
Keluarga Barley mempersiapkan kepulangan mereka ke tanah air. Setelah semua persiapan beres, mereka pun membawa Andhra menuju pesawat pribadi miliknya.
Barley mendorong kursi roda Andhra selama di bandara. Ketika akan memasuki tangga pesawat. Barley berhenti.
"Andhra Apakah kau tak ingat ini Nak,ini pesawat yang di belikan Opamu. Lihatlah Andhra nama mu terlukis di sana. "
Andhra menatap badan pesawat tersebut,kemudian menggeleng kepalanya dengan lemah.
Santi dan Barley merasa sedih, harapan mereka hanya pada Asyia, semoga saja dengan tinggal di rumah mereka, Andhra bisa ingat barang sedikit saja, hingga bisa memancing ingatanya terhadap yang lain.
Pesawat pun terbang meninggalkan kota Milan.
***
Alesha kini duduk di kelas XII begitupun dengan Nabila. Alesha terpaksa tinggal di rumahnya bersama oma dan opanya.
"Bil, hari ini kamu nginep di rumah aku ya. " pintanya.
"Ehm, gimana ya? Tapi aku harus tanya ayah dan ibu dulu. Aku kan sudah sering nginap di rumah kamu, sesekali dong tuan putri nginap di rumah aku,"Nabila.
"Ehm, iya deh. Aku telpon Oma dan Opa dulu. "
Alesha meraih smartphonenya. Iya pun menelpon Oma Wati.
"Oma, Esha boleh ya pulang sekolah nginep di rumah Nabila. "
"Jangan dulu, Mommy sama Daddy sedang dalam penerbangan. Mungkin nanti malam mereka tiba. "
"Hah, Daddy dan mommy dalam perjalanan pulang, kakak juga? "
"Iya, Esha kalau mau main kerumah Nabila boleh saja, tapi nanti pulang ya! "
"Iya deh Oma. "
Alesha dan Nabila pun berjalan menuju gerbang sekolah mereka. Sepanjang perjalanan dua gadis cantik tersebut selalu jadi pusat perhatian. Tapi tak ada yang berani mengganggu mereka berdua.
Cowok-cowok hanya bisa mengangumi mereka saja. Keduanya adalah putri-putri yang terjaga. Dan tak bisa di sentuh sembarangan orang.
Dari kejauhan Nabila melihat Raffa yang mengenakan kemeja dan dasinya, yang semakin membuat kakaknya terlihat tampan.
"Alesha itu kakak ku, ayo kita hampiri. "
Alesha dan Nabila menghampiri Raffa.
Alesha dan Raffa tanpa sengaja beradu tatapan bersama Alesha.
"Hai Alesha, udah besar saja. Makin gede makin cantik saja," Raffa.
"Kak Raffa juga, Makin ganteng aja. "
Keduanya pun saling melempar senyum malu-malu, awalnya Raffa hanya berbasa-basi tapi ujung-ujungnya keduanya ikutan baper sendiri.
"Ehm, Kakak mau godain Alesha ya? Ingatloh kakak sudah punya pacar. "Nabila.
Seketika Alesha kaget mendengar Raffa yang sudah memiliki pacar, wajahnya yang tadi ceria kini tertunduk lesu.
__ADS_1
"Ihs siapa yang mau godain, Alesha memang makin cantik kok, ngak kayak kamu, "ledek Raffa.
"Ihs Kakak jahat! Nabila pulang sendiri saja. " dengus Nabila Pura-pura ngambek.
"Iya Adik kak Raffa juga cantik kok, " ia pun merangkul Nabila.
"Sudah Yuk setelah ngantar kalian Kakak mau kembali ke kantor. "
Ketiganya pun dah masuk mobil. Alesha duduk di samping Raffa, sesekali keduanya saling curi pandang. Sementara Nabila yang duduk di belakang sibuk dengan game onlinenya.
***
Keluarga Barley tiba di mantion mereka. Setelah mobil terpakir tepat di depan teras, Barley menurunkan kursi roda untuk Andhra.
Kemudian ia membawa Andhra masuk ke dalam rumah. Di sana sudah ada Arief dan Raffa serta beberapa Asisten rumah tangga yang menyambut mereka.
Andhra berada di kursi rodanya dengan tatapan kosong. Andhra seperti orang yang kebingungan ketika melihat Orang-orang yang menatap dengan iba.
"Bagaimana keadaan tuan muda Tuan? " tanya Arief.
"Beginilah Rif. Andhra bahkan kesulitan untuk bicara. Dia tak ingat apapun. Kadang-kadang ia berbahasa Inggris, kadang juga ia berbahasa Indonesia terkadang juga berbahasa Italia. "
"Tapi dia mengerti apa yang kita katakan padanya? "
"Sepertinya ia mengerti, tapi ia masih kesulitan untuk berkomunikasi. "
Arief menghampiri Andhra.
