Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Syok


__ADS_3

Tuan Hasta sudah ada di sebuah meja yang ada di sebuah restoran mewah, hatinya begitu berbunga-bunga menunggu kedatangan wanita yang pernah mengisi hatinya beberapa tahun silam.


Seperti sudah di gariskan, mereka bertemu kembali saat keduanya sama-sama sendiri.


Dari kejauhan ia melihat seorang wanita cantik yang tampak anggun yang berjalan mendekat kearahnya, senyum terlukis seketika di wajahnya.


"Sudah lama menunggu Mas?"tanya Hana dengan suara lembut yang mendayu-dayu.


"Ehm, baru saja."


Tuan Hasta menarik kursi untuk Hana dan mempersilahkannya untuk duduk.


"Silahkan nyonya," ucap tuan Hasta dengan ala sok romantisnya.


Keduanya pun duduk saling melempar senyum, seorang waitress datang menghampiri mereka.


Tuan Hasta memesan makanan yang favorite Hana dan dirinya di restoran tersebut.


Pesanan sudah di pesan, keduanya tampak sungkan setelah lama tidak bertemu.


"Kenapa kau memandang ku seperti itu Mas?"tanya Hana yang jengah melihat tuan Hasta menatapnya dengan lekat.


"Ehm Hana, boleh kah aku bertanya sesuatu kepada mu?"tuan Hasta.


"Apa Mas? katakan saja,"Hana.


"Ehm kita sudah sama-sama dewasa dan sama-sama sendiri, mau kah menjadi pendamping hidup ku lagi?"tanya tuan Hasta memberani kan diri.


"Ehm, secepat itu kau bertanya? kita baru dua kali bertemu setelah puluhan tahun tak pernah bersua?"Hana


Tuan Hasta tersenyum, "Memang, bukankah kita sudah lama mengenal? minggu depan aku akan berangkat umroh dan aku sudah memesan sepuluh kuota, kau mau berangkat umroh dengan ku? sekalian kita menikah dan mengucap ikrar suci di tempat suci."


Hana tertawa, "Maaf Mas aku rasa tak secepat itu, aku belum terpikir sama sekali, lagi pula kau harus ijin dengan istri dan putra mu dulu kan?"


"Secepatnya aku akan ijin dengan putra ku dan istri ku, sebenarnya tak ada alasan bagi Andini untuk tak memberi ijin, saat ini dia tersangkut kasus hukum yang cukup serius, dan entah berapa lama dia akan keluar dari penjara, mungkin saja saat dia keluar aku sudah tiada di dunia ini, " papar tuan Hasta.


"Hm, aku butuh waktu untuk berpikir, lagi pula kau pernah mengecewakan ku kan?"


"Tapi Hana aku sudah menyesali semua itu, kau tahu aku tetap menyimpan fotomu di dompetku, suatu saat aku berharap tuhan akan mempertemukan mu pada ku lagi dan sekarang itu terjadi, aku tak mau melewatkan kesepatan ini," ucap tuan Hasta dengan mata yang berembun.


"Hm, tapi aku butuh waktu, aku juga harus minta ijin pada anak-anak ku," jawab Hana.


Tuan Hasta tersenyum, "Baiklah aku siap menunggu mu," ucapnya seraya menarik lembut tangan Hana kemudian mencium punggung tangannya.


Keduanya pun saling melempar senyum


***


Makan malam romantis terjadi di balkon kamar Santi.


Barley duduk di hadapanya tersenyum melihat Santi yang sibuk dengan pisau dan garpu memotong steak.


"Ehm, bin salabin adra kadabra, makan ini akan masuk ke mulut mu, dan tak akan kau muntahkan lagi, huh," ucap Santi seolah menucap mantra memberi sugesti pada Barley agar makanan yang di suapinya tersebut tak akan di muntahkan kembali seperti sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Barley tertawa kecil melihat tingkah unik sang Istri, ia pun membuka mulutnya ketika Santi menyuapinya, kemudian memakannya.


Barley mengunyah steak tersebut beberapa saat kemudian menelannya.


Beberapa detik Santi terdiam melihat reaksi suaminya.


Glek


potongan daging steak lolos melewati kerongkongannya hingga menuju lambung, sampai detik ini Barley tak menunjukan reaksi apa-apa hanya tersenyum dan berujar.


"Enak, kau pintar memasak," puji Barley.


Santi tersenyum kemudian ia kembali memotong daging tersebut dan mencampurnya dengan nasi hangat, " Ini sayang, aku yakin jika aku yang menyuapi mu kau pasti tak akan memuntahkannya lagi" ucap Santi seraya menyodorkan makanan kembali ke mulut Barley.


Benar saja, makanan di piring Santi berpindah dengan cepat ke dalam perut Barley.


Santi kembali mengaut nasi tapi di cegah oleh Barley.


