Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Janji Setia


__ADS_3

Asyia memulai kehidupannya yang baru, Ia kini berbaris di antara siswa-siswi yang sedang melakukan praktek olahraga.


Kebetulan sekali, jadwal praktek olahraga mereka bersamaan.


Asyia mengikuti pertandingan persahabatan antar kelas untuk pertama kalinya.


Kali ini tim volly wanita kelas Asyia akan bertanding dengan tim volly kelas Andhra.


Bukan rahasia umum lagi , tentang kedekatan antara Asyia dan Andhra,Seisi yayasan juga tahu bahkan orang tua mereka pun tahu hal tersebut.


Namun, mereka memang hanya terlihat dekat, tanpa mengumbar kemestraan baik di depan umum maupun ketika mereka hanya berdua saja.


Seketika Asyia jadi gadis terpopuler dan terfavorit di sekolah tersebut.


Selain wajah indo dengan rambut hitam panjang dan bulu mata yang lentik. Asyia juga merupakan murid paling berprestasi.


***


Andhra berada di garis paling depan. Ia memasuki kubu kelas Asyia dengan santai untuk menyemangati Asyia.


Kali ini Asyia yang sedang melakukan service bola volly.


Dengan konsentrasi ia membidik sasaran ke arah depan.


"Ayo Asyia semangat!"ucap Andhra sebelum Asyia melakukan service


Asyia pun tersenyum seraya melirik ke arah Andhra. Sebelum pertandingan ini,Asyia memang sering berlatih bersama Andhra.


Asyia tersenyum kemudian memulai service bolanya.


Asyia melempar bola secara vertikal ke atas kemudian dengan sedikit melompat ia memukul bola tersebut hingga melambung tinggi melewati net.


Bola Asyia bola tanggung, bola tersebut jatuh menyilang di bawah net tanpa sempat di over terlebih dahulu.


"Masuk yes! " sorak tim Asyia.


Mereka pun adu tos.


Sorak sorak penonton pun bergema di ruang tersebut, menyebut nama Asyia.


Ada yang begitu suka padanya, Ada yang juga iri hingga timbul kebencian terhadap Asyia. Dan kebanyakan mereka adalah para gadis yang merasa tersaingi oleh Asyia.


Pertandingan terus berlangsung hingga babak akhir.


Dalam tiga babak, Asyia beberapa kali mendapat giliran service bola dan semuanya berakhir dengan tambahan nilai untuk timnya.


Tiga ronde pertandingan akhirnya di menangkan oleh klub Asyia.


Nama Asyia pun semakin populer. Karna untuk pertama kalinya kelas mereka menang melawan kelas Andhra.


Dan untuk pertama kalinya juga Asyia ikut pertandingan bola volly.


***


Asyia menghampiri Andhra yang menyodorkan minuman dan handuk kecil ke arahnya.


"Hebat tak sia-sia cek Gu melatih kamu," ucap Andhra dengan nada bercanda.

__ADS_1


"Siap cekgu! Latihan berikutnya aku mau latihan main basket, . Bolehkan Cek Gu? "


"Basket? Cek Gu khawatir kamu bisa menyaingi cekgu." Andhra.


Ha ha mereka pun tertawa.


"Ayolah Ndra, ajari juga aku main basket. " bujuk Asyia.


"Ehm, gimana ya? "


"Ayolah Ndra aku lagi semangat nih. " Asyia.


"Oke besok sore, kita latihan. "


Andhra dan Asyia pun semakin dekat, Asyia di ajari beberapa praktek olah raga oleh Andhra.


***


Waktu trus berlalu.


Selain juara di bidang pelajaran, Asyia pun memiliki prestasi yang baik di bidang olahraga.


Setiap semesternya nama Andhra dan Asyia selalu berada di jejeran terdepan juara umum. Mereka kerap kali bertukar tempat. Terkadang Asyia yang menduduki peringkat pertama dari juara umum, terkadang juga Andhra.


Mereka terus bersaing dalam meraih prestasi.


Tiga tahun sudah kisah yang mereka ukir di sekolah tersebut.


Hari ini adalah hari pengumuman hasil kelulusan.


Sebuah Amplop ke lulusan di Terima oleh keduanya. Baik Andhra maupun Asyia mereka sudah janjian bertemu di suatu tempat untuk sama-sama membuka amplop tersebut.