"Tuan muda, "sapa Arief.
"Andhra, " panggil Arief lagi.
Barulah ia menoleh.
Arief pun kembali duduk. Ia sengaja tak banyak bicara.
Andhra duduk bersama orang-orang yang sedang berbincang. Antara Arief,Barley , Santi dan Raffa.
"Apa tidak ada terapi khusus untuk merangsang ingatan tuan muda Tuan? " tanya Arief lagi.
"Dokter bilang obat-obatan hanya merangsang syaraf-syarafnya. Hal yang harus di lakukan untuk mengembalikan ingatan Andhra adalah membangkitkan kembali kenangan-kenangan yang paling berkesan dalam hidupnya. " Barley.
"Saya kira juga begitu Tuan. Dengan tinggal di rumah sendiri dan berada dengan orang-orang terkasih, Tuan muda akan mudah mengingat kenangan sejak ia masih kecil. "
Santi dan Raffa hanya menyimak obrolan mereka berdua.
"Iya Rif. Ada satu lagi yang ingin ku sampaikan. " Barley.
"Ada apa Tuan? " tanya Arief menatap Barley yang tengah serius menatapnya.
"Aku butuh bantuan Asyia." Barley.
"Asyia? Ada apa dengan Asyia. " Arief.
"Begini Rif. Andhra dan Asyia ternyata selama ini menjalani hubungan LDR-an. Harusnya di bulan ini, tepat ketika Asyia wisuda, mereka berencana untuk tunangan. Dan tahun depan, setelah Asyia lulus dari pendidikan profesinya mereka sudah merencanakan pernikahannya. "
__ADS_1
Arief sedikit kaget dengan penuturan Barley. Karena Asyia sendiri tak pernah cerita tentang apapun tentang kisah cinta mereka.
Sementara Raffa, ia sudah mengetahui semuanya dari Asyia.
"Rif, Apa kau setuju jika Asyia menikah dengan Andhra? " tanya Arief.
"Tapi Tuan muda sedang hilang ingatan, apa pernikahan akan sah Tuan? "
"Barley memijit kepalanya. "
"Andhra hanya hilang ingatan Rif, bukan hilang akal.Aku dan istriku bisa saja mengurusnya Rif. Bukannya ingin menjadikan Asyia pembantu atau hanya sekedar mengurusi Andhra, tapi dengan resmi menikah mereka bisa bebas bersama kapan saja dan dimana saja. Andhra begitu membutuhkan pendamping yang mengertinya, apalagi jika ternyata mereka saling mencinta. " Barley.
"Baiklah Tuan, saya akan bicarakan ini pada ayah dan ibunya. Tentunya pada Asyia juga. Segala keputusan ada di tangan Asyia dan kedua orang tuanya. "
"Tentu saja Rif."
"Baiklah Tuan, secepatnya saya akan memberi kabar. "
"Iya Rif, tak perlu terburu-buru. " Barley.
***
Asyia berada di rumah sakit sedang memeriksa seorang pasien wanita yang stroke akibat serangan jantung.
Selain memeriksa, selama wanita tersebut di rawat, dirinya akan menganalisa pasien tersebut. Maklum saja, rencana nya ia akan mengambil jurusan jantung dan ini merupakan kesempatan bagi Asyia.
Meski merasa sedih dengar kabar yang menimpa jantung hatinya, Asyia tetap profesional dalam menjalani tugasnya.
Ia berharap Andhra akan segera pulang.
Selain merasakan rindu yang menggebu, Asyia juga khawatir terhadap keadaan Andhra. Karena sampai saat ini ia tak pernah mendengar kabar tentang Andhra.
Karena sibuk, Asyia tak sempat mengangkat telponnya yang di simpan di dalam tasnya.
Setelah selesai jam dinas, Asyia bermaksud untuk langsung pulang.
Sebelumnya ia memeriksa beberapa handphonenya. Ada beberapa panggilan tak terjawab.
"Paman? Kenapa Paman memanggilku? "
Asyia langsung menghubungi Arief.
"Hallo, Assalamu'alaikum Paman. "
"Wa'alakumsallam Asyia. "
"Ada apa ya Paman. Sepertinya ada yang penting? " Asyia.
"Kami semua menunggu mu di rumah, ada hal yang penting. "
"Iya Paman sebentar lagi Asyia akan pulang, Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikum salam. " Arief.
Bersambung dulu ya. Tetap dukung author ya. InsyaAllah akan ada giveaway setelah novel ini tamat. Terima kasih.
__ADS_1
Assalamu'alaikum,