Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Perkenalan


__ADS_3

Sepanjang jalan Asiya tak henti-henti bercerita pada Aldo. Tentang teman-temannya juga tentang sakit yang biasa ia alami.


Dengan penuh perhatian ia mendengarkan penuturan putrinya tersebut.


Kadang air mata Aldo menangis, mendengar cerita Asyia yang meradakan sakit pada bagian dadanya jika ia berlari kencang.


Tak hanya itu, jika ia terlalu senang detak jantungnya pun akan memompa lebih cepat dan itu juga membuat Aldo seperti ikut merasakan sakit. "


Setelah beberapa menit terlewati, mereka pun sampai di depan rumah.


Dengan senang hati Asyia menuntun Aldo untuk turun dan berjalan memasuki rumah mereka.


"Assalamualikum. Raffa! Kakak! "panggil Asyia yang hendak memperkenalkan Aldo pada semua orang.


Raffa dan Delia keluar dari kamar mereka masing-masing.


Delia begitu penasaran melihat ayah Asyia.Apakan akan tampan,seperti Arief.


Delia keluar untuk menghampiri Asyia.


"Ada apa Asyia?"tanya Delia.


"Kakak! perkenalkan ini ayah Asyia. Ayo jabat tangannya," ucap Asyia sambil menarik tangan Delia dan Aldo hampir brrsamaan.


Aldo dan Delia sama -sama kaget, mereka pun akhirnya berjabat tangan.


Keduanya bertentang mata untuk beberapa saat, setelah itu keduanya saling melempar senyum malu.


"Ayah. Ini kakak yang merawat Asyia sejak masih bayi. Iya kan Kak?" tanya Asyia sambil menarik tangan Delia.


"Ehm. Siapa nama kakak Asyia Nak? " tanya Aldo.


Delia tersipu malu. Meski Aldo memiliki ke kurangan fisik ,tapi Aldo tetap memiliki kharisma yang kuat dan tak kalah tampan. dari Arief.


Delia semakin tersipu.


"Kak, ayah tanya tuh namanya siapanya? " Asyia.


Arief yang melihat hal tersebut jadi tersenyum simpul.Begitu pun Delia dan Aldo.


"Hm Delia, "ucap Delia dengan wajah yang tertunduk malu.


"Namanya cantik seperti orangnya, "sahut Aldo dengan tersenyum. ( cie-cie)


Delia semakin malu, dengan Wajah yang tertunduk merona.


Asyia melihat wajah Delia yang merona.


"Ih kenapa wajah kakak memerah? kakak malu ya? cie-cie," Asyia menggoda Delia.

__ADS_1


Mereka memang sering bercanda dan bercerita bersama.


Delia dan Aldo sama-sama tersenyum simpul, karna merasa grogi Delia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"Asyia kakak kembali ke kamar dulu ya," ucap Delia, namun matanya sekali lagi melirik ke arah Aldo.


"Iya Kak."Asyia.


Mendengar suara Asyia yang berisik, Dinar yang tertertidur keluar dari kamarnya.


Setelah memperkenalkan dengan Aldo kepada Delia, Asyia menghampri Raffa.


Ia pun menarik tangan Aldo dan menghampri Raffa yang sedang berpangku pada Arief.


"Raffa! Ini Ayah mbak Asyia. Ayo salaman," ucap Asyia sambil menaik tangan Aldo.


Raffa tersenyum masih dalam pangkuan Arief. Ia pun berdiri seraya mencium punggung tangan Aldo.


"Oh jadi ini namanya Raffa, "ucap Aldo.


Raffa begitu pemalu, ia jarang sekali berbicara pada orang lain. setelah bersalaman ia kembali pada pangkuan Arief.


Begitupun dengan Asyia, sekarang ia juga bisa duduk di pangkuan Ayahnya sendiri.


Aldo memeluk Asyia dan mencium lengan gadisnya itu.


"Raffa, sekarang mbak punya ayah sendiri, jadi kita berdua ngak rebutan lagi untuk duduk di pangkuan paman," ucap Asyia yang terlihat bangga dan haru.


"Jadi kalau sudah punya ayah sendiri, Mbak sudah ngak mau berpangku sama paman lagi. Atau sudah ngak sayang sama paman lagi? " tanya Arief pura-pura ngambek.


Ehm, Asyia tersenyum."Masih sayang dong,"


Dinar keluar dari kamar, dan menghampri Arief.


"Hai, Asyia sudah pulang?" tanya Dinar kemudian menghampiri Arief.


Aldo tersenyum melihat wanita muda yang cantik dan berperut buncit tersebut.


