentuan hasil akhir.
Kesepuluh peserta menatap layar pada papan panel. Dimana nilai mereka di akumulasikan dari beberapa kali ujian sebelumnya.
Asyia,bu Riska, dan Andhra saling berpegang tangan menanti hasil akhir tersebut.
Treat... Alarm berbunyi pengakumulasi score pun selesai dan hasil Akhirnya sudah tertera di papan panel.
Nama Andhra dan Asyia berada di urutan pertama, lengkap dengan nama sekolah mereka dan bendera negara indonesia.
"Yey menang!" Seru Andhra, Asyia dan bu.Riska, mereka bersuka ria menyambut berita bahagia tersebut. Mereka pun menadahkan tangan sebagai ungkapan syukur, kemudiaan ketiganya saling berpelukan.
Beberaa sast kemudian Bu Riska mengurai pelukkannya. Ia pun memberi nasehat kepada murid berprestasinya tersebut.Andhra dan Asyia berdiri tegak dengan perasaan bangga dan harunya.
"Alhamdullilah. Saya merasa begitu bangga dengan kalian berdua. Saya merasa bangga karna telah di pilih untuk jadi pendamping kalian. Kalian sungguh luar biasa. Remaja cerdas dan berprestasi, Ibu yakin suatu saat nanti kalian akan jadi orang yang sukses pada keahlian masing-masing. pesan Ibu kepada kalian adalah pertahan kan terus prestasi kalian. Jangan pernah puas terhadap kalian capai hari ini, karna semakin hari kalian pasti menemukan saingan yang semakin hebat! Ingat mempertahankan prestasi itu lebih sulit dari pada mendapatkannya. Teruslah berlomba-lomba dalam kebaikan dan menuntut ilmu! Satu lagi ibu pesan, meski kalian adalah yang terbaik, tetaplah rendah diri. Karna orang yang paling mudah hancur adalah orang yang sombong dan selalu mempertahankan kesombongannya. Kalian mengertikan ?"Bu Riska.
"Mengerti Bu!" sahut keduanya secara serempak.
Pengumuman pemenang pun di umumkan oleh seorang MC yang berdiri di panggung.
Andhra dan Asyia meneteskan air mata harunya, ketika lagu kebangsaan Indonesia di putar di negri orang karna prestasi internasional mereka.
Begitupun sang saka merah putih secara terhormat di kibar kan di sebuah gedung di negri gajah putih tersebut.
Andhra dan Asyia saling menggenggamkan tangannya Mrngangkatnya sebagai ungkapan semagat dan solidaritas, setelah itu mereka meminta ijin untuk naik di atas podium, karna nama mereka telah di panggil untuk segera menuju podium.
"Bu kami harus ke podium terima kasih atas bimbingannya selama ini. Kami tak akan bisa seperti ini tanpa Ibu, " ucap Andhra mencium punggung tangan sang guru, kemudian memeluknya.
"Iya Nak, kamu pantas mendapatkannya." Bu Riska.
Mereka berdua pun mengurai pelukannya.
__ADS_1
Kini giliran Asyia."Asyia juga Bu. Terima kasih atas dukungan Ibu dan bimbingan ibu. Tanpa Ibu, kami tak akan bisa seperti ini, hiks," tutur Asyia dengan haru.
"Iya Nak. Kita berhasil karna kita selalu giat dan selalu kompak. Kalian juga selalu mendengar arahan dari Ibu.Guru itu orang tua kedua bagi kalian. Menghormati guru sama seperti menghormati orang tua kalian. Dan menurut ibu, Itu adalah salah satu kunci sukses kalian saat ini. Selamat untuk kalian berdua." Bu Riska.
Keduanya pun menggangguk."Iya Bu terima kasih."
"Baiklah kalau begitu. Murid-murid ibu yang berprestasi silahkan naik ke podium. Kalian tak hanya membanggakan diri sendiri, tapi juga membanggakan bangsa kita. Lihatlah bendara kita berkibar dengan gagah di puncak tertinggi dan lagu kebangsaan kita di putar secara hormat di negri orang lain. Betapa bangganya kita memiliki siswa-siswi yang berprestasi seperti kalian,"Tambah bu Riska kembali.
