Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Kamu Yang Mengerti Aku


__ADS_3

Santi berada di depan meja riasnya bersiap untuk menjenguk tuan Marco, ia pun membawa pakaian ganti untuk dirinya dan suami yang rencananya akan menginap di sana, mengingat keadaan tuan Marco yang masih dalam tahap pemulihan.


Lagi pula tak ada siapa pun yang ada di rumah tersebut, sementara tuan Marco sedang berbulan madu bersama istri barunya.


"Sayang sudah siap, sayang ?"tanya Barley yang melihat penampilan sang istri yang terlihat sempurna di matanya.


"Sudah, Ayo kita berangkat," ucap Santi seraya menarik tas selempangnya, sementara tasnya yang lain sudah di angkut oleh Wati dan di masukan kedalam mobil.


Santi mengait tangan Barley mereka pun melangkah menuju kamar.


Namun seketika langkah Barley tercekak karna merasakan getaran dari smartphones nya.


"Tunggu sebentar Sayang," tahannya.


Barley merogoh saku celananya untuk meraih smartphonenya.


"Daddy,"ucapnya lirih ketika melihat nama yang tertera di layar smartphone-nya.


"Hallo Assalammuaikum Barley," sapa tuan Hasta terlebih dahulu.


"Waalaikum sallam Daddy, apa kabar Daddy?"tanya Barley yang juga mengkhawatirkan tuan Hasta yang tak bisa di hubungi seminggu terakhir.


"Baik Barley, bagaimana keadaan mu dan Istri mu?"tanya tuan Hasta.


"Ehm, Alhamdullah baik Daddy."


"Oh Iya, Daddy ingin tanya sesuatu sama kamu Barley, calon anak kamu laki-laki kan?"tanya tuan Hasta memastikan.


"Ehm, menurut usg begitu Daddy, kenapa?"tanya Barley sedikit penasaran.


"Oh tidak, Daddy ingin beli oleh-oleh untuk calon cucu Daddy yang akan lahir nanti, makanya Daddy ingin memastikan jenis ke*laminnya dulu, takutnya Daddy salah beli, " papar tuan Hasta.


Barley tersenyum, "Tidak usah repot Daddy, kami semua menantikan Daddy dan mommy, asal kalian berdua selamat, itu lebih cukup bagi kami," papar Barley.


"Ehm kau bicara seperti itu, pasti kau juga ingin minta oleh-oleh dari ku kan? ha ha ha," tanya tuan Hasta.


Tuan Hasta tertawa lepas, sepertinya ia sedang berbahagia.


"Ehm, iya dong, aku pikir Daddy sudah melupakan ku," keluh Barley dengan nada sedih

__ADS_1


"Ha ha ha, mana mungkin Daddy melupakan mu Nak, kau putra Daddy satu-satunya, kau tenang saja Nak, Daddy juga menyiapkan hadiah untuk mu dan istri mu karna sebentar lagi kalian akan memberi ku seorang cucu ha ha, dan in shaa Allah, sebelum Santi melahirkan Daddy akan pulang Nak," ucap tuan Hasta.


Barley tersentuh dengan ucapan Barley, matanya pun mulai berkaca-kaca.


"Iya Daddy terima kasih, sekarang Daddy berada di mana?"tanya Barley.


"Daddy ada di Dubai. Barley di sini begitu indah ada banyak destinasi yang bisa kau kunjungi termasuk Burj Khalifa gedung tertinggi di dunia, lain kali kau harus bawa keluarga mu liburan di sini Barley." Tuan Hasta.


"Eh iya Daddy, lain kali saja mungkin setelah Santi melahirkan aku akan luangkan waktu untuk liburan, lagi pula kami tak sempat berbulan madu kan?"


" Iya, sebaiknya luang kan waktu mu, kasihan istri mu, kau selalu sibuk," saran tuan Hasta.


"Ehm, iya Daddy." Barley.


"Ya sudah kalau begitu jaga diri dan istri mu Nak, "nasehat tuan Hasta.


"Hiks iya Daddy, jaga kesehan Daddy, kami semua menyayangi Daddy, i love you hiks."


"Daddy juga sayang sama kalian, i love you too Barley, sudah yah !Daddy lanjutkan perjalanan dulu, ingat Barley sering-seringlah mengunjungi mommy mu, sebesar apa pun kesalahannya tetap saja dia adalah orang yang paling berjasa dalam hidup mu, tanpanya kau tak akan terlahir di dunia ini," nasehat tuan Hasta.


His hiks hiks, Barley tak mampu membendung air matanya,mendengar ucapan dan doa yang tulus dari tuan Hasta, ia pun menutup telponya.


" Assalammualaikum Daddy, "ucap Barley.


Hiks hiks, Barley kembali menangis ia begitu tersentuh dengan nasehat-nasehat yang tulus, yang keluar dari bibir tuan Hasta.


Barley pun duduk dan bersandar pada dinding dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca.


