Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Hujan


__ADS_3

Asyia dan Andhra berjalan melewati anak tangga menuju lantai dasar kemudian melewati lorong.


"Ndra kita mau kemana?"tanya Asyia.


"Ikut saja dengan ku. Kita masih berada di kawasan gedung ini kok."


Mereka pun keluar dari gedung tersebut melewati pintu belakang. Kemudian berjalan melewati reremputan.


Asyia terus mengikuti kemana Andhra membawanyanya, tangan Andhra menggenggam tangan Asyia.


Mereka berjalan sekitar lima puluh meter dari gedung, baru setengah jalan Asyia sudah mendengar suara gemericik air.


"Ada sungai ya Ndra?" tanya Asyia.


"Sepertinya ia. Aku lihat pemandangannya dari jendela kamar ku.Aku penasaran karna ketika matahari terbenam tempat ini tuh indah banget."


"Aku ngak bisa lihat. Karna jendela ku ngak bisa di buka." Asyia.


Mereka pun tiba di pagar besi sebagai batas dari kawasan gedung tersebut. Andhra memanjat pagar tersebut.


"Waw keren!" ucapnya ketika tubuhnya berada di atas pagar.


"Emang ada apa sih Ndra?" Asyia penasaran, ia pun coba memanjat.


"Ngak usah panjat! Nanti jatuh." Andhra pun turun.


"Lihat Asyia pemandangan di luar sana!" tunjuk Andhra dari balik pagar besi.


Mata Asyia membelalak sempurna." Ya ampun ternyata kita berada di lereng gunung Ndra. "


Asyia melihat pemandangan menakjubkan di depannya. Hutan yang asri dibawahnya ada mata air yang mengalir melewati ngarai. Apalagi saat itu angin berhembus kencang yang mampu menggoyang pepohonan besar dan riak air pun terdengar semakin nyaring.


Andhra tersenyum melihat reaksi Asyia.


"Kamu ngak pernah melihat pemandangan seperti ini Asyia?" tanya Andhra.


Asyia menggelengkan kepalanya.


"Jadi saat liburan kamu kemana saja?" tanya Andhra.


Asyia tertunduk lesu.


"Di rumah sakit,"ucapnya lirih dan sedih.


"Rumah sakit?"


"Iya, karna setiap bulannya aku harus cek up dan berobat, jika aku drop aku harus menjalani rawat inap, dan itu semua butuh biaya yang tak sedikit. Sampai kami harus habiskan liburan di rumah saja demi menghemat keuangan keluarga kami," tutur Asyia sedih.


Andhra semakin mendekat.ia pun berdirij di samping Asyia.

__ADS_1


"Kenapa sedih lagi sih? Aku bawa kamu kesini biar kamu rileks setelah mengikui ujian tadi pagi."


" Ngak sedih ke ingat saja. Kadang aku ingin pergi secepatnya Ndra dari dunia ini, agar tak merepotkan dan menjadi beban keluarga ku lagi."


"Tapi ketika aku sakit, aku melihat justru wajah mereka semakin sedih. Mereka melakukan apa saja agar aku sembuh, saat itu aku pun menyadari betapa mereka menyayangi ku Hiks hiks." Asyia.


Bulir bening menetes di pipi Asyia.


Asyia terlihat sedih. beberapa kali tangannya menyapu sisa air matanya.


Andhra bergerak menghadap Asyia, tangannya mengangkat dagu Asyia dan menghapus air matanya.


"Kamu benar Sya. Tak hanya mereka yang menyayangi kamu. Aku juga sayang sama kamu, "ucap Andhra seraya menatap Asyia dengan tatapan berembun.


Deg


Seketika Asyia mengangkat wajahnya menatap wajah Andhra yang menatapnya dengan bola mata yang berembun.


Bibir Asyia bergetar, bulir bening kembali menetes di pipinya. Ternyata tak hanya keluarganya saja yang menyayanginya tapi ada juga orang lain yang tulus menyayanginya.


"Terima kasih Ndra," ucap Asyia seraya menghambur memeluk Andhra.


