Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Terjebak Kembali.


__ADS_3

Alesha dan Raffa Diam-diam menjalin hubungan khusus. Rencana Raffa juga ingin mengakhiri hubungannya bersama Naya.


Raffa berada di sebuah cafe untuk bicara pada Naya.


"Hay sayang, "sapa Naya ketika datang menemui Raffa.


Naya coba mendaratkan kecupan di pipi Raffa, tapi di tolak secara halus oleh Raffa.


"Jangan begitu, Ini tempat umum Naya. " tolak Raffa.


Keduanya pun duduk saling berhadapan.


"Sayang, Kapan kau akan melamar ku? " tanya Naya langsung.


"Justru aku ingin membicarakannya pada mu saat ini Naya. "


Ehm, Naya tersenyum penuh harap.Raffa pun memulai obrolan mereka, mencoba bicara jujur.


"Nay. Aku sudah tak bisa melanjutkan hubungan ini. Sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan hal ini kepada mu, Tapi kau selalu mengancam ingin menyakiti dirimu Nay. "


Raffa berhenti untuk melihat reaksi Naya.


Naya terlihat sedih, dengan wajah yang tertunduk.


" Nay, lebih baik kita, sudahi semuanya. Aku tak bisa, lagi bersama kamu."


"Hiks. Emangnya aku salah apa Raffa? "


"Kamu ngak salah apa-apa kok Nay. Hanya saja selama ini, aku hanya nganggap kamu teman. Makanya sampai sekarang hubungan kita tuh ngak ada kepastiaannya. "


Naya menatap sedih Raffa, ini sudah kesekian kalinya Raffa bicara seperti itu dan selama ini dengan sedikit drama ia membujuk Raffa.


"Nay. Aku harap kau tak melakukan hal bodoh lagi. Please aku ingin lepas dari hubungan ini. Tolong mengerti Nay,cinta tak bisa di paksakan. "


Raffa pun meninggalkan Naya begitu saja karena tak ingin mendengar drama dari gadis tersebut. Raffa orang yang tak tega melihat perempuan menangis, karena itu ia tak ingin berlama-lama berada di dekat Naya.


Naya tersenyum smirk," Jika aku tak bisa mendapatkan mu Raffa, orang lain pun tak akan bisa. "


***


Setelah pertemuan singkat tersebut ,Raffa kembali ke kantor dan kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Tiba di kantor ia melihat Alesha terlihat sedang bersama Nabila berada di ruangannya.


"Loh, kalian ada di sini? Ngak sekolah? " tanya Raffa heran.


"Kami libur Kak, Untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional minggu depan. "


"Eh, Kak Raffa. Kita bawa makan siang loh untuk Kak Raffa. Spesial masakan tuan putri Alesha. "Nabila.


Raffa tersenyum." Pasti sangat istimewa jika, jika tuan putri yang masak. " Raffa.


"Iya Kak, di cobain Ya." Alesha.


"Ini pertama kalinya Alesha masak untuk Kak Raffa. "


"Ehm, Kak Raffa memang selalu beruntung dapat mencicipi masakan kamu, apalagi untuk yang pertama kali. "Raffa mulai rayuan mautnya.


Sementara Nabila hanya mengerucutkan bibirnya.


Tak ingin mengganggu pasangan baru tersebut, Nabila pun meminta ijin untuk menemui Arief.

__ADS_1


"Kak, Nabila antar makan siang dulu ya, untuk Ayah. "


"Oke, " Raffa mengedipkan matanya kearah Nabila. Nabila adalah adik paling pengertian menurut Raffa.


Nabila keluar dari ruangan Raffa kemudian menuju ruangan Arief.


Setelah Nabila pergi, Raffa pun membuka rantang yang di bawa oleh Alesha.


Aroma harum tercium ketika Raffa membuka rantang tersebut.


"Wah Harum sekali, pasti enak, "ucap Raffa sembari menaik turunkan alisnya pada Alesha.


"Alesha sudah makan, sini kak Raffa suapin. " Raffa mulai modus.


"Ngak Kak, Alesha lagi diet makan nasi. "


"Ngapain harus diet sih. Ngak diet juga Alesha sudah cantik. "Raffa.


Alesha semakin tersipu malu dengan wajah yang tertunduk merona.


Raffa mengaut nasi hangat ke dalam piring. Kemudian mengaut opor ayam yang di buat Alesha resep dari Dinar. Alesha tahu dari Dinar jika Raffa begitu suka makan opor ayam, jadi Dinar hanya memberi resep, Alesha sendiri yang memasaknya dari awal.


Raffa begitu bahagia menyuap nasi ke dalam mulutnya.


Namun, ketika makan itu sampai di lidahnya , seketika matanya melotot.


Alesha yang tadinya tersenyum bahagia, menjadi kaget melihat reaksi Raffa.


"Hah, Kenapa Kak, masakan Alesha ngak enak ya? " tanya Alesha.


Glek, sekuat tenaga Raffa menelan masakan asin tersebut.