"Kakak ipar hamil lagi Bang? " tanya Aldo.


"Iya Do. Raffa sudah besar, katanya mau minta adik."


"Ehm, Asyia juga mau adik, Yah!" sahutnya pada Aldo.


"Ehm, istri saja ngak punya, mau minta adik pula, "ucap Aldo sambil mencubit hidung Asyia.


"Kalau gitu ayah kawin dong!" ucap Asyia sambil mengelayut manja pada Aldo.


Aldo tersenyum.

__ADS_1


"Mana ada perempuan yang mau sama ayah Nak, "ucap Aldo spontan.


"Kenapa? " tanya Asyia dengan bibir yang mengkerucut.


Arief tersenyum. "Jangan putus asa seperti itu Aldo. Tak semua wanita menilai dari penampilan fisikmu. Mungkin suatu saat kau akan di beri jodoh, seseorang yang akan menerima dirimu apa adanya, bukan ada apanya. " Arief.


"Tapi Bang! dengan keadaan ku seperti ini sulit bagiku untuk mencari pekerjaan.Apalagi seorang mantan narapidana seperti diriku ini. Wanita pasti akan berpikir seribu kali untuk menikahi ku. Tapi tak apalah. Aku sudah memiliki Asyia yang akan menemani ku di hari tua ku nanti," ucap Aldo haru.


Aldo memeluk dan mencium Asyia dengan penuh kasih sayang.


Arief dan Dinar saling menatap haru.


"Do. Abang dan kakak iparmu sudah punya rencana.Abang akan buka rumah makan untuk kau kelolah sendiri. Abang berikan tanggung jawab padamu sepenuhnya. Dengan demikian kamu akan memiliki penghasilan tetap."


Delia yang mencuri dengar tersenyum mendengar penuturan Aldo. Sebenarnya ia sudah menyukai Aldo. Aldo memang mirip dengan Arief.


"Buah semangka, buah pepaya.


Tak dapat abangnya, Adiknya juga tak masalah," guman Delia terkekeh.


***


"Aldo, kalau mau. Bagaimana kalau kakak jodohin kamu dengan adik kakak, sekarang dia sedang kuliah di jurusan kedokteran.Kamu mau ngak? " tanya Dinar.


Deg,


." Yah mau di jodohin ternyata.


Seketika Delia merasa patah hati. ia pun masuk kamar dengan sedih.


Aldo tersenyum mendengar penawaran Dinar.


"Tak usah kak, adik kakak lebih pantas menikah dengan pria yang lebih baik dari pada aku. Apalagi dia calon dokter, "tolak Aldo dengan halus.


"Oh iya Do. Abang juga sudah daftarkan kamu untuk operasi di sebuah rumah sakit di Jerman.Tempat tuan muda di operasi dahulu. Semoga kamu bisa berjalan dengan normal lagi setelah itu." Arief.


"Ngak usah Bang merepotkan saja, Abang sudah banyak keluar uang untuk biaya pengobatan Asyia. Sekarang malah mau mengobati cacat pada kaki ku, " tutur Aldo sedih, sebenarnya ia begitu ingin bisa kembali berjalan dengan normal, tapi ia sadar Arief dan Dinar sudah banyak berkorban untuk ia dan Asyia.


"Ngak usah di pikirkan Do. Alhamdulilah. sekarang perusahaan tuan Barley berkembang pesat. Setiap tahun keuntungan bersih perusahan mencapai triliunan rupiah. Karna perusahan itu murni milik tuan muda.Tuan muda Barley membuat kebijakan jika pembagian abang dan dirinya seratus persen di bagi dua secara adil. Jadi kamu ngak usah khawatir.Karna rejeki Tuhan yang mengaturnya asal kita mau berusaha." Arief.


"Sebelum membuka usaha rumah makan, kamu harus sudah sehat kembali, semoga dengan operasi.Kamu bisa jalan dengan normal. Kamu harus semangat menjalani operasi. Lihatlah Asyia, ia begitu semangat menunggu kamu bebas. Ia juga ingin memiliki keluarga yang utuh." Arief.


"Iya kan Asyia? " tanya Arief pada Asyia.


"Iya Paman!" seru Asyia dengan semangat.


Melihat Asyia yang begitu sangat dan bahagia Aldo pun jadi semangat untuk membuka lembaran baru di hidupnya.


Tentu ia juga ingin seperti abangnya. punya anak dan istri. Hidup berbahgia dalam berumah tangga.

__ADS_1


Bersambung. Ada tokek di kejar kingkong,bagi vote dong.


.


__ADS_2