Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Seru


__ADS_3

Andhra dan Asyia bersiap,pada pagi ini mereka akan melakukan prepare sebelum pertandingan di mulai.


Mereka bertiga pun berdiskusi setelah sarapan pagi.


Andhra dan Asyia menyimak pengarahan dari pembimning mereka.


"Andhra, Asyia pada babak pertama kalian akan menyelesaikan 60 soal objekif berbahasa inggris, yang akan di bacakan tiga kali, kemudian kalian menjawab hanya dengan menekan tombol jawaban yang akan langsung masuk ke sistem penilaian. Ingat soal akan di ulang selama tiga kali dengarkan baik-baik sebelum menjawab ada beberapa detik waktu untuk berpikir, jadi manfaat kan waktu tersebut untuk menjawab soal. Mengerti?"


" Mengerti Bu!"


"Hari ini babak penyisihan 40 untuk menyaring 40 peserta. Soal-soal terdiri dari gabungan semua mata pelajaran. Jadi kalian harus benar-benar fokus, dengar cermati soal-soalnya baru kalian pilih objek jawaban yang menurut kalian benar. Jangan terburu-buru tapi juga jangan bertele-tele.Mengertikan?"


"Mengerti Bu."


"Baiklah saya yakin kalian berdua bisa lolos dalam babak penyisihan pertama ini."


Keduanya hening menyimak setiap arahan dari sang mentor.


"Ada pertanyaan?"tanya sang mentor.


Keduanya pun menggeleng.


"Baik lah sebelum mulai kita berdoa dulu. Berdoa dimulai."


Mereka pun mulai berdoa.


Selesai berdoa Asyia dan Andhra menghampiri mentor mereka, mencium tangan sang mentor serta meminta restu.


"Ayo semangat kalian pasti bisa!"


Selesai berdoa Mereka menumpuk tangannya. "SMA Tunas Bangsa pasti bisa! yes!"


Sorak ketiganya bersemangat.


"Kalau gitu ayo kita masuk ke ruangan tes."


Andhra dan Asyia pun bergerak menuju ruang tes mungkin.ada sekitar 60 Puluh orang yang akan menjadi peserta.


Andhra dan Asyia masuk ke dalam ruangan kemudian menuju kursi yang sudah tertera nama mereka.


Masing-masing menduduki kursi, kali ini kursi Andhra dan Asyia berada pada jarak.yang cukup jauh.


Para peserta mulai memakai eaephone mereka. Karna beberapa menit lagi soal akan di bacakan dan sistem penilaian akan langsung tampil pada papan panel yang ada di dinding di hadapan mereka.


Soal pertama pun di bacakan,ke semua peserta berkonsentrasi penuh. Ruangan tersebut hening hanya terdengar suara narator yang membacakan soal-soal mereka.


Sepuluh soal pertama telah di bacakan Andhra dan Asyia masih menempati posisi pertama dan kedua dengan nilai yang sama.


Waktu berlalu lambat, meski keadaan terasa tenang.Namun wajah-wajah mereka tampak tegang.


Ada juga yang langsung down karna berada di urutan terakhir.


Dua setengah jam waktu berlalu. Soal terakhir pun selesai di bacakan dan di score akhir Andhra dan Asyia masih memimpin.


Penilaian dengan sistem secara langsung sudah di dapat, Andhra berada di posisi teratas di ikuti Asyia dengan score yang sama.

__ADS_1


Nilai yang mereka dapat sungguh sempurna dan sangat membanggakan. Hanya mereka berdua yang memiliki nilai 100%. Asyia dan Andhra menjawab soal dengan sempurna tanpa satupun jawaban yang salah.


Para peserta langsung keluar dari ruangan. Mereka pun di jamu dengan makanan ringan sebelum menikmati makan siang.


Bu Siska mentor mereka datang menghampiri keduanya.Guru tersebut menghampiri dan memeluk kedua siswanya dengan bangga.


"Selamat ya! Kalian memang hebat, bisa menjawab soal dengan sempurna gitu. Sekolah kita pasti bangga, ibu juga bangga terhadap kalian," ucap bu siska.


"Iya Bu, kebetulan soal tersebut hampir sama dengan contoh soal yang kami kerjakan saat bimbingan kemaren."