Ehm Raffa tersenyum sebentar sembari meraih gelas tinggi yang sudah di tuang air oleh Alesha.


Ah!


Satu gelas tandas berpindah di lambung Raffa.


Alesha semakin bingung.


"Kak Raffa haus ya? Atau masakan Alesha ngak enak? " tanya Alesha dengan nada kecewa.


Raffa bingung menjawab, ia bukan lah type pria yang suka berbohong. Tapi ia juga tak ingin mengecilkan hati Alesha yang sudah bersusah payah memasak dan mengantar makan siang untuknya.


"Enak kok Sayang. Masakan kamu enak."


Alesha kembali tersenyum.


Raffa pun menelan salivanya, rasanya makanan tersebut seperti momok yang menakutkan, karena terlalu asin. Tapi melihat wajah dan senyum Alesha ,sepertinya bisa jadi penawar dari makan asin tersebut.


Raffa pun menyendok kembali nasi yang sudah berendam dengan kuah opor ayam tersebut, sembari tersenyum menatap Alesha berharap makan tersebut berubah menjadi manis, semanis senyum Alesha.


Am ..Raffa memaksakan diri mengunyah makanan asin itu seraya menatap kearah Alesha yang tersipu malu.


Raffa coba mengsusgesti dirinya dengan membatin. 'Ngak Asin ..Ngak Asin. 'Namun tetap saja Lidah Raffa merasakan asin.


Gleg.. suapan pertama berhasil lolos, ia pun mencoba suapan kedua. Masih dengan menatap wajah Alesha yang tersenyum malu-malu karena di tatap terus olehnya.


Alesha heran melihat reaksi Raffa yang melotot kemudian tersenyum lagi, melotot lagi kemudian tersenyum lagi dan begitulah seterusnya.


Karena sudah tak tahan dengan makanan asin tersebut, Raffa menuang air ke dalam gelas kemudian meneguknya sampai habis dalam hitungan beberapa detik saja.

__ADS_1


Alesha pun kaget melihat Raffa yang minum air seperti onta yang kehausan di padang pasir


Gleak...Gleak.. Gleg...'Ah.


Masih terasa asin, Satu gelas lagi ia minum. Sampai perutnya terasa begah.


Gleak Ah.. Raffa menaruh gelas di atas meja.


"Ternyata kekuatan cinta tak mampu merubah masakan asin jadi sedikit tawar," 'guman Raffa. Ia pun kembali minum.


Entah garam apa yang Alesha gunakan hingga masakan tersebut terasa pahit di tenggorokan Raffa.


"Kak Raffa kenapa? " tanya Alesha khawatir. "Pasti masakan Alesha ngak enak ya? " Alesha mencoba mencicipi masakan nya sendiri kemudian segera mengambil tisu.


"Huh Asin banget! Kak Raffa kok tahan sih makan asin seperti ini? " dengus Alesha seraya merapikan rantang.


"Ya, Kak Raffa pikir, kalau lihat senyuman manis kamu makan asin bisa jadi tawar, ternyata ngak bisa, ha ha. " Ia pun mentertawai kebodohan nya.


"Ih..Mana bisa seperti itu Kak! " Alesha pun memukul bahu Raffa pelan.


Raffa menarik tangan Alesha kemudian mencium punggung tangannya.


"Terima kasih ya Alesha, sudah repot-repot masak untuk Kak Raffa. "


Alesha semakin tersipu malu.


"Iya Kak. Tapi jangan kapok ya mencicipi masakan Alesha. "


"Ngaklah. Bahkan nanti kalau kita menikah Kak Raffa cuma mau di masakin sama kamu. "Raffa.


Alesha tersenyum malu dengan hati berbunga-bunga.


Keduanya pun saling menatap penuh cinta.


Treett


Tiba-tiba nada dering panggilan masuk terdengar oleh keduanya.


Raffa pun mengalihkan pandangannya kearah meja tempat ia meletakan handphonenya.


"Hallo," sapa Raffa.


"Hallo Raffa! Tolong Naya, Raffa! Naya mau bunuh diri Raffa! " seru Nayla.


"Apa? Kenapa lagi dia? ! " Raffa sampai berdiri.


"Pokoknya kamu kesini saja, Aku takut terjadi sesuatu pada Naya Raffa, hiks hiks hiks. "Nayla.


"Iya aku ke sana sekarang! "Raffa.


Alesha heran.


"Kenapa Kak? " tanya Alesha.


"Alesha. Kakak antar kamu menemui Nabila, Maaf Kakak harus pergi sekarang ada urusan yang penting " nada Raffa terdengar panik.


"Iya Kak. "Alesha.


Setelah mengantar Alesha, Raffa pun langsung menemui Naya di rumahnya. Raffa kesal sendiri kenapa ia bisa terjebak hubungan toxic seperti ini. Padahal awalnya ia hanya kasihan pada Naya.


Bersambung dulu ya reader. Maaf hari upnya telat.

__ADS_1


Terima kasih, salam sehat dan sejahtera selalu. 😍😘🙏


__ADS_2