Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Terungkapnya semua fakta


__ADS_3

"Amora!" seketika rahang Barley mengeras, Andini yang mendengar Barley menyebut nama Amora, ia pun menahan langkahnya menuju mobil dan mendekati Barley Yang mengenggam erat ponselnya kemudian melepasnya begitu saja.


"Ada apa dengan Amora Barley?"tanya Andini.


Barley tak menjawab, ia mempercepat langkahnya, Santi berusaha mengejar.


"Sayang tunggu!" seru Santi, tapi Barley tak peduli, tanpa menunggu perintah, Santi masuk ke dalam mobil Barley.


"Kau kenapa kau ikut?!"bentak Barley.


Santi bukan main kagetnya di bentak Barley, tapi ia juga merasa penasaran kenapa wajah Barley tiba-tiba berubah.


Karna Santi sudah masuk ke dalam mobil, Barley terpaksa membawanya.


"Pakai sabuk pengaman mu!" titah Barley.


Santi pun menarik seatbelt dan mengencangkannya.


Barley terlihat gelisah dan serbah salah, mobilnya melaju melesat membelah jalanan lengang ibu kota.


Santi tak berani membuka suaranya, hanya saja beberapa kali ia harus mengelus dada karna mobil mereka terlalu mendekat dengan pengguna mobil lain hingga beberapa kali hampir menabrak.


Barley terus fokus mengemudikan mobilnya tanpa bicara sedikit pun.


Srrettt. bunyi ban mobil akibat pergeseran karna melakukan pengereman mendadak.


Barley mematikan mesin mobilnya, kemudian menarik kunci kontak dan membuka pintu mobil dengan tergesa-gesa.


Begitupun Santi yang ikut turun.


Dengan langkah cepat Barley menuju kantor polisi, Santi terus mengikutinya.


Ketika akan masuk ke sebuah ruangan


di sana mereka bertemu dengan Arief.


"Arief?"Barley menengus kesal, ia pun menarik kemeja Arief dan mengangkatnya.


"Apa hubungannya kau dengan kasus ini?" tanya Barley dengan penuh emosi.


Barley curiga jika Arief ada hubungannya dengan semua ini.


"Tenang Tuan, dengar dulu penjelasannya," ucap Arief.


Melihat Barley yang terlihat emosi seorang polisi melerainya.


"Tenang Tuan, saudara Arief tak terlibat sedikitpun dengan kasus ini,silahkan anda duduk untuk mendengar penjelasan dari pak Iwan, "ucap polisi tersebut.


Barley pun melepas cengraman tanganya.


Santi dan Barley duduk bersebelahan, sebenarnya Santi juga tak mengerti permasalahan yang terjadi, ia hanya mengikuti suaminya karna takut Barley bertindak di luar batas.

__ADS_1


Andini dan tuan Hasta juga ikut mendengar penjelasan polisi tersebut, mereka sengaja mengikuti Barley karna tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan mengingat Barley orang yang begitu tempramental.


"Begini saudara Barley, Menurut pengakuan saudara Aldo sebagai salah satu tersangka, apa yang menimpa anda dan Alm Sania dalam kecelakaan yang terjadi beberapa bulan yang lalu , juga kasus bubur beracun yang di kirim oleh seseorang di kamar perawatan istri anda di rumah sakit, ternyata saling berkaitan, berdasarkan penyelidikan dan pengakuan para pelaku kami dapat menyimpulkan motif dari tersangka yang ternyata ada hubungannya dengan asmara," papar pak Iwan.


Barley mengepal tanganya menahan dadanya yang terasa ingin meledak.


"Pelaku tersebut bernama Amora Felicia, di bantu tiga rekannya, yaitu saudara Aldo, Tomi dan Viora, dan semua sasaran korban adalah wanita yang dekat dengan anda, seperti calon istri atau nyonya Santi yang telah menjadi istri anda saat ini, "papar pak Iwan.


Barley mendengar penuturan tersebut dengan dada yang bergemuruh, begitu pun Santi yang langsung meneteskan air mata.


Andini dan tuan Hasta tak kalah kaget.


Apa jadi Amoralah yang menyebabkan kecelakaan itu? tak bisa di biarkan! anak ku hampir meninggal karna kejadian itu!


Pak Iwan melanjutkan keterangannya hingga selesai, Barley berkali-kali menghempaskan napas beratnya, ingin sekali ia keluar dari tempat tersebut dan membalas para pelaku dengan tanganya sendiri.


"Lalu Apa hukuman apa yang akan di terima oleh pelaku?"tanya Barley ketika pak Iwan selesai dengan pemaparannya.


"Hukuman penjara maksimal seumur hidup atau dua puluh tahun penjara beserta denda, atau paling kurang lima belas tahun penjara beserta denda,"ucap polisi tersebut di hadapan Barley.


Bola mata Barley perlahan memerah, menahan sedih dan Amarahnya.


"Dimana para tersangkanya?!"tanya Barley


geram,


"Sudah kami amankan," ucap polisi tersebut.


" Tenang saudara Barley, jika anda tak bisa menahan emosi dan bertindak nekad, bisa-bisa anda yang di penjara." pak Iwan.


