Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Untuk Ibu


__ADS_3

Waktu terus berlalu.


Setelah mengetahui jika dirinya tak bisa berdekatan dengan tuan muda Andhra. Asyia pun menghindarinya. Meski beberapa kali mereka tetap bertemu tanpa sengaja


Hari ini, hari yang paling mendebarkan bagi Asyia dan seluruh siswa berprestasi pada masing-masing tinggkatan dan kelas.


Pada hari ini Asyia dan teman-temanya menantikan pembagian rapot.


Dimana nantinya pada setiap level kelas akan di pilih juara umum pertama, kedua dan ketiga dari nilai rata-rata mereka.


Asyia berharap sekali jika kali ini dirinyalah yang bisa berdiri di podium pertama dan mendapat gelar juara umum tingkat SMA.


Ia pun membawa ayah dan ibunya untuk hadir dalam pembagian pembagian rapot.


Pagi-pagi sekali mereka sudah begitu semangat untuk menghadiri pengambilan rapor putri mereka.


Asiya menghampiri Delia yang selalu sibuk setiap pagi mengurusi sarapannya dan bekalnya, tapi hari ini Delia tak perlu menyiapkan bekal ,jadi pagi ini Delia terlihat lebih cantik.


Asyia memeluk Delia dari belakang.


"Ibu ku sayang cantik sekali hari ini," ucap.Asyia.


Delia tersenyum seraya mencubit pipi Asyia.


"Kamu pintar sekali memuji," ucap Delia.


"Ehm tapi memang ibu adalah ibu yang paling cantik dan paling baik." Asyia.


Delia menghempas napas panjang.


'Apa yang terjadi seandinya Asyia tahu jika ibunya masih hidup dan baru keluar dari penjara.' Asyia.


Asyia pernah bertanya pada Arief tentang asal usulnya dan di mana ibunya.


Saat itu Arief tak mungkin membeberkan rahasia tentang ibunya. Karna selain Asyia masih terlalu kecil. Arief mengkhawairkan kondisi Phikologis Asyia.


Sejak itu Asyia tak pernah lagi bertanya pada Arief ataupun Aldo. Karna ia yakin seyakin-yakinya jika pamannya memang tak mengetahui keberadaan ibunya.Hingga Asyia menyangka ibunya telah tiada.


"Ibu! kenapa melamun?" tanya Asyia.


Delia menggenggam tangan Asyia.


"Nak seandainya kamu bertemu ibu kandung mu apa yang akan kau lakukan?" tanya Delia.


Asyia tercekat karna pertanyaan tersebut.


Bertahun-tahun hidup bersama. Tak pernah mereka membahas ini. Kini tiba-iba saja Delia menanyakan hal yang mungkin saja Asyia sudah lupakan selama bertahun-tahun yang lalu.


'Apa maksud dari pertanyaan Ibu?' batin.Asyia. Sementara Delia masih menatapnya guna menanti jawaban darinya.


"Ehm memangnya kenapa jika Asyia bertemu dengan ibu kandng Asyia Bu? Tetap saja ibu adalah ibu Asyia yang paling baik. Bahkan Asyia sudah belajar dengan keras menunggu hari ini.Semoga hari ini nilai Asyia yang tertinggi dari semua siswa. Asyia ingin persembahkan piagam siswa paling berprestasi kepada Ibu. Bahkan jika Asyia harus memilih untuk memberi piagam tersebut pada ibu atau ibu kandung Asyia. Asyia akan tetap milih Ibu, " ucap Asyia.


Delia menatap Asyia dengan tatapan mata yang berembun.


Ia kini tak lagi khawatir jika suatu saat Asyia bertemu ibunya.


Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan pada Asyia. Lagi pula dirinya belum bertemu dan bicara langsung pada Amora.


"Terima kasih Asyia. Ibu doakan semoga kamu menang." Delia.


"Aamiin Bu!"


"Ayo Bu sekarang kita pergi.Ayah dan Raihan juga pasti sudah lama menunggu."


***


Hal yang sama terjadi pada keluarga besar Barley.


Tuan dan Nyonya besar Barley sudah bersiap untuk menghadiri acara pengambilan rapot putra putri mereka.


Selain kedua orang tuanya, Opa Marco dan Oma Wati juga ikut menghadiri acara yang cukup bergengsi.


