
Mereka semua terlihat panik ketika Asyia tak sadarkan diri.
"Bagaimana ini? " yanya seseorang dari mereka.
Tanpa pikir panjang Andhra mengangkat tubuh Asyia dan membawanya keruang UKS lantai satu. Semua mata pun tertuju pada Andhra, mereka bertanya-tanya apa yang telah terjadi dan siapa gadis yang bersama tuan muda. Untung saja ruang UKS tak berada jauh dari lapangan futsal jadi Asyia segera mendapat pertolongan.
Para petugas kesehatan yang berjaga pun segera memberi pertolongan pertama.
Andhra meletakan gadis itu di atas tempat tidur pemeriksaan.
"Asyia! bangun Asyia, kau harus segera sadar, jika tidak kau bisa koma!" Andra menepuk nepuk pipi Asyia, berusaha untuk membuatnya tersadar.
Darah segar terus menetes pada hidung Asyia.
Mereka pun memeriksa tekanan darah Asyia.
"70/60 mm/hg, tekanan darahnya rendah. Darah masih mengalir lagi. Bisa bahaya jika di biarkan," ucap perawat yang bertugas.
Meski tak menyukai Asyia tapi melihat keadaan Asyia yang seperti itu Andhra tak tega.
"Tuan muda, jika ia masih tak sadarkan diri sebaiknya segera bawa saja ia ke rumah sakit." petugas medis.
"Siapkan mobil yayasan! Kita bawa dia kerumah sakit!" titah Andhra.
Beberapa orang melaporkan kejadian Asyia tersebut pada guru dan pihak yayasan.
Mereka pun membawa Asyia kerumah sakit .Andhra dan seorang perawat serta seorang guru mendampingi Asyia di perjalan.
Asyia masih tak sadarkan diri di dalam mobil.
"Asyia! Asyia! bangun Asyia! ucap Andhra seraya menepuk pipi Asyia."
Kepala Asyia di pangku olehnya, sementara kaki Asyia berselonjor pada paha guru tersebut.
"Bagaimana keadaannya? apa darahnya masih mengalir? " tanya guru tersebut.
Andhra membuka penutup hidung Asyia.
"Syukurlah, sudah berhenti. " Andhra.
"Mungkin karna mimisan itu yang membuatnya tak sadarkan diri. " guru.
"Iya Bu, selain itu dia memiliki riwayat penyakit jantung, "papar Andhra.
Guru tersebut tercengang.
"Sakit jantung? dari lahir? "tanya guru tersebut.
"Iya kata Mommy ku seperti itu. "
__ADS_1
Guru itu menatap iba pada Asyia, ia pun mengusap kening Asiya seraya menitikan air matanya.
"Kenapa Bu? " tanya Andhra ketika melihat guru tersebut terlihat sedih.
"Dia gadis yang kuat, biasanya penderita jantung dari lahir ngak akan bertahan lebih lama, hiks. Seperti terjadi dengan anak saya meski sudah operasi ia hanya bertahan kelas tiga SD hiks. " Guru pun semakin terlihat sedih.
"Hah? begitukah? " tanya Andhra syok, seraya menoleh kearah Asyia.
"Iya Nak. Tapi semoga saja keajaiban terjadi padanya. Bukannya dia salah satu murid berprestasi di sekolah ini? " tanya guru tersebut.
"Iya dia selalu jadi rangking ke dua setelah saya," jawab Andhra.
Guru tersebut kembali menatap wajah Asyia seraya mengusap kepala Asyia. "Padahal dia gadis yang cantik hiks, semoga saja tak terjadi sesuatu padanya. "
Andhra memperhatikan wajah Asiya, perasaan tak suka itu perlahan luntur menjadi perasaan iba terhadap Asyia.
Mereka pun tiba di rumah sakit.Asyia segera mendapat pertolongan.
Guru tersebut mengurus administrasi di kasir, sementara Andhra menunggu di UGD menunggu kabar selanjutnya.
Andhra duduk dengan memiringkan sedikit tubuhnya ke depan dengan telapak tangan menakup di atas pahanya.
Seseorang datang menghampiri Andhra.
"Tuan muda di mana Asyia? " tanya Arief.
Andhra tak mengenal Aldo. Ia hanya mengenal Arief, jadi ia pun menelpon Arief untuk memberi tahu keadaan Asyia.
