Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Hati Yang Gelisah


__ADS_3

Tuan Marco tiba di bandara setelah perjalanannya selama belasan jam dari kota Milan.


Selain ingin meninjau pembangunan proyek hasil kerja sama dengan perusahan kontraktor milik Barley ,ia juga merasa rindu untuk bertemu dengan putranya tersebut.


Di dalam mobil yang membawa Tuan Marco.


"Tuan anda mau langsung menuju ke apartment atau langsung menemui tuan Alex, ia selalu menanyakan keadaan anda," papar Munir


"Oh iya Alex, nanti malam saja, aku menemuinya, aku tak ingin terlalu dekat dengan Alex, karna aku rasa dia punya niat jahat terhadap Barley," cetus tuan Marco.


"Ehm, kenapa anda tak jujur saja kepada Tuan Alex, jika tuan muda itu putra kandung anda," usul Munir.


"Aku tak ingin tergesa-gesa Munir, aku ingin putraku percaya pada ku terlebih dahulu, dan aku ingin Barley tahu fakta sesungguhnya agar ia dapat menerima kehadiran ku." Tuan Marco.


"Iya, apalagi sebentar lagi istri tuan muda Barley akan melahirkan, saya rasa kedatangan anda di sini juga ingin melihat kelahiran cucu anda ya?" terka Munir seraya melirik tuan Marco.


Tuan Marco tersenyum, "Iya, lelaki tua seperti diriku ini begitu menginginkan kehangatan keluarga, jujur saja rasanya aku ingin menikah lagi memiliki pandamping, hidup bersama dan berkumpul dengan anak cucu ku menghabiskan masa tua ku," papar tuan Marco dengan mata yang berbinar.


"Lalu sampai kapan anda menyembunyikan kenyataan ini Tuan? setelah anak tuan muda lahir tentu mereka akan memberi nama belakangnya dengan nama keluarga Radja prawira." Munir.


"Tak mengapa, kebenaran pasti akan terungkap Munir, cepat atau lambat." tuan Marco.


Munir mengantar Marco menuju apatementnya.


Sesampainya di apartment, tuan Marco memilih untuk beristirahat, karna besok ia akan kembali melakukan perjalanan menuju luar kota.


Munir mendapat sebuah panggilan, ia pun mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari Arief.


"Hallo pak Arief," sapa Munir pada sambungan telponya.


"Hallo, pak Munir. Saya ingin menginformasi kan jika besok peninjauan proyek kita, tuan muda Barley yang akan langsung turun tangan meninjau dan menemani tuan Marco," papar Arief.


"Oh begitu, baiklah Pak Arief terima kssih atas informasinya." Munir.


"Sama-sama pak Munir, selamat sore,"ucap Arief.


Munir pun menghampiri tuan Marco yang sedang beristirahat di ruang tengah sembari menonton berita di salah satu stasiun televisi.


"Permisi tuan, Saya baru mendapat telpon dari pak Arief, jika peninjauan besok anda akan di temani langsung oleh tuan muda," papar Munir.


Tuan Marco tersenyum, "Kebetulan sekali, selama ia seperti menghindari pertemuan dengan ku, dan besok justru dia sendiri yang turun langsung meninjau proyeknya."


"Kalau sudah jodoh, tak akan kemana," guman tuan Marco sambil menghisap cerutu mahalnya.


***

__ADS_1


Di kediaman Alex, ia sedang menunggu kedatangan tuan Marco, rencananya Marco juga akan menginvestasikan saham pada perudahaan Alex, awalnya tuan Marco ingin menginvestasi kan saham sebesar dua puluh persen pada perusahaan Alex, tapi tiba-tiba saja berubah, Marco hanya mengivestasikan sahamnya hanya


lima persen dan lebih memilih menjadi investor utama pada perusahaan Barley.


Hal itu yang membuat Alex semakin dendam terhadap keluarga Hasta Raja Prawira.


Alex berada di ruang kerjanya, seseorang pun menghampirinya.


"Lapor Tuan! tuan Marco telah tiba di bandara dan sedang menuju apartmentnya, karna rencananya dia akan mengunjungi proyek pembangunan fasilatas hotelnya bekerja sama dengan tuan muda Barley."


"Ehm, Marco berani mengkhianati ku, aku yang membawanya kemari. sekarang justru ia menjadi mitra di perusahaan rivalku." tuan Alex.


"Sejauh mana pembangunan proyek tersebut?"tanya tuan Alex kepada orang suruhannya.


"Berjalan lancar tuan, dan menurut informasi yang saya dapatkan, jika tuan Marco akan meninjau proyek tersebut bersama tuan muda."


"Bagus, ini namanya pucuk di cinta ulam pun tiba,Ha ha ha," tuan Alex tertawa bahagia.


