
Alesha terbangun ketika merasakan mual, segera saja ia berlari ke kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi Alesha langsung muntah- muntah.
Uek uek..
Setelah memuntahkan seisi perutnya ia hendak kembali ke kamar. Saat berbalik ternyata sudah ada suaminya.
"Kenapa Sayang? " tanya Raffa.
"Aku Tiba-tiba mual, pingin muntah Kak. "
Uek...
Alesha berbalik badan kemudian kembali muntah.
Raffa memijit tengkuk Alesha dengan lembut, Alesha terus saja muntah hingga tubuhnya lemas.
Setelah di rasa cukup, ia pun mencuci wajahnya.
"Aduh kak perut aku sakit, tubuh jadi lemas seperti ini. "
Raffa mengusap keringat dingin pada kening Alesha.
"Sayang, kamu telat datang bulan ngak? "tanya Raffa yang sudah curiga.
"Pakai nanya lagi. Bukannya kamu ngak pernah biarin aku tidur tenang. Setiap hari minta jatah. Mana belum datang bulan lagi, jadi ngak bisa istirahat, di gempur terus," keluh Alesha.
"He he, Namanya juga pengantin baru Sayang, " ucap Raffa sambil mencubit pipi Alesha.
"Memangnya kenapa Kak? "tanya Alesha dengan nada manja.
"Mungkin saat ini kamu lagi hamil Sayang," ucap Raffa seraya menyelitkan rambut sang istri di telinga.
"Hamil? "Alesha terlihat bahagia.
Wah senangnya bisa hamil. Kalau Gita punya anak sendiri, kita ngak perlu rebutan untuk mengasuh Rayyan.
"Iya Sayang, Kak Raffa juga bahagia, kamu istirahat kembali, ini masih pukul tiga pagi. Nanti sebelum Kak Raffa ke kantor, kita periksa kamu ke dokter kandungan ya. "
" Hm, Tapi kalau aku beneran hamil, Kak Raffa mau kasih aku apa? "
Raffa mengangkat tubuh Alesha dan membawanya ke atas tempat tidur." Kalau kamu hamil, kak Raffa akan turuti semua kemauan kamu. "
"Yang bener?!"
"Bener. "
"Kalau aku minta kak Raffa untuk tak menyentuh ku selama sebulan gimana?" tanya Alesha seraya mengelayut manja di leher Raffa. Ia pun tersenyum.
"Jangan Sayang, minta apa, saja boleh. Asal jangan yang itu. Kak Raffa bisa stress kalau ngak bisa nyentuh kamu selama sebulan. dua hari saja ngak tahan gimana kalau sebulan," dengus Raffa.
Ha ha, Alesha tertawa renyah.
"Alesha juga pasti kangen kak, klau nganggur selama itu. "
Raffa meletakkan tubuh Alesha. "Kalau begitu biar ngak kangen, kita kangen-kangenan dulu.
Raffa berbaring di samping Alesha. Dengan segera ia melepaskan semua penutup tubuh sang istri dan menutupinya dengan selimut. Pagi hari itu ranjang mereka kembali bergoyang.
***
Asyia dan Andhra sedang membereskan barang-barang mereka. Karena rencananya keduanya akan pindah ke Milan pada hari ini.
Santi menggendong Cucu mereka yang sebentar lagi akan terbang menuju Milan.
"Sayang. cucu Oma sebentar lagi mau pindah ya. Oma jadi sedih, "tutur Santi sambil mencium Rayyan.
"Ngak usah sedih Oma, nanti kalau mommy dan Daddy Rayyan libur, Insha Allah pasti pulang kok. Atau Oma saja yang sering-sering bertandang ke Milan. "Asyia.
"Iya Deh. Tapi rasanya sedih, setiap pagi biasanya gendong cucu, mandiin cucu. Eh sekarang cucunya malah harus pindah di tempat yang jauh. "
"Assalamu'alaikum! ", tiba-tiba terdengar suara dari luar kamar Asyia.
"Waalaikum sallam! " seru keduanya.
Raffa dan Alesha pun masuk ke kamar tersebut.
"Rayyan sini aunty gendong. " Alesha meraih Rayyan dari gendongan Santi.
__ADS_1
"Onty sedih deh Rayyan mau pindah. " Alesha.
"Iya mommy juga gitu. Andai saja Andhra mengijinkan anak untuk tetap tinggal di sini. " Santi.
"Mana Andhra bisa jauh dari Rayyan Mi. Nanti kalau ada waktu senggang, kami pasti pulang Mi. " Andhra.
