Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Detak Jantung hati ku


__ADS_3

Ketegangan terasa di antara mereka. Entah kenapa dunia ini terasa sepi dan sunyi. Keempat orang yang terdiri dari Andra, Arief, Aldo dan Delia semakin gusar.


Detik-detik berlalu terasa lambat. Namun, mereka tak putus harapan dan selalu menanti harapan baru kembali.


***


Di belahan dunia yang berbeda.


Di kota New York saat ini berada pada pukul sepuluh pagi, sementara di Indonesia tepatnya ibu kota Jakarta berada pada pukul sembilan malam.


Amora masih bersujud dan menangis.


Tubuhnya semakin lemah dan tak berdaya.


Hanya doa dan harapan yang selalu ia haturkan pada Tuhan untuk kesembuhan Asyia. Selama hidupnya ia sudah lupa jika ia memiliki Tuhan yang tak pernah lari darinya. Selalu mengawasinya, mencatat amal baik dan buruknya.


Ia pun menyadari begitu banyak dosa yang ia lakukan sepanjang hidupnya dan begitu sedikit sekali kebaikan yang ia lakukan.


Tapi hari ini ia memohon, sebagai hamba yang merasa banyak dosa, ia memohon ampunan dan memohon kesembuhan dan keselamatan untuk putrinya.


"Ya Tuhan, janganlah kau limpahkan dosa-dosa yang pernah kulakukan semasa hidup kepada putri ku. Aku bersedia menebusnya dengan nyawaku, sekiranya bisa aku tebus, demi keselamatan putri ku. Selama ini aku tak pernah meminta padamu, bukan karena aku hebat, semua karena kesombongan ku. Di hari ini aku menghadap mu dalam keadaan telah menyadari betapa hinanya diriku ini. Dan dengan kerendahan ku aku memohon selamat kan lah putri ku hikss hiks. "Amora menangis di sujud terakhir nya.


Setelah beberapa saat bersujud, ia pun mencoba bangkit. Namun, Tubuhnya tersungkur, seketika ia tergeletak di lantai.


Amora mengerang kesakitan ketika ia merasa sakit pada bagian dadanya. Beberapa saat berada dalam keadaan sekarat ,Amora pun merengang nyawa, menghembuskan nafas terakhirnya saat itu juga.


"A-asyia maafkan Ibu, "ucapnya sebelum menutup mata.


***


Asyia masih berada di meja operasi.


Dokter dan tenaga medis profesional masih berkonsentrasi, setelah melepas jantung lamanya, dokter pun mengganti dengan jantung baru hasil dari cangkok kan.


Suasana terasa hening.


Paramedis bekerja Hati-hati dan tetap konsentrasi, meski mereka melihat pada monitor pemantau keadaan Asyia semakin kritis.


Setelah berjam-jam berada meja operasi, operasi Asyia pun selesai dalam waktu empat jam.


Ahli bedah pun menutup kembali sayatan pada dada Asyia.


Setelah itu luka tersebut di jahit kembali kemudia luka pada sekujur tubuh Asyia yang terkena noda darah di bersihkan.


Operasi pun dinyatakan berhasil. Namun keadaan Asyia masih kritis.

__ADS_1


Tak semua tubuh bisa langsung menerima jantung baru tersebut. Bisa jadi sistem tubuh akan menolak jantung baru tersebut karena mendeteksinya sebagai ancaman.


Beberapa lamanya Asyia dalam berada dalam keadaan kritis pasca operasi.


Tim dokter pun sudah melakukan tindakan yang terbaik . Namun apa daya jantung baru tersebut berhenti bendetak ketika Asyia masih dalam observasi pasca operasi.


Seketika wajah dari tenaga medis menjadi buram. Mereka sudah berusaha yang terbaik. Tapi seprofesional apapun manusia, tak akan pernah mengubah takdir yang kuasa.


Sementara ketegangan meliputi mereka yang menunggu di luar kamar operasi, ketika melihat lampu panel pada kamar operasi berhenti menyala, pertanda operasi sudah selesai di lakukan.


Jantung mereka berdetak semakin kencang. Hingga tubuh terasa lemah.


Di ruangan yang sunyi tersebut tiba-tiba terdengar suara langkah kaki beberapa orang, dan di belakangnya terdengar suara brankar yang di dorong.


Kreak... Pintu ruangan operasi di buka lebar. Sontak keempat orang yang menunggu di luar tersebut segera menghampiri suster.


