Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Sentuhan kecil


__ADS_3

Asyia merasa telah jauh melangkah ke sebuah ruang hampa, tak tahu dimana ia berada saat ini.


Ia berusaha mencari jalan keluar dari tempat asing tersebut.namun, tak juga menemukan jalannya.


Asyia juga mendengar suara-suara yang sayup-sayup memanggil namanya.


Merasakan detak jantungnya yang kembali berdetak kencang.


Asyia membuka matanya perlahan, ia sendiri tak mengenali ruang tersebut.


"Asyia kau sadar?"tanya Andhra dengan wajah yang berbinar dan senyum manisnya.


Asyia tersentak kaget melihat orang yang pertama kali ia lihat, ketika membuka matanya. Apa lagi Andhra tersenyum manis ke arahnya yang sebelumnya ia tak pernah melihat Andhra tersenyum kepadanya selama sepuluh tahun ini.


'Apa aku mimpi?'batin Asyia.


Ia pun menyentuh dadanya merasakan hal yang biasa ia rasakan ketika bertemu Andhra.


'Tidak ini sepertinya nyata?'batin Asyia ketika ia merasakan detak jantungnya.Asyia kembali menoleh ke arah Andhra yang masih tersenyum ke arahnya.


"Apa aku bermimpi?" tanya Asyia pada Andra untuk memastikannya.


Andhra menyunggingkan senyum semakin manis," Lihat apa kau merasakan genggaman tangan ku?" tanya Andhra seraya mengangkat tangan mereka yang saling menggenggam.


Asyia kembali syok, ia baru merasakan tangan Andhra yang lembut dan hangat menggenggam tangannya. Ia pun melakukan hal yang sama, meski lemah saat itu Asyia memang menggenggam tanganya erat. Karna di alam mimpinya ia merasa ada sebuah tangan yang menariknya dari tempat yang membinggungkan tersebut, menuju alam ke sadarannya.


Asyia melepas genggaman tanganya.Tentu saja ia masih tak percaya dengan semua ini. Bagaimana bisa Andhra tersenyum ramah terhadapnya, padahal selama ini mereka tak pernah bicara berdua secara serius, meski sudah sepuluh tahun mereka sekelas.


Asyia menatap Andhra dengan tatapan binggung-nya.


"Aku datang kemari karna kau tak hadir di sekolah tadi pagi." Andhra.


"Sekolah?"tanya Asyia lirih.


Asyia merasa jantungnya berdetak normal kembali setelah beberapa menit bersama Andhra. Mungkin reaksi tersebut hanya berlangsung beberapa saat ketika mereka pertama bertemu. Namun setelah beberapa saat bersamanya jantungnya kembali normal.


"Kau lupa? Hari ini adalah hari pertama kita mulai bimbingan belajar intensif untuk lomba antar pelajar se asia tenggara." Andhra

__ADS_1


"Hm iya aku lupa, "guman Asyia.


"Terima kasih sudah mengingatkan ku," ucap Asyia lirih.


Hm


"Aku bawa bunga mawar ini untuk mu," ucap Andhra seraya meletakan buket yang ia beli di samping Asyia.


Asyia pun tersenyum.


"Aku menunggu mu Asyia, kita bedua akan bersaing untuk mendapatkan kesempatan itu. Kau atau aku, atau kita berdua yang akan terpilih."


Asyia tersenyum lirih


"Hm, Aku yakin aku adalah salah satu peserta yang akan ikut event tersebut, "ucap Asyia yakin, ia pun tersenyum.


"Aku juga yakin jika kau salah satu peserta yang ikut, tapi aku juga yakin jika aku juga salah satu peserta yang ikut event tersebut,."


"Semangat !" ucap Asyia mengangkat tanganya setinggi bahu dan membentuk segitiga.Ia pun tersenyum


"Semangat juga untuk mu," ucap Andhra.


"Baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu. Semoga kau segera pulih, agar posisimu tak di rebut oleh Nessa."Andhra.


Ehm.


Andhra pun meninggalkan Asyia, sementara Asyia menatap ke arah Andhra yang perlahan menghilang di balik pintu.


Asiya menerjab-nerjabkan matanya, semua terasa seperti mimpi baginya.Namun, sampai saat ini ia masih bisa merasakam.hangatnya genggaan tangan Andhra, ia juga bisa menyentuh buket bunga mawar yang indah.


Asyia tersenyum, apa yang terjadi padanya saat itu, kenapa ia begitu bahagia dengan.kehadiran Andhra.


***


Andhra keluar dengan senyuman dan rona bahagia di wajahnya.


Ketika ia membuka pintu semua mata tertuju padanya.

__ADS_1


Mereka heran kenapa Andhra terlihat senang.


"Paman, Asyia sudah sadar! " Seru Andhra.


Mereka yang menunggu di luar ruangan langsung bangkit menghapiri Andhra.


"Benarkah?"tanya Arief.


"Hm, bahkan aku sudah ngobol dengannya."


"Alhamdullilah," ucap mereka semua.


Arief pun segera menghubungi dokter.


"Baiklah paman, kalau begitu aku permisi." Andhra.


"Iya terima kasih tuan muda." Ucap Aldo.


"Sama-sama." Andhra pun meninggalkan mereka.


"Alhamdullilah Bu, Asyia sudah siuman. Tapi apa dia akan marah pada ayah Bu, jika ia tahu semua tentang masa kelam ayah hingga ayah di penjara ?" tanya Aldo khawatir.


"Ngak lah Yah. Asyia anak yang cerdas dan baik hati. Ia pasti akan mengerti." Delia.


"Untuk sementara biar bang Arief yang menemuinya terlebih dahulu, biarkan mereka bicara dari hati ke hati."Delia.


"Iya Bu." Aldo.


Raffa menatap kepergian Andhra, ia turut bahagia atas berita yang di bawa oleh Andhra. Hanya saja ada setitik ke khawatiran di hatinya terhadap Andhra.


'Apa segitu besarnya cinta mbak Asyia terhadap Kak Andhra, hingga kehadirannya mampu membuat mbak Asyia tersadar dari komanya? Jika memang seperti itu, Semoga Kak Andhra juga memiliki perasaan yang sama. Kasihan sekali mbak Asyia jika cintanya bertepuk sebelah tangan.' batin Andhra.


Bersambung guys, Selamat pagi. Semoga hari kalian menyenangkan. Siang in shaa Allah up lagi deh. Doain moga bisa crazy up ya. Udah lama ngak crazy up baru dua bab jari-jari ku udah keriting. kurang minum aqua kali ya 😃😃😃


Ada tokek di kejar kingkong. Bagi votenya dong 🙊 😍😘 he he he ngak maksa ya.


Assalammualaikum wr.wb.

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa 🙏💪


__ADS_2