Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Jalur Alternative


__ADS_3

Setelah mendapatkan telpon dari Arief Barley langsung menuju kantornya, dirinya sudah di tunggu oleh Arief dan juga Chandra di ruang kerjanya.


Barley sampai dan kedua orang tersebut menunggunya di sofa.


"Bagaimana laporannya?!" tanya Barley sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Menurut penyelidikan di tempat kejadian, dan keterangan dari beberapa saksi ternyata kecelakaan yang menimpa tuan Marco itu, terdapat ungsur ke sengajaan." Chandra.


"Mereka memasang katup tersambung dengan sensor getaran, ketika terjadi sentuh atau getaran halus, salah satu katup wire rope hoist secara otomatis akan terbuka hingga dapat melepaskan beban yang di angkutnya, karna akan terjadi ketidak seimbangan hingga baja yang tergantung terlepas dan jatuh menimpa tuan Marco. Mereka sengaja merencanakan ini Sebenarnya untuk mencelakai anda Tuan, dan ini tak mungkin terjadi jika tak ada orang dalam yang terlibat." Arief.


Barley mendengus, "Siapa orang itu? "tanya Barley tenang.


"Orang tersebut merupakan salah seorang pekerja kontruksi di proyek kita yang bernama Tono,dia lah yang memasang perangkat tersebut tanpa sepengatuhan Mandor, semua di buat serapi mungkin Tuan, hingga setelah beberapa kali penyelidikan baru lah semua ini terungkap." Chandra.


"Menurut keterangannya sendiri, dia dibayar oleh seseorang dengan bayaran dua puluh juta untuk memasang sensor tersebut. Pada awalnya dia tak mengakui dan tak memberi tahu siapa orang yang menyuruhnya. Namun, ketika polisi mendesaknya Tono dalam investigas,.Ternyata kaki tangan tuan Alex yang merencanakan ini semua." Arief.


"Hm, aku tak mengira jika tuan Alex begitu membenci ku hingga ingin mencelakaiku, sungguh perbuatan yang tak bisa di maafkan!"


"Aku ingin kita kawal kasus ini sampai mereka semua masuk ke dalam penjara , dan kita tuntut tuan Alex dengan berat." 'dengus Barley.


"Itu sudah terjadi Tuan , mereka semua yang terlibat kini sudah di penjara terkecuali tuan Alex." Arief.


Barley semakin emosi mendengar penuturan ke dua orang


"Lalu bagaimana dengan tuan Alex?! kenapa dia belum di tangkap?! " tanya Barley dengan geram.


"Tuan Alex tak bisa di penjara Tuan, karna saat ini beliau mengalami stroke, ia hanya akan membayar denda sebagai kosenkuensinya dari perbutaannya. " Chandra.


Arief dan Barley melirik ke arah Chandra.


"Bagaimana mau membayar denda, tuan Alex sudah kehilangan harta dan perusahaannya, pabriknya di tutup, karyawan berdemo menuntut hak mereka, saham perusahaannya anjlok, rumah dan seluruh harta habis di sita bank, "papar Arief.


Barley tersenyum menyeringai. 'Tuan Alex runtuh akibat sifat sombong, tamak dan liciknya, selama ini ia sering berbuat curang.Namun, berkali kali ia bisa menghindar dari jerat hukum dari perbuatannya."


"Kini, Ia tak bisa menghindar karna Tuhan sendiri yang menghukumnya," ucap Barley.


"Aku merasa lega, jika semua sudah terbukti, aku atau pun penegak hukum tak perlu lagi menindaknya, karna Tuhan langsung yang menindaknya, biar saja tuan Alex seperti itu, asalkan semua yang terlibat mendapat hukuman setimpal." Barley


"Baiklah kalian bisa kembali bekerja," titah Barley.


Mereka pun kembali ke ruangannya masing-masing.


Barley menghubungi tuan Marco untuk memberi tahu semua keterangan yang di perloleh dari dua karyawannya.


***


Santi sedang menggendong baby Andhra, setelah di mandikan sore, ia membawa baby Andhra menuju ruang keluarga, di sana para Daddy sudah menunggu.


Keesokan harinya tuan Marco akan pulang ke negara asalnya, untuk mengurusi bisnisnya.


Malam ini keluar mereka akan berkumpul untuk makan malam bersama.


Santi turun dari lantai atas dengan menggunakan lift, saat itu ia menggendong baby Andhra yang sudah terlihat tampan.


Kedatangannya sudah di tunggu para Opa-nya yakin tuan Hasta dan tuan Marco.


"Santi bawa kemari cucu ku," pinta tuan Marco.

__ADS_1


Kebetulan saat itu Barley juga baru pulang dari kantornya.


Santi menyodorkan putranya kepada tuan Marco.


"Assalamualikum," ucap Barley sebelum masuk rumahnya.


"Walaaikum sallam, " sahut mereka serempak.


"Hai Daddy, ! Hai baby boy, "sapa Barley ketika berada di muka pintu.


"Hey Barley sudah pulang? "sapa kedua Daddy itu hampir bersamaan.


"Iya, aku ada urusan dengan makanya pulang lebih awal," ucap Barley jujur.


Barley masuk dan langsung menghampri Santi yang sedang berdiri di samping tuan Marco yang sedang menggendong putranya, kemudian memeluknya dari belakang serta mencium pipinya.


