Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Jalan pintas


__ADS_3

Karna marasa tak lagi ada cara lain untuk menafkahi dirinya Amora pun kembali melakukan pofesi barunya yakni sebagai pengemis.


Ia pernah coba kembali ke rumah yang dulu ia tinggali, tapi rumah itu telah berganti kepemilikannya.


Hari ini Amora hanya mendapat lima belas ribu dari hasil mengemisnya."Aduh jika,seperti ini terus kapan aku kembali hidup enak,"dengusnya.


Waktu sudah mendekati magrib.Namun ia juga belum menemukan tempat untuknya beristirahat.


Amora juga belum membersihkan dirinya seharian.


"Aduh badan ku rasanya gerah sekali. Klau begini caranya lebih enak di penjara. Bisa tidur nyenyak meski di ganggu nyamuk."


Begitu pun dengan makan.


Sehari ia bisa makan dua kali, tapi sekarang untuk makan saja ia harus mengusahakannya sendiri.


Sudah beberapa hari ini ia tidur di pelantara masjid.Karna ia bisa mandi dan tidur setelah kegiatan ibadah selesai.


Dan sebelum Azan subuh ia harus terbangun.


Tak ada lagi pilihan lain baginya.


Jika tidur di jalan ia takut akan di gangu oleh para preman-preman jalanan.Ia takut jadi korban pelecehan seksual, maklum saja meski umurnya empat puluh tahun ia masih telihat cantik karna wajah bulenya.


Hari ini setelah hampir setengah hari mengemis, Amora hanya mendapatkan beberapa ribu perak.


"Huh ternyata ngemis saja susah! Sepertinya aku harus cari pekerjaan lain. Tapi apa."


Amora berpikir keras, baru beberapa hari menjadi pengemis ia sudah tak tahan.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya.


"Ah aku tahu tempat yang. bisa membuatku dapat tempat, tinggal dapat uang dan...,"

__ADS_1


Amora tak melanjutkan kata-katanya.


Dengan pakaian yang paling bagus yang ia miliki saat itu, ia berjalan kaki menuju sebuah rumah jahanam.


"Ehm,aku rasa untuk sementara pekerjaan ini lebih cocok untuk ku."


Hari saat itu masih menunjukan pukul empat sore.Namun aktifitas para wanita penjaja cinta sudah di mulai.


Mereka berdandan menor dengan mengunakan pakaian mini.


Amora yang mengunakan pakaian setengah lusuhnya dengan mantap memasuki rumah jahanam yang berkedok salon tersebut. Bahkan kedatangannya sempat jadi bahan tertawaan para wanita penjaja cinta.


"Hey sist! Cari siapa?" tanya seorang wanita jadi-jadian kepada Amora.


"Ehm, Saya mencari madam tempat ini?" jawab Amora ketus.


Wanita jadi-jadian tersebut melihat Anora dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Ha ha ha.


"Ehm saya mau jadi salah satu...," Kata-kata Amora terputus dan langsung di sambar lawan bicaranya.


"Oke Say. Eke ngerti deh. Sekarang cus ikut eke! Kita interview di ruangan madam joe.Eh maksud eke madam joeli, "ucapnya mengkoreksi.


Madam joe melangkah dengan meliuk-liukan tubuhnya seperti pergawati meski tububnya jauh dari kata ideal.


Madam joe bertubuh gemuk dengan pakaian yang menyerupai daster, selain usaha salon,madam Joe juga berprofesi sebagai ger*mo.


Amora berdiri di hadapan madam joe.


"Kamu tahu untuk bekerja dengan saya kamu harus tahu syarat dan ketentuannya."Madam Joe.


"Ngak tahu." Amora.

__ADS_1


Madam Joe pun menjelaskan.


"Tarif rata-rata di tempat ini 250 Ribu sampai satu juta. Pendapatan bersih kamu lima puluh persen saja sisanya untuk saya."


"Karna kamu tak punya modal awal, yakni pakaian dan biaya perawatan kamu akan saya modalkan berupa pakaian baru dan salon gratis agar penampilan kamu semakin menarik,dan tentu saja itu akan masuk hitungan dan akan potong sedikit demi sedikit setelah kamu beberapa kali melayani pelanggan.Bagaimana kamu setuju!"


Tanpa berfikir panjang Amora langsung setuju.Ia sudah merasa tak ada cara lain untuk menghidup dirinya.


Amora kini di dandani di salon milik madam joe. Wajahnya jauh lebih cantik dari pada ketika ia datang tadi sore.


Beberapa jam kemudian ia pun keluar dengan wajah yang paling cantik di antara teman seprofesinya.


Lelaki hidung belang, pelanggan dari tempat tersebut mulai melirik Amora dan meninggalkan teman kencan langganan mereka.


Amora pun menjadi primaona baru di tempat jahanam tersebut.


Mereka berebutan untuk mengencani.Amora. Tarif yang di patok madam joe pun berlipat ganda.


Akhirnya seorang pria berusia empat puluh sampai empat puluh lima tahun berhasil membawa Amora untuk berkencan tentu dengan harga yang paling tinggi.


***


Tubuh Amora lemas setelah berhasil memberi kepuasan kepada laki-laki yang menyewanya.


Laki-laki tersebut pun segera meninggalkan tempat tersebut setelah pertempuran sengitnya.


Ia pun menyodorkan uang tiga juta kepada Amora.


Ehm, Amora tersenyum puas, sudah lama ia tak merasakan hal tersebut.


"Wow! sepertinya aku begitu menikmati pekerjaan ini. Uang dapat kepuasan pun aku dapatkan," guman Amora.Ia pun tersenyum meyeringai.


Bersambung.Hiks author sengaja up lepas magrib nih. Selamat berbuka puasa bagi.yang merayakannya.

__ADS_1


Assalammualaikum wr.wb.


__ADS_2