
Barley dan Santi sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka, keduanya masih tampak mesra saat berada di dapur.
Meski terlahir dari keluarga kaya, tapi Barley juga terbiasa memasak sendiri karna perutnya yang sensitive dan tak bisa makan-makanan sembarangan.
Barley dengan lihai meracik bumbu, kali ini menu mereka opor ayam, karna Santi yang juga tak terbiasa makan spageti, seperti selera orang idonesia, kalau ngak makan nasi, namanya belum makan.
Santi memotong sayuran sambil duduk karna dengan perutnya yang buncit seperti itu membuatnya merasa pegal jika terlalu lama berdiri.
Jadi Barley lah yang meracik semua bumbu sementara Santi hanya duduk, sesesakali ia berdiri untuk menghampiri Barley dan memeluknya dari belakang.
"Sudah selesai sayang?"tanya Santi yang menempelkan kepalanya pada pundak Barley tanganya melingkar memeluk pria tampan tersebut.
"Sudah sayang, jika kau lelah kau duduk saja biar aku yang masak," ucapnya.
"Ehm, atau kau peluk saja aku dari belakang,"tambahnya lagi karna berubah pikiran.
"Ehm apa itu tak mengganggu mu Sayang?"tanya Santi.
"Tidak malah membuat ku semangat."
Santi pun memeluk Barley selama suaminya itu memasak, terkadang ia ada di belakang suaminya, terkadang juga di ada di sisi kiri dan kanan Barley.
"Sudah siap!"seru Barley ketika satu hidangan sudah selesai di masak olehnya.
Barley meraih sendok kemudian menyendok kuah dari opor ayam ke mulut Santi."Coba kamu cicipi sayang," ucap Barley seraya menyodorkan sendok yang berisi kuah.
Santi menyerupnya dengan hati-hati.
Santi tersenyum kemudian menunjukan jempolnyanya.
"Bagaimana?"tanya Barley.
Gurih sayang, ternyata suami ku selain hebat di atas ranjang,hebat juga di dapur, beruntungnya aku memiliki mu," ucap Santi dengan mata yang berbinar.
Barley tersenyum." Ehm hadiahnya dong," pinta Barley seraya menyodorkan pipinya.
Santi tersenyum seraya mengusap wajah
Suaminya kemudian mencium pipinya cup, keduanya pun saling melempar senyum. Kemudian Barley mendekatkan wajahnya pada Santi dan mencium keningnya.
"Kalau kau lelah kau boleh istirahat sayang biar aku yang selesaikan,"ucap Barley seraya menumis bawang bombai untuk memasak saus Bolognese.
***
Makan malam pun siap, setelah siap mereka pun menatanya di atas meja.
Kemudian menyuruh tuan Marco untuk makan malam bersama mereka.
Waktu menunjukan pukul tujuh malam, tuan Marco begitu senang melihat hidangan di atas meja,makan malam keluarga yang lebih dari dua puluh tahun tak pernah terjadi di hidupnya, tak pernah terpikir di benaknya jika ia memiliki putra, meski nalurinya memang selalu menuntunnya untuk pulang ke indonesia, siapa sangka ternyata Tuhan menunjukan kejutan indah untuknya, tanpa di duga ia memiliki seorang putra, yang tak pernah di sangka sebelumnya.
Melihat Barley dan Andini pertama kali saja, ia sudah begitu yakin jika Barley adalah putranya, bukan darah daging tuan Hasta Radja prawira.
***
__ADS_1
Santi berdiri melayani suami dan ayah mertuanya tersebut, ketiganya tampak bahagia.
Ketika Santi mendekat kearah tuan Marco tanpa sengaja tuan Marco menyentuh perutnya yang membuncit tersebut.
Perut Santi pun bergerak-gerak sangat terlihat dari tuniq yang ia kenakan.
"Ehm, sepertinya anak ku yang di dalam perut sudah lapar,"guman Santi.
"Santi apa Daddy boleh menyentuh perutmu?"tanya tuan Marco karna melihat gerakan perut Santi.
"Ehm, tentu saja Daddy, sahut Santi.
Tuan Marco pun menyentuh perut Santi dengan telapak tangan yang gemetaran.
Seketika pria tua tersebut tersenyum dengan mata yang berbinar.
Barley tersenyum melihat kebahagian tuan Marco yang terpancar dari wajahnya.
"Ehm cucuku sayang, semoga grandpa di beri umur panjang dan bisa melihat kelahiran mu," ucapnya dengan bola mata yang berembun.
Tuan Marco memang tak pernah melihat istrinya melahirkan, saat istri keduanya melahirkan ia berada dalam penjara, begitupun dengan kelahiran Barley, ia berharap bisa melihat cucunya lahir ke duania.
"Semoga Daddy panjang umur, hingga bisa melihat anak-anak ku lahir, Daddy tenang saja aku dan Santi berencana punya anak yang banyak, biar Daddy tak kesepian lagi, iya kan Sayang?"tanya Barley ke arah Santi.
"Ehm itu sih maunya kamu sayang, kau gampang bilang seperti itu, karna kau bisa membuatnya, sementara yang melahirkannya aku," ucap Santi tersemyum simpul melirik ke arah Barley.