Melihat suaminya yang terlihat sedih, Santi ikut berjongkok mensejajarlan posisinya dengan Barley.


"Sayang kenapa kau terlihat sedih?"tanya Santi seraya mengusap punggung suaminya.


"Hiks, hiks, aku ngak sanggup Sayang," papar Barley menangis.


"Ngak sanggup kenapa Sayang?"tanya Santi dengan suara lembutnya.


"Aku tak sanggup untuk berkata jujur pada Daddy , dan bagaimana pula cara ku mengatakan padanya jika aku bukanlah darah dangingnya hiks hiks," tutup Barley sedih.


Santi menyimak kata-kata Barley.

__ADS_1


" Aku juga tak ingin mengecewakan Daddy,dia sudah berharap terlalu banyak pada ku hiks hiks dan bagaimana pula perasaan Daddy , jika tahu aku ini bukan darah daginggnya sayang hiks hiks hiks, tutur Barley mencurahkan kegundahan hatinya, ia menangis memeluk istrinya.


Tentunya akan menjadi keputusan yang berat bagi Barley untuk mengatakan hal yang sejujurnya, selain tak ingin melukai hati pria tua yang merawat dan mendidiknya sejak ia kecil, Barley tak ingin kehilangan cinta dan kasih sayang dari tuan Hasta.


Santi semakin erat memeluk suaminya seraya mengusap rambut Barley, ia menyimak dengan seksama setiap penuturan suaminya.


"Hiks hiks, aku harus bagaimana sayang? aku terlalu lemah mengambil keputusan jika menyangkut perasaan orang yang ku sayangi, " papar Barley kepada Santi, seketika kecerdasaan Barley hilang, ia tak bisa mengentrol emosinya jika menyangkut orang yang ia kasihi.


Barley adalah seorang pengusaha cerdas dengan kecerdasan emosi yang stabil, ia selalu berhasil dalam mengambil keputusan dalam urusan bisnis hingga membawa perusahannya maju dengan cepat ,tapi mengambil keputusan bisnis beda dengan menggabil keputusan saat menyinggung perasaan seseorang, terutama perasaan tuan Hasta, Barley belajar cinta kasih dari sosok seorang Hasta Raja Prawira sedangkan dari ibunya ia belajar keangkuhan dan sikaf egois, karna dari itu di balik sifat Arogan dan egoisnya, iya adalah orang penuh kelembutan dan perhatian, ia juga orang yang setia terhadap orang-orang terdekatnya.


Karna Barley meminta pendapatnya, Santi memberi saran yang menurutnya yang terbaik, mungkin saja karna beban pikiran dan masalah yang menimpa suaminya secara bertubi-tubi Barley tak mampu berfikir jernih.


"Katakan saja sayang, karna suatu saat Daddy pasti tahu, dan akan lebih menyakitkan jika Daddy tahu dari orang lain, jika kita tak berkata jujur, sama saja kita membohonginya dan membohongi diri kita sendiri," nasehat Santi coba memberi solusi.


Barley memper erat pelukannya, "Iya Sayang, aku pun sempat berfikir seperti itu,"guman Barley.


Santi tetap memeluk suaminya seraya mengusap punggung Barley, ia tahu akhir-akhir ini, Barley mengalami banyak masalah, selain dirinya siapa lagi yang bisa menenangkan Barley.


"Sayang, Jika ternyata Daddy marah dan mengusir kita dari rumah ini, serta menarik kembali semua asetnya, apa kau mau tetap ikut bersama ku?"tanya Barley seraya menatap lekat wajah Santi.


"Dan kita mulai hidup yang sederhana, apa kau bisa menerimanya Sayang?"tanya Barley kembali.


Mendengar pertanyaan suaminya tersrbut, Santi hanya tersenyum seraya menyapu titik air mata Barley, "Kenapa tidak Sayang! bukannya aku sudah bilang aku akan ikut kemanapun kau pergi," ucap Santi seraya mencium pipi suaminya.


Keduanua pun saling melepar senyum,


Barley menarik tangan Santi kemudian mencium punggu tangan istrinya.


"Eh Itulah sebabnya Sayang, aku rela kehilangan semua harta ku dari pada harus kehilangan mu," ucap Barley dengan bola mata yang perpendar dan berembun menatap sang istri.


Bukan main bahagianya hati Santi, ia pun memeluk Barley, Aku pun demikian sayang,"ucapnya seraya menangis haru.


Keduanya pun mengurai pelukan mereka.


"Ayo Sayang kita pergi, Daddy pasti membutuhkan kita saat ini, " ucap Santi.


"Iya."


Keduanya pun bergandengan mesra menuju parkiran, suasana terasa nyaman ketika ada rasa saling pengertian diantara pasangan, bukankah cinta akan semakin tumbuh dan bersemi dengan kebaikan yang kita lakukan terhadapa pasangan.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca, semoga Tuhan melindungi rumah tangga kita semua agar terhindar dari segala fitnah dan musibah, Aamiin.


Bersambung


__ADS_2