"Sayang, kau pulang lebih awal? " tanya Santi sambil menyentuh pipi suaminya.


"Ehm,kau punya janji pada ku bisik Barley."


"Santi tersenyum, Aku janjinya malamkan? "


"Ehm, tapi aku maunya sekarang, biar saja Andhra sama kakek-kakeknya," guman Barley.


Santi melirik ke arah Andhra yang di gendong tuan Hasta, kedua kakeknya tersebut begitu antusias menjaga cucu mereka.


"Hm baiklah," Santi.


Barley pun melepasakan pelukannya


"Daddy aku titip Andhra ya. " pinta Santi.


Santi tersenyum, sepertinya tuan Marco tahu apa yang akan ia lakukan pada suaminya.


"Ayo sayang, " ucap Santi seraya menggait lengan Barley dengan lengannya.


Mereka pun berjalan dengan bergandeng mesra.


"Sayang kau tidak sabar sekali menunggu malam, aku jadi tak enak hati meninggal putra kita bersama Daddy,"dengus Santi.


"Biarkan saja Sayang, mereka itu kakek-kakeknya ini juga sangat penting bagi ku, "sahut Barley.


Santi tersenyum," Baru sepuluh hari, kau sudah tak tahan, gimana kalau aku mati, pasti besoknya kau langsung cari istri pengganti kan? " tanya Santi.


"Kalau begitu beda lagi Sayang,aku tak melihat mu jadi aku tak punya hasrat, kalau beginikan aku melihat mu setiap hari dan membayangkannya setiap hari juga." Barley.


Ehm,


"Jadi eksekusinya mau dimana?" tanya Santi.


"Eksukusi, terdengar mengerikan. aku bukan minta potong Sayang." Barley.


Barley menuntun Santi menuju kamar mandi.


"Ehm, ngak Dong, kalau di potong aku mau pakai apa nanti," ucap Santi sambil mengusap dada Barley.


Perlahan ia melepas kancing kemeja suaminya.

__ADS_1


Barley tersenyum kemudian menyambar bibir istrnya.


Mereka pun saling memangut dan menyesap , Santi melepas satu persatu kancing kemeja Barley hingga terbuka.


Santi mengusap dada bidang Barley yang di tumbuhi bulu-bulu halus.


Dulu begitu Alergi, merasa jijik jika menyentuh dada suami, Namun kini tak ada sesuatu apa pun dari Barley yang membuatnya jijik.


Tangan Santi perlahan turun melapas kancing dan dan menurunkan restetingnya.


Keduanya masih sama bercumbu, tangan Barley menyusup di balik kemeja Santi, meremas lembut gundukan yang semakin padat tersebut.


Tangan Santi mulai menggerayangi bagian bawah tubuh suaminya, menemukan tongkat sakti yang nengembang.


Akh, desaah Barley ketika tangan Santi menyentuh dan mengusapnya secara perlahan.


Barley memperdalam ciumanya merasakan hasrat yang bergelora.


Dengan cepat Santi mengocok batang hidup tersebut hingga membuat Barley melengkuh panjang sampai menembakan pelurunya.


Barley tersenyum, Meski tak merasa puas sepeti biaanya, tapi yang dilakukannya untuk menjaga kesetiannya terhadap istrinya.


Begitupun apa yang dilakukan Santi adalah wujud pengabdiannya pada sang suami, untuk menjaga suaminya dari perbuatan Zina.


Barley mencium kening Santi, "Terima kasih sayang, " ucapnya.


"Hm, Terima kasih juga, karna kau lebih memilih jalan yang seperti ini dari pada berzina, "ucap Santi. Sambil menakup kedua telapak tangannya pada wajah barley.


"Sekarang kau mandi," perintah Santi


"Ehm, kau juga," ucap Barley sambil menyemprot shower pada tubuh Santi hingga membuatnya basah.


"Sayang! aku sudah mandi! " dengus Santi sambil memukul dada suaminya yang sedang memeluknya.


"Tapi kau harus mandi Sayang!" ucap Barley sambil menyemprot air shower hingga bajunya basah.


"Ha ha ha, mandi lagi Sayang." ucap Barley yang makin semangat menyemprot air pada tubuh Santi.


"Ah, aku harus mandi Jadi nya. " Santi.


Mau tak mau Santi Melepas pakaiannya.


Mereka pun mandi sambil bercanda di bawah kucuran air shower, saling menggosok tubuh mereka dengan busa sabun.


Barley meraba perut istrinya yang terlihat kendor, kemudian di ciumnya.


"Sayang mungkin tubuhku tak akan selansing dulu, "ucap Santi sambil mengelus kepala Barley ketika Barley mencium perutnya yang terlihat kendor.


"Memangnya kenapa? aku tak pernah proteskan, seperti apa pun dirimu nanti nya," ucap Barley sambil memeluk Santi dari belakang.


Santi merangkul tangan Santi yang memeluknya.


"I love you," bisiknya mesra di telinga Santi.


" I love you too, " Santi


Barley meraih bathrobenya dan memakaikannya pada Santi.

__ADS_1


Mereka pun saling bergandeng mesra keluar dari kamar mandi.


Bersambung, ada yang pingin lihat Cintya bucin sama engkong ngak? ehm nanti ku coba bikin part nya ya. Terima kasih atas dukungannya.


__ADS_2