Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bayi yang malang


__ADS_3

Keluar dari ruangan Amora Santi kembali tenang, ia pung mengelus perutnya.


"Sayang tenangkan diri mu, wanita seperti dirinya memang selalu melaknat orang lain, karna itu justru dia mendapat laknat dari ucapannya sendiri."Barley.


"Beberapa kali ia coba melarikan diri tapi justru kesialan selalu menimpanya, jadi kau tenang saja Ya," papar Barley sambil mengusap punggung Santi.


"Aku takut sayang, Amora akan menyakiti kita dan keturunan kita, hiks," ucap Santi sedih.


"Sayang, kau itu selalu beribadah, dan setiap harinya kau berdoa untuk keselamatan kita bersama kan? lalu kenapa kau harus khawatir sayang, "ucap Barley seraya merangkul Santi.


Santi masih amyun tersebut.


"Bagaimana kita pulang saja, atau mau melihat putrinya Amora?"tanya Barley memberikan pilihan pada Santi.


"Kita lihat keadaan bayinya sayang, bagaimana pun juga aku turut prihatin mendengar nasib malang yang menimpa bayi tak berdosa tersebut, " ucap Santi sambil melanjutkan langkahnya, mereka pun mendekat ke arah Arief.


"Arief, bagaiman keadaan bayi Amora?"tanya Barley ketika mereka berjalan beriringan.


"Saat ini bayi tersebut berada di ruang ICCU, ruang perawatan intensif khusus bayi dan anak,"papar Arief.


"Lalu apa rencana mu Arief?"


"Rencananya jika berat badanya sudah menenuhi syarat untuk di lakukan operasi, dia akan segera di operasi." Arief.


Barley tersenyum, "Bukannya mau merendahkan mu Rif, berapa pun biaya operasinya biar aku saja yang menanggungnya, kau simpan uang mu untuk perawatannya saja, karna setahu ku perawatan bayi seperti itu juga bituh biaya yang mahal,itu pun jika kau tak keberatan Rif." Barley.


"Saya menghargai niat baik Tuan, bagaimana jika kita bayar operasinya fifty-fifty?"saran Arief.


"Saya tahu anda juga ingin beramal kan?"terka Arief.


"Iya Rif, aku ingin menabur banyak kebaikan agar aku bisa menuai kebaikan pula, untuk aku dan keluarga ku," ucap Barley seraya menepuk pundak Arief.


"Iya Tuan, aku pun sama," balas Arief.


mereka pun menuju ruang perawatan bayi yang di maksud.


Karna ruang tersebut, ruang intensif mereka tak boleh masuk secara bersamaan, satu persatu, itu pun harus menggunakan pakaian yang sudah di sterilkan.


Setelah memakai peralatan lengkap,


Santi mendapat giiran pertama masuk, seorang suster mengarahkannya menuju inkubator bayi Amora.


Santi merasa miris melihat beberapa anak dan bayi yang di rawat di sana berbagai alat bantu medis terpasang pada tubuh mungil mereka, membuat Santi bergidik ngeri.


Suster tersebut menujuk tempat dimana bayi Amora di rawat.

__ADS_1


Siapa pun pasti akan meneteskan air mata melihat bayi yang masih merah tersebut, di penuhi alat bantu medis di sekujur tubuhnya.


Santi mengamati bayi tersebut," Ya Alah semoga dia kuat dan bisa bertahan dalam menghadapi cobaan pertamanya saat lahir ke dunia, Aaminn."


"Yang sabar ya Nak," ucap Santi sedih kepada bayi tersebut.


Ia pun membuka tabung kaca dan menyentuh bayi malang tersebut, reaksi justru terjadi pada janin yang ada di dalam rahim Santi, janin tersebut menendang-nendang perut ibunya.


Santi menitikan air mata, kemudian ia menutup kembali tabung kaca tersebut, kemudian ia keluar.


Setelah melapas jubah hijau ,penutup rambut' dan masker, Santi menghampor


Barley dan Arief yang sedang berbincang-bincang.


"Besok, biar aku saja yang mengantar tuan Marco menuju lokasi proyek kita Rif, kau di sini saja, urusi pekerjaanku, jadi siapa tahu besok ada kabar baik," ucap Barley.


"Terima kasih atas pengertiannya Tuan," ucap Arief.