" BarleKenyon anti, jika bisa kaliam punya anak yang banyak, agar hari tua kalian tak merasa kesepian seperti daddy," paparnya dengan suara terputus putus.
"Ehm dengar tuh Sanyang,"sahut Barley.
Setelah mengaut nasi ke piring mertua dan suaminya Santi pun duduk diantara keduanya.
Makan malam tersebut terasa tenang, tuan Marco juga terlihat menikmati makanannya.
Selesai makan Santi membersihkan meja dan mencuci piringnya.
Karna tuan Marco jarang datang ke indinesia, jadi ia tak memiliki asisten rumah tangga di apartment nya.
Barley dan tuan Marco berbincang di ruang tamu, sementara Santi sibuk mencuci yang tak begitu banyak hanya ada beberapa piring karna sebelunya sudah di bereskan dan di cuci oleh Barley.
Ketika sedang asik mengobrol tiba-tiba saja ada yang memencet bel pada pintu apartment mereka.
Barley pun beranjak dan membuka kan pintu.
Kreak keduanya sama-sama kaget ketika nereka saling menatap.
"Ehm tuan Alex?"tanya Barley memastikan.
'Barley? dia ada di sini? Sepertinya dia sengaja datang untuk menunjukan sikaf bersimpatinya terhadap Marco,seperti dia lebih licik dan lebih penjilat dari ku,'batin tuan Alex namun bibirnya tersenyum.
"Eh tuan muda Barley ada di sini rupanya,"ucap tuan Alex pura-pura ramah.
Sebagai orang yang malah melintang di dunia bisnis, Barley tahu arti senyum tuan Alex tersebut.
__ADS_1
"Silahkan masuk tuan Alex," ucap Barley sambil membuka lebih lebar daun pintu.
Tuan Alex pun masuk dan mendapati tuan Marco yang sedang duduk bersandar pada sofa.
"Eh tuan Alex! Sapa tuan Marco ramah ia pun bangkit untuk menyambut tuan Alex.
"Tuan Marco, mendengar mu kecelakaan aku jadi langsung ke sini untuk menjenguk mu,"ucap Alex ia pun memeluk tuan Marco.
Ketiganya pun duduk di sofa.
Santi baru selesai mencuci piring, ia pun keluar untuk menemui suaminya.
Tuan Alex lebih kaget ketika melihat kehadiran Santi, ia mamang menyukai Santi sejak pertama melihatnya.
Apalagi wajah Santi yang semakin terlihat cantik ketika dia hamil.
Mereka pun mulai ngobrol Santai.
Merasa ada yang kurang, tuan Marco memerintahkan Barley membawa minuman, karna tak ada lagi yang bisa ia andalkan.
"Ehm Barley, tolong ambil minum untuk tamu kita,"perintah tuan Marco.
"Baik Daddy,"ucap Barley yang beranjak.
Tuan Alex semakin syok mendengar Barley yang memanggil tuan Marco dengan sebutan Daddy.
Ia pun melirik ke arah tuan Marco.
"Apa aku tak salah dengar, dia memanggilmu dengan sebutan Daddy?" tanya Alex sambil menyeritkan keningnya.
"Ha ha, karna memang dia putra kandung ko tuan Alex, ha ha ha," ucap tuan Marco dengan tawa kecilnya.
Seketika bola mata tuan marco melebar membesar dengan sempurna.
'Kurang ajar! jika Barley adalah putra Marco maka dialah yang akan jadi pewarisnya, tentu saja kerajaan bisnis Barley akan semakin besar dan aku pasti akan hancur jika kerajaan bisnis di kuasai oleh Barley.' batin tuan Alex.
"Eh, kenapa bisa seperti itu? bukannya dia putra dar tuan Hasta?"tanya tuan Alex yang pura-pura syok.
"Ehm kau benar tuan Alex, Barley memang putra Hasta Raja Prawira dia adalah pewaris tunggalnya, begitupun dengan ku, seluruh saham ku yang ada di perusahaan mu akan ku atas nama kan kepada Barley."
Begitupun dengan seluruh aset ku, semua akan jadi miliknya, akan ku jadikan putra ku salah seorang sultan di negri ini," papar tuan Marco
Gleak
Alex menelan salivanya, ia bisa membayangkan betapa kaya dan terkenalnya Barley nanti jika Barley sampai mewarisi harta keduanya.
'Wah, tidak bisa di biarkan !Barley bisa membeli separuh saham-saham ku jika ia mau dan menendang ku dari perusahaan ku sendiri' Bati tuan Alex.
Alex terus memikirkan cara agar perusahaanya juga ikut berkembang.
'Apa ku jodohkan saja, Barley dengan putri ku, paling tidak setengah dari harta tuan Marco akan menjadi milik putri ku,'batin tuan Alex, ia pun tersenyum menyeringai.
Bersambung.
__ADS_1
Reader yang terhormat, maaf ya jika author upnya sedikit dulu, saksikan episode selanjutnya ya, yang pasti makin seru! terima kasih.
aku harus temukan cara agar Baeley menj