"Maksud tuan apa?"tanya lelaki tersebut karna tak mengerti.


"Kalau begitu, jalankan rencana semula, kebetulan sekali, tuan Muda itu berada di lokasi proyek, aku ingin perusahsan Radja prawiira hancur karna kehilangan pemimpin."


"Maksudnya?"


"Aku ingin kalian celakai Barley, buat seolah-olah kecelakaan di tempat proyek! lakukan dengangan rapi agar tak ada yang curiga," titah Tuan Alex sambil tersenyum menyeringai.


" Baik tuan!"


Alex menatap lurus dengan senyum menyeringainya.


***


Pagi harinya,


Santi membantu suaminya, memasukkan baju-baju Barley kedalam koper karna pagi ini Barley akan berangkat ke luar kota meninjau proyek pembangunan fasilas hotelnya.


"Sayang pakaian mu sudah beres, apa lagi yang kurang?"tanya Santi seraya menarik reslating pada kopernya.


Barley menghampiri dan memeluk istrinya dari belakang, "Pelukan mu yang kurang Sayang," ucapnya sambil mencium ceruk leher Santi.


"Ih bukannya tadi malam sudah kau sudah ambil jatah mu untuk tiga hari," ucap Santi sambil membalikan tubuhnya ia pun mencubit hidung Barley.


Barley tersenyum," Kalau begitu pulang nanti aku minta jatah ku selama tiga hari lagi, "ucapnya sambil mencium ceruk leer Santi.


Ia menyukai aroma khas yang keluar dari tubuh Santi, karna dari itu. selain ia membawa parfum miliknya, ia juga membawa parfum milik Santi.

__ADS_1


"Is, kau jangan nakal ya, jangan tergoda dengan rayuan wanita penggoda, "ucap Santi sambil melingkarkan tangan ke leher Barley.


Hm, Barley berguman


Santi mengkerucutkan bibirnya, karna permintaanya tak di respon sesuai ke inginannya.


Barley tersenyum seraya menggigit pelan hidung istrinya.


"Iya Sayang, aku sudah kenyang di rumah dan tak berniat untuk jajan di luar, aku berangkat dulu ya," ucapnya sambil mengecup seluruh bagian wajah Santi dari pipi, hidung, kening dan mata hingga tak ada satu pun yang luput, kemudian ia mencium perut buncit sang istri, Santi pun tersenyum.


"Putra ku, kau harus jadi anak yang pintar jangan repotkan Mommy ya, jaga Mommy selagi Daddy tak ada di rumah," ucap Barley sambil mencium perut buncit Santi.


"Ayo Tuan,aku antar kau sampai di depan rumah."Santi.


"Ayo Nyonya,"Barley.


Santi menggandeng tangan suaminya, menuruni anak tangga.


"Sayang kau harus telpon aku setiap saat, entah kenapa aku begitu khawatir terhadap mu," ucap Santi.


"Iya sayang, jika aku sudah sampai pasti akan ku telpon, kau tak perlu khawatir, kau jaga saja kesehatan mu."Barley.


"Bagaima aku tak khawatir, selama ini kau tak pernah pergi ke luar kota tanpa aku, aku ingin ikut tapi kau larang," keluh Santi.


"Bukannya aku tak mau membawamu, kau pasti akan bosan karna seharian berdiam di hotel, sementara aku sibuk di sana."


"Proyek kali ini berada di atas perbukitan dan tak jauh dari pantai, kau pasti lelah jika harus mengikuti ku seharian, lagi pula berada di lokasi proyek itu bahaya Sayang," ujar Barley memberi penjelasan.


Santi hanya pasrah dirinya di tinggal.


Santi mengantar suaminya hingga ke halaman rumah mereka, karna perjalanan cukup jauh, Barley pun membawa sopir pribadinya.


"Aku pergi dulu Sayang," ucap Barley sambil mencium kening sang istri.


"Iya Sayang, sering-seringlah menelpon ku, aku pasti mengkhawatirkan mu," ucap Santi dengan mata yang berembun.


"Sayang !aku pergi sebentar saja, jangan khawatir berlebihan, "ucap Barley seraya menakup dua telapak tangannya pada pipi Santi kemudian mencium kening Santi lekat.


"Ilove you," ucap Barley ia pun berjalan menghampiri mobil.


"I love you too, " ucap Santi seraya meneteskan bulir bening di pipinya.


Hatinya begitu berat melepas kepergian suaminya tersebut.


Santi melambaikan tangan kearah mobil Barley yang perlaban meninggalkan halaman rumah mereka.

__ADS_1


Ya Tuhan lindungi suami ku.


Bersambung, jangan lupa like, komen saran komentarnya ya reader tersayang 😚💖💖


__ADS_2