Ia pun menangis haru dalam pelukaan Andhra.


"Terima kasih Ndra. Kamu baik banget sama aku. Terima kasih sudah menjaga ku selama disini, hiks." Asyia.


Andhra tersenyum.


Asyia menarik diri dan menghapus air matanya. "Kalau ada kamu, mana mungkin aku sedih," ucapnya seraya tersenyum simpul menyapu air matanya.


"Ehm sudah pandai gombal ya?" tanya Andhra seraya mencolet hidung Asyia.


"Bukannya belajar dari kamu." Asyia.


ha ha mereka pun tertawa kecil.


Kaliini giliran Andhra yang tertunduk, tangannya semakin erat menggenggam tangan Asyia.


"Kalau gitu kita kembali. Sebentar lagi sepertinya akan turun hujan." Andhra.


"Hm. Sayang sekali padahal aku masih betah melihat pemandangan sekitar sini." Asyia.


"Aku janji suatu saat aku akan bawa kamu ketempat yang lebih indah dari tempat ini." Andhra.


"Ehm dimana?"tanya Asyia ia pun berhenti menatap Andhra.


"Di surga, "bisik Andhra.


"Ih Andhra, bearti kamu nyumpahin aku cepat mati dong," ucap Asyia dengan nada yang merajuk.

__ADS_1


"Di surga.Surga dunia maksudnya. Di dunia ini ada banyak destinasi indah bak surga dunia. Gitu saja ngambek, kan aku belum selesai ngomong." Andhra.


"Trus kapan kamu mau ajak aku kesana?" tanya Asyia.


"Ehm kapan-kapan, ketika sudah dapat restu dari orang tua kamu," cetus Andhra.


"Ehm Maksudnya apa?"tanya Asyia sedikit ge-er. Ia berhenti lagi.


"Ya itu makudnya. Aku bisa bawa kamu ketika dapat restu dari orang tua kamu. Masa mau bawa kabur gitu aja anak gadis orang. Emang kita mau kawin lari." Andhra.


Asyia tersenyum melirik ke arah Andhra yang berjalan di sampingnya dan menggenggam erat tangannya.


'Ya Tuhan jika boleh aku meminta, aku ingin di beri kesempatan untuk menanti waktu itu bersamanya. Pasti sangat membahagiakan, hidup bahagia bersama orang yang kita cintai. Seperti ayah-ibu, Paman dan bibi. Mereka semua terlihat bahagia dengan keluarga kecil mereka. Andai saja aku punya cukup waktu untuk itu.'batin Asyia.


Ketika mereka tengah berjalan di lapangan tersebut, tiba-tiba saja hujan mengguyur tempat itu.


"Ayo Asyia cepat !" Andhra menarik tangan Asyia.


"Tapi Ndra aku ngak bisa lari!"


"Oh iya aku lupa. "


Mereka mempercepat langkahnya, hujan yang lebat langsung membasahi tempat tersebut. Pakaian mereka pun basah kuyup.


Beberapa menit berjalan di bawah guyuran hujan, akhirnya sampai juga di dalam gedung. Hujan semakin lebat dan angin semakin kencang.


Baju mereka basah semua. Andhra melihat pakaian Asyia yang basah dan memperlihatkan bentuk tubuhnya, karna saat itu mereka memakai kemeja putih.


Asyia memeluk tubuhnya untuk menutupi lekuk tubuhnya yang terlihat.


Andhra pun membuka kemejanya.


" Nih tutupi tubuh mu dengan ini."


Kemudian Andhra memakaikan kemeja basahnya kepada Asyia.


Asyia melirik ke arah Andhra.


"Terima kasih ya Ndra," ucap Asyia.


Andhra tersenyum.


Meski merasa kedinginan, Andhra menahan rasa dinginnya karna hanya memakai kaos singlet.


Bersambung dulu Ya reader.


Terima kasih karna selalu setia menunggu author up. Semoga ngak ada halangan author up lagi.


Assalammualaikum wr.wb.

__ADS_1


__ADS_2