Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Sebelum Berangkat


__ADS_3

Amora berada di kamarnya matanya menerawang memikirkan kejdian tadi siang.


" Apa yang terjadi pada Asyia, ia pasti malu dengan pacarnya. Apalagi sepertinya pria muda itu bukan orang biasa, kasihan Asyia hanya karna memiliki ibu kandung seperti aku, ia bisa putus dengan kekasihnya tersebut hiks, aku tak ingin Asyia patah hati. Sudah cukup Asyia menderita dengan penyakitnya. Aku tak ingin ia terluka karna cinta, seperti yang pernah ku rasakan hiks hiks."


Amora terus menimbang-nimbang pilihannya, antara berhenti dari pekerjaannya saat ini atau meneruskan pekerjaan yang akan membuat putrinya malu dan semakin jauh darinya.


Sepanjang malam ia memikirkannya hingga lelah ia pun terlelap.


***


Andhra bersiap untuk terbang menuju kota Bangkok Thailand.


Semua barang-barangnya sudah siap di dalam koper besar. Karna iklim di negri gajah putih tak terlalu berbeda dengan iklim di Indonesia.


Ia tak perlu membawa pakaian tambahan seperti mantel bulu seperti ketika ia dan keluarga melancong ke berbagai negara di eropa.


Hanya beberapa jaket dan syal untuk berjaga-jaga.


Santi masuk ke dalam kamar Andhra, rencananya ia dan Barley akan mengantar putra mereka ke bandara.


"Sayang kamu sudah siapkan semua. barang-barang yang kamu butuhkan?"tanya Santi seraya masuk ke kamar putranya.


"Sudah mommy sudah ku cek beberapa kali. Jangan lupa obat penurun panas untuk berjaga-jaga dan vitamin c untuk daya tahan tubuh kamu," ucap Santi seraya merapikan blazer yang di kenakan oleh putranya tersebut.


Meski mengkhawatirkan sang putra. Namun, Santi yakin jika Andhra bisa jaga dirinya baik-baik.


"Sudah siap?"tanya Santi lagi.


"Sudah mommy." Andhra.


Santi mengandeng tangan putranya untuk turun ke lantai bawah rumah mereka. Keluarganya sudah menunggu untuk mengantar Andhra ke bandara.


Meski keluarga mereka memiliki jet pribadi, tapi Andhra menolak untuk menggunakan layanan super mewah di pesawat jet miliknya.


Sesekali ia ingin menikmati penerbangan dari kelas ekonomi.


***

__ADS_1


Selain Andhra keluarga Asyia juga bersiap untuk mengantar putri mereka ke bandara.


Delia sudah memasak bekalan yang praktis dan bisa awet beberapa hari yakni orak arik tempe dan abon tuna buatanya sendiri. Asyia sendiri tak boleh makan yang banyak mengandung kolestrol seperti santan dan berbagai sefood. Makanan tersebut sudah di bungkus rapi dan di masukan kedalam koper sang putri.


Tak lupa obat-obatan dan vitamin untuk menjaga imunitas Asyia.Semua Delia yang menyiapkan dan yang membereskan untuk Asyia.


Asyia berdiri di belakang Delia dan memeluknya. "Terima kasih ibu," ucap Asyia haru.Meski ia bukan putri kandungnya tapi Delia selalu perhatian terhadapnya. Asyia merasa beruntung berada di antara orang-orang yang mencintainya dengan tulus.


Delia membalikan tubuhnya mencium pipi Asyia. "Jaga diri kamu ya."


Delia tak banyak berpesan kepada Asyia, karna ia tahu Asyia bukan anak bandel yang selalu di peringatkan berulang-ulang.


Setelah mengemas barang-barang Asyia mereka pun berangkat menuju bandara.


***


Para orang tua hanya mengantar mereka sampai di sebuah tempat pertemuankarna nantinya sebelum chek-in mereka akan di beri beberapa pengarahan dari pihak sekolah.


Asyia sedikit kaget ketika melihat Andhra yang jauh lebih tampan ketika mengenakan outfitnya. Jantungnya semakin bergemuruh untung saja segera bisa di netrisir. Ia pun ikut duduk dan mendengar arahan dari pihak sekolah.


Asyia dan Andhra berada di bandara dengan seorang guru pendamping yang akan mengawasi dan membimbing mereka.


"Asyia, kau tahu siapa pemilik pesawat ini ?" tanya Andhra ketika mereka sampai di samping sebuah pesawat yang tampak lebih kecil dari pesawat komersil.


Ehm Asyia melihat badan pesawat yang betuliskan nama Andhra.