"Sayang, aku sudah kenyang, kini waktunya kau yang makan, mari sini biar aku yang menyuapimu," ucap Barley ia pun memotong steak dan menyuapkanya pada Santi.


Hidangan di atas meja habis, tak bersisa sedikit pun, keduanya tersenyum.


"Sayang kau makan banyak hari ini," ucap Barley tersenyum melihat napsu makan Santi yang sangat baik ketika hamil.


"Iya Sayang, akhir-akhir ini porsi makan ku bertambah terus, aku takut nantinya malah jadi gemuk," keluh Santi dengan bibir yang sedikit maju.


"Sayang, kenapa kau pikirkan hal itu, seperti apa pun kau nantinya, bagiku kau tetaplah yang tercantik," ucap Barley dengan manis.


Santi tersnyum, "Ah Sayang kau manis sekali, sini dekatkan wajah mu, aku beri hadiah sedikit,"pinta Santi.


"Terima kasih," ucap Barley tersenyum seraya mengecup kening istrinya untuk membalasnya.


"Hadiah mu akan selalu terasa istimewa," ucap Barley.


"Benarkah sayang? kau tak akan bosan kan? meski aku menciummu setiap hari?"tanya Santi.


"Ehm," Barley tersenyum," Sini sayang,"Barley meminta Santi untuk mendekatinya.


Santi pun berdiri dan mendekat kearah suaminya.


"Sini duduk di pangkuanku!"ucap Barley seraya menepuk pelan pahanya.


"Ehm, kau romantis sekali sayang, "ucap Santi ia pun duduk dan mengelayut manja di pangkuan Barley.


Barley langsung memeluk Santi yang besandar padanya, mereka pun bercanda tawa sembari menikmati suasa romantis, dengan sapuan angin malam yang lemnut dan taburan bintang dan bulan purnama sebagai panorama.


Barley tak lagi memuntahkan makanannya, setelah menikmati makan malam romantis mereka, keduanya pun tertidur lelap dalam keadaan perut kenyang.


***


Pagi hari, Tuan Hasta sudah bersiap untuk membesuk Andini, beberapa bungkus roti ia siapkan untuk sarapan istrinya tersebut, tak lupa minuman hangat ke gemaran Andini untuk sarapan yang di masukkan dalam termos.


Setelah semua beres ia menuju meja makan untuk sarapan, Santi dan Barley sudah ada di sana.

__ADS_1


Melihat tuan Hasta menarik kursi kedua pasutri tersebut menyapa nya.


"Selamat pagi Daddy, "ucap keduanya serempak.


"Selamat pagi."


"Daddy mau kemana?"tanya Barley yang melihat daddynya berpakaian rapi.


"Daddy mau besuk Mommy serta membawakan dia beberapa makanan dan minuman kasihan dia,"jawab tuan Hasta seraya menyerup minumannya.


"Aku nanti siang saja sekalian bawa notaris," Barley.


"Iya jangan lupa bawa makanan pakaian ganti dan obar obatan untuk Mommy ."


"Iya Daddy."


Setelah selesai sarapan, Tuan Hasta pun segera berangkat menuju kantor polisi.


Sesampainya di sana ia langsung menemui Andini.


Bukan main senangnya Andini melihat kehadiran suaminya.


"Daddy!"seru Andini seraya berdiri menghampiri tuan Hasta.


Sementara Amora dan Veronica merasa iri, karna tak ada yang menjenguk mereka apalagi membawa makanan.


Keduanya pun menahan rasa lapar, sampai menunggu makan siang.


"Mommy aku bawa roti untuk mu," ucap tuan Hasta, seraya menyerahkan sekantong makanan pada Andini.


"Terima kasih Daddy," ucap Andini bahagia.


"Sama-sama Mommy."


Tuan Hasta melirik ke arah Veronica dan Amora.


"Ini untuk kalian berdua juga aku bawakan," ucap tuan Hasta seraya menyodorkan makanan kepada Amora.


Amora pun meraih sekantong yang berisi makanan tersebut.


Andini melototkan matanya, "Daddy! kenapa memberi kepada mereka juga?!" Andini kesal.


"Sudahlah Mommy , kasihan Amora yang sedang hamil, lagi pula aku tak tega melihat mereka, tak ada salahnya kan membawakan makanan untuk mereka?"tuan Hasta.


Andini masih mendengus kesal, namun Veronica dan Amora segera menikmati makanan tersebut.


"Mommy, aku mau memberi tahu mu sesuatu."tuan Hasta.


Katakan saja Daddy,"sahut Andini seraya menikmati sarapannya.


"Aku ingin menikahi Hana, mantan istri ku."ucap tuan Hasta santai.


Bagai tersambar petir, Andini yang tengah mengunyah rotinya pun tersedak.

__ADS_1


"Apa?!"


Bersambung.


__ADS_2