
"Apa Tuan yakin jika saya mampu untuk memimpin perusahaan tuan Marco?" tanya Chandra.
"Chandra. Jika aku memilih mu, itu bearti aku sudah percaya dan yakin akan kemampuanmu, kau sudah ikut dengan ku selama tujuh belas tahun. Aku sangat yakin kau bisa ku andalkan." Barley.
"Ehm. Baiklah jika begitu.Saya tanya istri saya dulu Tuan." Chandra.
"Baiklah kabari aku secepatnya Chan."
"Baik Tuan saya permisi." Chandra.
"Silahkan." Barley.
Chandra keluar dari ruangan Barley dengan perasaan gelisahnya.
Menjadi pemimpin pada perusahaan bertaraf internasional bukan perkara gampang. Apalagi selama ini ia belum pernah memimpin perusahan sebesar itu.
"Tapi jika tuan muda saja percaya dan yakin akan kemampuan ku,mengapa tidak. Aku pasti bisa melakukannya." Chandra.
Pulang kerumah Chandra langsung menemui istrinya.
"Eh Papi sudah pulang?"tanya Anggi.
"Iya Mi, "Anggi membantu Chandra untuk membuka simpul dasinya.
"Mi tuan Barley meminta papi untuk memimpin perushaan tuan Marco yang ada di Milan. Menurut Ma...," kata-kata Chandra terputus dan langsung di sambar oleh Anggi.
"Setuju dong Pi. Gila itu sudah jadi impian mami sejak dulu! Ingin memiliki suami seorang priseden direktur! Dan sekarang mimpi itu menjadi nyata! Uh senangnya.Makin cinta sama Papi." Anggi pun memeluk Chandra.
Chandra mengkeucutkan bibirnya."Jadi hanya karna itu cintanya," dengus Chandra.
"Ngak dong Papi! Cinta mami tulus dan apa adanya," ucap Anggi sambil mencubit pipi Chandra.
"Ehm, seperti lirik-lirik lagu," Mulai lagi dia mengeluarkan lirik-lirik lagunya, Chandra.
Lyona datang menghampiri Chandra dan Anggi.
"Ada apa sih mami dan papi berisik banget?" tanya Lyona.
"Sayang sini deh. " Anggi menarik tangan Lyona.
"Ada berita baik untuk kita semua."
"Berita apa?"tanya Lyona.
"Sebentar lagi kita akan pindah ke Milan karna Papi kamu akan di anggkat sebagai presiden direktur pada perusahaan minuman salah satu yang terbesar di Milan.Kamu bayangin saja sebentar lagi, kita akan jadi kaya raya," ucap Anggi dengan heboh.
Ehm Lyona telihat cemberut.
"Tapi Mami, itu bearti aku tak bisa bertemu dengan tuan muda Andhra lagi." dengus Lyona.
"Ih ngak apa-apa sayang. Siapa tahu kamu di sana dapat anak dari pengusaha Milan. Sudah kaya bule pula." Anggi.
__ADS_1
"Ehm, tapi aku terlanjur cinta sama tuan muda Andhra Mami," ucap Lyona yang terlihat sedih.
"Ah sudahlah. Cinta itu bisa datang dan pergi. Tapi kesempatan emas ini hanya terjadi sekali seumur hidup jadi harus kita manfaatkan." Anggi.
Lyona mengkerucutkan bibirnya.Ia pun kembali ke kamarnya.
"Ih dasar anak tak tahu di untung!" Anggi.
Chandra menggelengkan kepalanya mendengar obolan keduanya.
Ada baiknya juga ia pindah ke Milan, setidaknya sang putri tak lagi terobsesi pada mengejar cinta tuan mudanya.
Setelah mempersiapkan kepindahannya. Chandra dan keluarga berangkat ke Milan di dampingi Barley dan tuan Marco.
Untuk beberapa lama, ia akan tingal di sana.Sampai menunggu Andhra yang akan mengambil alih perusahaan tersebut.
***
Waktu terus berlalu
Amora kini menanti detik-detik kebebasannya.
Seorang kepala sipir membukakan pintu sel tahanan untuk Amora.
"Amora Felisia, silahkan keluar. Anda bisa bebas saat ini juga. Tetapi anda harus tetap melapor setiap dua minggu sekali."
Amora keluar dengan hati yang gontai, ia merasa senang dengan kebebasannya. Tapi ia juga binggung harus kemana ia pergi setelah keluar.