Mereka ingin menyaksikan secara langsung sang putra mahkota di anugrahi piagam penghargaan untuk yang kesekian kalinya.


Tuan Marco menghampiri Barley.


Ia mengenakan setelan jas dan kemeja seperti saat ia ke kantor.

__ADS_1


Terkadang tuan Marco rindu untuk bekerja.Namun, di sisi lain ia lebih merasa bahagia tinggal bersama anak cucunya.


Begitupun dengan Nyonya besar Wati.


Kadang kala mereka pulang ke kampung halaman Wati untuk mengunjungi orang kampung beserta saudara-saudara Wati yang masih tinggal di sana.


"Wah Daddy terlihat tampan, muda dan bergaya."Barley.


Ha ha tuan Marco tertawa lebar mendengar sanjungan dari sang putra.


Mereka semua tersenyum melihat tawa lepas dari tuan Marco.


Sementara Andhra tersenyum simpul.


"Ayo Andhra, Opa ingin lihat kamu berada di podium nomor satu."tuan Maro.


"Iya Opa seandainya aku ngak menang. Opa jangan kecewa ya." Andhra.


"Tentu tidak Cu. Opa yakin kamu sudah bekerja keras untuk meraihnya."


"Iya Opa." Andhra.


***


Pembagian raport sudah di mulai.


Seperti biasanya. Asyia dan Andhra adalah juara pertama dari kelas mereka masing-masing.


Setelah penerimaan.Rapot. Keluarga Asyia dan juara kelas mereka masing menunggu di dalam aula.


Pemilihan juara umum dari para seluruh siswa juraa pertama tingakan SMA pun sedang berlangsung.


Panita sedang mendata dan melihat semua data nilai rata-rata siswa.


Mereka pun sudah mendapatkan tiga siswa dengan nilai rata-rata tertinggi.


Asyia dan seluruh siswa peserta yang lainya ikut tegang ketika panitia mulai memanggil satu persatu siswa yang berhasil masuk tiga besar.


Asyialah yang paling menginginkan piagam tersebut yang akan di berikan pada sang ibu, karna ia tak tahu apakah semester selanjutnya ia masih berada di dunia ini.


Panitia mulai membaca kan hasilnya.


"Juara ketiga dari seluruh kelas dan seluruh siswa tingkat SMA adalah.


"Nesya Alifa dari kelas XII a, dengan nilai 925 Poin"


Tepuk tangan meriah pun mengema di aula tersebut. Siswa yang di sebut namanya pun berjalan dengan bangga menuju podium.


Asyia menggengam era ujung kemejanya. Ia benar-benar berharap dapat juara tersebut.


"Juara kedua adalah Asyia Khairunnissa klas IX b dengan nilai 936 poin."


Glek Asyia menitikan airmatanya. Lagi-lagi ia gagal mempersembahkan piagam tersebut untuk Delia.


@Maafkan Asyia Bu. Asyia gagal lagi,"ucap Asyia begitu sedih.


Asyia pun memeluk Delia.


"Ngak Nak. Kamu tak pernah gagal di mata ibu. Kamu selalu bikin ibu bangga," ucap Delia seraya mengusap punggung Asyia.


Setelah mengurai pelukannya. Delia menghapus sisa-sisa air mata Asyia.


"Ayo Nak. Melangkah ke podium. Ibu bangga sama kamu, "ucap Delia sambil mencium pipi Asyia.


"Iya Bu," ucap Asyia lirih.


Asyia pun melangkah meski kecewa. Ia tetap bersyukur.


Asyia pun naik keatas podium juara kedua.


Tepuk tangan meriah mengiringinya.


"Dan juara pertama dengan nilai tertinggi.adalah Ananda Andhra dari kelas IX a dengan nilai 970."


Barley dan tuan Marco langsung memeluk putranya tersebut. Populariras Andhra semakin meljit saja.


"Daddy bangga sama kamu." Barley.

__ADS_1


Andhra hanya tersenyum simpul.


Ia pun menuju podium pertama tentu dengan tepuk tangan paling meriah.


"Lihat lah cucuky yang tampan dan membanggakan itu," tunjuk tuan Marco pada seseorang yang di sebelahnya.