"Pasti pesawat itu milikmu kan?" terka Asyia.


"Kok kau tahu?"


"Hm tuh nama mu ada di badan pasawat. Nama yang panjang butuh waktu untuk menghapalnya. Andhra Radja Pratama Milano Fedirico Prawira ,Kenapa nama mu bisa sepanjang itu?"Asyia


"Ha ha aku ngak tahu, kata mommy ku, kedua kakek ku ingin nama keluarga mereka ada di dalam nama ku. Karna aku merupakan putra mahkota yang jadi pewaris tunggal perusahaan mereka." Andhra.


"Ehm begitu rupanya.Apa adik perempuan mu juga memiliki nama panjang seperti mu?"


" Alesha Sabrina putri Milano. Sabrina sendiri sebenarnya gabungan dari Santi dan Barley.Sengaja tak di buat panjang. Nanti ketika akad nikah suaminya akan sulit menyebut namanya."

__ADS_1


"Jadi pesawat ini kau beli dengan uang mu sendiri?" Asyia.


" Pesawat milik kakek ku. Nanti setelah umurku delapan belas tahun, barulah semua surat kepemilikannya akan beralih pada ku." Andhra.


"Wah keren! belum delapan belas tahun kau sudah miliki pesawat ini. " Asyia terdengar kagum.


"Ya begitulah, tapi semua ada alasannya. Kata kakek ku, jika aku sudah menikah dan tinggal di Milan italia. Aku bisa membawa keluarga ku bolak balik antara Italia dan Indonesia ,kapan saja aku mau," Andhra.


"Hm menikah ? Umur berapa biasanya orang akan menikah?"tanya Asyia seraya mengusap bagian pesawat yang bisa di jangkau olehnya.


"Entahlah setiap orang berbeda. Kalau aku mungkin setelah lulus kuliah, sekitar umur dua puluh tiga atau dua puluh lima. Kau sendiri, ada rencana untuk menikah di usia berapa?" Tanya Andhra balik.


Asyia mengelengkan kepalanya." Ngak.punya rencana sama sekali."


"Hm kalau begitu kau kalah dengan adikku. Alesha sekecil itu saja dia sudah punya rencana untuk menikah setelah lulus sekolah,dengan seorang pangeran tampan berkuda putih yang membawa kereta kencana untuknya, " tutur Andhra seraya tersenyum mengingat kepolosan Alesha.


Asyia pun tersenyum mendengar cerita Andhra tentang Alesha gadis imut tersebut memang kelihatan masih polos meski usianya sudah sembilan tahun.


"Adik mu sering nonton princess story mungkin. Jadi ia terbawa dengan dunia khayalannnya. Tapi bukannya adik mu memang seorang tuan putri, wajar saja jika ia mendambakan seorang pangeran untuk menikahinya." Asyia.


"Hm entalah. Menurutku ia justru dewasa sebelum waktunya. kau sendiri, pria seperti apa yang akan kau nikahi?" tanya Andhra.


"Ehm... aku tak pernah terpikir ke arah sana. Aku rasa umur ku juga tak akan sampai pada masanya di mana aku menikah, kau sendiri wanita seperti apa yang akan kau nikahi?"Asyia balik lagi bertanya.


Andhra terdiam." Tentu saja aku akan menikahi dengan wanita yang aku cintai.Tak perduli seperti apapun dia, jika aku sudah jatuh cinta padanya, dia pasti punya sesuatu yang begitu istimewa pada dirinya


"Hm, tentu saja dari hasil qualifikasi mu pasti pilhan yang terbaik." Asyia.


"Ehm biasa saja. Yuk cabut ntar kita telat lagi." Andhra.


Mereka pun langsung pergi dari tempat tersebut kemudian menghampiri guru mereka dan chek-in.


Huh. Selamat datang di bangkok. Gimana ya kisah mereka di bangkok. Ada saran ngak reader he he. Aq sih udah ada bayanganya yang roman-roman ala remaja gitu. Btw lihat aja episode selanjutnya moga bisa bikin kalian beper parah sampai akut. Yang mau ngasih saran boleh. Apalagi mau ngasi hadiah dan vote boleh bgt. ( Modus ternyata 😄)


Btw, anyway, bus way. Terima kasih untuk para reader ku yang baik-baik banget.Alhamdullilah kita di pertemukan di sini, kita ngak saling mengenal tapi selalu berdoa di jalan kebaikan.


Semoga kita semua saya dan para reader yang tersayang selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.

__ADS_1


Assalammualaikum wr.wb.


__ADS_2