"Ya begitulah, terkadang karena tugas orang tua harus rela melepaskan anak-anak mereka. Daddy juga sebenarnya berat berpisah dengan anak cucu dan menantu, tapi yah harus gimana. Perusahaan Daddy sudah di wariskan pada Andhra. Dan Daddy memulai usaha tersebut dari nol. sebagai anak-cucu kita harus menghargai jerih payah mereka. " Barley.
"Yah namanya juga Oma dan cucu. Pasti berat jika harus berpisah, Apalagi Mommy sudah terbiasa mengasuh Rayyan. " Santi
Raffa dan Alesha tersenyum.
"Oh kalau gitu Mommy ngak usah khawatir. Karena sebentar lagi, Alesha dan kak Raffa juga akan memberikan mommy cucu untuk di asuh. " Alesha.
Mereka semua memandang ke arah Alesha dan Raffa.
"Jadi kamu sudah hamil? " tanya Santi.
Ehm, Keduanya hanya menjawab dengan anggukan.
"Alhamdulillah! " Seru Mereka semua.
"Ya Tuhan, akhirnya mommy bisa, gendong cucu setiap harinya. " Santi.
"Wah selamat, kalau gitu untuk kalian berdua. " Andhra.
"Bikin anak yang banyak, biar mommy dan daddy ngak kesepian lagi. "
"Iya dong. Tenang saja. Biar Alesha dan kak Raffa produksi anak yang banyak ya. Biar rumah ini tambah rame! "
Asyia dan Andhra tersenyum mendengarkan penuturan Alesha.
"Alah dia belum tahu rasanya melahirkan, kalau sudah tahu. Pasti kopok tuh."
"Yey, Kak Andhra sirik aja." Alesha mengerucutkan bibirnya.
"Iya Kakak berdoa saja semoga kamu selalu bahagia dan selamat dalam persalinan nanti. Kak Andhra pamit ya. "
Andhra memeluk Alesha.
"Jaga diri baik-baik ya," ucapnya sambil memeluk Alesha.
Tiba-tiba Alesha merasakan sedih.
"Insha Allah. " Andhra.
***
Setelah persiapan yang matang. Andhra dan Asyia di antar seluruh anggota keluarganya Baik itu dari keluarga Arif, Aldo maupun kedua orang tuanya.
Di pesawat Andhra menggendong putra mereka yang berumur tiga bulan. Sementara Asyia merebahkan kepalanya di bahu sang suami.
"Sayang. Aku bersyukur semua mimpi kita kini sudah terwujud. Aku pernah memimpikan akan membawa keluarga ku untuk naik pesawat ini, untuk pulang pergi antara Italia dan Indonesia. Rasanya bahagia bisa mewujudkan mimpi kita sendiri. "
Aku juga begitu, mimpi ku ingin jadi dokter bedah jantung akan segera terwujud.Dan yang membuat ku paling bahagia adalah sebuah mimpi besar ku sudah terwujud. "
"Hah, apa mimpi besar mu, bukankah mimpi besar mu untuk jadi dokter jantung? "Andhra.
"Salah sayang, mimpi terbesarku adalah menjadi pendamping hidup mu. " Asyia.
Keduanya pun saling menatap penuh cinta.
"I love You. " Andhra.
"I love you too. "Balas Asyia.
Mereka pun saling mendekatkan wajah mereka kemudian saling bercumbu.
***
Delapan bulan berikutnya.
Andhra dan Asyia melakukan penerbangan dari Milan ke Jakarta.
Alesha kini berada di dalam kamar operasi, sedang menjalani operasi cesar. Karena hamil kembar, pihak keluarga pun memutuskan untuk mengambil tindakan operasi cesar.
Andhra menggendong Rayyan yang sebentar lagi berumur 1 tahun.
Sementara perut Asyia juga kembali membuncit karena tengah mengandung tujuh bulan anak kedua mereka.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Alesha Mommy? " tanya Andhra yang melihat Santi terlihat gelisah.
"Masih di ruang operasi."
Baru beberapa saat bicara seperti itu, sudah terdengar suara tangis bayi.
"Alhamdulillah," ucap mereka semua dengan perasaan syukur dan bahagia Beberapa menit kemudian terdengar lagi suara tangis bayi keduanya.
"Alhamdulillah," ucap mereka sambil bersyukur kembali, dengan perasaan yang lebih bahagia.
***
Beberapa saat kemudian. Seorang suster keluar dari ruangan operasi.
"Selamat ya. Cucu anda kembar perempuan. "
Bukan mainya senangnya Santi dan Barley saat itu. Begitupun Arief dan Dinar .
