Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Malu Malu


__ADS_3

Malam semakin larut, namun Santi belum juga bisa memejamkan matanya, ia terlihat sangat gelisah hingga beberapa kali membolak-balikan tubuhnya di atas tempat tidur.


Barley melihat ke arah Santi yang terlihat gelisah, ia pun menutup labtopnya dan menaruhnya di atas meja sofa.


"Kenapa kau belum tidur?"tanya Barley seraya naik ke atas tempat tidur dengan lututnya.


"Iya Tuan, entah kenapa aku merasa gelisah, "jawab Santi dengan mata yang sendu.


Barley tersenyum," Aku tahu apa yang membuat mu gelisah," terkanya seraya memiringkan tubuhnya di samping Santi.


Santi berbalik dengan posisi terlentang.


"Memangnya kau bisa membaca pikiran ku?"tanya Santi.


"Tidak, aku tak bisa membaca pikiranmu, tapi aku bisa menebaknya," sahut Barley.


"Apa?"tanya Santi seraya mendongkakan kepala, menatap lawan bicaranya.


Barley tersenyum menyeringai, "Kau pasti tak bisa tidur karna belum aku peluk, iya kan?" tanyanya seraya memeluk Santi.


Santi tersipu malu," Ngak kok, bukan itu," sangkalnya, bibir berusaha menggingkari, tapi hati tak memungkiri.


"Ehm, kalau begitu pasti karna kau menunggu aku menciummu kan?"tanya Barley lagi seraya mendekatkan wajahnya pada wajah Santi.


Santi semakin malu, ia tak mampu menyembunyikan rasa malu dan groginya, ia hanya tertunduk untuk menyembunyikan senyum di wajah meronanya.


Beberapa saat kemudian Santi merasa ada yang menempel pada bibirnya, hangat dan kenyal, membuat dadanya bergemuruh, karna merasakan pangutan dari bibir sensual sang suami.


Santi meremas spreynya menahan gelora yang tengah membakarnya jiwanya saat itu.


Barely mengecap dan memanggut bibirnya membuat Santi telena, perlahan tapi pasti Santi yang awalnya merasa kaku tersebut, mulai membalas pangutan bibir Barley.


Suasana terasa semakin panas, Santi mulai menikmati permainan itu ia pun membalas setiap pangutan bibir Barley yang memangut lembut bibirnya, setelah merasa istrinya hanyut terbawa suasana, tiba-tiba saja Barley melepaskanya, Santi terhenyak dan menatap Barley yang menatap dengan senyuman mengejeknya.


"Ah Tuan jangan menatap ku seperti itu, aku jadi malu," ucapnya jengah seraya menundukan pandanganya.

__ADS_1


Barley tersenyum melihat wajah Santi yang tiba-tiba merona.


Santi melirik kembali ke arah Barley yang masih menatapnya dengan senyum mengejeknya.


"Ah Tuan, palingkan wajah mu kearah lain, jangan menatap ku seperti itu, " ucapnya seraya memalingkan wajah Barley kerah lain.


Santi membalikan tubuhnya membelakangi Barley,


"Kalau begitu tidurlah, atau kau mau aku nyanyikan lagu nina bobo atau dongeng si kancil anak nakal?" tanya Barley menggoda.


"Ah kau masih ingat hal itu, iya aku minta maaf karna pernah menjahili mu,"sahut Santi.


"Dan aku juga minta maaf karna menjahili mu?" ucap Barley berbisik di telinga Santi.


Hembusan nafasnya bahkan terasa hangat dan harum menyentuh permukaan kulit Santi.


"Kapan?"tanya Santi.


"Barusan," sahut Barley.


"Maksud mu ciuman itu?" tanya nya jengah Santi semakin malu, hingga menggigit bibirnya, ia tak berani menatap Barley.


" Ah Tuan, lupakan lah hal itu, jangan mengungkitnya lagi, sudah aku ingin tidur," ucap Santi sambil menarik selimutnya berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona karna malu.


Barley menarik tubuh Santi agar menghadap ke arahnya, Kemudian ia memeluk Santi.


"Tidurlah, aku tahu kau tak bisa tidur tanpa bantal guling, sekarang anggap saja aku bantal guling mu, "ucap Barley seraya memeluk Santi.