"Sedang di lakukan pertolongan Paman." Andhra.
Arief duduk di samping Andhra, meski berusaha tetap tenang tetap saja ia tak bisa menyembunyikan perasaan gelisahnya.
"Keluarga nona Asyia." Perawat.
Arief segera menghampiri.
"Hm Pasien harus di rawat inap dulu ya selama beberapa hari agar keadaannya pulih seperti sedia kala. "
"Iya Suster. Lakukan saja yang terbaik untuk keponakan saya. " Arief.
"Hm, sekarang pasien sudah sadar. Anda boleh melihatnya. "
"Iya suster." Arief dan Andhra masuk ke dalam ruang tempat di mana Asyia di rawat.
Asyia terlihat lemah, matanya pun masih menutup dengan rapat. Meski saat itu dia sudah sadar.
"Asyia !"panggil Arief lirih.
Hm, Asyia hanya mengguman lirih, seakan matanya tak mampu membuka.
__ADS_1
"Hm Paman Asyia sebenarnya sakit apa? " tanya Andhra, tiba-tiba pertanyaan tersebut tercetus di bibirnya, karna sudah dua kali Asyia pingsan di hadapannya.
"Sejak dari lahir ia memang menderita katup jantung yang bocor. Bahkan dokter menvonis usia Asyia tak lebih dua puluh tahun, itu pun sudah maksimal.Tapi kami punya keyakinan jika ia mampu bertahan lebih dari itu, meski Asyia tak akan pernah sembuh secara total," papar Arief.
"Ehm, tapi di dunia yang modern seperti ini, sepertinya tak ada penyakit yang tak bisa di sembuhkan Paman." Andhra.
"Hanya ada satu cara tuan muda. Yakni transplantasi jantung untuk membuatnya terbebas dari penyakit jantungnya," ucap Arief sambil mengusap rambut Asyia.
"Hm Kenapa tak di lakukan Paman? " tanya Andhra semakin antusias .
Arief menghempas napas panjang.
"Ada banyak pertimbangan tuan muda. Selain biaya operasi yang sangat mahal. tak setiap organ jantung yang tersedia itu cocok untuk di cangkok. Kita harus daftar antri dan entah berapa lama baru tersedia. lagi pula resiko terlalu tinggi. Pasien bisa saja meninggal di meja operasi sebelum pencangkokan terjadi," tutur Arief dengan sedih.
Andhra kembali melirik ke arah Asyia. Ia jadi semakin merasa iba terhadapnya.
Guru masuk dan langsung mendekat ke arah Asyia.
"Bagaimana keadaannya Pak? " tanya guru itu pada Arief.
"Alhamdulilah sudah siuman Bu. Terima kasih atas bantuannya," ucap Arief.
"Sama-sama Pak. Kalau gitu kami permisi dulu. "
"Iya silahkan bu, sekali lagi terima kasih. " Arief.
Andhra masih memaku menatap wajah Asyia yang bisa membuat semua orang merasa iba terhadapnya.
"Andhra berhubung keluarga Asyia sudah ada, Mari kita kembali ke sekolah, " ajak guru tersebut.
"Iya Bu!"
"Paman aku permisi dulu. "Andra.
"Iya terima kasih tuan muda. "Arief
Mereka pun kembali ke sekolah dengan menggunakan mobil yayasan.
Andhra merogoh saku celananya untuk mendapatkan smartphonenya, ia pun menelusuri beberapa website tentang operasi pencangkokan jantung cara pendaftaran dan besaran harga dari operasi tersebut.
Bersambung dulu gengs. Hm semoga saya bisa up lagi ya. kalau ngak ngantuk.
Selamat menjalankan ibadah puasa untuk para reader semua, dan selamat beraktifitas untuk sahabat non Muslim. Semoga kita semua di beri kesehatan, kebahagian dan rejeki yang melimpah untuk diri dan orang-orang yang kita sayangi.Aamiin. ya Rabbal Alamin.
Assalamualikum Wr. Wb.
Hai sobat reader, Author punya rekomendasi novel keren untukmu, silahkan mampir ya, mungkin sambil nunggu author up siapa tahu suka. dengan judul my unique boyfriend karya astuti nuraeni.
__ADS_1