"Iya pak. Andhra memang juara setiap semester, " papar orang tersebut.


Setelah ketiga siswa berkumpul tibalah saatnya pemberian penghargaan.


ketiganya mendapat kalung bunga dan sejumlah uang tunai. Sementara Andra juara pertama mendapat tambahan piagam penghargaan dan tropy serta uang tunai.


Semua hadiah pun sudah di bagikan.kepada para peserta di iringi suara tepuk tangan meriah.


Karna Andhra menjadi juara pertama ia di minta untuk berpidato sedikit di atas podium tentang pesan dan kesannya karna menjadi yang terbaik.


Andhra mulai berbicara di depan mic. Keadaan kembali tenang


"Assalamualaikum warrahmattulah hi wabaratu."


"Waalaikum salam."


"Pesan dan kesan saya adalah. 'Jangan bangga tergadap pencaian seseorang dari nilai-nilai dari angka yang tertera pada penilaiannya. Karna angka hanya sebuah simbol dan belum tentu melambangkan usaha dari seseorang. Dengan ini saya menyerahkan juara pertama ini pada siswa yang lainnya. Yakni Asyia."


Mereka syok mendengar Andhra yang bicara dengan tegas di depan umum. Mereka pun bertanya ada apa sebenarnya.


Asyia lebih syok. Tubuhnya memaku beberapa saat dengan irama jantung yang berdetak kencang.


@Karna apa? Karna nilai rata-rata saya dan Asyia hanya terpaut tiga puluh empat poin jika di bagi sepuluh pelajaran saya hanya mendapat nilai rata 97 Poin."


"Tapi Asyia, dengan tidak mengikuti praktek olah raga dan secara otomatis nilai bidang olah raganya berkurang lima puluh point. Jadi jika saja Asyia ikut praktek olah raga itu bearti nilai Asyia harusnya lebih tinggi dari saya. Dan kita semua tahu kenapa dia tak bisa mengikuti praktek olah raga. Jadi menurut saya secara akademis Asyialah juara pertama dari kompetensi ini,"ucap Andra tegas.


Semua orang terdiam mendengar kata-kata Andra. Andhra bukan kasihan atau iba terhadap Asyia, Tapi ia sendiri menyadari hal tersebut.


Menurut Andhra Harusnya nilai Asia tak di bagi Sepuluh tapi di bagi 9,5 sebagai kompensasi tak mengikuti praktek olah raga dan hasilnya rata nilai Asyia jika di bagi 9.5 adalah 98 ,menang satu poin terhadap dirinya.


Meski kaget tapi semua orang salut atas apa yang di lakukan oleh Andhra.


Andhra menoleh kearah Asyia.


"Asyia naiklah!" Pinta Andhra.


Karna masih syok dan binggung Asyia menurut saja.Ia pun naik ke atas podium pertama.


Andhra pun melepas piagam dan menggantungkannya ke leher Asyia.


Kemudian ia menyerahkan tropy kepada Asyia.Asyia pun menerimanya.


"Selamat Asyia. Kamu berhak mendapatkan juara pertamanya. Andhra pun menyodorkan tanganya untuk memberi selamat pada Asyia.


Tepuk tangan meriah pun kembali memenuhi aula gedung tersebut.


Mereka semakin bangga pada tuan muda Andhra yang berjiwa besar karna mengakui kekalahannya.


Dan itu semakin membuat Barley dan Santi semakin bangga dengan putra mereka.


Asyia menangis di atas podium karna tak bisa berkata apa-apa lagi.


Akhirnya cita-citanya untuk mengalungkan piagam tersebut tercapai sudah.


Delia dan Aldo dengan bangga dan haru menghampiri putri mereka.


Langsung saja Asyia turun dari podium dan menglungkan piagam tersebut kepada Delia.


"Terima kasih ibu, hiks," tutur Asyia haru.Mereka pun memeluk Asyia dengan tangisan bahagianya.


Bersambung gengs. Menurut parareader gimana episode kali ini.Episodenya panjang sampai kriting jari outhor ngetiknya 😅😅


Kasih pantun dulu ah.


Ke pulau rote.


naik odong-odong.


Bagi votenya dong.


Atau ngak kopi biar author ngak ngantuk yey modus he he ngak maksain kok 😍😘

__ADS_1


__ADS_2