"Kami sengaja mengamankan mereka dan mereka belum bisa di temui oleh siapa pun, karna proses penyelidikan masih berlangsung, keterangan mereka masih kami butuhkan untuk melengkapi BAP," pak Iwan


Barley mendengus, ia begitu geram karna tak bisa menemui para tersangka.


"Saya tak bisa terima ini! saya harus memberi pelajaran setimpal kepada mereka, karna perbuatan mereka saya harus kehilangan orang yang paling saya cintai!" Barley.


"Maaf Pak, tenangkan diri anda, biarkan kami memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku, emosi hanya akan membawa kehancuran untuk diri anda sendiri, biarkan pengadilan yang akan menjatuhkan hukuman kepada para tersangka," papar pak Iwan menenangkan Barley yang terlihat begitu emosi.


"Aku akan menyewa pengacara handal untuk menjerat Amora dan tersangka lainnya, mereka harus terima hukuman yang setimpal!" dengus Barley seraya meninju telapak tanganya karna geram.


"Maaf Pak Barley, sekian saja informasi sampai jumpa di pengadilan," pungkas pak Iwan.


Barley terdiam menahan kesalnya, untung saja ia tak di perbolehkan menemui Amora jika tidak, mungkin bisa jadi Barley yang di penjara karna bisa saja ia yang membunuh Amora.


Santi menghampiri suaminya yang terlihat emosi, ia pun memeluknya.


Santi juga sangat terpukul dengan kejadian ini, gara-gara cinta,Kakaknya kehilangannya nyawa begitu pun dirinya hampir dua kali celaka, karna obsesi cinta Amora pada sang suami


Barley memeluk Santi, keduanya begitu haru dan sedih beberapa saat.


Tuan Hasta dan Andini segera meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Lihat lah Mommy, apa seperti itu calon istri yang kau inginkan untuk Barley, aku tak dapat membayangkan jika Amora menjadi bagian keluarga kita,"dengus tuan Hasta.


"Tapi Daddy, aku tak menyangka jika Amora yang mencelakai Barley,"sahut Andini mencoba membela diri.


"Aku sudah curiga jika Amora bukan gadis baik-baik, kau saja yang terlalu berambisi," ucap Tuan hasta ketus.


Andini dan tuan Hasta keluar dari ruangan tersebut dan berniat kembali ke kantor.


Mereka berdua tanpa sengaja bertemu Veronica di parkiran.


Dengan geram Andini melangkah mendekati Veronica.


"Veronica!" teriak Andini.


Veronica menunjukan sikaf tidak senangnya, ia pun membuang mukanya.


"Kenapa?!"tanya Veronica tak bersahabat.


"Cuih, aku tak menyangka jika putri mu berhati iblis, pembunuh berdarah dingin, bahkan ia tega menghabisi orang-orang yang menghalangi jalannya," cecar Andini.


Veronica diam, sambil menyilangkan kedua tangannya ke dada.


"Cuih Beruntung putraku tak sampai menikahinya, biarkan saja dia membusuk di penjara!" Andini begitu emosi.


"Hey Andini, kau mengatai putriku, kau tak ingat siapa diri mu? lihat saja setelah urusan ku selesai, semua kartu as mu akan ku buka di hadapan suami dan juga anak mu! ingat itu Nyonya Andini yang terhormat!" cecar Veronica sambil menunjuk-nunjuk Andini.


Ia pun pergi dari tempat tersebut karna tak ingin berdebat terlalu lama, Amora lebih membutuhkannya saat itu.


Andini menatap kesal kearah Veronica yang berjalan cepat masuk ke kantor polisi.


"Mommy !"Sudah selesai?" tanya tuan Hasta karna melihat Andini yang mematung menatap kepergian Veronica.


Andini melangkah dengan angkuh kembali menghampiri suaminya.


Setelah andini masuk ke dalam mobil tuan Hasta meminta sopirnya untuk pergi dari tempat itu.


Andini masih terlihat kesal,tapi juga merasa khawatir dengan ancaman dari Veronica.


Bagaimana caranya agar perempuan sialan itu tutup mulut, apa ku habisi saja dia, oh tidak aku tak ingin seperti Amora jadi pembunuh dan menghabisakan seumur hidupku di dalam sel tahanan.


Tuan Hasta melirik ke arah istrinya yang terlihat kesal dan binggung.


"Mommy apa kau pernah mendengar pepatah yang mengatakan 'sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga,' begitu pun dengan manusia, sepandai-pandainya ia berdusta suatu saat semua pasti akan terbongkar juga," sindir tuan Hasta tiba-tiba.


Andini tercengang, ia merasa sepertinya tuan Hasta menyindir dirinya kembali.


Tidak suami ku tak boleh tahu, dia belum tahu saja aku hanya mendapat 25% dari seluruh hartanya, bagaimana jika dia tahu? huh.


Andini menghempas napasnya dengan kesal, kemudian ia menyandarkan tubuhnya.


Sampai kapan kau mau mengakuinya Andini? sampai saat ini aku masih sabar, tapi jika kesabaran ku sudah habis, kau sendiri yang akan menanggung perbuatanmu! Batin tuan Hasta.

__ADS_1


Bersabung reader, Ada tokek di kejar kingkong, bagi vote dong he he


__ADS_2