
Aldo sedikit merasa khawatir karna pertemuannya dengan Amora. Ia tak ingin Amora tahu jika anak mereka kini bersama dengannya.Lagi pula ia tak ingin Amora kembali hadir dan merusak kehidupan rumah tangganya.Maklum saja Amora adalah wanita yang licik dan juga tak memiliki perasaan.
Aldo pun sampai di parkiran motornya yang terparkir di jalan saat itu Amora tak berada jauh dari Aldo ia pun membuntuti Aldo dan melihat plat motor yang ia gunakan dan mengingatnya.
Karna dari plat motor tersebut orang bisa mengira di daerah mana sang pemilik tinggal.
Lelaki tua yang merupakan teman kencan Amora menghampirinya.
"Siapa sih laki-laki itu?"tanyanya dengan nada cemburu.
"Oh tidak dia itu saudara jauh," kilah Amora.
"Yang benar?" tanya laki-laki tersebut.
"Benar Sayang," ucapnya sambil memeluk pria buncit tersebut.
"Sayang bagaimana kalau kita menikah saja, Kau jadi istri kedua ku."
'Ehm tua bangka tak sadar diri. Mana mau aku jadi istri kedua, apalagi kau tak terlalu kaya.' batin Amora.
"Ehm aku ngak mau terikat." Amora.
"Yah padahal aku bersunguh-sungguh terhadap mu."
Amora hanya tersenyum. Ia sendiri muak dengan pria buncit tersebut. Yang ia ingginkan adalah pria seperti Aldo yang tetap tampan tak makan usia.
Setelah membeli perhiasan, mereka pun melanjutkan transaksi haram tersebut.
***
Aldo berada di jalan, ia sudah di tunggu oleh keluarganya.
Rencananya mereka akan berkumpul merayakan sepuluh tahun hari jadi pernikahan mereka.
Aldo pun memakir motornya di halaman depan rumah makan mereka.
Di depan rumah makan tersebut terparkir sedan mini yang terlihat baru.
Aldo berjalan melewati sedan tersebut, tiba-tiba sedan pintu sedan terbuka.
"Supreise !"ucap mereka ketika membuka pintu mobil.
Aldo pun kaget.
Delia menghampiri Aldo.
__ADS_1
"Happy Anniversary Ayah, "ucapnya seraya memeluk Aldo.
Aldo tersenyum dan mencium kening Delia.
Begitu pun Asyia dan Raihan yang datang menghambur memeluk ayah mereka.
"Selama hari jadi pernikahan Ayah, " ucap.keduanya yang juga keluar dari mobil.
"Terima kasih anak-anak ayah, " ucap Aldo seraya mencium kening anak-anaknya.
Mereka semua terlihat bahagia.
Pandangan Aldo kembali mengarah ke mobil yang ada di hadapannya.
"Mobil siapa Dek?"tanya Aldo.
Delia pun menyerahkan sebuah kunci dengan pita merah yang menghiasinya.
Aldo kaget setengah mati.
"Ini kami semua pilih mobil ini untuk ayah," ucap Delia.
Aldo semakin syok dan bahagia. Ia tak menyangka jika istrinya akan menghadiahkannya sebuah mobil.
Sementara ia hanya menghadiahkan.istrinya sebuah gelang.
Aldo sengaja menjadi driver ojek online selama setahun ini karna ia ingin mengumpulkan uang tanpa sepengetahuan sang istri hanya untuk memberi kejutan di anniversary pernikahan mereka yang kesepuluh.
"Wah terima kasih sekali. Akhirnya kini kita bisa punya mobil sendiri dengan hasil kerja keras kita, " ucap Aldo dengan mata yang berembun karna haru.
"Sama-sama Ayah! Terima kasih karna sudah menjadi ayah dan suami yang baik untuk kami semua, "ucap mereka serempak, mereka pun kembali berpelukan dengan bahagia.
Mereka memulai rumah tangga mereka dari nol. Dan kini memiliki segalanya meski semua terlihat sederhana.
Ruko yang mereka tempati sekarang pun tinggal lima tahun cicilan lagi.
"Asyik akhirnya Raihan sekolah bisa di antar dengan mobil!" Seru Raihan.
"Iya Nak. Mulai besok Ayah akanantar kamu dan mbak mu ke sekolah dengan mobil ini." Aldo.
"Ibu juga ya di antar ya Yah, " pinta Delia manja.
"Iya dong, Ibu kan kesayangan Ayah," ucap Aldo sambil menarik tangan Delia kemudian merangkul dan mencium pucuk kepalanya.
"Terima kasih ya Bu, sepuluh tahun ini sudah mendampingi ayah, "ucap Aldo ia pun memakaikan gelang tersebut pada Delia.
__ADS_1
"So sweet !@seru Asyia yang ikut bahagia melihat kedua orang tuanya bahagia
"Kalau gitu gimana jika kita jalan-jalan dengan mobil baru kita?!" tanya Aldo.
"Ayo!" sambut mereka semua dengan.penuh semangat.
Mereka semua masuk dan menghampiri mobil.
Aldo membawa keluarganya jalan-jalan berkeliling kota dengan mobil baru mereka.
Sepanjang jalan mereka terlihat bahagia dengan menyanyikan lagu lagu ceria.
"Di Sini senang-di sana senang di mana-mana hatiku senang, Trala lala trala tralala," Asyia dan Raihan menyanyi sambil bertepuk tangan. Begitupun Delia yang ikut bernyanyi dengan bahagia, ia menyandarkan kepalanya padabahu kokoh sang suami. Sesekali Aldo mencium pucuk kepala istrinya sebagai isyarat jika ia hanya mencintai Delia.
Setelah puas berjalan jalan dan bersenang-senang bersama keluarga kecilnya.
Aldo membawa sang istri berbulan madu di sebuah hotel berbintang lima.
Setiap tahun memang mereka merayakan hari jadi mereka dengan mengingat momen bulan madu mereka, dan itu akan mereka ulang setiap tahunnya.
Setelah makan malam romanisnya, Aldo dan Delia berada di balkon hotel menikmati pemandangan kota pada waktu malam.
Cahaya lampu menerangi menghiasi di setiap kota, dari atas hotel lampu-lampu tersebut seperti bintang yang berwarna warni yang terlihat indah seperti rumah tangga yang mereka jalani saat ini.
Aldo memeluk istrinya dari belakang. Bahkan hembusan angin malam tak mampu mendinginkan pelukan hangat mereka.
"Dek ada sesuatu yang abang ingin katakan, " ucap Aldo seraya mempererat pelukannya.
"Apa itu Bang? "Delia memeluk erat tangan Aldo yang melingkar di pingang rampingnya.
"Tadi sore Abang bertemu dengan ibu kandungnya Asyia." Aldo
Delia yang awalnya tersenyum langung menarik senyumnya.
"Itu bearti Amora sudah keluar dari penjara?"tanya Delia dengan wajah tegang berbalik badan menatap wajah Aldo.
Aldo mengangguk.
"Lalu apa Abang akan memberi tahu hal ini kepada Asyia?" tanya Delia.
"Menurut kamu? Apa Asyia perlu tahu tentang ibunya?"
Delia menatap lekat manik mata Aldo,Keduanya pun menatap dengan bola mata berpendar mencari jawaban dari pertanyaan tersebut
Bersambung.
__ADS_1
Menurut para reader tersayang, kasih tahu ngak ya tentang Amora pada Asyia. He he author usaha in up satu lagi deh moga sempat ya 😘😘😘