Setelah menandatangani beberapa berkas bukti kebebasan bersyaratnya, Amora pun melangkah kan kakinya keluar dari gerbang tinggi yang mengurungnya selama ini.
Dengan bawaan seadanya ia pun binggung mencari arah.
Amora terus berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti. Langkahnya semakin longkai karna merasa haus. Sudah berjam-jam ia berjalan. Mencari-cari tempat yang bisa di gunakannya untuk beristirahat.
"Aku harus kemana ini?"
"Perutku lapar dan aku merasa haus."
"Apa yang aku bisa aku lakukan sekarang?"
Amora melihat sebuah warung nasi padang yang bertuliskan 'Nasi Padang Asyia.'
"Aku lapar sekali, " keluh Amora seraya menelan ludah untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering.
"Apa aku minta saja pada pemilik warung itu ya?" guman Amora seraya menyentuh perutnya yang terasa perih.
Amora pun mencari cara.
Ia pun membuka tasnya dan memgambil salah satu baju-nya yang telah usang.
"Biar aku nyamar sebagai pengemis saja."
__ADS_1
Amora merobek pakaian nya hingga terlihat compang camping. Ia pun mengambil debu dan mengusapkan tanah kering dan debu pada wajahnya.Apa pun di lakukannya asal ia bisa makan.
Dengan berjalan sedikit membungkuk Amora berjalan menyerupai nenek-nenek pengemis.
Ia,pun menaiki tangga rumah makan dan menghampiri etalase.
Pegawai warung tersebut melihat Amora yang berusaha mendekat ke etalase lauk pauk mereka.
"Mau apa Nek?" tanya karyawan tersebut.
Dengan akting sebagai nenek-nenek Amora pun menjawab dengan suara seraknya.
"Nenek minta sedekah Cu. sudah dua hari nenek tak makan." Amora.
"Ehm, maaf Nek tapi sang pemilik tak berada di tempat. Saya tak berani memberi makanan kepada siapa pun tanpa seijin pemiliknya." Yuli.
Amora kecewa. "Tapi Nenek sangat lapar dan haus. Jika tak ada makanan air putih pun tak apa, " pinta Amora mengiba.
"Iya sebentar ya. Nenek tunggu saja dan duduk di tangga. Sebentar lagi anak dari pemilik warung ini pulang.Mungkin ia bersedia memberi nasi bungkus pada nenek."Yuli.
"Iya cu." Amora.Ia pun duduk di tangga yang menuju teras rumah makan.
Sementara Yuli masuk kedalam bermaksud untuk mengambil minuman.
Benar saja. Tak lama kemudian Asyia pulang dengan mengunakan motor maticnya.
Ia mengamati nenek yang tertunduk dan tertutup separuh wajahnya dengan kain.
Asyia naik ke atas rukonya.
"Mbak Yuli. Itu siapa?" tanya Asyia.
"Oh itu nenek-nenek yang minta nasi Non.mbak Yuli ngak berani kasi."
Asyia melihat sekilas saja, dadanya terasa sakit kembali saat itu. Karna jantungnya tiba-tiba saja berdetak kencang.
"Kasih saja Mbak, kasihan. Asyia masuk dulu ya.Asyia mau istirahat. " Asyia.
"Iya deh Non kalau begitu."
Yuli pun membungkus nasi dengan lauk terbaik. Kemudian menyodorkan nenek tersebut nasi bungkus tersebut.
"Ini Nek. Anak dari pemilik warung memberi mengijinkan saya memberi Nenek nasi bungkus ini." Yuli.
Alangkah senangnya hati Amora saat itu.
"Sampaikan ucapan terima kasih saya pada anak pemilik warung tersebut ya.Saya doakan semoga ia panjang umur, selalu sehat dan bisa meraih yang ia cita-citakn, " Ucap Amora dengan tulus. Ia berdoa dengan hati yang sungguh-sunguh karna merasa senang di tolong oleh anak pemiik warung, padahal tanpa sengaja ia mendoakan anak yang ia buang.
Bagaimana kelanjutannya. Bersambung ya gengs.
Terima atas dukungan kalian semua. Semoga kita di berikan kesehatan dan.keselamatan untuk diri dan orang orang yang kita sayangi. Aamiin.
__ADS_1
Assalammualaikum.wr wb