***


Andhra yang sudah berada di tempat janjian tersenyum ke arah Asyia yang baru saja tiba di tempat janjian mereka dengan mengibas-ngibas amplopnya.


Asyia langsung menyerah amplop tersebut yang masih bersegel, begitu pun Andhra yang juga menyerah amplop hasil ujian akhir pada Asyia.


"Mari sama-sama kita buka Syia, "ucap Andhra.


Meskipun yakin akan lulus, tapi mereka juga deg-degan, dengan hasil ujian mereka.


Andhra membuka dan mengintip amplop milik Asyia. Ia pun tersenyum.


Begitupun Asyia yang sudah mengintip terlebih dahulu.


"Selamat Ndra kamu lulus,"ucap Asyia.


"Selamat juga untuk kamu, kamu juga lulus," balas Andhra.


Mereka pun tertawa bahagia dengan bola mata yang berembun.


Keduanya pun duduk di sebuah bangku.


"Tak terasa waktu terus berlalu. Tiga tahun sudah kita bersama. Kita pun tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa. Dengan demikian tanggung jawab kita pun semakin besar. " Andhra.


"Hm. Banyak suka duka yang sudah kita lewati bersama Ndra. Begitu banyak kemenangan yang kita dapatkan dari hasil perjuangan kita. Kini kita Masing-masing melangkah ke arah yang berbeda, karna kita punya cita-cita yang berbeda dan harapan yang sama. " Asyia.

__ADS_1


Hm,


"Andhra melirik Asyia kemudian menggenggam tangannya. Besok aku harus pergi ke Milan. Mungkin selama lima tahun aku tak akan kembai. Selain kuliah aku juga harus memimpin perusahaan Kakek ku,"


Hm, Asyia hanya bisa menitikan air matanya.


"Iya Ndra, semoga kamu sukses dengan apa yang kamu harapankan dan kamu Cita-citakan, " tutur Asyia dengan sedih.


Seketika suasana menjadi sendu.


Andhra kembali menggenggam erat tangan Asyia.


"Tapi aku janji akan pulang dan membawa kamu untuk bersama ku Asyia. Setelah kita berhasil mewujudkan mimpi dan Cita-cita kita. "


Asyia terus tertuduk menyembunyikan kesedihannya. Sesekali ia menghapus air matanya, agar terlihat tegar di depan Andhra.


Asyia tak ingin menjadi penghalang kepergian Andhra.


Andhra menatap Asyia kemudian mengangkat wajah Asyia dengan jari telunjuknya.


"Asyia kau mau kan menunggu ku? "tanya Andhra dengan bola mata berpendar menatap Asyia.


Asyia pun membalas menatap wajah Andhra untuk yang terakhir kalinya.


Tiba-tiba Andhra mendekatkan wajahnya pada wajah Asyia, kemudian ia mengecup bibir Asyia.


Asyia membelalakan matanya karna gerakan tiba-tiba dari Andhra.


Ser....Aliran darah Asyia melesat cepat karena debaran jantunya yang kuat.


Asyia merasakan rasa yang tak biasa ketika Andhra mengulum lembut bibirnya. Tubuhnya memaku, perlahan ia pun memejamkan matanya membalas ciuman Andhra.


Beberapa saat keduanya larut dalam perasaan yang sulit untuk di lukiskan. Andhra masih sibuk menggulum bibir empuk Asyia, hingga Asyia hampir kehabisan napas.


Setelah beberapa saat mereka pun saling melepas pangutan.


"Sudah ku tandai bibir mu Asyia. Aku harap kau akan menjaganya hanya untukku sampai aku kembali. " Andhra


Asyia menangis tergugu, perasaan nya bercampur baur, antara sedih dan bahagia. Ia pun menghambur memeluk Andhra.


"Iya Ndra, aku akan selalu setia menunggu kamu, sampai kamu datang menjemput aku. Dan kita kembali bersama mewujudkan cita cinta kita.Aku harap kau juga akan setia, karna aku akan selalu menunggu mu. " Asyia.


"Ia Asyia aku akan setia. " Andhra.


Bersambung.


Terima kasih untuk yang tetap setia. I love u All 😍🙏.


habis ini author mau up novel yang sebelah, yang sudah nungguin sabar ya.


Assalamu'alaikum Wr. wb.


Jangan lupa mampir di novel terbaru Author ya.



__ADS_1


__ADS_2