
Setelah masa observasi pasca melahirkan, Dinar di bawa menuju ruang perawatan, saat itu keadaannya belum sadar.
Arief tengah menggendong bayinya dan memberinya susu formula.
Dinar mulai menerjab-nerjabkan matanya kemudian ia melihat keadaan sekeliling.
Melihat istrinya yang baru sadar , Arief segera menghampiri dengan membawa bayi mereka.
"Ibu."
"Ibu sudah sadar? "tanya Arief seraya meletakan bayinya di dada Dinar.
Dinar tersenyum, "Mas ini anak kita? " tanyanya dengan bulir bening menetes secara perlahan di pipinya.
"Iya dia putra kita, "ucap Arief tersenyum kemudian mencium kening istrinya.
Air mata Dinar tak berhenti menetes,di ciumnya bayi mungil yang tampan tersebut.
"Sayang, "ucapnya lirih.
"Aku bahagia Mas, sekarang kita memiliki dua anak, anak perempuan dan anak laki-laki,"ucapnya lirih.
Dinar tak henti hentinya mengucap syukur.
Dengan penuh haru ia memeluk putranya tersebut.
"Mas kita beri nama apa ya? untuk putra kira? " tanya Dinar lirih, dengan suara yang serak.
"Aku sudah memberinya nama.
'Rafassya Alfarezel Afkar.'"
Dinar tersenyum",Nama yang indah."
Keduanya pun merasa bahagia menatap wajah putra mereka.
***
Barley sedang dalam perjalanan pulang, hari ini ia akan menyempatkan diri untuk mengunjungi Dinar yang telah melahirkan.
Barley menelpon istrinya. Untuk bersiap menjenguk Dinar.
Sesampainya di rumah ia melihat putra dan istrinya sudah terlihat cantik.
"Hay Putra Daddy , kamu tampan sekali," ucapnya sambil mencium pipi baby Andhra.
Andhra terlihat begitu tampan dengan pakai ala marinirnya lengkap dengan topi baretnya yang membuatnya semakin lucu dan menggemaskan.
Santi juga terlihat cantik meski hanya menggunakan kemeja dan celana kulot.
"Sudah siap? " tanya Barley.
"Sudah Daddy," ucap Santi sambil mengenakan tas selempangnya.
Mereka pun menuju lift untuk turun, saat hendak merangkul istrinya tiba tiba putra mereka berteriak dan menangis. Bayi yang baru berumu tujuh bulan tersbebut tak menyukai jika ada orang yang menyentuh mommynya.
Ehek ehek, tangis baby Andhra ketika tangan Barley terjuntai pada pundak Santi.
Dengan tangannya yang kecil ia coba memukul tangan kekar sang Daddy.
"Cup cup kenapa sayang? " Santi heran kenapa putranya tiba-tiba menangis.
Barley hanya tersenyum, ia begitu senang menggoda putranya tersebut.
Tanpa sepengatuhan Santi, Barley mengeluarkan lidahnyaa dan semakin mempererat pelukannya terhadap Santi.
__ADS_1
"Ehek ehek hek! " teriak Andhra semakin nyaring.
Santi heran kenapa Andhra tiba-tiba menangis kencang.
"Kenapa Sayang, kenapa Nak?" tanya Santi panik , karna Andhra menagis begitu kencang.
Santi menoleh ke belakang dan ternyata suaminya tersebut sedang tersenyum.
"Sayang, kamu apain Andhra, sampai dia nangis?! " tanya Santi sambil memeluk Andhra yang menangis.
"Ngak dia apa-apain.Lagian dia itu sensi kalau aku dekat-dekat kamu. Setiap aku nyentuh kamu, dia pasti nangis.Maunya cuma dia yang boleh dekat dengan kamu. Padahal kalau ngak gara-gara Daddy yang menyentuh mommynya, mana bisa dia lahir di dunia," dengus Barley.
Barley kesal karna akhir-akhir ini mereka jarang sekali melakukan hubungan intim bersama istrinya , karna Andhra selalu terbangun ketika ia mencoba mendekati Santi.
"Sabarlah sayang. Diakan masih kecil.Lagi pula ini pasti menurun dari sifat kamu. Kamukan orangnya juga cemburuan," sahut Santi.
Barley tersenyum, memang benar yang di katakan isyrinya. Barley memang pecemburu dan agresif. Ia tak akan membiarkan seseorang menyentuh miliknya meski hanya mainannya.
Apalagi jika menyangkut seseorang yang ia sayang. Karna itulah meski ia dan Santi menikah tanpa cinta ia tetap menjaga rumah tangganya dan enggan menceraikan istrinya tersebut, meski berkali-kali Santi memintanya.Baginya sesuatu yang jadi miliknya tak akan pernah menjadi milik orang lain.
***
Mereka pun sampai di rumah sakit, dan langsung menuju ruang perawatan Dinar.
Arief dan Dinar merasa bahagia dengan kedatangan bos mereka di depan pintu.
"Hallo Assalamualikum, Baby Andhra mau lihat temannya," ucap Santi ketika masuk keruangan tersebut.
"Waalaikum sallam."
"Silahkan masuk tuan muda Andhra," ucap Arief dengan tersenyum.