Santi tersenyum seraya membenamkan kepalanya semakin dalam pada ceruk leher suami, aroma yang keluar dari tubuh Barley benar-benar membuat sukmanya terbang melayang, berkali-kali ia menghirup aroma mas kulin yang lembut tersebut, perlahan matanya terpejam dengan tangan yang melingkar memeluk tubuh kekar tersebut, benar saja beberapa saat kemudian terdengar dengkuran halus di telinga Barley, pertanda Santi telah terlelap terhanyut kealam mimpi.


Entah apa yang dirasakan kedua insan tersebut, apa yang membuat perasaan benci tersebut menjadi cinta dan tak ingin menjauh, apakah karna janin yang sedang tumbuh di rahim Santi, hingga menimpulkan perasaan berbeda pada kedua orang tuanya.


Barley tersenyum seraya memeluk Santi, di usapnya bagian kepala istrinya yang terlelap.


Apa aku sudah jatuh cinta untuk yang kedua kalinya, bisakah aku menggeser tempat Sania dan menggantikan Santi di sana?.

__ADS_1


Pertanyaan yang belum bisa terjawab, mungkin hanya waktu yang menjawab, apakah perasaan tersebut benar-benar murni dari hatinya atau hanya sebuah pelampiasan dari cinta yang tak mungkin lagi terwujud.


Barley memejamkan matanya, menutup lembaran hari ini yang melelahkan.


***


Andini bersandar pada headboard tempat tidurnya, tatapan matanya kosong dengan pikiran yang melayang jauh.


*Bagaimana caranya agar Barley mau menarik tuntutannya pada Amora, aku tahu seperti apa putraku, Barley pasti tidak akan mau mencabut tuntutannya, hah apa yang terjadi seandainya suami ku sampai mengetahuinya, bisa-bisa aku dan Barley tidak mendapatkan apa-apa pun darinya.


Apa aku habisi saja suami ku, sebelum ia mengetahui rahasia ku, dengan demikian aku dan Barley akan mendapat seluruh aset dan harta dari suami ku*.


Andini melirik ke arah tuan Hasta, ide jahat mulai muncul di hatinya, ketika melihat Pria yang berusia lebih dari setengah abad tersebut tertidur lelap.


Namun tiba-tiba saja tuan Hasta terbangun dan tanpa sengaja melihat Andini yang sedang menatap lekat ke arahnya.


"Mommy, ini sudah malam kenapa belum tidur lagi?"tanya tuan Hasta.


Andini tersadar ia langsung menyunggingkan senyum palsunya.


" Mommy ngak bisa tenang Daddy, Mommy selalu memikirkan putra kita, Mommy takut sesuatu yang bahaya menimpa Barley, dia itu satu-satunya putra kita Daddy, dia adalah pewaris tunggal dari kerajaan bisnis Radja Prawira group," papar Andini.


"Sudahlah Mommy, Daddy tahu harta tidak akan di bawa mati, makanya setengah dari saham dan aset milik Daddy,sudah Daddy sumbangkan untuk kepentingan sosial, panti asuhan dan panti jompo dan sebagainya," papar Tuan Hasta.


"Apa setengah dari harta Daddy, Daddy sumbangkan? setengah itukan banyak Daddy,ngak sayang apa?" dengusnya.


"Loh emangnya kenapa? Mommy dan Barley dapat setengah bagiannya lagi, itu juga kalau Mommy ngak mati duluan," sahut tuan Hasta ketus.


"Tapi Daddy, kalau mau nyumbang atau mau sedekah ngak usah banyak-banyak, sayang kan, mending semua harta itu Daddy wariskan untuk Barley, satu-satunya pewaris dari Hasta Radja Prawira, kasihan Barley Daddy kalau cuma dapat setengahnya." Andini memprotes.


"Mommy, mommy setengah dari harta Daddy itu bisa bikin kalin hidup enak tujuh turunan, sudalah keputusan Daddy sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat lagi," dengus Tuan Hasta ia pun kembali tidur.


Hah cuma dapat setengahnya? tak akan ku biarkan harta tersebut jatuh ke tangan orang lain, enak saja selama dua puluh tujuh tahun menjadi istrinya aku hanya dapat seperempat, sementara anak yatim dan panti jompo itu malah dapat 50% sahamnya, padahal mereka sedikit pun tak berguna bagi perusahaan.


Andini membuang wajahnya seraya mendengus kesal,ia pun merebahkan tubuhnya mencoba untuk tertidur.

__ADS_1


Bersambung mohon dukungannya selalu ya.


Sebelumnya


__ADS_2