Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bikin rusuh


__ADS_3

Setelah mendengar kabar dari Dinar Arief segera menelpon polisi dan segera pulang saat itu juga.


Veronica dan Fedro sedang membuat kekacauan di mana mereka berdebat dan mengancam Aldo dan Satpam tersebut.


"Serahkan anak itu! atau akan kami rebut dengan paksa! " ancam Veronica dendan jari telunjuknya yang mengarah ke Arief.


Mereka tetap memaksa dengan menggunakan jalan kekerasan.


Wajah Aldo sudah biru lebam karna di pukul oleh Fedro. Namun, ia tetap menghadang langkah Veronica untuk memasuki rumah


"Apa hak anda terhadap Asyia. Selama ini Abang ku lah yang merawat dan menjaganya. Kalian tak pernah tahu jika beberapa kali Asyia pernah koma karna penyakit jantung bawaannya.!" teriak Aldo mempertegas.


"Hey. Kamu tenang saja kami akan ganti rugi semua itu! Yang terpenting aku bisa membawa cucu ku!" Fedro.


Aldo masih meringis menahan Sakit.


Veronica menuju pintu rumah Aldo yang sudah di kunci oleh Delia. "Asyia! Asyia Sayang! buka pintunya Cu! ini Oma dan. Opa mau bertemu!"


Tok tok tok


Pintu di gedor dengan keras, bahkan Veronica memainakan hendle pintu dengan kasar.


Tok Tok Tok Tok


Pintu di gedor kembali.


Tapi Aldo tak tinggal diam, ia menarik tangan Veronica agar menghentikan aksinya.


Buk.. dengan emosi Fedro kembali memukul Aldo.


Aldo yang tak berdaya dengan tongkatnya kembali tumbang.


Sementara Satpam pun sudah babak belur karna di hajar oleh Fedro.


Arief sengaja menelpon pos polisi terdekat agar bisa segera mengamankan kedua orang pembuat onar tersebut.


" Berhenti! " teriak polisi yang


Mereka pun berhenti dan kaget melihat polisi yang tiba-tiba datang.


Veronica dan Fedro gelalapan. Ingin kabur tapi itu tak mungkin, beberapa petugas polisi dan sebuah mobil polisi berhenti di depan rumah Arief.


Meski ada rasa takut dan trauma.Namun tak juga bisa menghentikan obsesinya.


"Ada apa ini? !" tanya polisi menghampri mereka.


"Ini Pak! selama ini mereka menyembunyikan cucu saya di rumah ini!" teriak Veronica ke arah rumah Arief.


"Tangkap saja mereka Pak!" seru Veronica lagi.


Polisi menggelengkan kepala.


"Begini Nyonya. Sekarang anda ikut kami ke kantor polisi untuk memberi keterangan".


Begitupun dengan satpam dan mas ini. Menunjuk Aldo.


"Anda tahu jika memasuki rumah orang tanpa ijin dan menganiaya orang adalah tindakan melanggar hukum, Anda berdua bisa terkena pasal berlapis untuk itu. " Polisi.

__ADS_1


"Hah! tapi kami hanya ingin mengambil alih hak asuh cucu kami pak! " seru Veronica lagi memberontak.


"Nyonya jika memang anda merasa keluarga ini telah menyembunyikan cucu Nyonya. Silahkan anda melapor kepada pihak berwajib biar kami menindak lanjutinya. Jika seperti ini, tindakan abda sudah salah. " polisi.


Veronica menyilangkan tangan di dadanya kemudian membuang mukanya.


"Sekarang anda ikut kami ke kantor polisi, untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan anda." polisi


"Pak Satpan dan mas ini juga ikut kami sebagai saksi." polisi.


Aldo dan pak Satpam bangkit untuk ikut ke dalam mobil polisi.


Polisi pun menghampiri Veronica dan Fedro.Mereka di seret ke kantor polisi.


"Tidak pak! salah saya apa?! bentak Veronica.Menolak.


Justru itu anda ikut kami ke kantor polisi "untuk memberi keterangan!"


Veronica dan Fedro pun saling mandang,mereka berdua tetap menolaj untuk di bawa ke kantor polisi.


Tak berapa lama kemudian Arief pun tiba.


Arief keluar dari mobilnya kemudian menghampiri mereka.


"Ini kedua orang yang meresahkan tersebut! kedatangan mereka mengacaukan ketenangan keluarga kami. Ia juga ingin merampas hak asuh keponakan saya. " Arief.


"Hey! ngomong jangan sembarangan! lihat saja siapa yang lebih berhak terhadap Asyia!" Veronica.


"Lihat lah. Kami akan membawa cucu kami ke Paris dan kau tak akan lagi bertemu dengan mu! " ancam Veronica.


Karna terus menolak di bawa,


Polisi pun membawa Veronica dan Fedro menuju kantor polisi secara paksa.