Santi dan Barley pun masuk keruangan tersebut.
"Selamat ya Rif, "ucap Barley seraya menyodorkan tangannya ke Arief.
Santi menghampiri Dinar untuk melihat putra mereka. Begitu pun Barley yang mencoba menggendong putra Arief.
"Coba aku gendong putra mu Rif." Barley.
Arief pun menyodorkan bayinya.
Melihat daddynya yang menggendong Raffa, Andhra kemabali menangis.
"Eak. Eak!" tangisnya sambil menunjuk ke arah Barley.
Santi langsung memeluk putranya tersebut.
"Daddy, kau tak di perbolehkan Andhra untuk mengendong bayi lain!" seru Santi sambil menepuk dan memeluk Andhra yang menangis kencang.
"Aek eak!
"Ya ampun! maunya apa sih Nak? pengang mommy tak boleh, pegang bayi orang juga tak boleh, "keluh Barley ia mengembalikan Raffa pada Arief.
Barley mendekat ke arah Santi dan coba menggendong Andhra. Bayi tampan tersebut pun berhenti menangis.
Barley menggendong putranya kemudian memeluknya erat.
Ia pun menciumi Andhra dengan penuh kasih sayang.
***
Waktu terus berlalu kini Cintya juga tengah menunggu waktu persalinan.
Sekitar dua minggu lagi ia akan melahirkan buah cintanya bersama tuan Demian.
__ADS_1
Sudah tiga hari tuan Demian menghilang dari peradaban, tak ada kabar berita, dan itu membuat Cintya merasa resah.
Saat ini tuan Demian menjalani pengobatan terapi untuk mengobati syaraf terjepitnya akibat gerakannya yang ekstrim dalam permainannya di atas ranjang.
Tuan Demian sengaja menghindari Cintya, selama masa pengobatan, sungguh lelaki yang hyper *** seperti dirinya takluk oleh seorang wanita bernama Cintya, selama menikahi Cintya ini yang ketiga kalinya ia mengeluhkan sakit pada tulang belakannya, dan keadaan ini semakin parah, hingga tuan Demian merasa trauma.
Berkali-kali sudah ia mencoba menghubungi tuan Demian.Namun, telponnya tak pernah diangkat dan selalu di luar jangkauan karna kesal, dan cemburu ia pun menghampiri istri tuan Demian yang berada satu kota dengannya.
Cintya datang dengan emosi membawa mobilnya melaju menuju rumah salah satu istri tuan Demian.
Rumah tersebut ternyata lebih mewah dari rumah yang di belikan tuan Demian untuknya.
Sesampai di depan pintu ia pun mengetuk pintu dengan kencang.
Tok.. tok.. tok..
Tak berapa lama keluarlah seorang wanita berusia sekita tiga puluh lima tahun yang masih tampak cantik.
"Ada apa Mbak? " tanya wanita itu karna tak mengenali siapa Cintya.
"Heh! jangan sok basa-basi kamu! katakan dimana Aa Beb kamu sembunyikan?! " tanya Cintya dengan tangan mengepal.
"Aa' Beb siapa maksud anda? "tanya wanita itu masih dengan nada yang lemah lembut
"Ha! pura-pura tidak tahu! siapa lagi kalau bukan Aa Demian!"
"Memangnya kenapa? kau selingkuhannya?! "tanya wanita tersebut.
"Enak saja, Aa Beb itu suami ku tahu?! " teriak Cintya sambil menarik rambut wanita tersebut.
"Enak saja, dia itu suami ku! " mereka pun saling jambak dan saling mencakar dan menendang.
Cintya tak peduli meski perutnya besar tapi ia tak gentar menghadapi wanita yang dianggapnya rival tersebut.
Beberapa orang asisten rumah tangga berlari menghampiri mereka untuk melerai.Namun sayang tubuh Cintya sudah lebih dahulu terjatuh di atas lantai akibat di dorong oleh rivalnya.
"Akh! " bokong Cintya menghantam lantai.
Istri tuan Demian kaget karna melihat darah yang mengalir pada bagian bawah tubuh Cintya.
Ia pun menghampiri Cintya.
"Aduh Mbak maaf ya, saya ngak sengaja. Ayo kita kerumah sakit saja."
"Hiks hiks Aa Beb di mana kamu hiks hiks," tangisnya.
Bersambung dulu ya , tetap dukung author dengan like ,vote, dan hadiah, serta saran dan komentarnya. terima kasih
Sambil menunggu author up yuk msmpir di novel author lainya.
"Aduh mbak, saya ngak sengaja. Maaf ya,Yuk kita kerumah sakit saja," ucap wanita tersebut karna panik.
"He eee, Aa Beb di mana kamu?" hiks hiks tangis Cintya.
Beberapa orang pun membantu Cintya membopongnya menuju mobil kemudian membawanya menuju rumah sakit.
Sepanjang jalan Cintya menangis memanggil-manggil nama suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya. he he bersambung dulu ya, tetep dukung author ya like, rate bintang lima, vote dan hadiah.
Terima kasih
Sambil nunggu author up yuk mampir di novel ku berikutnya.
__ADS_1