Seketika Delia menangis histeris melihat Asyia yang sudah di tutupi kain putih dari atas sampai kepala.


"Asyia! Hiks hiks hiks.


Bruk.. Secepat itu Delia tumbang tak sadar kan diri.


"Ibu! " Aldo yang masih syok tersebut kembali di buat syok karena Delia yang pingsan.


"Asyia! hiks hiks hiks." serempak mereka semua menangis. Melihat bibir dan wajah Asyia yang membiru, ketika kain putih tersebut di singkap.


Tak hanya keluarga Asyia yang tak mampu menerima kenyataan, Andhra pun menangis sejadi-jadinya.


"Asyia..kau tak boleh pergi secepat ini hiks hiks hiks. "


"Pasien akan di semayamkan di rumah duka. Sambil menunggu administrasi dari pihak keluarga, Apakah pasien akan di bawa pulang atau di makamkan di sini," papar perawat tersebut.


"Tidak !Asyia belum mati! Aku yakin dia masih hidup! " seru Andhra ia pun menangis segegukkan.


Tapi petugas medis tak menggubris Andhra.


Mereka tetap membawa Asyia keruangan jenasah. Di rumah sakit tersebut setiap ada orang yang meninggal tubuhnya akan di semayamkan terlebih dahulu, di sebuah ruangan.


Andhra terus mengikuti kemana perawat tersebut membawa Asyia.


Begitu pun Arief, Delia yang baru sadar dari pingsannya juga ikut dengan mereka.


Tak berapa lama mereka pun tiba di sebuah ruangan.


Suster tersebut kemudian melepas Alat-alat medis yang tersisa di tubuh Asyia.

__ADS_1


"Jangan di lepas suster! saya yakin Asyia masih hidup hiks hiks," seru Andhra.


"Tapi jantung pasien sudah berhenti berdetak, karena sistem imun tubuh pasien menolak organ cengkok nya. " Suster.


"Saya mohon biarkan saja Suster, hati kecil mengatakan jika Asyia masih hidup hikss hiks," pinta Andhra dengan memelas.


"Iya dokter coba tolong periksa lagi. Mungkin saja ada kesalahan hikss hiks," tutur Arief seraya menangis pilu. Mereka pun menghampiri Asyia.


Suster tersebut tak bisa berkata apapun, mereka semua sudah mengerumuni Asyia.Ia pun kembali memanggil dokter.


"Asyia bangun Nak! ingat janji mu pada paman Nak! hikss hiks hiks " Arief pun memeluk Asyia seraya menangis.


Andhra Delia dan Aldo tak kalah sedih.


Aldo menghampiri Asyia dan memeluknya. "Anakku sayang. Apakau tak mendengar kami Nak' Ayo pulang Nak. kami di sini menunggu mu, pulang lah Asyia hiks hiks. Aldo menangis tergugu berutai air matanya dan kecewa. Namun, ia hanya bisa pasrah.


Delia sudah tak mampu menahan berat tubuhnya. Ia pun kembali pingsan. Aldo pun merangkunya dan membawanya ke tempat yang aman.


Andhra pun tak bisa menunggu rasa sedih dan kecewanya.


"Asyia.. bangunlah aku yakin kau tak akan pergi meninggalkan aku sendiri. Kau ingatkan janji kita, selama jantung ku berdetak selama itu juga jantung mu akan berdetak. Hikss hiks hiks"


Andhra tak mampu menyembunyikan kesedihan nya Ia pun memeluk Asyia erat dan menangis dalam pelukannya. Jantung Andhra berdetak kencang ketika dadanya menyentuh permukaan dada Asyia di mana jantung baru tersebut berada di tempat semestinya.


Deg deg deg, kini terdengar dua suara detakan jantung yang saling memompa kencang.


Andhra merasakan Tanda-tanda kehidupan kembali pada Asyia.


Ia pun mengurai pelukannya.


"Asyia apa kau mendengar ku? "tanya Andhra seraya menghapus sisa-sisa air matanya.


Andhra mendekatkan telinganya pada dada Asyia.


Ia pun tersenyum dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Deg deg deg.


"Paman aku mendengar detak jantungnya! "


Bersambung guys. Jangan lupa dukung karya author ya. Dengan like, saran kesan, hadiah dan votenya. Huh author jadi ikutan tegang.


Sambil nunggu author up mampir yuk ke karya terbaru author yang ngak kalah seruπŸ™‰πŸ˜ŠπŸ™ dengan judul : Mengandung Benih Cwo kejam.


__ADS_1



__ADS_2