***


Di kantor polisi Arief langsung melaporkan Veronica dan Fedro atas perbuatan tindakan yang tak menyenangkan dan tindakan penganiayaan.


Veronica dan Fedro pun harus kembali mendekam di sel tahanan sementara, akibat perbuatan mereka yanh terburu buru dan berdasarkan emosi sesaat tersebut.


***


Asyia masih menangis memeluk Dinar.


"Bibik! Apa paman sudah datang hiks hiks hiks? " tanya Asyia yang ketakutan.Bibirnya pun bergetar.


"Tenanglah Nak. Paman mu pasti bisa menangani mereka.Asyia tak perlu takut sayang! Kami menyayangi kamu dan tak akan membiarkan siapa pun yang akan membawa kamu dari rumah ini," ucap Dinar sambil membelai rambut Asyia yang berbaring di sampingnya.


Asyia begitu ketakutan, ia bahkan tak mau keluar dari kamar tersebut.


Pintu di buka oleh Arief. "Assalammualaikum ," ucap Arief mencoba untuk bersikap tenang di depan keluarganya.


"Waalaikum salam." mereka pun serempak menjawab.


Melihat kedatangan Arief Asyia langsung beranjak dan segera menghampiri Arief.


"Paman! " teriaknya sambil menangis menghampiri Arief.

__ADS_1


Arief langsung memeluk Asyia.


"Hiks hiks hiks, Paman di mana Ayah? Apa Ayah masuk penjara lagi hiks hiks hiks."


"Tenanglah Nak. Ayah ada , pulang bersama paman," ucap Arief sambil mencium pipi


"Hiks hiks hiks. Asyia takut jika Ayah kembali di penjara! Asyia sayang ayah! hiks hiks, " gadis kecil itu menangis sampai terisak.


Hijs hiks hiks.


"Iya ayo kita temui ayah kamu, " ucap Arief.


Arief pun membawa Asyia menuju ruangan tamu di mana Delia sedang membantu Aldo dan pak Satpam mengompres luka dan memberi mereka obat-obatan.


"Ayah! hiks hiks hiks!" tangis Asyia yang langsung turun dari gendongan Arief.


Ia pun berlari menghampiri Aldo, kemudian memeluknya.


"Ayah! Asyia takut hiks hiks hiks." Asyia.


"Takut kenapa Nak? " tanya Aldo sambil mengusap rambut Asyia.


"Asyia takut jika ayah di penjara lagi. Asyia jadi tak punya ayah lagi. Hiks hiks hiks" tuturnya dengan sedih.


Aldo begitu terharu mendengar penuturan Asyia. Jika Asyia saja takut kehilangan dirinya. Ia pun lebih takut kehilangan Asyia.


"Iya Sayang! Ayah janji tak akan ada yang memisahkan kita lagi." Aldo.


Arief duduk di samping Aldo.


"Kita tuntut mereka di pengadilan Do. Kita harus dapat hak asuh Asyia secara resmi melalui pengadilan. " Arief.


"Iya Bang. Hanya itu cara satu-Satunya agar Asyia aman dalam asuhan kita. "


"Kamu dan Asyia harus menjalani tes DNA secepatnya. Lakukan visum terhadap luka-luka pada wajah kamu Aldo."


"Pengadilan akan mempertimbangkan keputusan hak asuh Anak berdasarkan kelakuan baik seseorang, jika orang tersebut berkelakuan kasar dan brutal seperti mereka, Abang yakin sekali hakim tak akan menjatuhkan hak asuh Asyia pada orang sepsrti itu. Sebenarnya abang sudah merasa menang jika melawan mereka. Karna abang punya tanda tangan Amora yang menyatakan persetujuan jika hak asuh Asyia jatuh pada Abang.Tapi kita tak tahu cara apa yang mereka lakukan untuk merebut Asyia."


"Iya Bang kita harus hati-hati. Mereka orang yang licik. "Aldo.


"Kita harus kumpulkan bukti yang memberatkan mereka. Termasuk penganiayaan yang di lakukan terhadap kamu dan pak Satpam." Arief.


Mendengar hal itu Asyia memeluk Aldo.


Ayah Asyia mau tinggal sama ayah dan paman. Ngak mau tinggal sama orang asing itu, ucapnya dengan wajah yang memelas.


Aldo mencium pipi Asyia. Tentu sayang. Kita ngak akan pernah berpisah lagi, ucap Aldo sambil memeluk Asyia yang mengelayut manja di lehernya.


Bersambung dulu ya guys. in shaa Allah up saru bab lagi nih.


Terima kasih atas dukungannya.


Author punya rekomendasi novel keren nih. mana tahu suka. judulnya Ivanna putri stan milik ceo.



__ADS_1


__ADS_2