"Ehm, syukur kalau begitu, tetap semangat dan jaga konsentrasi kalian."


"Dan untuk kamu Asyia, ibu harap kamu bisa jaga kesehatan kamu, istirhat yang cukup ya."


"Tenang saja Bu. Ada aku yang jaga Asyia," ucap Andhra seraya tersenyum.


Asyia menyiku perut Andhra.


"Andhra modusnya nanti saja ya. Fokus pertandingan dulu."


"Ngak kok Bu, Kan ibu sendiri minta aku jagain Asyia." Andhra.


"Iya sih, tapi kayknya kamu ambil kesempatan deh."


"Ya sudah kalian istirahat nanti sore kita bahas contoh soal lagi."


Mereka pun menikmati cemilan makan kecil yang di sediakan oleh panitia.


Kedua pasangan tersebut jadi pusat perhatian. Selain karna kecantikan dan ketampanan, mereka juga kagum karna prestasi keduanya.


"Kita ngemil yang mana ya Ndra?" tanya Asyia ketika melihat beberapa makanan ringan yang ada di meja prasmanan.


"Ehm, yang ini saja sudah aman buat kamu." Andhra.


"Eis kamu kayak pengawal aku aja Ndra," cetus Asyia sambil menjemput cokies tersebut.


"Kan aku di suruh jagain kamu," sahut Andhra santai.


Asyia pun menjemput kue kering yang lainya kemudian menyodorkannya ke mulut Andhra.


"Gima Ndra? Aman?"tanya Asyia.


Andhra mengunyah kue tersebut seraya mengacungkan jempolnya.


Asyia tersenyum, hari ini ia ingin mengerjai Andhra.


Asyia mengambil beberapa kue kering dan menyorkannya ke mulut Andhra.


"Aman kan Ndra?" tanyanya.


"Aman,"


Asyia pun mengambil semua jenis kue basah dan kering kemudian membawa dalam piringnya.


Sementara Andhra sudah kekenyangan.

__ADS_1


Andhra hanya mrngambil dua gelas minuman rasa buah untuk mereka.


Mereka pun menuju sebuah meja.


"Asyia kamu ambil kue sebanyak ini?!"


"Iya aku pengen makan semuanya tapi kamu cobain dulu ya."


Asyia pun menyodorkan kue tar ke mulut Andhra.


"Ish aku sudah kenyang Syia!" tolak Andhra.


"Katanya mau jadi pengawal aku, jadi pengawal ngak boleh setengah-setengah. Nih cobain aman ngak untuk aku."


Asyia memotong kue tar yang berbentuk segitiga kemudian menyodorkan potongan kue tar kemulut Andhra. Dengan terpaksa dan mata yang melotot Andhra pun membuka mulutnya dan memakan potongan tersebut.


Padahal Andhra ngak suka kue yang manis.


"Aman Ndra?" Aman.


Asyia pun menarik tisue dan membersihkam sisa makanan kemulut Andhra.


Keduanya pun saling melempar senyum aneh.


Asyia memakan beberapa kue tersebut.


Tapi Andhra hanya minum air.


"Kamu ngak makan lagi Ndra?"


"Ngak lah sudah kenyang." Andhra.


Andhra merasakan tenggorokannya yang terasa gatal.


Ia pun berdehem beberapa kali.


Ehem ehem


"Kamu kenapa Ndra?"tanya Asyia.


"Aku suka Neg kalau makan makanan yang manis."


"Ehm gitu, tapi kalau lihat yang manis-manis ngak neg kan Ndra?" tanya Asyia asal.


"Iya kayak lihat kamu! cuma kamu yang manis, tapi di lihat sesering apapun ngak bakalan bikin neg." Andhra.


Seketika Asyia tersipu, lagi-lagi Andhra terus membuatnya salah tingkah.


Keduanya pun saling menatap dan tersenyum malu-malu.


Bersambung dulu reader. Maaf author suka telat up date, tapi di usahakan setiap hari Up date terus.


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. semoga kita selalu di berkahi kesehatan dan kebahagiaan Aamiin.


Assalammualaikum wr wb.

__ADS_1


Ada tokek di kejar kingkong.


Bagi votenya dong 🙈🙈🙈🙈🙊


__ADS_2