Santi memeluk Dinar, kedua Oma tersebut begitu bahagia. Apalagi Santi, karena sebentar lagi ia akan memiliki cucu empat dari pasangan Andhra dan Santi.
***
Setelah keadaan Alesha membaik, Alesha segera di bawa di ruang perawatan.
Di sana dirinya sudah di sambut bahagia oleh anggota keluarganya yang lain.
Mereka semua pun merapat ke arah Alesha.
Andhra mendekati Alesha.
"Selamat jadi ibu adikku sayang. kak akui kau hebat bisa memiliki anak kembar," ucap Andhra seraya mencium kening Alesha.
"Iya kak, itu karena Alesha ingin mommy sibuk mengurus dua cucunya. Biar ngak kesepian lagi, jadi Alesha bikin dua sekaligus. "
Mereka tersenyum mendengarkan penuturan Alesha.
"Biar mommy ngak kesepian, tambah satu cucu lagi. Karena dua bulan lagi Asyia akan melahirkan. Jadi Andhra putuskan untuk menetap di sini untuk sementara waktu. " Andhra.
"Hah senangnya mommy bisa kumpul lagi dengan anak cucu. Rumah kita akan semakin rame ya Daddy ! " tutur Santi dengan bahagia.
"Kalau masih masih kurang rame, tahun depan Alesha bikin anak lagi," cetus Alesha.
"Aduh Sayang, baru saja keluar dari ruangan operasi sudah mikir mau melahirkan lagi.Ngak sakit apa?!" Raffa.
"Sakit tapi aku bahagia, bisa melihat Orang-orang yang aku sayang bahagia. " Alesha.
"Iya Nak,Terima kasih karena telah membahagiakan kami. Mommy dan Daddy bahagia bisa memiliki Anak-anak seperti kalian " Santi.
"Yuk berpelukan. " Andhra.
Mereka semua pun menghampiri Alesha, baik Raffa, Dinar ,dan Asyia dan Santi. Mereka saling memeluk bahagia.
Sementara Arief dan Barley tersenyum bahagia dan haru. Keluarga mereka selalu rukun dan bahagia.
Tamat ..'..
Terima kasih dan puji syukur atas kehadiran Tuhan yang maha esa. Karena telah mempertemukan anda dan Saya yang sudah seperti teman setia, di sini meski tak pernah bertemu Alhamdulillah kita bisa saling mendoakan untuk kebaikan bersama.Terima kasih untuk yang selalu memberikan dukungan saran vote dan gift tanpa kalian author bukan apa-apa, Alhamdulillah saya juga di berikan kemudahan untuk menyelesaikan novel ini hingga tamat.Mohon maaf atas kekurangan dari tulisan saya. Maklum saja, saat ini saya masih dalam proses belajar.
Sedih rasanya harus berpisah dengan readers kesayangan otor semua. Tapi setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan doa dari para readers semua dan sahabat-sahabat otor yang telah mendukung author selama ini.
Dan sebagai tanda Terima kasih author akan ada giveaway jadi jangan un fav dulu ya.
Karena novel ini sudah Tamat, author rekomendasi novel author yang lainya. Siapa tahu ada yang ingin mampir.
Mayang Adista. Dianggap pembawa sial karna kematian ibunya ketika melahirkannya. Membuat Mayang di kucilkan oleh keluarganya dan harus tinggal di panti asuhan sejak bayi.Padahal Mayang adalah anak dari seorang pengusaha sukses yang bernama adiaksa.
Kini setelah Delapan belas tahun, Perusahaan ayahnya pun hampir mengalami kebangkrutan.
Dan Mayang akan di gadaikan seharga 500 miliar kepada seorang pengusaha muda yang Arogan yang bernama tuan Andre.
Suatu hari , Mayang di perkosa oleh Andre dalam keadaan tak sadar.
Alih-Alih bertanggung jawab dan menikahi Mayang. Tuan Andre justru mengusir Mayang dan menuduhnya telah merencana kan semua ini.
Mayang harus pergi dari rumah tersebut dan tinggal sendiri. Sementara ia sendiri tak menyadari jika ternyata dirinya hamil karna perbuatan Andre.
__ADS_1
Mayang memutuskan menemui Andre dan meminta tanggung jawab. Andre bersedia menikahi Mayang asal Mayang tak menuntut apa pun. setelah menikah Mayang menghilangkan jejaknya dan berencana membesarkan anaknya, sendiri. suatu saat Andre sadar karena Mayang ternyata tak tinggal di rumah orang tuanya. Demi keselamatan anak dan istrinya Andre berusaha mencari keberadaan Mayang. Bagaimana kisah selanjutnya.
Assalamu'alaikum wr.wb.