***
Asyia dan Andhra pun berjalan ber-iringan dengan langkah yang mantap dengan senyuman yang terlukis jelas di wajahnya.
Jantung mereka berdetak kencang, seiring langkah keduanya yang semakin dekat. Tepuk tangan meriah pun tertuju pada keduanya.
Kedua pasangan yang lain pun melangkah menuju podium. Masing-masing menuju pada tempat yang telah di tentukan.
Asyia dan Andhra berdiri di atas podium tertinggi. Mereka saling menggenggam tangan kemudian mengangkatnya. beberapa kamera pun merekam momen yang membanggakan tersebut, tentunya berita tersebut akan di siarkan langsung se- asia tenggara.
Setelah pengumuman pemenang , acara di lanjutkan dengan pemberian piagam, tropy dan juga hadiah berupa uang tunai dalam kurs dolar Amerika, beberapa merchandise dan sebagainya.
'Hiks hiks, Paman akhirnya Asyia bisa persembahkan kebangga ini kepada paman. Hanya ini yang bisa Asyia berikan, Asyia sayang paman, 'batin Asyia, seraya mencium piagam tersebut dengan haru.
Setelah mengalungkan piagam tersebut kepada Asyia, kini piagam di kalungkan ke Andhra.
Hal yang sama terjadi pada Andhra.
Dengan haru ia mencium piagam tersebut.
'Untuk mommy dan daddy tercinta, hanya ini persembahan kecil dari putra mu ini, semoga kalian bangga dengan dengan prestasi yang Andhra capai' batin Andhra.
Setelah mendapat piagam dan tropy keduanya pun turun dari podium dengan perasaan bangga.Di iringi tepuk tangan meriah.
***
__ADS_1
Setelah pengumuman dan penyerahan hadiah. Seluruh peserta akan di ajak jalan-jalan keliling kota dan tempat wisata.
Seluruh peserta pun bersiap-siap. Mereka juga membereskan barang-barangnya. Karna nantinya setelah pulang dari berwisata, mereka akan menginap di hotel sebelum pulang ke negara masing-masing.
Asyia merapikan pakaiannya. Ketika melipat dan memasukan seluruh pakaiannya kedalam koper, ia melihat kemeja Andhra yang sudah di cuci dan lipatnya dengan rapi.
Ia pun meraih kemeja tersebut kemudian menciumnya dan memeluknya.
Asyia tersenyum melihat kemeja tersebut, ia seperti melihat Andhra, seorang pangeran tampan yang membuat hatinya selalu berbunga-bunga.
"Cium lagi ah sebelum di kembalikan," ucap Asyia Sambil mencium dan memeluk kemeja tersebut.
Asyia pun menghampiri kamar Andhra dengan membawa kemeja putih yang ia gunakan ketika mereka kehujanan tersebut.
Tok..tok..tok..
Pintu kamar di ketuk.
Tak lama kemudian Andhra membuka pintunya.
"Nih Ndra kemeja kamu yang aku pakai kemaren. Sudah aku cuci." Asyia.
Andhra menyilang kedua lengannya di dada seraya menyandarkan bahunya di pintu.
"Simpan untuk kamu saja Asyia. Siapa tahu kamu kangen, kamu kan bisa peluk kemeja itu, anggap saja itu diriku yang selalu ada bersama kamu," ucap Andhra seraya mengedipkan sebelah matanya.Ia pun mengulum senyumnya menatap Asyia.
Asyia langsung mengulum senyum seraya tertunduk dan tersipu ,dengan wajah yang merona.
'Kok kamu sepertinya Andhra bisa baca isi hati aku ya' batin Asyia.
Eng ing eng.
Bersambung dulu ya reader๐๐๐
__ADS_1
Salam sehat dan bahagia selalu.
Assalammualaikum.wr.wb.