Barley melihat kearah Santi yang datang menghampirinya.


Santi terlihat begitu sedih.


"Kenapa sayang?"tanya Barley, ia pun berdiri menghampiri Santi.


"Sayang, aku tak tega melihatnya, kita pulang saja yuk, aku lelah," ucap Santi.


"Rif ayo pulang, percayakan saja pada suster, kau juga butuh istirahat, " saran Barley.


Iya Tuan, sepertinya memang begitu, j awb Arief.


Arief kembali menemui suster guna menitipkan penjagaan malaikat kecilnya tersebut.


"Suster, saya titip keponakan saya, jika ada apa- apa hubungi saja saya di nomor ini," ucap Arief seraya menyerahkan kartu namanya.


"Baik pak," ucap suster tersebut.


***


Di penjara perang dingin antara Andini dan Veronica masih berlangsung.


Veronica begitu khawatir ketika mengetahui jika Amora mendadak kontraksi setelah persidangan.


Wajah Veronica pun sedit dan tertunduk layu, ia begitu khawatir tentang Amora.


Andini melirik sinis ke arah Veronica.

__ADS_1


"Hn, apa yang kau pikir kan vero? hukuman anak mu, atau keadaan Amora yang sedang menjalani operasi?" tanya Andini.


Veronica terhenyak, "Benarkah Andini? Amora melahirkan?"


A dini menatap sinis kearah Veronica.


"Emangnya ada untungnya aku membohonhi ku! "papar Andini.


Veronica mendelik setengah percaya.


"Benarkah Andini? Amor melahirkan dengan jalan operasi cesar?" tanya Veronica yang gelisah.


"Iya, setelah di jatuhi vonis ia justru merasakam kontraksi pada perutnya,dan harus di cesar, " sahut Andini ketus.


Seketika air mata jatuh tanpa di minta, Veronica menangis sedih, "Ya Tuhan! apa yang terjadi pada Amora? kasihan sekali dia, dia sendiri menjalani semua ini, Tuhan selamatkan putri ku dan bayinya,"ucap Veronica.


Andini menatap sinis ke arah Veronica.


"Andini lalu bagaimana keadaan yang Amora dan bayinya?" tanya Veronica mengiba.


"Mana aku tahu! aku hanya mendapat dari putra ku!" dengus Andini, ia pun membuang mukanya kearah lain


Santi dan Barley berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang kerumah.


"Sayang, sepertinya aku akan berangkat ke luar kota dalam beberapa hari lagi, utuk menangani proyek pembangunan hotel dan vila di salah satu tempat rekreasi yang ada di kawasan pantai,"papar Barley.


"Ehm sayang, aku ingin ikut," ucap Santi dengan manja.


"Tidak bisa Sayang. paling lama dua hari, aku kasihan saja padamu nanti kau akan merasa lelah, aku tak ingin terjadi sesuatu pada mu dan bayi kita."Barley.


Ehm iya sayang, tapi kau hati-hati ya, ini pertama kalinya kita terpisah dalam jarak yang cukup jauh Sayang, aku takut tsrjadi sesuatu pada mu," Santi.


" Ehm tak perlu khawatir Sayang, cukup doa kan aku agar selamat, pasti aku akan kembali dengan selamat," ucap Barley sambil menarik tangan Santi dan mencium punggung tangannya.


"Kau tak akan macam-macam di sana kan sayang? jangan sampai kau berselingkuh, maka aku akan membawa anak ini pergi dan menjauh dari tempat ini!" ancam Santi.


Bukannya takut Barley langsung tersenyum sambil mencolet dagu Santi.


"Aku suka kau yang sekarang Sayang, sepertinya kau terlalu menyayangi aku," ujar Barley sambil mengelus pipi Santi yang mulus.


"Tentu saja Sayang, aku tak ingin terjadi sesuatu yabg buruk terhadap mu, bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu,bagaima dengan nasib anak kita?"tanya Santi.


Barley hanya tersenyum, Sudah gak usah bawel,kamu berdoa saja agar perjalanan ku lancar dan kita bisa berkumpul lagi,"ucap Barley sambil mengecup kening Santi.


Semoga saja! jawab Santi dengan tersenyum

__ADS_1


Bersambung guys, tetap dukung author, like komen, vote dan hadiahnya terima kasih


__ADS_2